INFEKSI KARDIOVASKULER

download INFEKSI KARDIOVASKULER

of 47

  • date post

    31-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    40
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of INFEKSI KARDIOVASKULER

  • INFEKSI KARDIOVASKULERDepartement MikrobiologiFakultas Kedokteran UNISMA2012

  • PENYEBAB INFEKSI JANTUNGInfeksi Jantung seperti perikarditis, endokarditis dan miokarditis, disebabkan adanya sebuah iritasi, seperti bakteri, virus atau kimia yang mencapai otot jantungPenyebab paling umum dari infeksi jantung ini adalah bakteri, virus dan parasit

  • BAKTERIBakteri. Endokarditis dapat disebabkan oleh sejumlah bakteri memasuki aliran darah Anda. Bakteri dapat memasuki aliran darah melalui kegiatan sehari-hari, seperti makan atau menyikat gigi, terutama jika Anda memiliki kesehatan mulut yang buruk. Miokarditis juga dapat disebabkan oleh bakteri yang bertanggung jawab untuk penyakit Lyme.

  • VIRUSInfeksi jantung dapat disebabkan oleh virus, termasuk beberapa yang menyebabkan influenza (coxsackievirus B dan adenovirus), ruam yang disebut penyakit kelima (Parvovirus B19 manusia), infeksi gastrointestinal (echovirus), mononukleosis (virus Epstein-Barr) dan campak (rubella) Virus terkait denganinfeksi menular seksual juga dapat melakukan perjalanan ke otot jantung dan menyebabkan infeksi.

  • PARASITDi antara parasit yang dapat menyebabkan infeksi jantung Trypanosoma cruzi, toxoplasma, dan beberapa yang ditularkan oleh serangga dan dapat menyebabkan kondisi yang disebut Chagas penyakit.

  • Hasil Rontgen Pasien MiokarditisPemeriksaan rontgen memperlihatkan pembesaran jantung, disertai tanda bendungan paru (atas). Di bagian lain (bawah), memperlihatkan pembesaran ruang jantung akibat miokarditis disertai kebocoran katup mitral

  • ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI MIOKARDITIS (1)Acute Isolated Myocarditis adalah mikarditis interstitial akut dengan etiologi tidak diketahuiBacterial myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh infeksi bakteriChronic myocarditis adalah penyakit radang miokardial kronikDiphtheritic myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan oleh toksin bakteri yang dihasilkan pada difteri : lesi primer bersifat degeneratiff dan nekrotik dengan respons radang sekunder.

  • ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI MIOKARDITIS (2)Fibras myocarditis adalah fibrosis fokal/difus mikardial yang disebabkan oleh peradangan kronikGiant cell myocarditis adalah subtype miokarditis akut terisolasi yang ditandai dengan adanya sel raksasa multinukleus dan sel-sel radang lain, termasuk limfosit, sel plasma dan makrofag dan oleh dilatasi ventikel, trombi mural, dan daerah nekrosis yang tersebar luas.

  • ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI MIOKARDITIS (3)Hypersensitivity myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan reaksi alergi yang disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap berbagai obat, terutama sulfonamide, penicillin, dan metildopa.Infection myocarditis adalah disebabkan oleh agen infeksius ; termasuk bakteri, virus, riketsia, protozoa, spirochaeta, dan fungus. Agen tersebut dapat merusak miokardium melalui infeksi langsung, produksi toksin, atau perantara respons immunologis.

  • ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI MIOKARDITIS (4)Interstitial myocarditis adalah mikarditis yang mengenai jaringan ikat interstitial.Parenchymatus myocarditis adalah miokarditis yang terutama mengenai substansi ototnya sendiriProtozoa myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh protozoa terutama terjadi pada penyakit Chagas dan toxoplasmosis

  • ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI MIOKARDITIS (5)Rheumatic myocarditis adalah gejala sisa yang umum pada demam reumatikRickettsial myocarditis adalah mikarditis yang berhubungan dengan infeksi riketsiaToxic myocarditis adalah degenerasi dan necrosis fokal serabut miokardium yang disebabkan oleh obat, bahan kimia, bahan fisik, seperti radiasi hewan/toksin serangga atau bahan/keadaan lain yang menyebabkan trauma pada miokardium.

  • ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI MIOKARDITIS (6)Tuberculosis myocarditis adalah peradangan granulumatosa miokardium pada tuberkulosaViral myocarditis disebabkan oleh infeksi virus terutama oleh enterovirus ; paling sering terjadi pada bayi, wanita hamil, dan pada pasien dengan tanggap immune rendah (Dorland, 2002).

  • PATOFISIOLOGIMekanisme DasarInvasi langsung ke miokardProses imunologis terhadap miokardMengeluarkan toxin yang merusak miokard

  • PENYEBAB MIOKARDITISBakteri ( Streptokokus, stafilokokus, dll )Virus ( enterovirus )RiketsiaProtozoa ( toxoplasma )SpirochaetaFungus

  • Staphylococcus spStaphylococcus berasal dari bahasa yunani yaitu staphyle-kokkos yang berarti sekelompok anggur dan aureus yang berarti emas (Carter, 1994). S. aureus memiliki banyak sinonim, antara lain Staphylococcus pyogenes aureus, Staphylococcus pyogenes, Micrococcus pyogenes var, aureus, Micrococcus pyogenes var. albus (Merchant, 1963). S. aureus pertama kali diisolasi ketika ditemukan pada jaringan yang terinfeksi berupa pus oleh Ogston pada tahun 1881, namun baru dapat dikultur dan diidentifikasi sebagai S. aureus oleh Rosenbach pada tahun 1884 (Thoen, 1993).

  • Staphylococcus spKasus serius pada infeksi S.aureus diantaranya: sinusitis, mastitis, tonsillitis, septikemia, miokarditis, meningitis, purpureal sepsis, pneumonia, osteomilitis, pustular dermatitis, arthritis, dan gastroenteritis (Bailey dan Elvyn, 1962; Merchant, 1963).

  • MORFOLOGI Staphylococcus spMenurut Merchant dan Parker (1963), S. aureus berbentuk spheris, dan kadang kala ramping jika dua sel saling berhimpitan. Diameter sel bervariasi, antara 0,8-1 m, berkapsul. S. aureus adalah bakteri Gram positif, mempunyai bentuk sel bulat bergerombol seperti buah anggur, kadang terlihat sel tunggal atau berpasangan, tidak motil, anaerobik fakultatif, menghasilkan koagulase dan menghasilkan warna biru (violet) pada pewarnaan Gram. Beberapa biakan yang sudah tua akan kehilangan Gram positifnya, sehingga dalam pewarnaan akan menghasilkan warna merah (Pelczar dan Chan, 2006; Foster, 2004).

  • MORFOLOGI Staphylococcus spS. aureus adalah bakteri yang tidak membentuk spora dan tidak dapat lisis oleh pengaruh obat-obat seperti penicillin. Pada biakan cair sering ditemukan sel tunggal, berpasangan, tetrad dan berbentuk rantai (Jawetz, 2001). S. aureus dapat tumbuh pada suhu 15-45oC dan cenderung bersifat patogen apabila tumbuh pada kondisi aerob atau anaerob pada suhu 35-45oC dengan pH optimum 7,0-7,5 (Bonang, 1982).Dinding bakteri S. aureus sebagai Gram positif mengandung lipid 1-4%, peptidoglikan dan asam teikoat. Peptidoglikan merupakan lapisan tunggal sebagai komponen utama yang berjumlah 50% dari berat kering dinding sel bakteri dan berfungsi menyebabkan kekakuan (Pelczar dan Chan, 2006).

  • VIRULENSI Staphylococcus spS. aureus mempunyai 6 faktor virulensi yang berperan dalam mekanisme infeksi yaitu : (1) Polisakarida dan protein yang merupakan substansi penting di dalam dinding sel, seperti protein adesin hemaglutinin dan glikoprotein fibronektin. Protein permukaan ini berperan dalam proses kolonisasi bakteri pada jaringan inang; (2) Invasin yang berperan dalam penyebaran bakteri di dalam jaringan, misalnya leukosidin, kinase dan hyaluronidase; (3) Kapsul dan protein A yang dapat menghambat fagositosis oleh leukosit polimormonuklear;

  • VIRULENSI Staphylococcus sp(4) Subtansi biokimia seperti; karotenoid dan produk katalase, dapat membuat bakteri bertahan hidup dalam fagosit, (5) Protein-A, koagulasi dan clumping factor untuk menghindari diri dari respon sel imun inang. S. aureus dengan koagulase negatif terbukti kurang virulen dibandingkan dengan yang mempunyai faktor koagulase; (6) Toksin yang dapat melisiskan membran sel dan jaringan inang. S. aureus, selain menghasilkan enzim koagulase, juga memproduksi banyak substansi yang mendukung atau kemungkinan mendukung virulensi dan memiliki beberapa substansi penting yang baru diketahui yaitu berupa hemolisin dan toxin (Todar, 2005).

  • PENGGOLONGAN Streptococcus spStreptokokus grup A : paling mematikan meskipun manusia adalah tuan rumah alaminya. Streptokokus ini bisa menyebabkan infeksi tenggorokan, tonsilitis (infeksi amandel), infeksi kulit, septikemia (infeksi dalam darah), demam Scarlet, pneumonia, demam rematik, korea Sydenham (kelainan saraf yang ditandai oleh kekakuan otot/St. Vitu's dance) dan peradangan ginjal (glomerulonefritis).Streptokokus grup B : lebih sering menyebabkan infeksi yang berbahaya pada bayi baru lahir (sepsis neonatorum), infeksi pada sendi (artritis septik) dan pada jantung (endokarditis).

  • PENGGOLONGAN Streptococcus spStreptokokus grup C dan G : sering terdapat pada binatang, tetapi bisa juga hidup di dalam tubuh manusia, yaitu di tenggorokan, usus, vagina dan kulit. Streptokokus ini bisa menyebabkan infeksi yang berat seperti infeksi tenggorokan, pneumonia, infeksi kulit, sepsis post-partum (setelah melahirkan) dan sepsis neonatorum, endokarditis dan artritis septik. Setelah terinfeksi oleh bakteri ini bisa juga terjadi peradangan ginjalStreptokokus grup D dan enterokokus : dalam keadaan normal hidup di saluran pencernaan bagian bawah, vagina dan kulit. Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi pada luka dan katup jantung, kandung kemih, perut dan darah.

  • MORFOLOGI Streptococcus spKuman berbentuk bulat atau bulat telur, kadang menyerupai batang, tersusun berderet seperti rantai. Panjang rantai bervariasi dan sebagian besar ditentukan oleh faktor lingkungan. Rantai akan lebih panjang pada media cair dibanding pada media padat. Pada pertumbuhan tua atau kuman yang mati sifat gram positifnya akan hilang dan menjadi gram negatif

  • MORFOLOGI Streptococcus spStreptokokus terdiri dari kokus yang berdiameter 0,5-1 m. Dalam bentuk rantai yang khas, kokus agak memanjang pada arah sumbu rantai. Streptokokus patogen jika ditanam dalam perbenihan cair atau padat yang cocok sering membentuk rantai panjang yang terdiri dari 8 buah kokus atau lebih.

  • MORFOLOGI Streptococcus spStreptokokus yang menimbulkan infeksi p