IS-LAM FAHIM KHAN

download IS-LAM FAHIM KHAN

of 24

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    0

Embed Size (px)

description

IS-LAM FAHIM KHAN. KULIAH 9. Pendahuluan …..1. Apabila tingkat bunga merupakan sesuatu instrumen yang dilarang, maka bagaimana kondisi perekonomian yang terjadi khususnya di pasar barang? - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of IS-LAM FAHIM KHAN

Slide 1

IS-LAM FAHIM KHANKULIAH 9Apabila tingkat bunga merupakan sesuatu instrumen yang dilarang, maka bagaimana kondisi perekonomian yang terjadi khususnya di pasar barang?Dalam islam, suku bunga diganti dengan ekonomi bagi hasil, sehingga insentif dalam melakukan investasi adalah besaran bagi hasil. Besaran bagi hasil yang menjadi daya tarik bagi investor untuk melakukan investasi adalah share dari keuntungan yang dibagi kepada investor dan kepada pengelolaPendahuluan..1Semakin besar bagian bagi hasil yang akan diterima oleh investor, idealnya akan meningkatkan motivasi bagi investor untuk semakin banyak melakukan investasi. Demikian juga halnya dengan return, semakin besar profit dalam suatu investasi, maka tingkat bagi hasil akan semakin tinggi.Pendahuluan..2Permintaan investasi secara agregat akan sangat dipengaruhi oleh permintaan investasi di tingkat mikro. Dimana besaran investasi di tingkat mikro ini akan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi keuntungan dan bagi hasil yang diklaim oleh pemilik dana.

Pendahuluan..3ABIoQoPoLevel of investmentGambar 1Hubungan antara Total Expected profits (P) Level of investment Hubungan antara Total Expected profits (P) Level of investmentKurva A menunjukkan tingkat ekspektasi keuntungan yang diharapkan dari kegiatan entrepreneurship. Nilai ini meningkat sejalan dengan peningkatan nilai investasi, dan peningkatan ini terjadi sampai pada satu titik dimana investasi menghasilkan keuntungan yang semakin menurun. Sedangkan kurva B, dilihat dari perspektif pemilik dana, dimana jika semakin besar tingkat investasi maka akan semakin besar tingkat profit yang diharapkan

Berdasarkan Gambar 1. di atas, maka semakin besar investasi, maka secara umum akan semakin besar juga tingkat keuntungan yang diharapkan. Demikian seterusnya sampai pada satu titik, dimana pada tingkat tertentu, keuntungan yang diharapkan akan semakin menurun (Kondisi ini digambarkan oleh kurva A). Sedangkan dari sisi pemilik dana, dengan semakin besar investasi, maka harapannya akan semakin besar pula tingkat keuntungan yang diharapkan. (Kurva B).

Hubungan antara Total Expected profits (P) Level of investment..1Dari gambar di atas, selanjutnya dapat diturunkan suatu nilai bagi hasil, yang dilambangkan dengan a. Nilai a ini merupakan rasio dari bagian keuntungan untuk pemilik dana dengan total keuntungan investasi. Nilai a, yang disebut juga sebagai besaran bagi hasil (profit sharing) dari investasi, dan nilai ini akan memainkan peran penting dalam keseimbangan di pasar uang maupun di pasar barang.

Hubungan antara Total Expected profits (P) Level of investment 2Besaran nilai a diantara 0 dan 1. Nilai ini dimungkinkan sama dengan 0, atau sama dengan 1.[1]

[1] Nilainya akan sama dengan 0 jika semua keuntungan menjadi milik pengusaha. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Pertama, Profit yang diharapkan terlalu rendah dan risikonya terlalu tinggi sehingga dikompensasi dengan nilai keuntungan yang didapat. Kedua, Dana yang disediakan sifatnya qardhul hasan sehingga murni untuk menolong para wiraswastawan miskin dan ketiga, untuk menghindari zakat. Sedangkan nilai a sama dengan 1 dimungkinkan jika pemilik dana mengambil semua bagian keuntungan. Hal ini dimungkinkan terjadi jika pemilik dana merasa tingkat keuntungan yang ada tidak rasional.

Hubungan antara Total Expected profits (P) Level of investmentHubungan antara Total Expected profits (P) Level of investment .3Investasi, selain dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat juga dipengaruhi oleh besarnya rasio profit sharing. Logikanya, semakin besar rasio profit sharing akan mencerminkan semakin besar bagian yang diklaim oleh pemilik modal. Karenanya, semakin besar nilai a maka permintaan investasi akan semakin menurun. Secara matematis, fungsi investasi dijabarkan sebagai berikut: Hubungan antara Total Expected profits (P) Level of investment .4I = io iaJika G di asumsikan exogenous given, maka substitusi dari kedua persamaan di atas, dalam persamaan Y (pendapatan nasional) menjadi: Y = C + I + GY = bo + b (1-t) Y + io ia + GY b (1-t) Y = bo + io + G ia[1- b (1-t) ]Y = bo + io + G iaY = bo + io + G- ia / [1- b (1-t) ]Jika persamaan (i) bo + io + G / [1- b (1-t) ] = Ao dan (ii) ia / [1- b (1-t) ] = A1maka persamaan menjadi: Y = Ao A1amaka persamaan menjadi: Y = Ao A1aPersamaan di atas menunjukkan hubungan negatif antara a dan Y. 12Gambar 2Hubungan antara a dan Y di Pasar Barang dalam sistem Ekonomi Islam aYHubungan antara Total Expected profits (P) Level of investment .5Singkatnya, hubungan yang terjadi antara rasio profit sharing dengan Y menggambarkan keseimbangan di pasar barang dalam ekonomi islam, disebut juga IS. Hubungan ini bersifat negatif, karena naiknya nilai a berarti meningkatnya share atau bagian keuntungan bagi pemilik dana sehingga hal ini menurunkan motivasi untuk berinvestasi. Karenanya jika a meningkat,maka investasi akan turun dan turunnya investasi secara agregat ini akan berdampak kepada turunnya output nasional. 14Permintaan Uang dalam perspektif Islam 1Bahwa permintaan uang seorang muslim dipengaruhi oleh pendapatannya, maka Fahim Khan membuat hubungan ini secara matematis, yaitu: L = bY ...........................(1) Selain dipengaruhi oleh tingkat pendapatannya, permintaan uang dalam sistem ekonomi Islam juga tergantung kepada ekspektasi return dari financial aset. Ekspektasi return yang tinggi dari financial aset menyebabkan uang menjadi kurang bermanfaat jika uang hanya dipegang dan tidak diinvestasikan. Meski demikian, adanya rasa tanggung jawab seorang muslim dalam membantu sesama muslim lainnya, maka motif memegang uang seringkali dilandasi sikap untuk dapat memberikan pinjaman qardhul hasan kepada orang lain sebagai upaya untuk membantu mereka yang membutuhkan dana pinjaman jangka pendek. Besaran dana yang dipegang untuk motif ini, besarnya akan tergantung dari konsekuensi biaya yang ditanggung akibat memegang uang tunai, dan juga return dari aset-aset finansial yang dimiliki seorang muslim.

Permintaan Uang dalam perspektif Islam .2Rendahnya biaya dalam memegang uang tunai dan juga rendahnya return dari aset-aset finansial akan mengakibatkan keinginan untuk memegang uang dalam jumlah tunai menjadi lebih besar. Dengan jumlah uang tunai yang lebih banyak, maka seorang muslim idealnya akan dapat memberikan lebih banyak pinjaman kebaikan kepada sesamanya. Inilah yang disebut oleh Fahim Khan, sebagai motif spekulatif terselubung permintaan akan uang dalam sistem ekonomi Islam. Permintaan uang yang didedikasikan untuk pinjaman kebaikan ini selanjutnya disebut dengan motif altruisticPermintaan Uang dalam perspektif Islam 3Keinginan dasar untuk memegang uang pada saat return rendah dan dorongan untuk melakukan investasi pada saat return yang tinggi. Dengan kondisi ini, maka motif memegang uang untuk tujuan altruistic akan lebih besar pada saat return investasi dari aset finansial rendah daripada pada saat ekspektasi return investasi tinggi. Fahim Khan menambahkan bahwa dalam Islam terdapat suatu institusi pengendali dari permintaan uang yang speculative yaitu zakat. Dengan adanya zakat, maka akan memperkuat motif memegang uang untuk motif altruistic.

Permintaan Uang dalam perspektif Islam 4Pertimbangan altruistic akan mempunyai hubungan positif pada Y dan sebaliknya mempunyai hubungan negatif dengan Q. Secara matematis, hubungan antara permintaan uang dengan sikap altruistic oleh Fahim Khan, dirumuskan sebagai berikut :A = A2y hQ........................(2)Gabungkan dengan persamaan (1)..L = b Y

LA = ky hQ

Permintaan Uang dalam perspektif Islam....5 Sebagaimana uraian di atas bahwa permintaan uang real dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan real dan penurunan tingkat ekspektasi return dari financial aset. Maka persamaan fungsi permintaan uang secara matematis dinyatakan sbb:LA = kY - hQ dimana k > 0; h>0L = permintaan akan uangQ = ekspektasi profit pada financial aset untu pemilik asetDiketahui bahwa Q = a R dan R adalah eksogenMaka diperoleh persamaan:LA = kY- haR atau LA = kY ha, dimana h = hR

Permintaan Uang dalam perspektif Islam....6 Dari persamaan ini terlihat munculnya komponen a atau rasio profit sharing. Munculnya rasio profit sharing ini berasal dari return investasi dalam bentuk aset finansial, dimana return adalah sama dengan bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik dana, atau secara matematis ini dituliskan dengan persamaan, Q = a R . Dari sejumlah persamaan diatas maka keseimbangan di pasar uang adalah sebagai berikut:kY ha = M/P

Permintaan Uang dalam perspektif Islam....7 Keseimbangan di pasar uang ini dibangun berdasarkan asumsi jumlah uang beredar dan tingkat harga yang tetap, sehingga jumlah uang riil yang beredar pun tetap. Selanjutnya, berdasarkan persamaan di atas, dengan analisis matematis secara sederhana dapat diturunkan hubungan antara a dan Y, yaitu:

Permintaan Uang dalam perspektif Islam....8 Permintaan Uang dalam perspektif Islam....9

Berdasarkan hubungan ini terlihat bahwa antara a atau bagi hasil dengan tingkat pendapatan terdapat suatu hubungan yang positif. Secara grafis, hubungan positif antara a dan Y ini akan digambarkan dalam suatu kurva yang disebut dengan kurva LAM, sebagaimana berikut:

Permintaan Uang dalam perspektif Islam....10 24GambarHubungan antara a dan Y di Pasar Uang dalam sistem Ekonomi Islam aYLAM