Industri Biodiesel

of 23/23
INDUSTRI BIODIESEL INDUSTRI BIODIESEL BIOFUEL
  • date post

    21-May-2015
  • Category

    Technology

  • view

    17.452
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Industri Biodiesel

  • 1. INDUSTRI BIODIESEL
    • BIOFUEL

2. Latar Belakang

  • Bahan bakar Fosil yang banyak digunakan terbatas dan tidak dapat diperbaharui, membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dihasilkan.
  • Kebutuhan minyak sebagai bahan bakar yang terus meningkat setiap tahunnya, berakibat cadangan minyak fosil semakin menipis. Harus menemukan area minyak yang baru.

3. Biofuel

  • Merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari bahan organik seperti tumbuh2an atau limbah biomassa.
  • Bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui, tidak membutuhkan waktu lama untuk dihasilkan juga ramah lingkungan
  • Beberapa jenis Biofuel : Bioethanol, Biodiesel, Biogas, Biobuthanol.

4. Biodiesel

  • Bahan bakar mesin diesel dihasilkan dari minyak nabati seperti : Kelapa sawit, Tanaman Jarak, Kacang tanah dll.
  • 2 jenis bahan bakar diesel :
  • - Solar untuk mesin putaran tinggi (>1200 rpm)
  • - Minyak diesel untuk mesin putaran rendah (60 ppm)
  • -Analisis FFA, untuk menentukan satu
  • tahap / dua tahap.
  • - Persiapan bahan kimia (esterifikasi)
  • - Persiapan bahan kimia untuk proses
  • transesterifikasi

14.

  • Esterifikasi
  • - Temp 70C dan tekanan 1atm.
  • - Diaduk dengan sistem pemanas
  • - Katalis 1 1,5% dari bahan baku
  • - Dikontrol dengan bilangan asam
  • Proses ini mengkonversi asam lemak bebas menjadi metil ester.
  • Pencucian I
  • Tujuan melarutkan sabun dan metanol yang tersisa, agar dapat dipisahkan dari biodisel yang terbentuk.

15.

  • Pemisahan I
  • Bekerja dengan cara pengendapan.
  • - Terbentuk biodiesel dan trigliserida
  • (dilapisan atas).
  • - Metanol dan Gliserol dilapisan bawah
  • Lapisan atas dialirkan ke tangki transesterifikasi , untuk lapisan bawah ke tangki netralisasi.Dilakukan pada tekanan 1 atm dan temp 60C.

16.

  • Transesterifikasi
  • Merupakan reaksi penyempurnaan, minyak dan lemak yang belum tereaksi pada proses esterifikasi, jadi biodiesel.
  • - ditambahkanmetanol
  • - katalis basa 1,3-1,5% volume minyak
  • - tekanan 1 atm dan temp 70C
  • - Indikator bilangan asam harus 0,8.

17.

  • Pencucian II
  • Prinsip pengerjaan sama dengan pencucian I.Agar pada tahap akhir pemurnian tidak ditemukan bahan pengotor, yang menurunkan kualitas biodiesel.
  • Tujuannya membuang sabun yang terbentuk dan melarutkan metanol sisa reaksi.
  • Pemisahan II
  • Prinsip pengerjaan sama dengan pemisahan I. Tujuan memisahkan biodiesel dari metanol dan gliserol. Pada tekanan 1 atm dan temp 60C.

18.

  • Biodiesel, Netralisasi dan Recovery Methanol.
  • Biodisel yang terbentuk dimurnikan, dengan tujuan mengurangi kandungan air dan sedimen.Dilakukan dengan memanaskan biodiesel sampai 80C. Pengurangan sedimen melalui filter ukuran 60-100 mesh. Biodiesel siap disalurkan.
  • Netralisasi persiapan recovery methanol, air cucian biodisel yang masih mengandung methanol dinetralkan pHnya. Indikator selesai pH air cucian 6 -7.

19.

  • Proses Recovery Methanol,dilakukan dalam alat destilasi pada tekanan 1 atm dan temp titik didih metanol.Destilasi digunakan untuk mengambil kembali metanol dari air cucian biodiesel, untuk digunakan kembali.
  • Hasil samping adalah crude glycerol 30% dapat ditingkatkan melalui alat pemurnian menjadi gliserol 60% untuk bahan baku sabun atau 95 99% untuk industri dan farmasi.

20. Analisis Mutu Biodiesel

  • Uji Standar Untuk Bilangan Asam
  • Digunakan untuk menentukan bilangan asam minyak nabati sebagai bahan baku biodisel dan produknya.
  • Uji Standar Untuk Kadar Fosfor
  • Untuk menentukan kadar fosfor dalam biodiesel yang dihasilkan.Melalui pengabuan sampel Biodisel yang telah ditambah seng oksida.

21.

  • Uji Standar Kadar Gliserol Total Bebas dan Yang Terikat di dalam Biodiesel.
  • Menentukan kadar gliserol total, gliserol bebas dan gliserol terikat dalam biodiesel. Dengan menggunakan metode iodometri asam periodat.
  • Uji Standar Gugus Siklopropenoid
  • Berfungsi untuk mengetahui secara kualitatif keberadaan gugus siklopropenoid dalam biodiesel yang berupa esteralkil melalui uji Halpen.

22.

  • Uji Standar Untuk Bilangan Iod Biodiesel
  • Berfungsi untuk menentukan bilangan iodium biodiesel dengan metode dan reagen Wijs.
  • Uji Standar Bilangan Penyabunan dan Kadar Ester Biodiesel Ester Alkil
  • Untuk menentukan bilangan penyabunan biodiesel ester alkil dengan proses titrimetri.

23. Kesimpulan

  • Biodiesel merupakan bahan bakar masa depan, ramah lingkungan dan terus terbaharui, yang akan menggantikan peran bahan bakar fosil yang semakin menipis ke depannya.
  • Biodiesel memiliki potensi bisnis yang besar saat ini dan kedepannya.
  • Dalam produksi biodiesel digunakan teknologi yang sederhana dan bahan baku murah, investasinya jadi mudah dan murah.