Investasi Dan Pasar Modal Syariah

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    13

Embed Size (px)

description

zz

Transcript of Investasi Dan Pasar Modal Syariah

  • INVESTASI DAN PASAR MODAL

    SYARIAH

    PENULIS: ANGGOTA IKATAN MAHASISWA EKONOMI

    SYARIAH UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

  • Penulis :

    Anggota Ikatan Mahasiswa Ekonomi Syariah

    Editor & Layout :

    - Fikri Kurniadi

    - Muhamad Ihsan Hadzami

    Desain Cover :

    Mufqi Firaldi & M.Ihsan.H

    Redaksi :

    IMES PUBLISHING

    Pemimpin Redaksi :

    Widi Wicaksono

    Sekertaris Redaksi :

    Nur Hikmah Maulidina

    Bendahara :

    Endang Nurjaya

    Alamat Redaksi :

    Jaya Jl. Flamboyan I AA No. 9 Pamulang Barat 15417, Tangerang Selatan

    - Tlp : 085691321177

    - Email : [email protected]

    - Facebook : Pasar Modal Syariah

    Terbit Perdana :

    Mei 2010/ 1431 H

    ISBN : 978-602-97080-0-4

    Hak Cipta & Penerbitan : Pada Redaksi

    Dilarang keras mengutip, menjiplak, memfotocopy atau memperbanyak dalam bentuk apapun, baik sebagian atau keseluruhan isi buku ini tanpa izin tertulis dari

    IMES PUBLISHING

  • Sepatah Kata Ketua IMES

    IMES UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA adalah kependekan dari Ikatan

    Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dimana organisasi ini

    dipelopori oleh DR.Ir.Roikhan Ma,MM kemudian ditindak lanjuti oleh rekan-rekan dari

    kelas Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan konsentrasi Ekonomi Syariah. Tentu saja pada

    awalnya organisasi ini merupakan organisasi kelas dari IESP konsentrasi Ekonomi

    Syariah semester 6 angkatan 2007. Seiring berjalannya waktu kamipun menjadikan IMES

    sebagai organisasi terbuka untuk umum. IMES berdiri pada tanggal 26 Maret 2010;

    kegiatan IMES yang pertama kali adalah kunjungan perusahaan ke PT. Valbury Asia

    Securities pada tanggal 6 April 2010 diikuti oleh 25 anggota IMES.

    Buku INVESTASI DAN PASAR MODAL SYARIAH yang diterbitkan oleh IMES

    PUBLISHING merupakan usaha kami dalam membukukan aspirasi,pemikiran dan

    wacana yang coba diutarakan anggota IMES sebagai tindak lanjut kegiatan pertama

    kami; materi dalam buku ini mengkhususkan dalam ruang lingkup Investasi Pasar Modal

    Syariah di Indonesia.

    Ekonomi Syariah bukan hanya merubah nama dari bahas arab ke bahasa inggris ataupun

    bahasa Indonesia namun ekonomi syariah haruslah memiliki produk yang benar-benar

    ASLI dalri sebuah konsep ekonomi dan GENUINE OF SYARIA ECONOMICS IS

    IBADAH. Dalam setiap kegitan harus dengan semangat ibadah baik kepada manusia,

    ALLAH SWT ataupun Ibadah kepada lingkunagn masyarakat. Bagaimana kelanjutan

    GENUINE OF SYARIA ECONOMIS silahkan anda telusuri bab demi bab yang kami

    persembahkan untuk anda

    Tentu saja buku yang kami terbitkan ini masih sangat jauh dari sempurna karena kami

    sadar sebagai pemula kami harus banyak belajar. Untuk itu saran dan kritik yang

    membangun untuk kemajuan kami dimasa yang akan dating sangat kami harapkan dari

    para pembaca.

    Semoga yang kami lakukan menjadikan nilai IBADAH disisi Allah SWT dan Bagi anda

    para pembaca yang budiman semoga buku ini bermanfaat dan menambah wawasan kita

    bersama.

    Salam hangat,

    Pimpinan redaksi IMES PUBLISHING

    WIDHI WICAKSONO

  • KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmatNya sehingga kami atas nama IKATAN MAHASISWA EKONOMI SYARIAH (IMES)bisa menyelesaikan pembuatan buku kelas ini. Kami menyadari bahwa buku yang dibuat ini hanya bertujuan untuk menambah wawasan ilmu studi ekonomi islam yang akan bisa memberikan harapan dan kesempurnaan yang berlandaskan Ibadah, namun berkat kerjasama anggota tim serta bantuan dari berbagai pihak yang berkompeten akhirnya buku kelas ini dapat diselesaikan dengan baik.

    Sebagai bentuk apresiasi yang layak, maka segenap anggota tim IMES menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan buku ini, diantaranya adalah :

    1. Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis,Bpk. Prof. Dr. Abdul Hamid, MS; 2. Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Bpk. Drs. Lukman M,Si

    3. Dosen Pasar Modal dan Investasi Syariah, Bpk Dr. Ir. H. Roikhan Mochammad Aziz, MM;

    4. Ketua Ikatan Mahasiswa Ekonomi Syariah sekaligus Ketua Mahasiswa IESP 6C Konsentrasi Ekonomi Islam, Widhi Wicaksono;

    5. All The University Student of Islamic Economy 2007.

    Dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, Tim berharap semoga buku ini bisa bermanfaat untuk mahasiswa pada khususnya dan Masyarakat luas pada umumnya.

    Akhirnya, semoga buku ini dapat menjadi langkah awal untuk menerbitkan buku lainnya dimasa yang akan datang khususnya berkaitan dengan investasi pada pasar modal syariah.

    ` Ciputat, Mei 2010

    Tim Penulis

  • Q.S. Ali Imran :96

    Really, the first house to be appointed for human was at Bakkah tha full of

    blessing and of guideance for universe.

    PERSONAL PARTICULARS

    Full Name : DR. IR. Roikhan Mochamad Aziz, MM. Date of Birth : Solo, Indonesia, 25 June 1970 Postal Address : Jl. Bendi Besar B1/19B, Tanah Kusir Jakarta Selatan 12240, Indonesia Phone (Home) : +6221-7290576, Fax: +6221-7290576 Phone (Office) : +6221-7492855, Fax: +6221- 7493315 Phone (HP) : +6281-319913-199 Citizenship : Indonesian Marital Status : Married Sex : Male Identity Card No : 5305.250670.0367 Social Network :

    - [email protected] - Http://www.roikhanmochamadaziz.com - [email protected]

  • EDUCATIONS Elementer (1977-1989) 1977-1983 Elementary School Morning, SD Negeri 01 Kebayoran Baru, Jakarta. 1977-1983 Elementary School Afternoon, Madrasah Ibtidaiyah Simprug, Jakarta 1983-1986 Junior High School, SMP Negeri XI Kebayoran Baru, Jakarta. 1986-1989 Senior High School, SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta S-1 (1990-1995) Institute Technology of Bandung (ITB), Bandung, Indonesia.

    Bachelor Program, Faculty of Civil Engineering and Planning, Concentration in City and Regional Planning < Http://www.pl.itb.ac.id>.

    Theses: Financial Analysis of Rail Road Track in South Bandung

    S-2 (1996-1998) Magister Management at University of Indonesia (MM-UI), Jakarta.

    Master Program, Faculty of Economic, Concentration in Finance and Banking

    Theses: The Development Analysis of Scripless Trading At Guarantee Clearing

    Agent And Settlement Custodian Agent Integrating with Jakarta Stock Exchange.

    S-3 (2003-2008) State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

    Doctoral Program, School of Post Graduate, Study Program of Islamic Studies, Faculty of Islamic Economy, Concentration in Islamic Capital Market. Dissertation: The Sukuk Modeling In Indonesia And Malaysia On System Dynamics Method.

  • EXPERIENCES 1994 - 1995 PT Belaputera Interplan, Consultant, Bandung, Indonesia Planner Assistant Full Time Job to Analyst the Development of Master Plan for Sister Cities and Twinning Cities, Bandung Braunschweeg. 1995 1996 Tourism Research Center (P2Par), Institute Technology of Bandung (ITB), Bandung, Indonesia Researcher Assistant Full Time Job to Research Indonesia Tourism, Aviation, and Leisure to Master Plan of National Tourism Development (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional RIPPNAS) 1997 1999 Dow Jones Markets Inc., Jakarta, Indonesia Risk Management Division Implementation Front to Back Office System in Banking and Securities. 1999 2001 Bridge Information System, Jakarta, Indonesia Research And Marketing Division Development Financial Engineering of BI and IDX 2001 2003 Telerate, Pte. Ltd., Jakarta, Indonesia Technical and Fundamental Division Technical and Fundamental Specialist For Treasury System 2003 - 2004 Moneyline, Inc., Jakarta, Indonesia Internet Financial System Division Development The System Database On Internet Networking Technology 2004 - 2005 Reuters, Plc, Jakarta, Indonesia Financial Dealing System Division Transaction System In Capital Market And Central Banks 2005 2007 Sinlammim Learning Management, Jakarta, Indonesia Founder, President Director Kaffah Sinlammim Management Http://www.sinlammim.com

  • 2007-Now State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Lecturer in Economic & Social Science Faculty Lecturer in Scrience & Technology Faculty Http://www.uinjkt.ac.id 2008-Now Center Information Development Studies (CIDES) Jakarta Indonesia Moslem Scholar Association (ICMI) Jakarta Islamic Economics Division Http://www.cidesonline.com 2008-Now Economics University (STIE) Ahmad Dahlan, Jakarta Chairman Islamic Banking Finance Program Graduate School Http://pasca.stiead.ac.id FIELD OF SPECIALISATION

    1. Kaffah Economics & System Thinking 2. Sinlammim Method & System Dynamics 3. Digital Root & Powersim

    REFEREE: 1. Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail (Ekonis, UKM, Malaysia) ACADEMICS/PROFESSIONAL QUALIFICATIONS Broker Dealer Certified, 2000, Finance Ministry (Departemen Keuangan), Financial Institution and Capital Market Supervisory Board (BapepamLK) Jakarta, Indonesia MEMBERSHIP OF PROFESSIONAL INSTITUTIONS Moderator of Islamic Capital Market Community At [email protected] since 2007. Owner of Islamic Bonds Mailing List LANGUAGES

    Arabic (Active in Speaking and Writing) Course Language Certified, 2005-2007 Basic, Intermediate, Advance, Insan Institute, Jakarta, Indonesia.

    English (Active in Speaking and Writing) Course Language Certified, Basic, Intermediate, Advance, LIA (Lembaga Indonesia Amerika), Jakarta, Indonesia

    Indonesian (Native Language)

  • PUBLICATIONS BOOKS

    1. Sinlammim: The God Code, Esa Alam, Jakarta, 2005. 1. The Missing Footprints of Islam, Sinlammim, Jakarta, 2006.

    JOURNAL

    1. Comparative Study of Islamic Bonds in Indonesia and Malaysia on System Dynamics Approach, Jurnal Ekonomi Kemasyarakatan Equilibrium, Vol, 5, No. 2, January-April, Jakarta, 2008. Http://www.stiead.ac.id

    PAPERS

    1. The Mistery Of Digital Root Based On Sinlammim Method. Proceeding. Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Indonesia. October 2008.

    2. The Root Of Mathematics And Science Is Level Compared With Religious Thinking. Proceeding. State Islamic University (UIN) Jakarta, Indonesia. October 2008.

    3. The Sukuk Competition Between Indonesia and Malaysia With System Dynamics. Proceeding. University Malaysia Sabah, Labuan, Malaysia. November 2008.

    4. The Application Of Mathematics In Information System Based On Al-Quran. Working Paper, Studium General, State Islamic University (UIN) Jakarta, Indonesia. October 2008.

    5. The Assimilation Of Sinlammim Into System Thinking In The Quantitative Method With Modeling On Sukuk As Islamic Economic Instrument. Proceeding. University Of Malahayati, Lampung, Indonesia. October 2008.

    6. The Future Of Sukuk Between Malaysia and Indonesia Based on System Thinking. Proceeding. Monash University, Sunway Campus, Malaysia. October 2008.

    7. Sukuk Dynamics In System Thinking. School Of Business (SBM), Institute Technology Bandung (ITB), Bandung, Indonesia. September 2008.

  • 8. Kaffah Approach In Islamic Economics Theory. Journal. University Islamic Indonesia (UII), Jogjakarta, Indonesia. August 2008.

    9. Holistic Thinking To Develop Islamic Bonds In Indonesia. Proceeding. IAEI University Airlangga (Unair), Surabaya, Indonesia. August 2008.

    10. The Development Of Kaffah Economics System In Islam. State Islamic Religion University (STAIN) Kediti, Indonesia. July 2008.

    CONFERENCES

    Speaker in Studium General: The Application Of Information System In Islamic Banking Toward The Global Technology. Information System Department, Science & Technology Faculty, State Islamic University (UIN), Jakarta, Indonesia. November 7, 2008.

    Speaker in Applied International Business Conference (AIBC). University Malaysia Sabah, Labuan, Malaysia. November 6-8, 2008.

    Speaker in Annual Conference Islamic Studies (ACIS) VIII. Religion Ministery Department State Islamic Religion University (IAIN), Palembang, Indonesia. November 3-5, 2008.

    Speaker in Studium General: The Application Of Mathematics Based On Al-Quran. Mathematics Department, Science & Tecnology Faculty, State Islamic University (UIN), Jakarta, Indonesia. October 22, 2008.

    Speaker in 6th International Islamic Finance Conference on Innovation In Islamic Finance: A Fast Track To Global Acceptance. Monash University Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia. October 13-14, 2008.

    Speaker in International Conference on Quantitative Methods Used In Economics and Business. University of Malahayati, Bandar Lampung, Indonesia, October 15-17, 2008.

    Speaker in 2nd National Seminar on Islamic Financial System. Institute Technology of Bandung (ITB) Bandung, Indonesia. September 6, 2008. Http://sbm.itb.ac.id/syariah

    Joint Paper in International Muamalah Seminar (IMS) on Unlocking Islamic Banking and Finance in Indonesia. Gran Melia Hotel, Jakarta, Indonesia. August 27-28, 2008.

    Speaker in International Forum in Islamic Economics, International Workshop on Exploring Islamic Economic Theory. Universiti

  • Kebangsaan Malaysia (UKM), Islamic University of Indonesia (UII), Jogjakarta, Indonesia, August 2008.

    ASSIGNMENTS AND COURSES

    Forex, Money Market And Corporate Trading By Dow Jones, Jakarta, 1997

    Indonesia Government Securities Trading By Surabaya Stock Exchange,

    Jakarta, 1998 Risk Management System: By Storm Technology, Jakarta, 1999 Government Bank: Time Deposit And Lending Rate By BNI,

    Jakarta, 2000 Technical Analysis: Fundamental and Advanced Analysis,

    Jakarta, 2001 Treasury Trading Room System: By Telerate, Jakarta, 2002 Central Bank: SBI And Tbills For Monetary Management By

    Bank Indonesia, Jakarta, 2003 Corporate Finance: Financial Report Analysis By Moneyline,

    Jakarta, 2004 Financial Instruments: Regional Economic Indicator

    Performance By S&P, Jakarta, 2005 Fixed Income: Yield Book Calculator By Salomon Smith Barney,

    Jakarta, 2005 Two Days Training In System Dynamics Learning Laboratory, Post Graduate, University Of Indonesia,

    Jakarta, 2007 COMPUTER/IT LITERACY

    Office Computer Skills: Microsoft Office, Presentation, Antivirus, Burn, Internet, Multimedia, System, Zip, Utilities Tools, and Hardware and Peripherals Upgrading and Repairing.

    Internet Skills: Mozilla 1.5, Netscape Navigator 7.0, Internet Explorer 7.0, Mailing List, Homepage, HTTP, FTP, HTML, Intranet, Modem, Web Site, Web Server, Web Hosting, Linux, Open Source.

  • Network Skills: ADSL, TCP/IP, LAN/WAN, ISDN, DOV Line, Router, Hub.

    Financial Program Software Skills: DowJones Workstation, STORM Risk

    Management System, Telerate Workstation, Bridge Workstation, Bridge Station, Active1, ActiveX, BDDE Link, , Telerate Channel, Bridge Channel, Webstation, Trading Room System: DJTRS, TTRS, BTRS, MTRS, Bridge Feed 4.0, JEX Server System, Solitaire System, Merlin System, JTOP System, Bridge Collector System, Contribution System, Yield Book Calculator, Teletrac, Metastock, Tradestation.

    Community Development

    1. Preacher at some Mosques, Jakarta, since 2005 2. Preacher at some Religion Communities, Jakarta, since 2005 3. Preacher at some Islamic Days and Wedding Parties, since 2005

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    1. Makna Haji

    Islam adalah agama yang sempurna. Islam akan memandu umatnya ke arah kesempurnaan yakni ke arah mencapai keridhaan Allah di dunia dan akhirat. Islam mendorong umatnya menjadi contoh kebaikan, mempunyai kemampuan dalam mencari nafkah secara halalan thoyiban sesuai ajaran al-Quran dan Hadis.

    Dalam Islam terdapat rukun Islam. Rukun Islam ke-5 yaitu haji. Untuk melaksanakan ibadah haji diperlukan persediaan dan kesiapan jamaah sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar. Selain itu kesiapan secara jasmani dan rohani sangatlah penting karena ibadah haji harus dijalani dengan badan yang sehat, harta yang bersih/halal, berakal sehat, dan hati yang bersih.

    Sejarah ibadah haji bermula sejak Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah membangun Baitullah dan kemudian Allah memerintahkan umat manusia mengerjakan ibadah haji seperti dalam surat al-Haji [22] ayat 27.

    Ibadah haji bertujuan untuk mencari ridha Allah yang sifatnya wajib jika mampu, oleh karena itu sejarah dan syariatnya memang harus dipahami oleh umat Islam

    Menyadari bahwa umat Islam di Indonesia menghadapi masalah ketika membuat persiapan untuk menunaikan ibadah haji maka dibutuhkan keberadaan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menyempurnakan persiapan, pengelolaan dana, penyelenggaraan, dan paska ibadah haji untuk memperoleh haji yang mabrur serta sistem haji yang kaffah..

    Ibadah haji merupakan ibadah yang selalu ingin dilakukan oleh setiap umat Islam di Indonesia, sehingga penyelenggaraan haji hanya perlu promosi terbatas dengan implikasi dari tahun ke tahun jamaah haji selalu bertambah peminatnya sejalan dengan kesadaran beragama umat Islam.

    1. Sejarah Haji

    Regulasi pertama dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda membuat regulasi yang mempersulit perjalanan haji, seperti Resolusi tahun 1825. Resolusi 1825 tersebut kemudian diubah dengan Resolusi tahun 1831 yang memuat ketentuan; pelanggar paspor haji atau yang tidak memiliki paspor haji akan dikenakan denda f 1000. Besaran jumlah denda kemudian hari

  • diubah menjadi f 220. Di tahun 1852 kedua Resolusi itu dihapus, tetapi aturan keharusan memiliki paspor haji tetap ada meski pembayarannya tidak terlalu mahal. Pada tahun 1859 Belanda kembali mengatur haji dengan mengeluarkan Ordonansi Haji yang berisi; 1) harus memiliki surat keterangan dari bupati bagi yang ingin berhaji, dan memiliki bekal yang cukup selama haji dan bagi keluarga yang ditinggalkan; 2) diadakan ujian bagi yang telah datang dari haji; 3) bila telah lulus ujian baru jamaah haji bisa memakai gelar haji dan memakai busana khusus haji.

    Pada tahun 1912, Perserikatan Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan mendirikan Bagian Penolong Haji yang diketuai KH. M. Sudjak, sebagai awal Direktorat Urusan Haji. Pada tahun 1922 Volksraad mengubah ordinansi haji yang dikenal dengan Pilgrim Ordinasi 1922 yang menyebutkan bangsa pribumi dapat mengusahakan pengangkutan calon haji. Kekosongan pengaturan haji terjadi di awal kemerdekaan, yaitu 1945-1949.

    Kemudian Masyumi yang dipimpin KH. Hasjim Asj'ari mengeluarkan fatwa yang menyebutkan ibadah haji dimasa perang tidaklah wajib. Fatwa ini dituangkan dalam Maklumat Menteri Agama Nomor 4 Tahun 1947, yang menyatakan ibadah haji dihentikan selama dalam keadaan genting., Penyelenggaraan haji mulai dilaksanakan lagi pada 1949/1950. Selanjutnya Menteri Agama mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa satu-satunya badan penyelenggara perjalanan haji adalah YPHI. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 3170 tanggal 6 Februari 1950 dan Surat Edaran Menteri Agama di Yogyakarta Nomor A.III/648 tanggal 9 Februari 1959. Periode tahun 1962-1964 : Pemerintah membentuk dan menyerahkan penyelenggaraan haji Indonesia kepada Panitia Perbaikan Perjalanan Haji (P3H)

    B. Identifikasi Masalah 1. Bagaimana pengelolaan keuangan haji yang memberikan nilai tambah

    bagi jamaah, umat, dan Islam secara kaffah menjadi pola pengelolaan keuangan yang bersifat autonomous agency ?

    C. Tujuan Dan Kegunaan 1. Naskah Akademik ini memiliki tujuan yaitu dengan menjadikan landasan

    ilmiah filosofis, yuridis, sosiologis, dan teoritis pola pengelolaan keuangan haji dalam Rancangan Undang-Undang Keuangan Haji

    2. Kegunaan dari Naskah Akademik ini adalah sebagai masukan bagi penyusunan Rancangan Undang-Undang Keuangan Haji dan masukan bagi lembaga negara yang terkait antara lain: Kementerian Agama RI, Kementertian Keuangan RI, Kementerian Hukum dan HAM RI, Kementerian Dalam Negeri RI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,

  • Dewan Perwakilan Rakyat RI, Sekertaris Kabinet RI, dan Sekertaris Negegara RI, dan Presiden RI maupun organisasi Islam serta masyarakat pada umumnya..

    D. Metode Penelitian a. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan dalam Naskah Akademik ini adalah deskriptif analisis dengan menganalisis masalah dalam penjelasan melalui pendekatan kualitatif dengan metode pendekatan penelitian kaffah finance legal research dalam kerangka Kaffah Thinking, sehingga didapatkan pola Naskah Akademik yang memasukkan semua aspek secara menyeluruh. Pemilihan metodologi deskriptif analisis ini didasari pertimbangan bahwa metdodologi ini mampu mempresentasikan keterkaitan dari setiap aspek yang dikaji dan dapat memberikan ruang untuk interaksi dari semua aspek yang ditelaah. Metode penyusunan Naskah Akademik ini didasarkan pada alur pikir untuk memberikan justifikasi akademik dalam bentuk alasan-alasan ilmiah sebagai bahan pertimbangan formulasi norma-norma hukum yang diusulkan. Naskah Akademik ini merupakan konsep dasar substansi norma hukum yang akan dijadikan materi muatan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji. Atas dasar pemikiran tersebut cara penyusunan Naskah Akademik ini dilakukan dengan memberikan: 1) Uraian deskriptif tentang norma apa yang berlaku saat ini dan

    permasalahan apa yang dihadapai (current condition) sehubungan dengan kegiatan pengelolaan Keuangan haji;

    2) Uraian analitis tentang harapan (expectation) dan sasaran (goal) yang ingin dicapai melalui perbaikan aturan yang sudah tidak sesuai atau hal-hal baru yang belum ada;

    3) Uraian analitis tentang pola normative sebagai patokan termasuk rujukan pada hasil studi perbandingan hukum (sebagai benchmark); dan

    4) Uraian tentang rekomendasi sebagai bahan pertimbangan penyusunan rancangan undang-undang pengelolaan Keuangan haji.

    b. Pendekatan Kaffah Finance Legal Research Penelitian Naskah Akademik dilakukan secara Kaffah dan menyeluruh yang merupakan keterkaitan dengan berbagai bidang seperti agama, keuangan, maupun hukum dan lainnya. Penelitian dilakukan dengan pengumpunlan data yang dilakukan untuk mendapatkan data primer serta data sekunder. Penelitian ini dilakukan melalui riset dokumentasi dan kepustakaan dengan mempelajari literature-literatur seperti:

  • 1) Buku-buku dan referensi majemen Keuangan Islam yang juga berkaitan dengan haji (dan umroh);

    2) Artikel-artikel dari koran, majalah, serta media cetak lainnya yang memberikan informasi tentang sistem keuangan Islam dan haji;

    3) Makalah-makalah yang diterbitkan yang berhubungan dengan sistem keuangan Islam dan haji

    4) Peraturan dan keputusan pemerintah perihal pengelolaan Keuangan Islam dan haji;

    5) Surat edaran otoritas keuangan Islam dan otoritas haji ; 6) Undang-Undang yang berhubungan dengan sistem keuangan Islam dan

    haji; 7) Data ekonomi makro dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia,

    Departemen Keuangan, dan Kementerian Agama; 8) Data statistik haji dari Kementerian Agama Dengan terbatasnya data dan informasi mengenai pengelolaan Keuangan haji di Indonesia maka pencarian data dan informasi juga dilakukan dengan cara mengeksplorasi melalui media internet browsing terhadap situs resmi yang menyediakan data (upload data) dan pengambilan data (retrieved data). Selain studi literatur juga dilakukan studi lapangan untuk memperoleh masukan dari otoritas haji maupun lembaga keuangan baik di dalam negeri dan di luar negeri antara lain Tabung Haji Malaysia, Jawatan Kemajuan Islam Malaysia, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Departemen Keuangan Republik Indonesia, serta institusi lainnya yang berkaitan dengan instrument keuangan islami dan haji. Masukan pokok yang diharapkan dapat diperoleh dalam studi lapangan ini adalah tanggapan dari institusi keuangan islami dan haji. Studi lapangan ini dilakukan dengan metode pengumpulan data dan informasi dari para nara sumber yang berasal dari lembaga pemerintah, fatwa, swasta, serta pakar keuangan Islam ataupun pengamat haji lainnya. c. Metode Penelitian Kaffah Thinking

    Institusi keuangan dunia dalam dasawarsa terakhir sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. Terjadi pertumbuhan sistem keuangan yang tidak menentu yang mengarah pada situasi krisis finansial. Salah satu sebab krisis finansial yang terjadi di dunia karena tidak bekerjanya sistem keuangan yang selama ini menopang konsep institusi keuangan dalam meramalkan krisis yang sedang melanda dunia. Kemudian perkembangan sistem keuangan konvensional ini mencari model yang lebih komprehensif dan holistik. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan solusi yang lebih baik

  • dalam menghadapi masalah perekonomian. Salah satu jalan keluar dengan mengembangkan sistem keuangan yang lebih menyeluruh dan sistemik yang juga dikenal dalam ekonomi Islam. Di dalam Islam terdapat sistem keuangan yang lebih baik. Makna Islam di dalamnya juga berisikan solusi dari semua masalah yang ada. Islam mampu memberikan kontribusi dalam memperbaiki sistem dunia dengan pendekatan menyeluruh atau Kaffah Thinking.. Dengan kata lain dalam Islam terdapat pendekatan yang lebih komprehensif dan holistik.

    1. Ontologi

    Ontologis dari konsep Kaffah adalah Islam. Bahwa sistem kehidupan yang ada pada diri manusia, di lingkungan sekitar, dan alam semesta berawal dari konsep Islam. Dengan kata lain konsep penciptaan awal adalah Islam.

    Kata Islam memiliki akar kata dari 3 huruf yaitu huruf s atau sin, huruf l atau lam, dan huruf m atau mim. Ada ayat yang mendukung makna ontologis dari Islam yaitu pada QS. Ali Imran [3]: 19.

    Sesungguhnya Din di sisi Allah adalah Islam.

    2. Epistemologi

    Islam dimaknai sebagai suatu sistem yang holistik, komprehensif, atau menyeluruh. Kemudian Islam yang menyeluruh inilah yang menjadi epistemology dari konsep institusi keuangan yang sedang dikembangkan yaitu Kaffah. Institusi keuangan yang Kaffah merupakan epistemology yang muncul karena beranggapan bahwa konsep dasar kehidupan adalah Islam dan Islam dianggap sebagai suatu sistem. Epistemologi ini didukung oleh ayat al-Quran Surah al-Baqarah [2] ayat 208 yang berbunyi:

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara Kffah (menyeluruh).

    3. Aksiologi

    Diawali dari ontologis berupa Islam sebagai alasan kehidupan termasuk ekonomi, kemudian epistemologi yang digunakan adalah Kaffah sebagai suatu sistem dalam institusi keuangan dan terakhir adalah aksiologi yang lebih sederhana berupa penerapan dalam pengembangan institusi yaitu adanya keseimbangan dari 2 hal. Dalam aksiologi ini, hubungan tersebut selalu ada 2 hal yang merupakan hubungan antara fungsi horizontal dan struktur vertical. Munculnya Islam, membentuk konsep Kaffah, yang dilakukan

  • secara horizontal dan vertikal. Dua hal ini dianalogikan sebagai hal yang berbeda seperti kata gembira dan kata peringatan merujuk pada kata di al-Quran. QS. Saba [34] ayat 28 yang menyatakan 2 hal yaitu pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.

    4. Metodologi

    Metode Kaffah Thinking secara umum merupakan salah satu solusi untuk mengintegrasikan berbagai sektor dan bidang dalam suatu hubungan terkait yang tersistem sehingga menghasilkan nilai tambah dan multiplier effect yang komprehensif, holistic, dan menyeluruh. Hal ini juga sejalan dengan perkembangan metode pendekatan yang menyatakan bahwa dirasakan perlu untuk mencari jalan tengah dari permasalahan institusi keuangan yang ada dengan beralih ke hal-hal yang berkaitan dengan spiritual dan keagamaan.

    Diagram Keuangan Haji (KH)

    Metode Kaffah Thinking, dapat dikembangkan dalam pengembangan institusi pengelola Keuangan haji. Salah satu metodologi adalah Sinlammim Kaffah. Dalam pendekatan yang menyeluruh ini terdapat hubungan sebab akibat (causal loop) dari tiga elemen yaitu sumber, hasil dan umpan balik. Elemen pertama adalah Keuangan Jamaah Haji, kemudian elemen kedua adalah Invetasi dengan prinsip Islam, dan feedbacknya adalah multiplier effect dengan landasan Islam, ibadah, dan profitabilitas.

    Untuk model pengelolaan Keuangan haji digambarkan sebagai pola dari jamaah haji yang melakukan ibadah haji di baitullah untuk mendapatkan haji mabrur. Sedangkan dalam rancang bangun pengelolaan Keuangan haji yang sederhana tergambarkan adanya hubungan dari Keuangan jamaah haji yang terhimpun kemudian dikelola dan diinvestasikan berdasarkan Sharia Compliance yang memberikan nilai tambah beserta multiplier effect lain kepada jamaah haji serta umat secara keseluruhan.

    .

    Islam

    Jemaah Umat

    Haji KH

  • DAFTAR PUSTAKA

    A. EKONOMI DAN KEUANGAN

    Abdillah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al Maqdisy, Abi Muhammad. Al Mughn Al Mukhtashar Al-Kharq. Beirut: Drul Kutub AlIlmiyah, Juz III, 1993.

    -------, Al Mughn Al Mukhtashar Al-Kharq. Beirut: Darul Kutub AlIlmiyah, Juz III, 1993.

    Al-Abbadi, Abd al-Salam Dawud. Al-Milkiyah fi al-Shariah al-Islamiyyah. Beirt: Muassasah al-Risalah, 2000.

    Ibn Abidin, Muhammad Amin al-Dimashqi. Rad al-Muhtar ala al-Dur al-Mukhtar. Beirt: Dr al-Fikr, Vol.6, 1995.

    Abu Ghuddah, Abdul Sattar. Sharikat al-Aqd wa Sharikat al-Milk wa Tatbiqatuha fi al-Sukuk. Paper at Fifth Shariah Conference. Bahrain: Accounting and Auditing Organization of Islamic Financial Institutions (AAOIFI), 2007.

    Al-Amin. Bay al-Ism al-Tijari wa al-Tarkhis. Majjalah Majma al-Fiqh al-Islami. Jeddah: Ed. 5, Vol. 3, 1988.

    Ibn al-Athir, Majd al-Din Abi al-Saadat al-Mubarak. Al-Nihayah fi Ghab al-Hadith wa al-Athar. Beirt: Dr al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997.

    Al-Ayni, Abu Muhammad Mahmud ibn Ahmad. Al-Binayah fi Sharh al-Hidayah. Beirt: Dr al-Fikr, Vol.11, 1990.

    Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution. Syar`ah Standard No. 17: Investment Sukuk. Bahrain: AAOIFI, 2003.

    Abod, Sheikh Ghazali, et. al. An Introductin to Islamic Finance. Kuala Lumpur: Quill Publishers, 1992.

    Achsien, Iggi H. Investasi Syariah di Pasar Modal: Menggagas Konsep dan Praktek manajemen Portfolio Islam. Jakarta: Gramedia, 2003.

    Adam, Nathif. Sukuk: A Panacea for Convergence and Capital Market Develoopment in the OIC Countries. Makalah International Conference on Islamic Economics and Finance, Jakarta, 2005.

    Al-Kahln, Muhammad Ibn Ismil. Subul al-Salm. Bandung: Dahlan, t.t.

    Aiminullah, E. Berpikir Sistemik Untuk Pembuatan Kebijakan Publik, Bisnis, dan Ekonomi. Jakarta: PPM, 2004.

  • Al-Qurn al-Karim dan Terjemahnya. Lembaga Percetakan al-Qurn Raja Fahd, 2006.

    Al-Quran dan Terjemahnya. Jakarta, Kementerian Agama, 2003.

    Al-Rifai, Tariq. An Overview of Islamic Finance and the Growth of Islamic Funds. London: Islamic Funds World 2003 Conference, 2003.

    Algra, N.E. Kamus Istilah Hukum. Jakarta: Fockema Anreae Bina Cipta, 1983.

    Alwi, Iskandar Z. Pasar Modal Teori dan Aplikasi. Jakarta: Yayasan Pancur Siwah, 2003.

    Antonio, Muhammad Syafii. Bank Syariah Wacana Ulama dan Cendekiawan. Jakarta: Tazkia Institute, 1999.

    ---------. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktek. Jakarta: Gema Insani Press, 2001.

    Aribowo, Bambang. Enam Saham Baru Masuk JII. Jakarta: Siaran Pers, BEJ, 2003.

    Arief, Sritua. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. Jakarta: CIDES,1988.

    Arifin, Johar, et. al. Kamus Istilah Pasar Modal, Akuntansi, Keuangan, dan Perbankan. Jakarta: Gramedia, 1999.

    Al-Ashqar, Umar Sulayman. Khiyar al-Shart fi al-Buyu wa-Tatbiquhu fi al-Muamalat al-Masarif al-Islamiyyah. Amman: Dr al-Nafais, 1992.

    Al-Attar, Abd al-Nasir Tawqif. Nazariyat al-Ajal fi al-Iltizam fi al-Shariah al-Islamiyyah wa al-Qawanin. Al-Qahirah: Matbaat al-Saadah, 1978.

    Aseambankers. The International Islamic Financial Center Report 2006. Kuala Lumpur: The Center Of Islamic Product Innovation And Global Recognition In Malaysia, 2006..

    Ayub, Muhammad. Islamic Banking and Finance: Theory and Practise. Karachi: State Bank of Pakistan, 2002.

    Babbie, E. The Practise of Social Research. 6th Ed. California: Belmont Press, 1992.

    Badan Pengawas Pasar Modal. Himpunan Peraturan Perundangan Pasar Modal. Jakarta: Badan Pelaksana Pasar Modal, 1990.

    ---------. Regulasi Pasar Modal, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Badan Pengawas Pasar Modal, Jakarta, 2006.

    Buarque, Cristovam. The End of Economics: Ethics and the Disorder of Progress. Zed Books, Brazil. 1993.

  • Bursa Efek Jakarta. Laporan Tahunan 2005. Jakarta: Bursa Efek Jakarta, 2006.

    Bursa Efek Surabaya. Annual Report Surabaya Stock Exchange 2006. Jakarta: BES, 2007.

    ---------. Fact Book 2007. Jakarta: BES, 2007.

    ---------. Laporan Tahunan. Jakarta: Bursa Efek Surabaya-Bursa Efek Jakarta, 2006.

    ---------. Mengenal Surat Utang Negara. Jakarta: Bursa Efek Surabaya-Bank Indonesia, 2003.

    Al-Bahuti. Al-Rawd al-Murbi Sharh Zad al-Mustaqni. Al-Riyad: Maktabah al-Riyad al-Hadithah, Vol.3, 1970.

    Bank Indonesia. Laporan Tahunan (Beberapa Tahun) 2002-2006. Jakarta: Bank Indonesia, 2006.

    ---------. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia Tahun 2002-2006. Jakarta: Bank Indonesia, 2007.

    BNM. Annual Report, (Beberapa Tahun) 2002-2006. Kuala Lumpur: Bank Negara Malaysia, 2006.

    ---------. Financial Sector Masterplan. Kuala Lumpur: Bank Negara Malaysia, 2001.

  • LAMPIRAN

    DIAGRAM LEMBAGA KEUANGAN HAJI KAFFAH

  • Daftar Isi

    Kata Pengantar..

    Daftar Isi...

    Bab 1 Obligasi Syariah .... 1 Nurhikmah M

    Bab 2 Harta Dalam Perspektif Islam ....... 11 Endang Nurjaya

    Bab 3 Investasi Konvensional ..... 18 Dini juliansah

    Bab 4 Investasi Syariah ....... 27 Widhi Wicaksono

    Bab 5 Perkembangan Pasar modal syariah di Malaysia .. 35 Ahmad Fahrudin

    Bab 6 Perkembangan Pasar modal Syariah di Indonesia. 52 Edo.M.Hafiz

    Bab 7 Instrumen Saham Syariah . 55 Satria Ali.S

    Bab 8 Riset Saham Syariah di Indonesia 71 Rizka Cholidah

    Bab 9 Riset Saham Syariah di Malaysia ...... 78 M.Ishaq

    Bab 10 Spekulasi di Berbagai Pasar Modal .. 89 Finsa. R

    Bab 11 Reksadana Konvensional . 96 Regina

  • Bab 12 Reksadana Syariah 103 Karmila. F

    Bab 13 Instrumen Sukuk .. 113 Fikry . K

    Bab 14 Masalah dan tinjauan Sukuk . 132 A.Tabrizi

    Bab 15 Sukuk di Indonesia .. 138 Luthfi.H.S

    Bab 16 Sukuk di Malaysia ......... 145 M.Ihsan.H

    Bab 17 Perkembangan Sukuk di indosia ... 154 Mufqi.F

    Bab 18 Perkembangan sukuk di Malaysia . 162 Iim Muhidah

    Bab 19 Area Potensi Riil Sukuk 177 Yuni. F

    Bab 20 Baitul Maal Wat Tamwil . 185 Mawaddah

    Bab 21 Ziswaf 195 Arudin.S

    Catatan Akhir ............................................................................................ 205

    Daftar Pustaka

  • Berfikir Kaffah Dalam Ekonomi Islam

    I. Konsep System Thinking

    Suatu pendekatan yang tersedia untuk mempelajari dunia nyata adalah

    pendekatan sistem, yaitu studi pengenalan dunia nyata melalui pemilahan dunia

    nyata tersebut kepada bagian-bagiannya. Sebagai landasan berpikir, di dalam

    model terdapat analisis dari dunia nyata dan sistem. Unsur dan proses penyusun

    bagian-bagian tersebut kemudian diidentifikasi, dikarakterisasi, dan selanjutnya

    dirakit kembali dalam suatu kesatuan struktur (sistem) untuk menghasilkan

    produk atau tujuan yang dipertimbangkan. Jadi, sistem adalah bagian dari dunia

    nyata yang tediri dari berbagai unsur pada suatu tempat dan batasan waktu.

    Komponen dan proses yang saling berinteraksi yang dirancang berdasarkan

    konsep yang dikembangkan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

    System thinking atau pendekatan sistem merupakan pendekatan yang

    dilakukan dengan dalam kaitan sistem, tidak terlepas sendiri, karena

    bagaimanapun juga semuanya selalu berada dalam satu sistem tertentu.

    Pendekatan berpikir sistem dilandasi oleh unsur-unsur lingkungan yang

    berhubungan dengan obyek sebagai satu kesatuan, bagian integral, tidak

    terpisahkan, dan saling mempengaruhi. Dengan berpikir sistem maka paradigma

    yang muncul adalah penyelesaian komprehensif (think global, act local).

    Berpikir sistemik, komprehensif, atau holistik adalah hubungan

    ketergantungan/independen antar unsur (obyek dan lingkungan) yang bersiffat

    dinamis, non linier, dalam keadaan far from equilibrium, asymmetric

    information.

    Makna komprehensif digunakan untuk menjelaskan sistem yang berarti

    menyeluruh. Holistik yang juga berarti keseluruhan berasal dari kata whole atau

    seluruh didasari pendekatan ekosistem dan rantai makanan (food chain).Holistik

    berarti bahwa antara satu sistem dengan sistem lainnya selalu ada kaitannya,

    jadi tidak dapat dilepaskan begitu saja.

    Sistem, komprehensif, dan holistik dalam Islam dikenal dengan Kffah,

    yang dinyatakan dalam al-Quran Surah al-Baqarah [2] ayat 208 yang berbunyi:

    .......

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam

    secara Kffah (keseluruhan)

    Sistem, komprehensif, dan holistik dapat dipahami oleh sebagian

    manusia. Begitu juga dengan Kffah yang hanya dapat dipahami oleh sebagian

  • umat, sesuaidengan bagian ayat sebelumnya, yaitu hanya diperuntukkan bagi

    orang-orang yang beriman. Tidak semua umat Islam mampu mengerti makna

    Kffah.

    Pengertian sistem, komprehensif, holistik dan Kffah merupakan

    pengertian yang lebih kompleks dibandingkan dengan pengertian yang selama

    ini dianut oleh sebagian besar akademisi.

    Selama 200 tahun, sejak era pasca revolusi industri di tahun 1800-an

    konsep yang mendominasi adalah linier thinking, extrapolasi dari 2 titik, yang

    meniadakan elemen metafisik, menghilangkan faktor x, memisahkan antara

    ilmu pengetahuan dengan keimanan. Konsep ini merasuk dalam teori Adam

    Smith dan Malthus yang merupakan pendekatan ekonomi yang

    menyederhanakan dunia nyata. Untuk generasi terdahulu, konsep ini dapat

    menjadi daya dukung bagi kinerja perekonomian secara keseluruhan. Tetapi

    dengan kompleksitas masalah dunia akhir-akhir ini, maka konsep black box

    seperti ini tidak bisa menjadi acuan solusi bagi masa depan dunia. Sebagai

    contoh, pangan yang semula hanya dikonsumsi oleh manusia, kini diperebutkan

    juga oleh mesin-mesin pabrik maupun mesin kendaraan. Dengan

    kekompleksitasan masalah maka diperlukan konsep baru, yaitu konsep ketiga,

    titik ketiga, the third wave, sebagai pengisi teori yang sesuai dengan zamannya

    saat ini.

    Forrester dari MIT mengisi kekosongan teori titik ketiga ini dengan

    System Dynamics, yang merupakan metode dalam System Thinking. Kalangan

    pemikir Islam juga sedang mengisi kekosongan teori ketiga ini salah satunya

    dengan konsep bagi hasil oleh ekonom fuqaha Islam, dan juga konsep

    Sinlammim serta konsep-konsep lainnya.

    Sinlamim

    Metode System Dynamics mampu menjadi konsep baru untuk

    menyempurnakan teori-teori yang sudah ada. Dalam bentuk piramida yang

    dibagi secara horizontal yang terdiri dari 3 bagian (puncak, tengah, dan dasar),

    maka bagian pertamanya yaitu puncak piramida merupakan konsep System

    Thinking. Kemudian dibagian kedua yaitu di tengah adalah metode System

    Dynamics. Sedangkan di bagian ketiga yaitu di dasar adalah software Powersim.

  • Untuk piramida yang sama dengan pendekatan Islam, bagian 1 puncak adalah

    konsep Islam Kffah, bagian 2 tengah adalah metode Sinlammim, dan bagian 3

    dasar adalah formula akar digit.

    II. Pendekatan Islam Kffah

    Selain surat al-Baqarah [2]: ayat 208, kata Kffah juga terdapat dalam

    surat Saba [34] ayat 28 yang menyatakan 2 hal yaitu:

    pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.

    Jika dalam System Thinking terdapat causal loop positif, maka Islam

    Kffah terdapat pembawa berita gembira. Dan sebagai pemberi peringatan

    merupakan causal loop negatif. Sehingga System Thinking dapat disandingkan

    dengan Islam Kffah. Jadi, kalau pendekatan barat adalah System Thinking,

    maka pendekatan Islam adalah Islam Kffah.

    Untuk metode Sinlammim, juga memenuhi syarat sebagai salah satu

    pembanding dalam System Dynamics yaitu dengan pola feedbacknya. Elemen

    pertama adalah Tuhan, kemudian elemen kedua adalah alam, dan feedbacknya

    adalah ibadah. Bila System Dynamics mensyaratkan feedback sebagai bagian

    dari struktur sistemnya, maka Sinlammim juga memiliki feedback dalam

    hubungan di dalam sistem, seperti tersebut di atas.

  • Dengan kemampuan ilmuwan barat untuk menguasai bahasa komputer

    dan teknologi, maka kehadiran platform Powersim merupakan hal yang biasa.

    Sedangkan dengan kemampuan menerjemahkan konsep Islam Kffah ke dalam

    Sinlammim, maka kemunculan formula akar digit adalah hal yang luar biasa,

    karena di dalamnya tersirat nilai sederhana, ketakterhinggaan, dan bernilai

    mutlak.

    Berawal dari angka bulat positif yaitu satu, dua, tiga, dan seterusnya

    (1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, tak berhingga), yang disebut dengan deret hitung maka

    selanjutnya angka-angka ini akan dijumlahkan satu per satu secara berurut

    untuk mendapatkan hasil akumulasi setiap angka berurutan tersebut.

    Tabel Akar Digit

    Jika dikelompokkan menjadi tiga bagian yang masing-masingnya terdiri

    dari tiga angka, maka terdapat beberapa kemungkinan pola kelompok dalam

    tiap kelompoknya yang berulang. Salah satu bentuk pola berulang yang dapat

    dipisahpisahkan adalah:

    13 616 319 913 616 319 9 dst.

    Maka tiga kelompok yang sesuai dengan pola berulang yang di tiap

    kelompok ada tiga angka seperti yang disebutkan di atas. kelompok pertama: 3

    1 9, kelompok kedua: 9 1 3, dan kelompok ketiga: 6 1 6.

  • III. System Dynamics

    Menurut Massachusetts Institute of Technology (MIT), System Dynamics

    adalah suatu metodologi untuk mempelajari permasalahan di sekitar kita. Tidak

    seperti metodologi lain, yang mengkaji permasalahan dengan memilahnya

    menjadi bagianbagian yang lebih kecil, System Dynamics melihat permasalahan

    secara keseluruhan. Konsep utama System Dynamics adalah pemahaman tentang

    bagaimana semua objek dalam suatu sistem saling berinteraksi satu sama lain.

    Pemahaman atas sistem melahirkan identifikasi dan definisi atas

    permasalahan yang terjadi dalam sistem tersebut. Konseptualisasi sistem

    kemudian dilakukan atas dasar permasalahan yang didefinisikan, hal ini akan

    menimbulkan pemahaman yang lebih mendalam atas sistem yang selanjutnya

    mungkin akan menimbulkan redefinisi masalah sampai konseptualisasi sistem

    dinyatakan diterima. Didasari atas konseptualisasi ini, selanjutnya analisis

    diformulasikan secara detail dalam pemahaman matematis yang juga akan

    menimbulkan tambahan pemahaman atas sistem.

    Pola System Thinking dengan metode System Dynamics ini merupakan

    pendekatan yang sangat berbeda dengan metodologi yang selama 200 tahun ini

    digunakan oleh akademisi dan peneliti. Perbedaan fundamental yang

    disuguhkan oleh Forrester adalah hadirnya fungsi operator dan fungsi designer.

    Sebagai ilustrasi adalah keberadaan arsitek pesawat dan pilot pesawat. Arsitek

    pesawat merancang pesawat supaya pilot biasapun mampu menerbangkannya.

    Pendekatan System Dynamics menyimpan filosofi tinggi mengenai pentingnya

    seorang peneliti menciptakan sesuatu yang baru, karena di dalam proses System

    Dynamics selalu ada stock flow diagram yang baru. Hal ini berarti setiap

    penelitian yang dibuat dalam kerangka System Dynamics akan menciptakan

    suatu yag baru.

    Secara umum terdapat enam langkah dalam menganalisis suatu masalah

    dengan perspektif System Dynamics, yaitu identifikasi dan pendefinisian

    masalah, konseptualisasi sistem, formulasi analisis, simulasi dan validasi

    analisis, analisis kebijaksanaan dan perbaikan, serta implementasi analisis.

  • Curriculum vitae

    PERSONAL PARTICULARS

    Full Name : DR. IR. Roikhan Mochamad Aziz, MM.

    Date of Birth : Solo, Indonesia, 25 June 1970

    Postal Address : Jl. Bendi Besar B1/19B, Tanah Kusir

    Jakarta Selatan 12240, Indonesia

    Phone (Home) : +6221-7290576, Fax: +6221-7290576

    Phone (Office) : +6221-7492855, Fax: +6221- 7493315

    Phone (HP) : +6281-319913-199

    Citizenship : Indonesian

    Marital Status : Married

    Sex : Male

    Identity Card No : 5305.250670.0367

  • EDUCATIONS

    Elementer (1977-1989)

    1977-1983 Elementary School Morning, SD Negeri 01 Kebayoran Baru,

    Jakarta.

    1977-1983 Elementary School Afternoon, Madrasah Ibtidaiyah Simprug,

    Jakarta

    1983-1986 Junior High School, SMP Negeri XI Kebayoran Baru, Jakarta.

    1986-1989 Senior High School, SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta

    S-1 (1990-1995)

    Institute Technology of Bandung (ITB), Bandung, Indonesia.

    Bachelor Program, Faculty of Civil Engineering and Planning,

    Concentration in City and Regional Planning < Http://www.pl.itb.ac.id>.

    Theses: Financial Analysis of Rail Road Track in South Bandung

    S-2 (1996-1998)

    Magister Management at University of Indonesia (MM-UI), Jakarta.

    Master Program, Faculty of Economic, Concentration in Finance and

    Banking

    Theses: The Development Analysis of Scripless Trading At Guarantee

    Clearing

    Agent And Settlement Custodian Agent Integrating with Jakarta Stock

    Exchange.

    S-3 (2003-2008)

    State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

    Doctoral Program, School of Post Graduate, Study Program of Islamic

    Studies,

    Faculty of Islamic Economy, Concentration in Islamic Capital Market.

    Dissertation: The Sukuk Modeling In Indonesia And Malaysia On System

    Dynamics

    Method.

  • EXPERIENCES

    1994 - 1995 PT Belaputera Interplan, Consultant, Bandung, Indonesia

    Planner Assistant

    Full Time Job to Analyst the Development of Master Plan for

    Sister

    Cities and Twinning Cities, Bandung Braunschweeg.

    1995 1996 Tourism Research Center (P2Par), Institute Technology of

    Bandung

    (ITB), Bandung, Indonesia

    Researcher Assistant

    Full Time Job to Research Indonesia Tourism, Aviation, and

    Leisure

    to Master Plan of National Tourism Development (Rencana Induk

    Pembangunan Pariwisata Nasional RIPPNAS)

    1997 1999 Dow Jones Markets Inc., Jakarta, Indonesia

    Risk Management Division

    Implementation Front to Back Office System in Banking and

    Securities.

    1999 2001 Bridge Information System, Jakarta, Indonesia

    Research And Marketing Division

    Development Financial Engineering of BI and IDX

    2001 2003 Telerate, Pte. Ltd., Jakarta, Indonesia

    Technical and Fundamental Division

    Technical and Fundamental Specialist For Treasury System

    2003 - 2004 Moneyline, Inc., Jakarta, Indonesia

    Internet Financial System Division

    Development The System Database On Internet Networking

    Technology

    2004 - 2005 Reuters, Plc, Jakarta, Indonesia

    Financial Dealing System Division

    Transaction System In Capital Market And Central Banks

    2005 2007 Sinlammim Learning Management, Jakarta, Indonesia

    Founder, President Director

    Kaffah Sinlammim Management

    Http://www.sinlammim.com

  • 2007-Now State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

    Lecturer in Economic & Social Science Faculty

    Lecturer in Scrience & Technology Faculty

    Http://www.uinjkt.ac.id

    2008-Now Center Information Development Studies (CIDES) Jakarta

    Indonesia Moslem Scholar Association (ICMI) Jakarta

    Islamic Economics Division Http://www.cidesonline.com

    2008-Now Economics University (STIE) Ahmad Dahlan, Jakarta

    Chairman Islamic Banking Finance Program

    Graduate School Http://pasca.stiead.ac.id

    FIELD OF SPECIALISATION

    1. Kaffah Economics & System Thinking

    2. Sinlammim Method & System Dynamics

    3. Digital Root & Powersim

    REFEREE:

    1. Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail (Ekonis, UKM, Malaysia)

    ACADEMICS/PROFESSIONAL QUALIFICATIONS

    Broker Dealer Certified, 2000, Finance Ministry (Departemen Keuangan),

    Financial Institution and Capital Market Supervisory Board (BapepamLK)

    Jakarta, Indonesia

    MEMBERSHIP OF PROFESSIONAL INSTITUTIONS

    Moderator of Islamic Capital Market Community

    At [email protected] since 2007.

    Owner of Islamic Bonds Mailing List

    LANGUAGES

    Arabic (Active in Speaking and Writing)

    Course Language Certified, 2005-2007

    Basic, Intermediate, Advance, Insan Institute, Jakarta, Indonesia.

    English (Active in Speaking and Writing)

    Course Language Certified,

    Basic, Intermediate, Advance, LIA (Lembaga Indonesia Amerika),

    Jakarta, Indonesia

    Indonesian (Native Language)

  • PUBLICATIONS

    BOOKS

    1. Sinlammim: The God Code, Esa Alam, Jakarta, 2005.

    1. The Missing Footprints of Islam, Sinlammim, Jakarta, 2006.

    JOURNAL

    1. Comparative Study of Islamic Bonds in Indonesia and Malaysia on

    System

    Dynamics Approach, Jurnal Ekonomi Kemasyarakatan Equilibrium,

    Vol, 5, No. 2,

    January-April, Jakarta, 2008. Http://www.stiead.ac.id

    PAPERS

    1. The Mistery Of Digital Root Based On Sinlammim Method. Proceeding.

    Institut

    Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Indonesia. October 2008.

    2. The Root Of Mathematics And Science Is Level Compared With

    Religious

    Thinking. Proceeding. State Islamic University (UIN) Jakarta, Indonesia.

    October

    2008.

    3. The Sukuk Competition Between Indonesia and Malaysia With System

    Dynamics.

    Proceeding. University Malaysia Sabah, Labuan, Malaysia. November

    2008.

    4. The Application Of Mathematics In Information System Based On Al-

    Quran.

    Working Paper, Studium General, State Islamic University (UIN) Jakarta,

    Indonesia. October 2008.

    5. The Assimilation Of Sinlammim Into System Thinking In The

    Quantitative Method

    With Modeling On Sukuk As Islamic Economic Instrument. Proceeding.

    University

    Of Malahayati, Lampung, Indonesia. October 2008.

  • 6. The Future Of Sukuk Between Malaysia and Indonesia Based on System

    Thinking.

    Proceeding. Monash University, Sunway Campus, Malaysia. October

    2008.

    7. Sukuk Dynamics In System Thinking. School Of Business (SBM),

    Institute

    Technology Bandung (ITB), Bandung, Indonesia. September 2008.

    8. Kaffah Approach In Islamic Economics Theory. Journal. University

    Islamic

    Indonesia (UII), Jogjakarta, Indonesia. August 2008.

    9. Holistic Thinking To Develop Islamic Bonds In Indonesia. Proceeding.

    IAEI

    University Airlangga (Unair), Surabaya, Indonesia. August 2008.

    10. The Development Of Kaffah Economics System In Islam. State Islamic

    Religion

    University (STAIN) Kediti, Indonesia. July 2008.

    CONFERENCES

    Speaker in Studium General: The Application Of Information System In

    Islamic Banking Toward The Global Technology. Information System

    Department, Science & Technology Faculty, State Islamic University

    (UIN), Jakarta, Indonesia. November 7, 2008.

    Speaker in Applied International Business Conference (AIBC).

    University Malaysia Sabah, Labuan, Malaysia. November 6-8, 2008.

    Speaker in Annual Conference Islamic Studies (ACIS) VIII. Religion

    Ministery Department State Islamic Religion University (IAIN),

    Palembang, Indonesia. November 3-5, 2008.

    Speaker in Studium General: The Application Of Mathematics Based On

    Al-Quran. Mathematics Department, Science & Tecnology Faculty, State

    Islamic University (UIN), Jakarta, Indonesia. October 22, 2008.

    Speaker in 6th International Islamic Finance Conference on Innovation In

    Islamic Finance: A Fast Track To Global Acceptance. Monash University

    Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia. October 13-14, 2008.

    Speaker in International Conference on Quantitative Methods Used In

    Economics and Business. University of Malahayati, Bandar Lampung,

    Indonesia, October 15-17, 2008.

  • Speaker in 2nd National Seminar on Islamic Financial System. Institute

    Technology of Bandung (ITB) Bandung, Indonesia. September 6, 2008.

    Http://sbm.itb.ac.id/syariah

    Joint Paper in International Muamalah Seminar (IMS) on Unlocking

    Islamic Banking and Finance in Indonesia. Gran Melia Hotel, Jakarta,

    Indonesia. August 27-28, 2008.

    Speaker in International Forum in Islamic Economics, International

    Workshop on Exploring Islamic Economic Theory. Universiti

    Kebangsaan Malaysia (UKM), Islamic University of Indonesia (UII),

    Jogjakarta, Indonesia, August 2008.

    ASSIGNMENTS AND COURSES

    Forex, Money Market And Corporate Trading By Dow Jones, Jakarta,

    1997

    Indonesia Government Securities Trading By Surabaya Stock Exchange,

    Jakarta, 1998

    Risk Management System: By Storm Technology, Jakarta, 1999

    Government Bank: Time Deposit And Lending Rate By BNI, Jakarta,

    2000

    Technical Analysis: Fundamental and Advanced Analysis, Jakarta, 2001

    Treasury Trading Room System: By Telerate, Jakarta, 2002

    Central Bank: SBI And Tbills For Monetary Management By Bank

    Indonesia,

    Jakarta, 2003

    Corporate Finance: Financial Report Analysis By Moneyline, Jakarta,

    2004

    Financial Instruments: Regional Economic Indicator Performance By

    S&P,

    Jakarta, 2005

    Fixed Income: Yield Book Calculator By Salomon Smith Barney,

    Jakarta,

    2005

    Two Days Training In System Dynamics

    Learning Laboratory, Post Graduate, University Of Indonesia, Jakarta,

    2007

  • COMPUTER/IT LITERACY

    Office Computer Skills: Microsoft Office, Presentation, Antivirus, Burn,

    Internet, Multimedia, System, Zip, Utilities Tools, and Hardware and

    Peripherals Upgrading and Repairing.

    Internet Skills: Mozilla 1.5, Netscape Navigator 7.0, Internet Explorer

    7.0, Mailing List, Homepage, HTTP, FTP, HTML, Intranet, Modem,

    Web Site, Web Server, Web Hosting, Linux, Open Source.

    Network Skills: ADSL, TCP/IP, LAN/WAN, ISDN, DOV Line, Router,

    Hub.

    Financial Program Software Skills: DowJones Workstation, STORM

    Risk

    Management System, Telerate Workstation, Bridge Workstation, Bridge

    Station, Active1, ActiveX, BDDE Link, , Telerate Channel, Bridge

    Channel, Webstation, Trading Room System: DJTRS, TTRS, BTRS,

    MTRS, Bridge Feed 4.0, JEX Server System, Solitaire System, Merlin

    System, JTOP System, Bridge Collector System, Contribution System,

    Yield Book Calculator, Teletrac, Metastock, Tradestation.

    Community Development

    1. Preacher at some Mosques, Jakarta, since 2005

    2. Preacher at some Religion Communities, Jakarta, since 2005

    3. Preacher at some Islamic Days and Wedding Parties, since 2005

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi 1

    Teori Obligasi Syariah Dengan Nilai

    Ibadah

    Nur Hikmah Maulidina

    Abstraks

    Obligasi merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. Penerbit obligasi adalah merupakan si peminjam atau debitur, sedangkan pemegang obligasi adalah merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan kupon obligasi adalah bunga pinjaman yang harus di bayar oleh debitur kepada

    kreditur

    Obligasi syariah bukan merupakan utang berbunga tetap, tetapi lebih

    menyerupakan penyertaan dana yang didasarkan pada prinsip bagi hasil.

    Transaksinya bukan akad utang piutang melainkan penyertaan. Pada

    prinsipnya obligasi syariah adalah surat berharga sebagai instrument

    investasi yang di terbitkan berdasarkan suatu transaksi atau akad syariah

    yang melandasinya (underlying transaction), yang dapat berupa ijarah

    (sewa), mudarabah (bagi-hasil), musyarakah atau yang lain

    Ibadah atau pray disini dimaksudkan yaitu dengan peluang yang akan

    dihasilkan dari obligasi syariah apakah naik atau turun dengan melihat

    faktor-faktor yang mempengaruhinya pada kondisi tersebut

    Katakunci : Obligasi, Obligasi Syariah dan Ibadah

  • 1.1 Latar Belakang

    Obligasi merupakan instrumen investasi yang memberikan hasil

    investasi tetap berupa bunga atau yang lebih dikenal dengan nama

    Kupon pada instrumen investasi ini. Kupon adalah bunga yang didapat

    pada obligasi dan besarnya sudah ditetapkan sejak awal, serta tidak dapat

    diubah hingga jatuh tempo. Walaupun pada saat tertentu nilai obligasi

    tersebut mengalami penurunan atau kenaikan, besarnya bunga atau

    kupon yang sudah dijanjikan di awal tidak akan berubah hingga saat

    jatuh tempo obligasi terakhir.

    Obligasi dikeluarkan dengan tujuan agar perusahaan yang

    mengeluarkan obligasi tersebut mendapatkan sejumlah dana untuk

    mengembangkan bisnisnya dengan menerbitkan dan menjual surat

    berharga tersebut dan memberikan janji berupa bunga (kupon) yang tetap

    sebagai kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan hingga jatuh

    tempo. Pada saat jatuh tempo, perusahaan membeli kembali surat

    berharga tersebut sesuai dengan nilainya. Oleh karena itu obligasi juga

    dikenal dengan surat hutang.

    Obligasi syariah berbeda dengan obligasi konvensional. Semenjak

    ada konvergensi pendapat bahwa bunga adalah riba, maka instrumen-

    instrumen yang mempunyai komponen bunga (interest-bearing

    instruments) ini keluar dari daftar investasi halal. Karena itu,

    dimunculkan alternatif yang dinamakan obligasi syariah..

    Sebagaimana Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 32/ DSN-MUI/

    IX/ 2002, obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten untuk membayar

    pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil/ margin/

    fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

    1.2 Maksud Dan Tujuan

    a. Mengetahui informasi tentang obligasi konvensional dan obligasi syariah

    b. Membandingkan antara obligasi konvensional dan obligasi syariah c. Mengeatahui pemahaman teori islam kaffah dengan memasukkan

    unsur ibadah dalam obligasi syariah

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 3

    2.1 Pengertian Dan Karakteristik Obligasi

    Pemegang obligasi memiliki suatu kepastian mengenai kapan dan

    berapa lama investasinya akan kembali. Karena sifat obligasi yang

    menawarkan kepada para investor hasil yang tetap dari investasinya

    sesuai yang diperjanjikan, membuat resiko memiliki sebuah obligasi itu

    lebih kecil dibandingkan saham.

    Obligasi pada umumnya adalah surat hutang yang dikeluarkan

    oleh perusahaan kepada investor dengan janji membayar bunga secara

    periodik selama periode tertentu serta membayar nilai nominalnya pada

    saat jatuh tempo. Para investor akan mendapatkan return dalam bentuk

    tingkat suku bunga tertentu, yang besarnya sangat bervariasi dan sangat

    tergantung pada bisnis penerbitnya.

    Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu

    tetap diatas 10 tahun. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun

    disebut Surat Utang dan utang dibawah 1 tahun disebut Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat Utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah disebut Surat Utang Negara

    (SUN) dan utang dibawah 1 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah

    disebut Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

    Sebagai surat utang, penerbitan obligasi melibatkan perjanjian

    kontrak yang mengikat antara pihak penerbit dengan pihak pembeli

    pinjaman/investor. Kontrak perjanjian yang mengikat antara penerbit

    dengan pihak pemberi pinjaman sebagai investor minimal harus berisi

    empat hal, sebagai berikut :

    a. Besarnya tingkat kupon serta periode pembayarannya b. Jangka waktu jatuh tempo c. Besarnya nominal d. Jenis obligasii

    Karakteristik Obligasi

    Berikut beberapa karakteristik obligasi sebagai instrumen utang

    jangka panjang, yaitu

    a) Surat berharga yang mempunyi kekuatan hukum

    b) Nilai Obligasi (jumlah dana yang dipinjam)

    c) Jangka Waktu Obligasi

  • d) Tingkat Suku Bunga

    e) Jadwal Pembayaran

    f) Tahap Membeli Obligasi

    g) Membuka Rekening

    h) Pahami Produk obligasi

    i) Lakukan Analisis

    j) Memberikan Amanat Beli

    k) Siapkan Dana

    l) Penyelesaian Pembayaran Obligasi

    2.2 Pengertian Obligasi Syariah

    Pada awalnya penggunaan istilah obligasi syariah sendiri dianggap kontradiktif. Obligasi sudah menjadi kata yang tak lepas dari

    bunga sehingga tidak dimungkinkan untuk disyariahkan.

    Merujuk kepada Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 32/ DSN-

    MUI/ IX/ 2002, obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten untuk

    membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi

    hasil/ margin/ fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh

    tempo.

    Obligasi syariah bukan merupakan utang berbunga tetap, tetapi

    lebih menyerupakan penyertaan dana yang didasarkan pada prinsip bagi

    hasil. Transaksinya bukan akad utang piutang melainkan penyertaan.

    Obligasi sejenis ini lazim dinamakan muqaradhah bond, dimana

    muqaradhah merupakan nama lain dari mudharabah. Dalam bentuknya

    yang sederhana obligasi syariah diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau

    emiten sebagai pengelola atau mudharib dan dibeli oleh investor atau

    shahib mal.

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 5

    2.3 Proses Penerbitan Obligasi Syariah

    Penerbitan obligasi syariah pada prinsipnya tidak jauh berbeda

    dengan obligasi konvensional, untuk lebih jelas lihat gambar:

    DOKUMEN PENAWARAN

    EMITEN UNDERWRITER INVESTOR

    BAGI HASIL DAN PEMBAYARAN POKOK

    (Gambar I)

    Langkah langkah umum untuk penerbitan obligasi syariah yaitu :

    1. Emiten menyerahkan dokumen yang di perlukan untuk penerbitan obligasi syariah kepada underwriter (wakil dari emiten).

    2. Underwriter melakukan penawaran kepada investor. 3. Bila investor tertarik, maka akan menyerahkan dananya kepada

    emiten melalui underwriter.

    4. Emiten akan membayarkan bagi hasil dan pembayaran pokok kepada investor.

    Selain proses di atas, sebelumnya harus di lakukan pula opini

    syariahnya, yang di lakukan oleh DSN dengan tahapan yaitu :

    (Gambar 2)

    Proses Fatwa / Opini Syariah

    DANA

    DANA

    UNDERWRITER

    OPINI SYARIAH RAPAT TIM

    AHLI

    PRESENTASI BADAN

    PELAKSAN HARIAN DSN

    MUI

    Poposal/ surat

    pemberitahuan

  • Berdasarkan Gambar 2 di atas dapat di jelaskan proses dari opini syariah:

    1. Emiten melalui underwriter menyerahkan proposal atau surat pemberitahuan penerbitn obligasi syariah kepada Majelis Ulama

    Indonesia.

    2. Presentasi proposal di lakukan di badan pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional.

    3. Dewan Syariah Nasional mengadakan rapat dengan tim ahli Dewan Pengawas Syariah (DPS), hasil rapat akan menyatakan opini syariah

    terkait proposal yang diajukan.

    Di Indonesia terdapat 2 skema obligasi syariah, yaitu:

    1. Obligasi Mudarabah

    Obligasi syariah mudarabah adalah obligasi syariah yang

    berdasarkan akad mudarabah dengan memperhatikan substansi fatwa

    DSN-MUI No. 7/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudarabah.

    Obligasi mudarabah emiten bertindak sebagai mudarib

    (pengelola modal), sedangkan pemegang obligasi syariah mudarabah

    bertindak sebagai sahibul maal (pemodal).

    Skema obligasi mudarabah adalah sebagai berikut:

    Modal Keterampilan

    KEGIATAN USAHA

    Nisbah Nisbah

    BAGI HASIL PENDAPATAN

    Pengembalian Modal Pokok

    MODAL

    (Gambar 3)

    Skema Obligasi Syariah Mudarabah

    Investor/ pemodal /

    shahibul al- maal

    Emiten/ perusahaan/

    mudharib

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 7

    2. Obligasi Syariah Ijarah Obligasi ini merupakan suatu sertifikat yang memuat nama

    pemiliknya (investor) dan melambangkan kepemilikan terhadap asset

    yang bertujuan untuk disewakan, atau kepemilikan manfaat dan atau

    kepemilikan jasa sesuai jumlah efek yang dibeli dengan harapan

    mendapatkan keutungan dari hasil sewa yang berhasil direalisasikan

    berdasarkan transaksi ijarah.

    Suatu kontrak sewa menyewa akan memberikan return yang

    lebih besar jika terjadi dalam jangkawaktu yang panjang.

    2.4 KENDALA PENGEMBANGAN OBLIGASI SYARIAH

    Kendala dalam pengembangan obligasi syariah diantaranya sebagai

    berikut:

    a. Belum banyak masyarakat paham tentang keberadaan obligasi syariah, apalagi sistem yang digunakannya.

    b. Masyarakat dalam menyimpan dananya cenderung di dasarkan atas pertimbangan pragmatis.

    c. Di usia yang masih relatif muda dan sistem yang berbeda, obligasi syariah dikondisikan untuk menghadapi masyarakat yang kurang

    percaya akan keberadaan sistem yang belum ia kenal.

    2.6 STRATEGI PENGEMBANGAN OBLIGASI SYARIAH

    Usaha yang perlu di lakukan untuk menjawab kendala-kendala

    obligasi syariah adalah sebagai berikut:

    a. Langkah-langkah sosialisasi dilakukan untuk membangun pemahaman akan keberadaan obligasi syariah di tengah-tengah masyarakat.

    b. Usaha untuk menarik pasar emosional secara statistik relatif lebih sedikit dari pada pasar rasional.

    c. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, usaha untuk meningkatkan profesionalitas, kualitas, kapabilitas dan efisiensi untuk

    selalu dilakukan oleh obligasi syariah.

  • ANALISIS

    Dalam bab ini, kita akan coba membahas dan menganalisis tentang

    pemahaman teori islam kaffah dengan memasukkan unsur ibadah dalam

    obligasi syariah. Teory Islam Kaffah atau Kaffah Thinking mempunyai

    makna yang terdapat dalam Al-Quran surat Al-Imran ayat 19 : The Din Beside Allah Is Islam.

    Teory Kaffah thinking ini bisa digambarkan sebagai berikut :

    God Human

    Pray

    Teory Kaffah bisa dijelaskan juga dalam bentuk Sinlammim Method, yaitu

    sebagai berikut :

    Sinlammim :

    word root Islam

    Sinlamim : On Right Hand Sin : Human / Result Lam : God / Source Mim : Pray / Feed Back

    Dalam hal ini, jika Sinlammim method di masukkan ke dalam konsep

    obligasi syariah, yaitu sebagai berikut :

    a. God diibaratkan sebagai

    SBI = Sertifikat Bank Indonesia

    INF = Inflasi

    DPK = Dana Pihak Ketiga

    NAB = Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Syariah

    IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan

    KURS = Kurs US Dollar

    RBOND = return indeks obligasi syariah b. Human di ibaratkan sebagai obligasi syariah

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 9

    c. Pray dimaksudkan yaitu dengan peluang yang akan dihasilkan dari obligasi syariah apakah naik atau turun dengan melihat SBI, INF, DPK,

    NAB, dll, pada kondisi tersebut.

    PERBEDAAN OBLIGASI SYARIAH DENGAN KONVENSIONAL

    Obligasi Syariah Dengan Obligasi Konvensional

    Keterangan Obligasi Syariah Obligasi Konvensional

    Harga Penawaran 100% 100%

    Jatuh Tempo 5 tahun

    Pokok Obligasi saat jatuh tempo 100% 100%

    Pendapatan Bagi hasil Bunga

    Return 15,5 16% indikatif 15.5 16% tetap

    Rating AA+ AA+

    Teori Islam Kaffah Memasukkan nilai ibadah Belum memasukkan nilai

    ibadah

    4.1 Kesimpulan

    Obligasi adalah istilah keuangan yang merupakan pernyataan

    utang yang diterbitkan oleh Pemerintah maupun swasta. Obligasi ini

    digunakan untuk pembiayaan investasi jangka panjang dengan sumber

    dana dari luar perusahaan. Kepada pemegang obligasi yaitu pemberi

    pinjaman atau kreditur diberikan kupon obligasi berupa bunga yang

    harus dibayar oleh debitur kepada kreditur secara berkala sampai jatuh

    tempo.

    Obligasi syariah bukan merupakan utang berbunga tetap, tetapi

    lebih menyerupakan penyertaan dana yang didasarkan pada prinsip bagi

    hasil. Transaksinya bukan akad utang piutang melainkan penyertaan.

    Pada prinsipnya obligasi syariah adalah surat berharga sebagai

    instrument investasi yang di terbitkan berdasarkan suatu transaksi atau

    akad syariah yang melandasinya (underlying transaction), yang dapat

    berupa ijarah (sewa), mudarabah (bagi-hasil), musyarakah atau yang

    lain.

  • 4.2 Saran

    Sebaiknya pemerintah ikut turut mengontrol dan mengawasi

    dalam pelaksanaan Obligasi Syariah,dan teori obligasi syariah sebaiknya

    dimasukkan pemahaman teori islam kaffah dapat dengan unsur ibadah,

    penggambarannya yaitu God diibaratkan sebagai SBI, INF, DPK, NAB.

    Human di ibaratkan sebagai obligasi syariah. Dan pray dimaksudkan

    yaitu dengan peluang yang akan dihasilkan dari obligasi syariah apakah

    naik atau turun dengan melihat SBI, INF, DPK, NAB, dll, pada kondisi

    tersebut.

    Sehingga, dalam pelaksanaannya obligasi syariah mempunyai

    genuine yang penting dan berbeda dengan sebelumnya.

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 11

    Harta dalam Perspektif Ekonomi

    Islam

    Endang nurjaya

    Abstrak

    Harta yang dimiliki sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya, terutama

    untuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Zakat, sedekah,

    wakaf dan lain sebagainya yang kita berikan untuk orang-orang yang

    membutuhkannya, karena sebagian dari harta kita ada harta milik orang lain

    yang harus dikeluarkan.

    Kata Kunci : Ibadah, kepemilikan harta, pembagian harta, saling tolong

    menolong.

  • Latar Belakang

    Harta seharusnya dijadikan untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk

    keluarga, diri sendiri dan yang paling penting adalah untuk ibadah atau

    untuk saudara kita yang membutuhkan. Karena harta yang kita miliki

    merupakan rezeki dari Allah SWT dan sebagian dari harta tersebut ada harta

    milik saudara kita. Maka dari sudut pandang islam harta yang kita miliki

    sebaiknya dimanfaat dengan sebaik-baiknya yang sesuai dengan syariat

    islam.

    Tujuan

    Dengan adanya pendistribusian harta yang adil, maka akan

    terciptanya kesejahteraan yang merata dan tingkat kualitas hidup yang lebih

    baik maka akan terciptanya keamanan.

    Landasan Teori

    Al-Qur'an bagi kaum Muslimin diyakini bukan hanya kitab suci

    'ansich' yang bersifat pasif, tapi merupakan wahyu Allah kepada ummat

    manusia lewat perantaraan Nabi Muhammad saw dan utusan 'ruh suci' Jibril

    yang berisi kebenaran-kebenaran absolut dari Rabb al-Alamin Azza wa

    Jalla.1 Dengan demikian al-Qur'an dijadikan sebagai pedoman hidup bagi

    ummat Islam dalam melakukan ibadah, muamalah dan pembinaan akhlaq.

    Aspek yang menarik untuk dikaji lebih mendalam ialah bagaimana nilai-

    nilai Islami (syari'ah) dilaksanakan dalam berbagai sendi kehidupan, salah

    satunya ialah mengenai pembelanjaan harta.

    Pengertian harta (maal) dalam bahasa Arab ialah apa saja yang

    dimiliki manusia. Kata maal itu sendiri berakar dari kata dan frase:

    sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah Hadits:" Sebaik-baik maal

    ialah yang berada pada orang yang saleh." (Bukhari dan Muslim)

    Pengertian harta secara Istilah

    Hanafiyah: Semua yang mungkin dimiliki, disimpan dan dimanfaatkan.

    sesuatu yang digandrungi oleh tabiat manusia dan mungkin disimpan

    untuk digunakan saat dibutuhkan. Dua unsur menurut madzhab: 1.

    Dimiliki dan disimpan 2. Biasa dimanfaatkan.

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 13

    Jumhur Fuqaha: Setiap yang berharga yang harus diganti apabila rusak.

    Hambali: apa-apa yang memiliki manfaat yang mubah untuk suatu

    keperluan dan atau untuk kondisi darurat.

    Imam Syafii: barang-barang yang mempunyai nilai untuk dijual dan

    nilai harta itu akan terus ada kecuali kalau semua orang telah

    meninggalkannya (tidak berguna lagi bagi manusia).

    Ibnu Abidin: segala yang disukai nafsu atau jiwa dan bisa disimpan

    sampai waktu ia dibutuhkan.

    As Suyuti dinukil dari Imam Syafii: tidak ada yang bisa disebut mal

    (harta) kecuali apa-apa yang memiliki nilai penjualan dan diberi sanksi

    bagi orang yang merusaknya. Harta (nilai harta).

    Islam memandang harta dengan acuan akidah yang disarankan Al-

    Quran, yakni dipertimbangkannya kesejahteraan manusia, alam, masyarakat dan hak milik. Pandangan demikian, bermula dari landasan

    iman dan ibadah kepada Allah, bahwa Dia-lah pengatur segala hal dan kuasa

    atas segalanya. Manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya karena hikmah

    Ilahiah. Hubungan manusia dengan lingkungannya diikat oleh berbagai

    kewajiban, sekaligus manusia juga mendapatkan berbagai hak secara adil

    dan seimbang.

    Analisis

    Metode yang dilakukan adalah metode analisis isi (content analysis)2,

    yaitu analisis terhadap makna yang terkandung dalam suatu ayat dengan

    melalui pendekatan sosiologis untuk mengetahui pendistribusian harta.

    Prinsip dalam Distribusi Harta

    Prinsip utama yang menentukan dalam distribusi harta ialah keadilan

    dan kasih sayang. Tujuan pendistribusian meliputi: Pertama, agar kekayaan

    tidak menumpuk pada sebagian kecil masyartakat, tetapi selalu beredar

    dalam masyarakat. Kedua, berbagai faktor produksi yang perlu mempunyai

    pembagian yang adil dalam kemakmuran negara.

  • Pembersihan jiwa dalam dataran doktrin diimbangi dengan

    pertimbangan keadilan untuk mewujudkan suatu sistem kehidupan yang

    sejahtera. Islam menghendaki kesamaan di kalangan manusia di dalam

    perjuangannya untuk mendapatkan harta tanpa memandang perbedaan kelas,

    kepercayaan atau warna kulit.3

    Tujuan utama Islam ialah memberikan peluang yang sama kepada

    semua orang dalam perjuangan ekonomi tanpa membedakan status

    sosialnya, di samping itu Islam tidak membenarkan perbedaan kehidupan

    lahiriah yang melampaui batas dan berusaha mempertahankannya dalam

    batasan-batasan yang wajar dan seksama. Dalam rangka mengontrol

    pertumbuhhan dan penimbunan harta kekayaan, Islam mencegah terjadinya

    penimbunan dan menolong setiap orang untuk membelanjakannya demi

    kebaikan masyarakat.4

    Kalau harta seluruhnya adalah milik Allah, maka tangan manusia

    hanyalah tangan suruhan untuk jadi khalifah. Maksudnya manusia adalah

    khalifah-khalifah Allah dalam mempergunakan dan mengatur harta itu.

    Ada tiga asas pokok tentang harta dalam ekonomi Islam, yaitu:

    1. Allah Maha Pencipta, bahwa kita yakin semua yang ada di bumi dan di langit adalah ciptaan Allah.

    2. Semua harta adalah milik Allah. Kita sebagai manusia hanya memperoleh titipan dan hak pakai saja. Semuanya nanti akan kita

    tinggalkan, kita kembali ke kampung akhirat.

    3. Iman kepada hari Akhir. Hari Akhir adalah hari perhitungan, hari pembalasan terhadap dosa dan pahala yang kita perbuat selama

    mengurus harta di dunia ini. Kita akan ditanya darimana harta

    diperoleh dan untuk apa ia digunakan, semua harus

    dipertanggungjawabkan.

    Pengelolaan harta dalam Islam

    Ada 3 poin penting dalam pengelolaan harta kekayaan dalam Islam (sesuai

    Al-Quran dan Hadits); yaitu:

    1. Larangan mencampur-adukkan yang halal dan batil. Hal ini sesuai

    dengan Q.S. Al-Fajr (89): 19; Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil)

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 15

    2. Larangan mencintai harta secara berlebihan Hal ini sesuai dengan Q.S.

    Al-Fajr (89): 20; Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan

    3. Setiap muslim terhadap muslim lainnya haram darahnya, hartanya dan kehormatannya (hadits Muslim)

    Memproduksi barang-barang yang baik dan memiliki harta adalah hak

    sah menurut Islam. Namun pemilikan harta itu bukanlah tujuan tetapu sarana

    untuk menikmati karunia Allah dan wasilah untuk mewujudkan

    kemaslahatan umum. Dalam Al-Quran surat Al-Hadiid (57):7 disebutkan

    tentang alokasi harta.

    Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu akan menafkahkan (sebagian)

    dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

    Yang dimaksud dengan menguasai disini ialah penguasaan yang

    bukan secara mutlak. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hak milik pada

    hakikatnya adalah milik Allah. Manusia menafkahkan hartanya itu haruslah

    menurut hukum-hukum yang telah disyariatkan Allah. Karena itu tidak

    boleh kikir dan boros.

    Belanja dan konsumsi adalah tindakan yang mendorong masyarakat

    berproduksi sehingga terpenuhinya segala kebutuhan hidupnya. Jika tidak

    ada manusia yang bersedia menjadi konsumen, dan jika daya beli

    masyarakat berkurang karena sifat kikir melampaui batas, maka cepat atau

    lambat roda produksi niscaya akan terhenti, selanjutnya perkembangan

    bangsa akan terhambat.

    Islam mewajibkan setiap orang membelanjakan harta miliknya untuk

    memenuhi kebutuhan diri pribadi dan keluarganya serta menafkahkan di

    jalan Allah atau untuk beribadah. Dengan kata lain Islam memerangi

    kekikiran dan kebakhilan. Larangan kedua dalam masalah harta adalah tidak

    berbuat mubadzir kepada harta karena Islam mengajarkan bersifat

    sederhana. Harta yang mereka gunakan akan dipertanggungjawabkan di hari

    perhitungan.

    Sebagaimana seorang muslim dilarang memperoleh harta dengan cara

    haram, maka dalam membelanjakannya pun dilarang dengan cara yang

  • haram. Ia tidak dibenarkan membelanjakan uang di jalan halal dengan

    melebihi batas kewajaran karena sikap boros bertentangan dengan paham

    istikhlaf harta majikannya (Allah). Norma istikhlaf adalah norma yang

    menyatakan bahwa apa yang dimiliki manusia hanya titipan Allah. Adanya

    norma istikhlaf ini makin mengukuhkan norma ketuhanan dalam ekonomi

    Islam. Dasar pemikiran istikhlaf adalah bahwa Allah-lah Yang Maha

    Pemilik seluruh apa dan siapa yang ada di dunia ini: langit, bumi, manusia,

    hewan, tumbuh-tumbuhan, batuan, dans ebagainya, baik benda hidup

    ataupun mati, yang berpikir ataupun tidak bepikir, manusia atau

    nonmanusia, benda yang terlihat ataupun tidak terlihat

    Islam membenarkan pengikutnya menikmati kebaikan dunia. Prinsip

    ini bertolak belakang dengan sistem kerahiban Kristen, Manuisme

    Parsi, Sufisme Brahma, dan sistem lain yang memandang dunia secara

    sinis. Sikap mubadzir akan menghilangkan kemaslahatan harta, baik

    kemaslahatan pribadi dan orang lain. Lain halnya jika harta tersebut

    dinafkahkan untuk kebaikan dan untuk memperoleh pahala, dengan tidak

    mengabaikan tanggungan yang lebih penting. Sikap mubadzir ini akan

    timbul jika kita merasa mempunyai harta berlebihan sehingga sering

    membelanjakan harta tidak untuk kepentingan yang hakiki, tetapi hanya

    menuruti hawa nafsunya belaka. Allah sangat keras mengancam orang yang

    berbuat mubadzir dengan ancaman sebagai temannya setan.

    Muhammad bin Ahmad As-Shalih mengemukakan jika Islam telah

    melarang berlaku boros, maka Islam juga telah menetapkan balasan bagi

    orang yang menghamburkan harta kekayaan, yaitu mencegahnya dari

    membelanjakan harta tersebut. Inilah yang disebut hajr. Menurut para

    fuqaha, hajr adalah mencegah seseorang dari bertindak secara utuh oleh

    sebab-sebab tertentu. Di antara sebab-sebab itu adalah kecilnya usia

    sehingga harta itu tidak musnah karena kecurangan, tipu muslihat, dan

    tindakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

    Ada beberapa ketentuan hak milik pribadi untuk sumber daya

    ekonomi dalam Islam:

    1. harta kekayaan harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif (melarang

    penimbunan dan monopoli);

    2. pembayaran zakat serta pendistribusian (produktif/konsumtif)

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 17

    3. penggunaan yang berfaidah (untuk meningkatkan kemakmuran dan

    kesejahteraan material-spiritual)

    4. penggunaan yang tidak merugikan secara pribadi maupun secara

    kemasyarakatan dalam aktivitas ekonomi maupun non ekonomi

    5. kepemilikan yang sah sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah dalam

    aktifitas transaksi ekonomi.

    Kesimpulan

    Harta adalah semua yang mungkin dimiliki, disimpan dan

    dimanfaatkan. Islam memandang harta dengan acuan akidah yang

    disarankan Al-Quran, yakni dipertimbangkannya kesejahteraan manusia, alam, masyarakat dan hak milik. Pandangan demikian, bermula dari

    landasan iman dan ibadah kepada Allah, bahwa Dia-lah pengatur segala hal

    dan kuasa atas segalanya. Manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya karena

    hikmah Ilahiah. Hubungan manusia dengan lingkungannya diikat oleh

    berbagai kewajiban, sekaligus manusia juga mendapatkan berbagai hak

    secara adil dan seimbang.

    Menggunakan harta dengan jalan yang benar dan sesuai dengan unsur

    ibadah, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • INVESTASI KONVENSIONAL

    DINI YULIANSAYAH

    PENDAHULUAN

    Investasi merupakan sebuah cara alternatif yang dapat digunakan

    untuk meningkatkan nilai aset di masa depan, dengan melakukan investasi,

    menurunnya purchasing power akibat inflasi dapat di ofsett oleh return yang

    di dapatkan dari investasi. investasi sendiri dapat digolongkan ke dalam dua

    jenis, yaitu :

    1. Investasi pada real asset

    2. Investasi pada financial asset

    Investasi pada real asset dapat dilakukan dengan membeli peralatan,

    pendirian pabrik, perbaikan mesin produksi, dll. Sedangkan investasi pada

    financial asset (instrumen keuangan) dapat dilakukan pada pasar uang

    (berupa sertifikat deposito, commercial papper, dll) maupun pasar modal

    (berupa saham, obligasi, dll). Investor pada umumnya merupakan pihak

    yang sangat tidak menyukai resiko tetapi menginginkan return yang

    maksimal, untuk itulah dewasa ini, investasi di sektor financial menjadi

    primadona di kalangan investor, karena menjanjikan tingkat return yang

    lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di sektor real asset maupun di

    pasar uang. Pada tahun 1992-1998 nilai emisi dan nilai kapitalisasi di pasar

    modal tumbuh rata-rata 44,9%, dan 61,31% per tahun. Padahal pada periode

    yang sama dana masyarakat, aktiva dan kredit perbankan hanya tumbuh

  • Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 19

    masing-masing sebesar 24,76%, 23,12%, dan 22,37% (Achsien, 2003 dalam

    Yuliastuti 2007). Meskipun investasi di pasar modal menjanjikan tingkat

    return yang lebih tinggi, namun kita perlu ingat bahwa semakin besar return,

    maka tingkat resiko-nya akan semakin besar pula. Untuk itulah sebagai

    seorang investor yang rasional, hal yang paling penting untuk diperhatikan

    adalah bagaimana investasi dapat menghasilkan return optimal pada tingkat

    resiko yang minimal. Dalam memaksimalkan return dan meminimalkan

    resiko, investor dapat melakukan diversifikasi, diversifikasi dapat

    diwujudkan dengan cara mengkombinasikan berbagai pilihan saham dalam

    investasinya (membentuk portofolio saham optimal). Melalui portofolio ini

    investor dapat memaksimalkan keuntungan yang diharapkan dari investasi

    dengan tingkat risiko tertentu atau berusaha meminimalkan risiko untuk

    sasaran tingkat keuntungan tertentu.

    Menurut Tandelilin (2000:9) ada dua strategi portofolio yang bisa

    dipilih, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi

    portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan

    teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio

    yang lebih baik. Sedangkan strategi portofolio pasif meliputi aktivitas

    investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar. Semua

    investor tentunya mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari

    penyertaan modalnya ke perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak

    investor harus melakukan suatu analisis terhadap saham-saham yang akan

    dibeli. Hasil analisis dapat digunakan untuk pembentukan portofolio

    investasi. Analisis terhadap saham harus dilakukan dengan teliti, terutama

    mengenai tingkat return dan risk. Dengan adanya analisis, diharapkan dapat

    dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat akan

    dapat memberikan hasil yang optimal.

    PERMASALAHAN

    Kegagalan para investor dalam membentuk portofolio yang optimal pada

    umumnya disebabkan karena investor mendapatkan informasi yang terlalu

    banyak (overload informasi), sehingga investor tidak bisa mengambil

    informasi yang paling relevan dan paling dibutuhkan dalam membuat

    portofolio set dan menganalisis prospek jangka panjangnya.

    Konsep diversivikasi sebenarnya merupakan sebuah cara yang bisa

    dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, diversifikasi memberikan

    sebuah informasi yang paling relevan yang bisa digunakan untuk mengukur

    ketidakpastian resiko investasi dengan menggunakan varian dari return.

  • Hasil pengukuran varian dari tersebut nantinya dapat digunakan sebagai

    dasar untuk menganalisa saham-saham yang dapat dipilih untuk membentuk

    rangkaian portofolio yang bisa memberikan return yang optimal.

    Permasalahan yang timbul sekarang adalah bagaimana model- model

    optimasi portofolio maksimal seperti, Markowitz, Single Index Model, dan

    CAPM dapat menghasilkan suatu formula yang benar-benar mungkin

    dilakukan investor dalam memperhitungkan pembentukan portofolio yang

    maksimal?

    Beberapa penelitian telah banyak dilakukan untuk melihat apakah model

    Markowitz dapat digunakan dengan mudah untuk membentuk