IPA KLS XII

of 36 /36
Kompetensi 1 EKOSISTEM Subkompetensi 1 Komponen-Komponen Ekosistem A. Pengertian dan Peranan Ekologi EKOLOGI : Cabang ilmu dari biologi yang mengkaji interaksi antara unsur- unsur lingkungan di alam dengan pendekatan tertentu EKOSISTEM : Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, dimana komponen satu dengan yang lain saling berinteraksi membentuk suatu sistem KOMUNITAS : Kumpulan beberapa populasi yang hidup bersama, saling berinteraksi dalam habitat tertentu

Embed Size (px)

Transcript of IPA KLS XII

Kompetensi 1

EKOSISTEMSubkompetensi 1 Komponen-Komponen Ekosistem

A.

Pengertian dan Peranan EkologiEKOLOGI : Cabang ilmu dari biologi yang mengkaji interaksi antara unsur- unsur lingkungan di alam dengan pendekatan tertentu : Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, dimana komponen satu dengan yang lain saling berinteraksi membentuk suatu sistem : Kumpulan beberapa populasi yang hidup bersama, saling berinteraksi dalam habitat tertentu

EKOSISTEM

KOMUNITAS

B.

Komponen Ekosistem 1. Komponen Abiotik Tanah Air Udara Cahaya dan Suhu Kelembapan Arus Angin : tempat hidup seluruh kehidupan : komponen besar dalam susunan tubuh makhluk hidup : komponen penyusun atmosfer : komponen abiotik utama (sumber energi primer kehidupan) : kadar air yang terdapat di udara : pergerakan udara yang disebabkan perbedaan suhu

Arus Air Salinitas ( Kadar Garam ) Ombak Derajat Keasaman (pH) Iklim Topografi Latar Belakang

2. Komponen Biotik Produsen

Konsumen

Dekomposer (perombak/pengurai)

Detrivor

C. Macam-macam Ekosistem 1. Ekosistem Perairan2. Ekosistem Darat Alamio Gurun o Padang Rumput o Taiga o Tundra o Hutan

3. Ekosistem Suksesi

Subkompetensi 2 Peran Komponen dan Interaksi Antar IndividuA. B.

Peran Komponen Biotik dan Abiotik Interaksi Antar Individu dalam Populasi Interaksi antar komponen biotik dibedakan menjadi 2 faktor : Faktor Interspesifik 1. Netralisme 2. Kompetisi 3. Mutualisme dan Protokoopersi 4. Komensialisme dan Amensialisme 5. Parasitisme dan Predatorisme Faktor Intraspesifik 1. Perubahan Biologis Individu 2. Seleksi Alam

Subkompetensi 3 Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan A. Rantai Makanan

B. Jaring- Jaring Makanan

C. Piramida Makanan

D. Arus Energi

Kompetensi 2 MENJELASKAN KONSEP KESEIMBANGAN LINGKUNGAN Subkompetensi 1 Saling KetergantunganA. Hubungan Timbal BalikDi dalam ekosistem, komponen-komponen penyusunnya selalu berhubungan timbal balik sehingga membentuk suatu siklus. Konsumen

Produsen

Pengurai Lingkungan

B. Keseimbangan EkosistemKonsep dasar mengolah dan memelihara atau mengelola lingkungan bertujuan : 1) Mengusahakan kelestarian dan kualitas lingkungan hidup dalam arti produktif, reaktif dan estetik. 2) Mengusahakan kelestraian hasil dan pemanfaatan sumber daya alam dalam arti sumber daya alami tersebut dapat menghasilkan dalam jangka waktu yang panjang

Biri-biri di ladang gembala

Tanah Longsor

1.Piramida Ekologi Ada 3 macam piramida ekologi : a. Piramida jumlah

b. Piramida Berat Biomasa

c. Piramida Energi

2. Produktivitas dalam Ekosistem Yang termasuk dalam pembahasan konsep produktivitas : a. Hasil Bawaan b. Perpindahan Materi c. Kecepatan Produksi 3. Daur Biogeokimia Jenis-jenis daur biogeokimia : a. Daur udara, meliputi daur oksigen, karbon, nitrogen dan sulfur - Daur Nitrogen

- Daur Karbon dan Oksigen

- Daur Sulfur

b. Daur Air

c. Daur Sedimen

C. Dinamika Keseimbangan EkosistemDi dalam ekosistem terdapat suatu dinamika yang disebut rantai makanan, jaring makanan dan piramida makanan

Sub Kompetensi 2 Eksploitasi dan DampaknyaA. Eksploitasi Ekosistem Manusia adalah komponen biotik yang mempunyai pengaruh terkuat di bumi. Perkembangan teknologi dan jumlah penduduk yang sangat pesat dapat memusnahkan ekosistem maupun meningkatkan, melipatkan dan mendistribusikan komponen biotik lainnya. B. Dampak Eksploitasi Ekosistem 1. Limbah 2. Toksiologi Lingkungan (Ekotoksiologi) 3. Zat-zat yang Melakukan Deoksigenasi 4. Pengayaan Unsur Hara atau Eutrofikasi 5. Pestisida 6. Minyak bumi dan hidrokarbon yang berkaitan 7. Radionuklida 8. Senyawa organik sintetik

C. Etika LingkunganManusia sadar lingkungan (mandarling) adalah manusia yang sudah memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ekologi dan etika dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan lingkungan. Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam pergaulannya dengan lingkungan

Sungai yang belum tercemar

Sungai yang sudah tercemar

Kompetensi 3 AMDAL SubKompetensi 1 AmdalAmdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) secara resmi lahir di Amerika Serikat tahun 1969 bersamaan dengan diberlakukannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika yaitu National Enviromental Policy Act (NEPA).

A. Arti LingkunganLingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan dalam kaitannya dengan ekosistem dibedakan menjadi : 1) Lingkungan fisik (physical environment) 2) Lingkungan biologis 3) Lingkungan sosial (social environment)

B. Beberapa Kasus LingkunganEra global yang ditandai dengan keterbukaan dan pesatnya kemajuan teknologi dapat meningkatkan kemakmuran, disamping itu juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.Dampak Bencana di Teluk Minamata di Jepang

C. Andal dan AmdalAndal : Analisis dampak lingkungan (Environmental Impact Analysis/EIA) : Analisis mengenai dampak lingkungan

Amdal

D. Proses PelingkupanProses Pelingkupan adalah proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak besar dan penting yang terkait dengan rencana usaha atau kegiatan. 1. Pelingkupan Dampak Besar dan Penting Tahap-tahap : a. Identifikasi Dampak Potensial b. Evaluasi Dampak Potensial c. Pemusatan Dampak Besar dan Penting (Focussing)

2. Pelingkupan Wilayah Studi a. Batas proyek b. Batas ekologis c. Batas sosial d. Batas administratif e. Batas ruang lingkup wilayah studi andal

E. Rona Lingkunganadalah gambaran keadaan lingkungan di tempat proyek akan dibangun dan di daerah sekitarnya, meliputi rona lingkungan alam dan lingkungan buatan.

F. Deskripsi ProyekInformasi deskripsi proyek mencantumkan : a. Maksud dan tujuan proyek b. Kegunaan, keperluan dan alternatif c. Rencana kegiatan dan komponen kegiatannya

G. Tujuan AmdalMenurut Caldwell, tujuan fundamental amdal adalah sosialisasi pertimbangan lingkungan dalam proses perencanaan pembuatan program dan pengambilan keputusan.

H. Peranan AmdalAlasan dilakukan amdal : a. Untuk proyek yang akan dibangun, karena UU dan Peraturan Pemerintah menghendaki demikian. b. Agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyek pembangunan

Subkompetensi 2 Kebijakan Lingkungan di IndonesiaPembangunan lingkungan hidup bertujuan meningkatkan mutu, memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, merehabilitasi kerusakan, mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kualitasnya. A.Perkembangan Institusi Kelembagaan Pengendalian LingkunganJabatan kepala Bapedal dan menteri negara lingkungan hidup dipegang oleh satu orang dengan tujuan untuk menghindari terjadinya benturan,pandangan atau ketidaksinkronan antara pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan dan upaya mengoordinasikannya. Dalam penanganan kasus pencemaran atau perusakan lingkungan dilapangan, menteri bertindak sebagai kepala Bapedal (Badan pengendalian dampak lingkungan) bukan sebagai menteri lingkungan hidup.

Fungsi Bapedal : 1) Menetapkan kebijaksanaan teknis pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemulihan kualitas lingkungan 2) Pengembangan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengendalian dampak lingkungan 3) Pengendalian kebijaksanaan teknis pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemulihan kualitas lingkungan 4) Pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemulihan kualitas lingkungan 5) Penyelenggaraan bimbingan teknis terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran dari kerusakan lingkungan serta pemulihan kualitas lingkungan 6) Pengelolaan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan pembinaan teknis kemampuan pengendalian dampak lingkungan

B. Rona Lingkungan Hidup dalam AmdalDaftar komponen lingkungan hidup yang terdapat dalam pedoman penyusunan amdal di Indoesia : 1) Iklim 2) Fisiografi 3) Hidrologi 4) Hidro-oseanografi 5) Ruang, lahan dan tanah 6) Flora dan fauna

C. Jenis Usaha yang Wajib Dilengkapi AmdalBeberapa contoh jenis usaha yang wajib dilengkapi amdal : 1) Pertambangan umum 2) Ketenagalistrikan 3) Minyak dan Gas Bumi 4) Bidang Perindustrian dan Perdagangan

D. Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan

BerkelanjutanBerdasarkan UU Lingkungan Hidup Pasal 1 Tahun1982, ada 3 pokok pikiran penting yang terkandung dalam pembangunan berwawasan lingkungan : 1) pengelolaan sumber alam secara bijaksana 2) pembangunan berkesinambungan sepanjang waktu 3) peningkatan kualitas hidup Sumber alam dibedakan menjadi : 1) Sumber alam yang bisa diperbaharui (renewable source) 2) Sumber alam yang tidak bisa diperbaharui (nonrenewable sourceI) Pembangunan berkelanjutan mengandung makna bahwa lingkungan dapat mendukung pembangunan secara terus menerus karena tidak habisnya sumber daya yang menjadi modal pembangunan, pabrik, prasarana pembangunan dan sumber daya alam.

Subkompetensi 3 Dampak Kegiatan Pembangunan dan PengolahannyaA. Arti Dampak: Suatu perubahan yang terjadi akibat suatu aktivitas. Aktivitas dapat bersifat alamiah, baik kimia, fisika maupun biologi yang disebabkan oleh kegiatan secara sengaja yang dilakukan. Berkaitan dengan Amdal, ada 2 batasan pengertian dampak yang dikemukakan para ahli : 1) Dampak pembangunan terhadap lingkungan adalah perbedaan antara kondisi lingkungan sebelum ada pembangunan dn yang diperkirakan akan ada sesudahnya 2) Dampak pembangunan terhadap lingkungan adalah perbedaan antara kondisi lingkungan yang diperkirakan akan ada dengan tanpa adanya pembangunan Dampak

B. Pembangunan dan DampaknyaSkema hubungan aktivitas manusia dengan dampaknya terhadap lingkungan

Aktivitas manusia

Pembangunan ekonomi

Kesejahteraan manusia

Dampak terhadap lingkungan (positif dan negatif)

C. Ruang Lingkup DampakRuang lingkup dampak dibedakan menjadi : - Dampak biofisik - Dampak sosial-budaya Dampak biofisik : 1. Dampak Fisik Khemis a. Dampak Terhadap Udara

b. Dampak Terhadap Perairan

c. Dampak terhadap tanah

2. Dampak Biologis 3. Dampak Sosial Ekonomi 4. Dampak Sosial Budaya

D. Dampak PentingPedoman penentuan dampak penting menurut PP No. 5 Tahun 1993 pasal 3 :1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jumlah manusia yang akan terkena dampak Luas wilayah persebaran dampak Lamanya dampak berlangsung Identitas dampak Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak Sifat kumulatif dampak tersebut Berbalik atau tidak berbalik dampaknya

Beberapa butir tambahan :1. Keterikatan pada penggunaan sumber daya tak terbarui yang makin besar 2. Kekhasan lingkungan yang terkena dampak 3. Tingkat kontroversi dampak 4. Pelanggaran terhadap UU, PP atau kebijaksanaan (pusat dan daerah)

E. Pengelolaan Limbah B 3Limbah B3 : Setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat atau konsentrasinya, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan lingkungan hidup dan atau membahayakan kesehatan manusia. Pihak-pihak yang terkait dalam mata rantai pengelolaan limbah B 3: 1. Penghasil limbah B 3; 2. Pengumpul limbah B 3; 3. Pengangkut limbah B 3, dan 4. Pengolah limbah B 3 Tujuan pengolahan limbah B 3 adalah untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup agar tidak terjadi sakit, cacat atau kematian, serta terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan akibat B 3.

F. Pengelolaan DampakPengelolaan dampak diarahkan untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak besar dan penting lingkungan hidup yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif yang timbul dari suatu kegiatan. 1. Pendekatan Teknologi Pengelolaan dampak besar dan penting lingkungan hidup : a. Penanggulangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B 3) b. Mencegah, mengurangi atau memperbaiki sumber daya alam 2. Pendekatan Sosial Ekonomi 3. Pendekatan Institusi

Subkompetensi 4 Metode Identifikasi Prakiraan dan Evaluasi DampakA. Metode Identifikasi DampakMetode identifikasi ada 3 macam : 1. Metode Daftar Uji 2. Metode Matriks 3. Bagan Air

B. Prakiraan Dampak2 hal yang harus dilakukan dalam prakiraan dampak : 1. Prakiraan kondisi lingkungan pada waktu tanpa proyek 2. Prakiraan kondisi lingkungan setelah ada proyek

C. Evaluasi DampakEvaluasi merupakan langkah yang paling akhir dalam studi proses studi amdal sebelum rekomendasi penanganan dampak. Dampak dapat dievaluasi dengan : 1. Metode Informal 2. Metode Formal a. Metode Pembobotan b. Metode Ekonomi

D. Prosedur Pengumpulan Data1. Pertimbangan dalam Pengumpulan Data a. Macam data yang harus dikumpulkan b. Karakteristik sumber data c. Ketersediaan dana, tenaga dan keahlian 2. Proses Pengumpulan Data 3. Teknik Pengumpulan Data Beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada studi amdal : a. Kuesioner

b. Wawancara c. Observasi d. Delphi e. Diskusi Kelompok Terfokus

E. Faktor-faktor Penting dalam AmdalFaktor-faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan amdal : 1. Pengumpulan data harus dilakukan dengan metode yang tepat, baik meliputi data primer (langsung) maupun data sekunder. 2. Penyusunan Studi Amdal 3. Rona Lingkungan Hidup 4. Waktu 5. Persyaratan Proyek 6. Komisi amdal yang berkualitas dan berwibawa