INDERA PENGLIHATAN DAN PERSEPSI

download

of 26

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents
  • view

    341
  • download

    15

Embed Size (px)

description

ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN

transcript

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN

INDERA PENGLIHATAN DAN PERSEPSI

Nama NIM

: Ayu Hilyatul Millah : 115090107111017

LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012 KATA PENGATAR 1

Puji syukur panulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya penulis telah berhasil menyusun Laporan Praktikum Anatomi dan Fisiologi Hewan Indera Penglihatan dan Persepsi. Dalam penyelesaian laporan dan melakukan percobaan ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada : Kedua orang tua penulis dan sekeluarga yang selalu memberikan dorongan dan semangat baik secara materiil ataupun moriil Asisten praktikum yang bersedia membimbing dan berbagi ilmu dalam pelaksanaan praktikum dan pembuatan praktikum ini Probandus-probandus sekaligus teman-teman saya yang bersedia menjadi sukarela untuk bersedia membantu dalam pelaksanaan praktikum ini

Penulis menyadari walaupun sudah berusaha dalam pembuatan laporan ini penulis menyadari Tiada Gading Tak Retak dalam arti laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang dapat membangun disemua pihak.

Malang, 22 Oktober 2012 Penulis

2

INDERA PENGLIHATAN DAN PERSEPSIBAB I HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukannya percobaan ini dilakukan penentuan suka rela yang bersedia menjadi probandus. Probandus ini terbagi atas 6 kriteria yaitu: Laki-laki mata normal Laki-laki mata minus Laki-laki mata silinder Perempuan mata normal Perempuan mata minus Laki-laki mata silinder : Ahmad Febri Pratama : Muhammad Fahmi : Raden Prawira : Isyatul Azizah : Annisa Kusuma Ningtyas : Galuh Wening Permatasari

Percobaan ini dilakukan 9 uji, yaitu uji lokasi pengecap pada probandus yang berbeda,yaitu bintik buta, perimbangan entoptik pada pupil, astigamatisma, batas konvergensi, kedalam persepsi terang, buta warna dan fenomena purkinje, efek setelah melihat warna, pola akibat getaran warna dan gerakan akibat hasil kerja. 1. 1. Analisa Prosedur 1. 1. 1 Bintik Buta Uji bintik mata bertujuan untuk memeriksa kesehatan mata. Uji ini menggunakan gambar peragaan blind spot dan penggaris. Pada gambar peragaan blind spot tersebut terdapat gambar bintang dan bulan sabit. Kemudian probandus menutup mata sebelah kanannya, sedangkan mata kirinya fokus untuk melihat gambar 3

peragaan tersebut. Penggunaan satu mata untuk mengetahui bintik mata pada mata sebelah kiri dan diperoleh fokus pada mata satu. Gambar diletakkan horizontal dab dipandangi secara terus-menerus pada titik bintang bukan bulan sabitnya. setelah diperhatikan beberapa saat, gerakkan gambar peraga secara perlahan menuju mata probandus sampai gambar dari salah satu kertas peraganya hilang. Kemudian ukur jarak antara probandus dengan kertas pada saat gambar mulai hilang baik yang bulan sabit ataupun bintangnya. Jarak menggunakan satuan sentimeter dan dicatat pada table pengamatan. Dilakukan perlakuan yang sama pada setiap probandus sebagai perbandingan probandus yang satu dengan yang lain pada kondisi mata probandus yang berbeda. 1. 1. 2Perimbangan Entoptik Pada Pupil Uji perimbangan entoptik pada pupil ini digunakan kacamata non transparan, difragma dengan tengah berlubang yang diameternya 2mm, pensil dan kertas blanko. Uji ini bertujuan untuk mengetahui kerja pupil dan peran pupil dalam menanggapi rangsangan cahaya. Menurut Guyton (1988), bila cahaya yang disinarkan pada mata pupil mengecil maka akan terjadi suatu reaksi yang dinamakan reflek cahaya pupil, yang berfungsi untuk mengadakan adaptasi dengan cepat sekali terhadap perubahan cahaya. Pertama probandus menggunakan kacamata yang telah terpasang diafragma sebelumnya pada muka kacamata sebelah kanan sedangkan mata lainnya tertutup. Kemudian probandus akan melihat suatu gambaran bulat, yang agak kabur dan titik terang. Selanjutnya lepas mata yang ditutupi, dan tanyakan kepada probandus apa yang terjadi pada titik terang tersebut, apakah membesar ataupun mengecil. Dari jawaban probandus, dicatat pada table pengamatan. Dilakukan hal yang sama pada setiap probandus untuk mengetahui perbandingan antara probandus yang satu dengan yang lain pada kondisi mata yang berbeda. 1. 1. 3 Astigmatisma Uji astigmatisma bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan bentuk lensa terhadap penglihatan. Uji ini menggunakan sampel cetakan yang telah disediakan oleh asisten. Kemudian 4

probandus ditunjukkan sebuah gambar bentuk bulatan, dan ditanyai pertanyaan-pertanyaan berikut : Apakah benar hanya terlihat garis lingkaran-lingkaran gelap? Apakah pada semuat tempat terdapat garis-garis yang sama tebal dan sama gelap? Apakah terlihat bila salah satu mata tertutup? Apakah sama jika dengan mata keduanya terbuka? Apakah yang terlihat jika pada sampel digerakkan pelan-pelan? (Penggerakan dilakukan dengan mengubah posisi X pada bagian tengah gambar sampai menjadi tanda +) Apakah garis gelap yang tinggal sama dengan yang hitam, apa terdapat perbedaan antar garis gelap yang sama setiap batang dan perubahan warna? Pertanyaan tersebut untuk mengetahui respon-respon yang terjadi pada masing-masing probandus yang berbeda, dan kemudian dibandingkan antara hasil probandus yang satu dengan yang lain. Perlakuan dilakukan sama pada setiap probandus untuk mengetahui pengaruh kondisi mata probandus pada uji ini. 1. 1. 4 Batas Konvergensi Uji batas konvergensi ini bertujuan untuk mengetahuo batas konvergensi pada setiap probandus. Alat yang digunakan hanya berupa sampel cetakan yang terdapat gambar laki-laki dan perempuan yang berlari. Kemudian probandus meletakkan alat peraga tersebut didepan muka probandus dan diamati gambar tersebut. Diamati secara terus-menerus agar diperoleh fokus. Selanjutnya gambar digerakkan menuju mata probandus sampai gambar laki-laki dan perempuan tersebut bertemu. Kemudian pada jarak disaat gambar tersebut bertemu ukur dengan menggunakan penggaris. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui jarak tertentu pada masing-masing probandus yang berbeda dan kemudian dibandingkan untuk mengetahui apakah kondisi mata akan mempengaruhi batas konvergensi seseorang. 1. 1. 5 Kedalam Persepsi Terang 5

Uji ini bertujuan untuk mengetahui warna yang sensitif terhadap sel batang dan sel kerucut pada setiap kondisi probandus. Alat-alat yang diperlukan uji ini adalah kacamata, filter merah, filter biru dan gambar sampel yang berwarna. Kemudian probandus melihat gambar sampel dan melihat garis-garis yang berwarna dari gambar tersebut. Dan ditanyai warna apa yang ditunjuk oleh asisten. Selanjutnya probandus menggunakan kacamata memakai kacamata yang telah dipasang filter merah tiga lapis dan dilanjutkan dengan asisten bertanya kepada probandus warna apa yang ditunjuk pada gambar sampel berwarna tersebut. Kemudian lakukan hal yang sama pada kacamata dengan filter warna biru. Dari hasil tanpa filter, fiter merah dan filter biru dicatat pada table pengamatan. Perlakuan yang sama dilakukan oleh setiap probandus sebagai perbandingan probandus yang satu dengan yang lainnya. 1. 1. 6 Buta Warna dan Fenomena Purkinje Uji buta warna dan fenomena purkinje ini bertujuan untuk mengetahui adanya buta warna dan fenomena purkinje pada setiap probandus. Uji buta warna dalam uji ini menggunakan tes stilling dan ishihara. Menurut Guyton (1988), tes stilling dan ishihara merupakan suatu metode untuk menentukan buta warna dengan cara cepat berdasarkan penggunaan kartu bintik-bintik dengan pencampuran dari berbagai macam warna. Bintik-bintik warna tersebut menunjukkan sebuah pola berupa angka atau huruf yang harus ditebak oleh setiap probandus. Probandus yang diuji mengatakan angka ataupun huruf yang digambarkan oleh pola kartu Ishihara. Menurut Guyton (1988), dengan mempelajari kartu ini, pada saat bersamaan mangamati kurva kepekaan spektrum berbagai kerucut pada kartu , dengan mudah dipahami oleh normal dibandingkan dengan penderita buta warna.

6

Gambar 1. Kartu Ishihara (Dodi,2010) Alat yang digunakan uji ini adalah kertas peraga yang memiliki warna orange dan merah; kacamata besar dan filter hitam kebuan sebanyak 7 buah. Kemudian pada kacamata besar tersebut diisi 7 lapisan filter yang berwarna hitam keabuan pada bagian depan mata. Selanjutnya probandus diadaptasikan dengan menggunakan kacamata tersebut selama 5 menit.Menurut Guyton (1988), jika seseorang berada ditempat gelap untuk waktu yang lama, pada dasarnya retina dan opsin di dalam batang dan kerucut menjadi pigmen peka cahaya. Dengan kata lain, dengan adanya adaptasi menggunakan kacamata yang telah dipasanga filter 7 lapis akan memberikan suasana gelap sehingga membuat probandus menjadi lebih peka terhadap cahaya. Kemudian probandus dihadapkan pada kertas peraga dan ditanyai apakah dia bisa dapat membedakan gelap terang pada kertas peraga tersebut dan apakah dia dapat membedakan warna yang ada pada kertas peraga tersebut. Pertanyaan tersebut ditanyakan setiap filter satu persatu pada kacamata yang digunakan probandus dilepas. Pada saat pelepasan filter satu persatu probandus mengahadap kearah bawah agar probandus tetap dapat peka terhadap cahaya. Mulai filter keberapa probandus mulai dapat membedakan gelap terang dan warna dan dicatat pada tabel pengamatan. Dilakukan hal yang sama pada semua probandus. Hal ini dilakukan sebagai perbandingan antara probandus yang satu dengan yang lainnya. 7

1. 1. 7 Efek Setelah Melihat Warna Uji efek setelah melihat warna ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mata untuk beradaptasi pada situasi tertentu. Uji ini digunakan kertas sampel berwarna yang memiliki warna merak, kuning, hijau dan biru pada sisi kanan, sedangkan pada sisi kiri putih kosong. Selanjutnya probandus memandangi kertas yang memiliki warna tersebut dalam waktu tertentu. Kemudian probandus melihat pada sisi kanan kertas yang putih dan efek warna apa yang terlihat pada kertas terseb