ipal PT. Keramika Indonesia

download ipal PT. Keramika Indonesia

of 24

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    282
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of ipal PT. Keramika Indonesia

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    1/24

    GRAND DESIGN

    PT. KERAMIKA INDONESIA ASSOSIASI Tbk.

    EMMA SUKMA MAHARANI

    J3M112102

    PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK DAN MANAJEMEN

    LINGKUNGAN

    PROGRAM DIPLOMA

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    2014

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    2/24

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-

    Nya sehingga tugas Grand Design ini berhasil diselesaikan. Tugas ini disusun

    sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Mata

    Kuliah Teknologi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Industri dan Domestik.

    Tema yang dipilih adalah pengolahan limbah cair di Kawasan Industri Kota

    Deltamas, Cikarang - Bekasi.

    Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Haruki Agustina selaku dosen

    Mata Kuliah Teknologi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Industri dan

    Domestik yang telah banyak memberi pengalaman dan ilmu terkait pengelolaan

    limbah cair industri maupun domestik. Tidak lupa penulis mengucapkan terima

    kasih kepada Kak Bramtama Wijaya dan Kak Frisca Rahmadina selaku asisten

    dosen kelas B atas kritik serta saran dalam pembuatan tugas Grand Designini dan

    juga telah sabar dalam mengajar kami selama satu semester ini.

    Selain sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester

    (UAS) Mata Kuliah Teknologi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Industri dan

    Domestik, tugas Grand Design ini juga dibuat untuk mengasah pemahaman

    mahasiswa terkait limbah cair yang dihasilkan oleh suatu industri dan upaya

    pengolahannya yang tepat dan efisien.

    Semoga tugas Grand Designini bermanfaat bagi yang membacanya.

    Bogor, Desember 2014

    Emma Sukma Maharani

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    3/24

    DAFTAR ISI

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    4/24

    I. PENDAHULUAN

    1.1Latar Belakang

    Meningkatnya aktivitas berbagai macam industri mengakibatkan semakin

    besarnya limbah yang dihasilkan dari waktu ke waktu sehingga dapat

    menimbulkan permasalahan bagi lingkungan. Permasalahan lingkungan hidup

    seolah-olah seperti dibiarkan sejalan dengan intensitas pertumbuhan industri yang

    masif. Hal ini menjadi polemik ketika industrialisasi itu sendiri menjadi prioritas

    dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam MP3EI (Master Plan

    Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).

    Salah satu industri yang terus tumbuh dan berkembang adalah industri

    keramik. Pada tahun 2012, Indonesia merupakan produsen keramik terbesar ke-6

    di dunia setelah Tiongkok, Italia, Spanyol, Turki, serta Brasil. PT. Keramika

    Indonesia Assosiasi Tbk. (PT. KIA) adalah salah satu kontributor dari sekian

    banyak industri keramik di tanah air. PT. KIA merupakan sebuah industri keramik

    pertama di Indonesia yang secara khusus memproduksi tiles/keramik baik itufloor

    tilesataupun wall tiles.

    Tingginya permintaan pasar terhadap keramik, berbanding lurus terhadap

    meeningkatnya kebutuhan sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia

    (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Penggunaan SDA yang intensif akan

    mengakibatkan kerusakan lingkungan yang masif. Kerusakan lingkungan dapat

    disebabkan karena ulah manusia ataupun secara alami akibat perubahan alam.

    Limbah merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang diakibatkan

    oleh perilaku manusia.

    Limbah adalah salah satu pencemar lingkungan yang dihasilkan dari

    kegiatan industri. Limbah yang dihasilkan dapat berupa limbah cair, limbah padat,

    pencemaran udara ataupun limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3).

    Pengelolaan limbah sangat diperlukan bagi sebuah industri mengingat dampak

    negatif yang ditimbulkan apabila limbah tidak dikelola secara baik. Pengelolaan

    limbah, khususnya limbah cair meliputi tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan

    Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air pada pasal 38 menyebutkan

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    5/24

    bahwa setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air

    limbah ke air atau sumber air wajib mentaati persyaratan yang ditetapkan dalam

    izin pembuangan air limbah. Salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah

    kewajiban untuk mengolah limbah dan persyaratan kualitas dan kuantitas air

    limbah yang boleh dibuang ke media lingkungan.

    Proses pengolahan limbah cair merupakan salah satu kegiatan pengelolaan

    limbah yang harus dilakukan sebelum limbah cair tersebut dibuang ke lingkungan.

    Pengolahan limbah cair dengan memanfaatkan teknologi pengolahan dapat

    dilakukan dengan cara fisika, kimia, dan biologis atau gabungan ketiga sistem

    pengolahan tersebut. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada umumnya

    terdiri atas kombinasi dua atau tiga cara pengolahan tersebut. Seluruh proses

    pengelolaan limbah cair yang dilakukan bertujuan agar tercapainya pengelolaan

    lingkungan dengan parameter dan peraturan yang ditetapkan pemerintah sehingga

    lingkungan hidup tetap lestari dan tetap dapat berfungsi sesuai peruntukkannya.

    1.2Tujuan

    Tugas yang dibuat bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan limbah

    cair yang tepat dan efisien sesuai dengan karakteristik limbah cair yang dihasilkan.

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    6/24

    II. STUDI PUSTAKA

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    7/24

    III. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

    3.1. Bahan Baku

    Proses pembuatan keramik berglasur yang dilakukan PT. KIA menggunakan

    beberapa bahan baku yaitu material plastis (clay), silica sand, feldspar, dan

    waterglass. Bahan-bahan yang digunakan PT. KIA dalam pembuatan keramik

    berglasur digolongkan ke dalam hard material dan raw material. Clay, silica

    sand, dan feldspardigolongkan ke dalam hard materialsedangkan raw material

    umumnya adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan engobe serta

    glasur.

    3.1.1.

    Material Plastis (Clay)

    Material plastis berupa tanah liat atau claymerupakan suatu tanah dengan

    struktur kimia Al2O3.2SiO3. Clay yang digunakan terdiri dari beberapa macam,

    tergantung dari warna serta tingkat plastisitasnya. Bahan baku clay yang

    digunakan PT. KIA didatangkan dari berbagai daerah seperti di Bogor, Sukabumi,

    Kalimantan, Belitung dan beberapa daerah lainnya termasuk dari luar negri. Clay

    meruapakan bahan inti dalam pembuatan keramik.

    3.1.2. Sil ica Sand

    Silica sandatau pasir silika merupakan bahan baku yang berfungsi sebagai

    penguat keramik agar keramik lebih keras dan kuat. Pasir silika atau yang disebut

    dengan pasir kuarsa ini juga berfungsi untuk mengurangi susut, menurunkan

    plastisitas serta fusibilitasnya. Silica sand yang digunakan berupa silica sand

    murni yang memiliki struktur kimia SiO2serta silika yang berasal dari kaca yang

    telah dihaluskan.

    3.1.3. Feldspar

    Feldspar merupakan silikat alamiah pada umumnya digunakan dalam

    pembuatan keramik sebagai bahan fluks (fluxing material) yaitu sebagai sumber

    alumina. Feldspar yang digunakan dalam pembuatan keramik biasanya

    mengandung kalium (KAlSi3O8), natrium (NaAlSi3O8) ataupun kapur (CaAl

    Si2O8). Feldspardiperlukan sebagai bahan pelebur atau perekat pada suhu tinggi

    dalam pembuatan keramik.Feldsparmulai meleleh pada suhu 11500C.

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    8/24

    3.1.4. Waterglass

    Waterglass merupakan bahan pengencer dalam proses pembuatan clay

    maupun glasur. Pengenceran dilakukan untuk mendapatkan tingkat kekentalan

    pada larutan yang dibuat agar sesuai dengan parameter yang telah ditetapkanR&D

    Division. Waterglass disebut juga sodium silikat yang memiliki rumus kimia

    Na2SiO3.

    3.2. Bahan Penolong

    Selain menggunakan bahan baku dalam proses produksinya, PT. KIA juga

    menggunakan bahan penolong atau bahan tambahan berupa mineral anorganik

    dan beberapa bahan kimia lain. Bahan-bahan penolong tersebut seperti kaolin,kapur, kalkspat, piropirit, air, STPP, sircobit, barium karbonat, pigmen

    warna/stain dan bahan tambahan lain.

    3.3. Proses Produksi

    Terdapat dua jenis keramik berdasarkan proses pembakarannya yaitu

    keramik lantai dengan sekali proses pembakaran atau single firing dan keramik

    dinding dengan dua kali proses pembakaran atau double firing. Proses produksi

    keramik dinding meliputi body preparation, pressing, biscuit firing, glaze

    preparation, glaze application, glost firing, sorting & packing. Sedangkan

    keramik lantai tidak melalui proses biscuit firing. Proses produksi keramik

    dinding berglasur dibagi menjadi empat proses utama yaitu bodypreparation,

    glaze preparation,glaze application, dansorting & packing. Proses produksi PT.

    KIA lebih jelasnya dapat dilihat pda Gambar 1.

    3.3.1.Body Preparation

    Body Preparationadalah proses paling awal dari proses pembuatan keramik.

    Dalam proses ini terjadi beberapa proses agar bahan baku mentah menjadi power

    yang merupakan bahan baku keramik. Bahan mentah disini berupa beberapa

    material yang kemudian diolah di dalam ball millmenjadi adonan seperti cokelat

    kental yang disebutslip.

    Clay slip yang terbentuk akan dicampur dengan hard material lain. Agar

    hard materialdapat tercampur digunakan batuan alubit sebagai pengaduk. Batuan

  • 8/10/2019 ipal PT. Keramika Indonesia

    9/24

    alubit digunakan karena memiliki tingkat kepadatan yang cukup tinggi se