INSTRUKSIMENTERIPERHUBUNGAN NOMOR: IM.4 TAHUN republik indonesia instruksimenteriperhubungan nomor:

download INSTRUKSIMENTERIPERHUBUNGAN NOMOR: IM.4 TAHUN republik indonesia instruksimenteriperhubungan nomor:

of 32

  • date post

    25-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of INSTRUKSIMENTERIPERHUBUNGAN NOMOR: IM.4 TAHUN republik indonesia instruksimenteriperhubungan nomor:

MENTERIPERHUBUNGANREPUBLIK INDONESIA

INSTRUKSIMENTERIPERHUBUNGANNOMOR: IM.4 TAHUN 2012

PELAKSANAAN PELAPORAN DATA OPERASIONAL ANGKUTAN DANSARANA TRANSPORTASI SECARA ELEKTRONIK

DENGAN MENGGUNAKANSISTEM INFORMASI ANGKUTAN DAN SARANA TRANSPORTASI INDONESIA

(SIASATI)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

a. bahwa dalam rangka Pelaksanaan Pelaporan DataOperasional Angkutan dan Sarana Transportasi SecaraElektronik, perlu dilakukan pengaturan, pengendalian,pengawasan kegiatan operasional transportasi di seluruhwilayah Indonesia dengan menggunakan sistem informasiberbasis elektronik yang terintegrasi;

b. bahwa untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan,keakuratan, dan transparansi dalam kegiatan pemantauandan pelaporan secara elektronik sebagaimana tersebut padahuruf a, diperlukan Sistem Informasi Angkutan dan SaranaTransportasi Indonesia (SIASATI) secara online danrea/time;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksudpada huruf a dan huruf b tersebut di atas, perlu dikeluarkanInstruksi Menteri Perhubungan tentang PelaksanaanPelaporan Data Operasional Angkutan dan SaranaTransportasi Secara Elektrcnik Dengan MenggunakanSistem Informasi Angkutal1 dan Sarana TransportasiIndonesia (SIASATI);

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaga Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4437);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentangPerkeretaapian (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4722);

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasidan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 58 Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4843);

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang KeterbukaanInformasi Publik (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4896);

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang PelayaranLembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4849);

6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentangPenerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4956);

7. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintasdan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 5025);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentangSistem Pengendalian Intern Pemerintah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4890);

9. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentangPembentukan dan Organisasi Kementerian Negara,sebagaimana telah diubah dengan Peraturan PresidenNomor 91 Tahun 2011;

10. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentangKedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian NegaraSerta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon IKementerian Negara, sebagaimana telah diubah denganPeraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011;

Untuk

PERTAMA

11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 22 Tahun 2008tentang Unit Kliring Data dan Informasi Bidang Transportasi;

12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KP. 39 Tahun 2009tentang Rencana Induk Pemanfaatan Teknologi Informasidan Komunikasi (TIK) di lingkungan DepartemenPerhubungan;

13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 88 Tahun 2011tentang Alur Data dan Informasi di lingkungan KementerianPerhubungan;

14. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 60 Tahun2010 tentang Organisasi dan Tata Ke~a KementerianPerhubungan;

1. Sekretaris Jenderal;2. Inspektur Jenderal;3. Direktur Jenderal Perhubungan Darat;4. Direktur Jenderal Perhubungan Laut;5. Direktur Jenderal Perhubungan Udara;6. Direktur Jenderal Perkeretaapian.

Menugaskan kepada para Kepala Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Kementerian Perhubungan untuk melaksanakanPelaporan Data Operasional Angkutan dan Sarana TransportasiSecara Elektronik dengan menggunakan Sistem InformasiAngkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (SIASATI),sebagaimana tercantum dalam Lampiran Instruksi MenteriPerhubungan ini.

Untuk pelaksanaan Pelaporan Data Operasional Angkutan danSarana Transportasi Secara Elektronik dengan menggunakanSistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia(SIASATI) pada Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawahkewenangan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, kepadaDirektur Jenderal Perhubungan Darat melakukan koordinasidengan para Kepala Dinas Perhubungan.

Untuk pelaksanaan Pelaporan Data Operasional Angkutan danSarana Transportasi Secara Elektronik dengan menggunakanSistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia(SIASATI) pada Badan Usaha Milik Negara di sektortransportasi, kepada Direktur Jenderal yang terkait melakukankoordinasi dengan Direksi BUMN di sektor transportasi yangbersangkutan.

Dalam rangka pelaksanaan Pelaporan Data OperasionalAngkutan dan Sarana Transportasi Secara Elektronik DenganMenggunakan Sistem Informasi Angkutan dan SaranaTransportasi Indonesia (SIASATI) sebagaimana dimaksud dalamdiktum PERTAMA, agar melakukan kegiatan sebagai berikut:

a. melaksanakan pengisian data dan pemutakhiran data padaaplikasi SIASATI;

b. bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaanpemutakhiran data;

c. apabila terdapat perubahan data, maka setiap perubahandata tersebut atas dasar persetujuan Kepala Unit PelaksanaTeknis masing-masing;

d. apabila dalam pelaksanaan pengoperasian aplikasi SIASATIterdapat permasalahan, agar segera dikoordinasikan secaraberjenjang di Unit Eselon I DirektoratJenderal terkait;

e. menyampaikan laporan secara rutin dengan menggunakanaplikasi SIASATI.

Para Direktur Jenderal di lingkungan KementerianPerhubungan terkait melakukan pembinaan, pemantauan, danevaluasi kepada para Kepala Unit Pelaksana Teknis masing-masing, serta mengambil langkah nyata untuk menjaga agarprogram dilaksanakan sesuai dengan arah dan sasaran yangtelah ditetapkan.

Apabila terdapat kendala dan hambatan dalam pengoperasianaplikasi SIASATI, agar dikoordinasikan dengan SekretariatJenderal Cq. Pusat Data dan Informasi KementerianPerhubungan.

Para Direktur Jenderal sesuai bidang dan tugasnya masing-masing, melaksanakan:

a. pengawasan terhadap beroperasinya aplikasi SIASATIpada Unit Pelaksana Teknis masing-masing;

b. operasionalisasi aplikasi SIASATI pada masa angkutanLebaran dan angkutan NatalfTahun Baru; dan

c. evaluasi pemanfaatan aplikasi SIASATI untuk dapatdigunakan dalam mendukung proses pengambilankeputusan secara berkesinambungan.

Sekretaris Jenderal Cq. Pusat Data dan Informasi KementerianPerhubungan melakukan:

a. pemeliharaan dan perawatan;b. pengembangan;danc. sosialisasi aplikasi SIASATI.

Inspektur Jenderal melakukan pengawasan dan memberikanrekomendasi serta saran kepada Menteri Perhubungan terhadappelaksanaan aplikasi SIASATI.

Dikeluarkan dipada Tanggal

Jakarta27 Juli 2012

1. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan;2. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan;3. Para Direktur Jenderal di Iingkungan Kementerian Perhubungan;4. Kepala Pusat Data dan Informasi Perhubungan.

UMAR RIS, SH, MM, MHPembina Utama Muda (IV/c)NIP.19630220 198903 1 001

2013

Petunjuk Pengoperasian Aplikasi Sistem

Informasi Angkutan dan Sarana

Transportasi Indonesia

Input data, traffic counter, dan dashboard

Kementerian Perhubungan

Republik Indonesia

SISTEM INFORMASI ANGKUTAN DAN SARANA TRANSPORTASI INDONESIA (SIASATI)

I. PENDAHULUAN

Aplikasi Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (SIASATI)

digunakan untuk pencatatan data dan perhitungan volume angkutan dan sarana

transportasi pada saat kegiatan pemantauan angkutan secara periodik. Sedangkan

data yang diinput akan bersifat online dan real-time dan terintegrasi langsung ke

database Kementerian Perhubungan.

Adapun Tata Cara atau Petunjuk Pengoperasian aplikasi SIASATI sebagai

berikut:

1. Aplikasi SIASATI terbagi dalam 2 (dua) kategori yakni input data yang akan

berkaitan langsung dengan user input data (operator), dan dashboard yang

berkaitan dengan proses pengambilan keputusan secara elektronik.

2. Input data dilakukan oleh operator yang berwenang, dan dibagi berdasarkan

daerah yang telah ditetapkan menjadi Wali Data. Data yang telah diinput akan

diolah menjadi tampilan dashboard. Pada tampilan dashboard, operator dapat

melihat tampilan awal berbentuk grafik yang dapat dilihat lebih rinci dengan

tampilan grafik berdasarkan per hari, per provinsi, per kabupaten/kota, hingga

akhirnya per jam akan menampilkan secara rinci data yang telah diinput.

II. SPESIFIKASI SISTEM

A. SPESIFIKASI PERANGKAT

1. Perangkat Keras Pendukung

Untuk menjalankan Aplikasi SIASATI dibutuhkan spesifikasi minimum

perangkat keras sebagai berikut :

a. Processor : 32 bit

b. Mainboard : Standar

c. Kapasitas RAM : DDR 512Mb

d. Hardisk : HDD 20 GB

e. VGA : VGA 32 Mb

3

f. Monitor : Monitor CRT/LCD

g. Network : Modem atau Broadband Internet Access

2. Perangkat Lunak Pendukung

Perangkat Lunak pendukung yang diperlukan untuk kelancaran aplikasi

SIASATI, dengan spesifikasi minimum:

a. Operating System: Open Source dan Proprietary;

b. Adobe : Flash Player 10.0 (atau yang lebih tinggi) & telah

aktif;

c. Internet Br