Implikasi Perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan ...

of 13 /13
1 Implikasi Perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Dalam Kerangka Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Orang Pribadi ESKA S. SIMANULLANG Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok [email protected] Abstrak. Pelaporan SPT selama ini menimbulkan banyak permasalahan khususnya bagi wajib pajak orang pribadi yang telah berkeluarga (menikah) karena status pernikahan akan menentukan di dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh OP). Sesuai dengan perubahan format yang baru melalui dikeluarkannya Peraturan Direkur Jenderal Pajak PER-19/PJ/2014 yang mewajibkan pengisian status kewajiban perpajakan bagi wajib pajak orang pribadi khusunya yang telah menikah maka hal tersbut akan menimbulkan implikasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literature dan wawancara mendalam. Implikasi yang timbul adalah kurang bayar maupun lebih bayar dalam pelaporan SPT PPh OP. Kata kunci : Administrasi Pajak, Sistem Pemungutan Pajak, Subjek Pajak, Surat Pemberitahuan (SPT), Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP). Pajak Penghasilan (PPh Abstract. Reporting SPT, has brought many problems, especially for individual taxpayers who have a family (married) because of marital status will determine in reporting personal income tax (SPT individual income tax). In accordance with the new format changes through the enactment of the DGT (Directorate General of Taxation) Regulation PER-19/PJ/2014 which requires the charging status of tax obligations for an individual taxpayer who has been married especially then it will lead to some tax implications. This study aims to analyze the implications of changes in the tax return for individual tax payers. This study used a qualitative approach. Data collection techniques done with literature studies and in-depth interviews. The implication that arises is underpayment or overpayment of the reporting individual income tax returns. Keywords : Tax Administration, Tax Collection System, Tax Return, Individual Tax Payers, Income Tax PENDAHULUAN Pajak Penghasilan yang menyumbang hampir 50% terhadap total penerimaan negara dari sektor pajak memiliki peran yang dominan terhadap realisasi penerimaan pajak. Dalam tabel tersebut dijelaskan juga, apabila dilihat secara lebih rinci lagi di Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015

Embed Size (px)

Transcript of Implikasi Perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan ...

Microsoft Word - eska_s.simanullang-skripsi-fakultas_ilmu_sosial_politik-naskah_ringkas-2015.docxESKA S. SIMANULLANG Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok
[email protected]
Abstrak. Pelaporan SPT selama ini menimbulkan banyak permasalahan khususnya bagi wajib pajak orang pribadi yang telah berkeluarga (menikah) karena status pernikahan akan menentukan di dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh OP). Sesuai dengan perubahan format yang baru melalui dikeluarkannya Peraturan Direkur Jenderal Pajak PER-19/PJ/2014 yang mewajibkan pengisian status kewajiban perpajakan bagi wajib pajak orang pribadi khusunya yang telah menikah maka hal tersbut akan menimbulkan implikasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literature dan wawancara mendalam. Implikasi yang timbul adalah kurang bayar maupun lebih bayar dalam pelaporan SPT PPh OP.
Kata kunci : Administrasi Pajak, Sistem Pemungutan Pajak, Subjek Pajak, Surat Pemberitahuan (SPT), Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP). Pajak Penghasilan (PPh
Abstract. Reporting SPT, has brought many problems, especially for individual taxpayers who have a family (married) because of marital status will determine in reporting personal income tax (SPT individual income tax). In accordance with the new format changes through the enactment of the DGT (Directorate General of Taxation) Regulation PER-19/PJ/2014 which requires the charging status of tax obligations for an individual taxpayer who has been married especially then it will lead to some tax implications. This study aims to analyze the implications of changes in the tax return for individual tax payers. This study used a qualitative approach. Data collection techniques done with literature studies and in-depth interviews. The implication that arises is underpayment or overpayment of the reporting individual income tax returns.
Keywords : Tax Administration, Tax Collection System, Tax Return, Individual Tax Payers, Income Tax
PENDAHULUAN
negara dari sektor pajak memiliki peran yang
dominan terhadap realisasi penerimaan
apabila dilihat secara lebih rinci lagi di
Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
dalam realisasi penerimaan Pajak
jelas bahwa faktanya jenis PPh Pasal 25/29
Badan lebih dominan dibanding penerimaan
lain, yaitu menyumbang sebesar 32,48% dari
total penerimaan PPh. Sedangkan jenis pajak
PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi menunjukkan
kontribusi hanya sebesar 1,07% dari total
penerimaan PPh.Proporsi kontribusi yang
demikian menjelaskan bahwa penerimaan
Penghasilan Indonesia sangat bergantung
apabila diperbandingkan dengan
tinggi menyumbang terhadap penerimaan
Pajak Badan.
fakta bahwa pada tahun 2012 jumlah
penduduk di Indonesia masuk dalam urutan
terbesar ke-empat di dunia (“Top Ten
Countries With The Highest Population”,
2012). China berada di posisi pertama
dengan populasi terbanyak dengan jumlah
populasi mencapai 1,355 miliar. India berada
di posisi kedua dengan jumlah penduduk
mencapai 1,236 miliar. AS masih berada di
posisi 3 dengan populasi penduduk
mencapai 318,892 juta. Sedangkan Indonesia
berada di peringkat ke-4 dengan jumlah
penduduk mencapai 253,60 juta jiwa, disusul
Brazil yang mencapai populasi 202,65 juta
jiwa.(Herdadu Purnomo, 2014, par. 1-3)
Fakta bahwa Indonesia memiliki
dunia. Hal ini menunjukkan bahwa
penduduk Indonesia memiliki potensi yang
sangat besar pula sebagai Wajib Pajak Orang
Pribadi.Dengan potensi Wajib Pajak
Pajak Orang Pribadi diharapkanakan dapat
menyumbang terhadap pertumbuhan
dari Wajib Pajak Orang Pribadi yang tinggi
akan berdampak terhadappeningkatan tax
diIndonesia diakibatkan masih rendahnya
Wajib Pajak Pribadi maupun Wajib Pribadi
Badan. (“OECD: Revenue Statistic Tax to
GDP, par. 1)Masalah kepatuhan pajak di
setiap negara berbeda-beda. Umumnya di
negara-negara maju seperti Amerika Serikat
kepatuhan pajaknya sudah tinggi, yang ada
adalah masalah tindakan manipulasi pajak
(tax evasion). Sedangkan di negara-negara
berkembang seperti Indonesia masalah
Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
manipulasi pajak yang cukup tinggi,
sehingga pendapatan negara dari sektor
pajak belum dioptimalkan secara maksimal.
Tingkat kepatuhan Wajib Pajak di
Indonesia yang masih rendah menunjukkan
bahwa belum optimalnya penerimaan negara
dari sektor pajak khususnya Pajak
Penghasilan Oang Pribadi. Pada tahun 2013
Fuad Rahmany (Direktur Jenderal Pajak
pada saat itu) menjelaskan, “Pemerintah
khususnya Ditjen Pajak harus selalu
berupaya secara serius guna memastikan
pemungutan pajak dilakukan dengan
Orang Pribadi. (Azharuddin, 2013, 10).
Secara umum untuk menambah
dicapai melalui cara ekstensifikasi dan
intensifikasi. Ekstensifikasi pajak merupakan
penggalian lebih banyak lagi potensi pajak
yang selama ini sudah tersedia.Intensifikasi
pajak merupakan cara meningkatkan
pendapatan negara dengan memfokuskan
terhadap objek serta subjek pajak yang telah
tercatat dalam administrasi Direktorat
penghasilan dari Wajib Pajak Orang Pribadi
sebagai subjek pajak yang jumlahnya sangat
potensial. Sistem pemungutan pajak untuk
jenis pajak penghasilan dari Wajib Pajak
Orang Pribadi menganut Self Assessment
Systemdimana Wajib Pajak Orang Pribadi
akan diberi kepercayaan untuk memenuhi
dan melaksanakan sendiri kewajiban dan
hak perpajakannya akan menimbulkan
Wajib Pajak tersebut akan berpengaruh
terhadap kepatuhan Wajib Pajak. Kepatuhan
Wajib Pajak yang tinggi akan berkorelasi
positif terhadap penerimaan pajak.
dilakukan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi di
dalam memenuhi kewajiban perpajakannya
Pemberitahuan Pajak Penghasilan Orang
adalah surat yang oleh wajib pajak
digunakan untuk melaporkan penghitungan
menurut ketentuan peraturan perundang-
PPh OP sebelumnya telah diatur dalam
Peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-
Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
34/PJ/2010 Tentang Bentuk Formulir SPT
Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi dan
Wajib Pajak Badan Beserta Petunjuk
Pengisiannya. Namun seiring dengan masih
rendahnya kepatuhan Wajib Pajak
menjalankan kewajiban perpajakannya
dikeluarkannya Peraturan Dirjen Pajak
2014 yang mengatur tentang bentuk Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak
Orang Pribadi beserta petunjuk
tiga jenis SPT yang berbeda. Jenis SPT yang
pertama dijelaskan pada Pasal 1 ayat (1) Per
DJP No. PER-19/PJ/2014, yakni bentuk
formulir SPT bagi Wajib Pajak Orang
Pribadi menggunakan Formulir 1770 yang
penghasilannya berasal dari usaha/pekerjaan
pemberi kerja; penghasilannya yang
bersifat final; dan/atau penghasilannya
dalam negeri lainnya/luar negeri.
Pasal 2 ayat (1) Per DJP No. PER-
19/PJ/2014, yakni bentuk formulir SPT bagi
Wajib Pajak Orang Pribadi Sederhana
menggunakan Formulir 1770S yang
penghasilannya yang penghasilannya berasal
penghasilannya berasal dari dalam negeri
lainnya; dan/atau penghasilan yang
ketiga dijelaskan pada Pasal 3 Per DJP No.
PER-19/PJ/2014 SPT bagi Wajib Pajak
Orang Pribadi Sangat Sederhana
dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan
jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp
60.000.000,- (enam puluh juta rupiah)
setahun.
wajib pajak khususnya orang pribadi di
dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
maka semua jenisformat SPT PPh OP,
1770, 1770 S maupun 1770 SS telah
berubah. Perubahan paling signifikan
Orang Pribadi di dalam pelaporan SPT
Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
tersebut terdapat penambahan status identitas
dari wajib pajak. Perubahan ini akan
berpengaruh terhadap wajib pajak orang
pribadi khususnya yang sudah menikah.
Terdapat lampiran yang baru dengan format
yg ditentukan untuk penghitungan PPh
terutang suami istri yang
mengenai implikasi perubahan SPT PPh OP
yang baru sesuai dengan dikeluarkannya
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor-
19/PJ/2014 Tentang Perubahan Ke Dua Atas
PER-34/PJ/2010 Tentang Bentuk Formulir
pajak penghasilan orang pribadi yang
menempatkan keluarga sebagai satu entitas
yang berlaku di Indonesia diperbandingkan
dengan yang berlaku di negara lain?
(Perbandingan dengan negara Amerika
Irawan, pengertian pendekatan kualitatif
adalah (Irawan, 2006, h.4-5):
instrument utama dalam pengumpulan
menggunakan pendekatan kualitatif
pengumpulan data kualitatif. Dalam
lapangan dan studi literatur. Dalam studi
lapangan, peneliti melakukan wawancara
mendalam. Wawancara merupakan teknik
dialog, tanya jawab antara peneliti dan
responden secara sungguh-sungguh (Danial
dan Nanan Warsiah, 2009).
Penelitian sebagai kegiatan ilmiah
tentunya memerlukan dukungan ilmiah.
sumber pustaka yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah, yang
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
dirujuk dari sumber primer, sumber sekunder
dan tersier.
keterkaitan dengan penelitian. Setelah data
tersebut telah dibuat klasifikasinya masing-
masing maka akan dihubungkan makna dan
tujuannya terhadap masalah penelitian.
kutipan langsung serta mengaitkannya
penelitian. Dari semua data tersebut akan
ditemukan temuan-temuan umum sehingga
penelitian.
PEMBAHASAN
Perbandingan Terhadap Negara Lain
dalam suatu negara akan sangat berbeda-
beda tergantung dari kondisi-kondisi yang
ada dalam negara tersebut baik secara
sejarah, kebudayaan, geografis, sosial-
kondisi tersebut menjadi hal yang sangat
lazim di dalam penentuan kebijakan-
kebijakan yang akan diambil di negara
tersebut, tidak terkecuali mengenai
Pasal 2 ayat (1) menyebutkan bahwa subjek
pajak meliputi orang pribadi, warisan, badan
, dan bentuk usaha tetap. Bila dikaitkan
dengan konsep tersebut keluarga sendiri
tidak jelas masuk ke dalam kategori subjek
pajak tersebut. Mansury (1996, 33-34)
menjelaskan bahwa subjek pajak itu sebagai
“persons” atau orang-orang dimana
pribadi bersifat personal = pribadi, yaitu
diperhatikan beban pribadi untuk
menanggung kehidupan dari anggota
dengan memberikan PTKP (Penghasilan
keluarga dianggap sebagai satu kesatuan
ekonomis, maka konsep subjek pajak
tersebut terbatas terhadap kategori orang
pribadi sehingga keluarga akan otomatis
menjadi subjek pajak.
kesatuan entitas pemerintah dalam hal ini
DJP juga memberikan alternatif apabila
dalam satu kelurga yang memiliki sumber
penghasilan tidak hanya satu orang baik dari
suami maupun istri untuk
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
perpajakannya secara sendiri-sendiri
“person” atau orang pribadi akan tetapi
konsep tersebut tidak tepisahkan dari satu
kesatuan ekonomis dari personal tersebut.
konsep subjek pajak di Indonesia secara jelas
menerapkan bahwa satu kelurga menjadi
satu kesatuan entitas di dalam mewajibkan
perpajakannya atas penghasilan dari suami,
istri, maupun anak dengan tetap memberikan
pilihan bagi wajib pajak untuk mengambil
alternative lain. Konsep subjek pajak secara
internasional yang menerapkan subjek pajak
dalam bentuk “person” juga telah
diakomodir di dalam ketentuan peraturan
perpajakan di Indonesia.
sebenarnya mengadopsi konsep yang telah
digunakan di negara-negara maju. Konsep
subjek pajak tersebut sudah sesuai dengan
yang diterapkan di negara-negara lain,
meskipun ada dalam prakteknya ada negara
lain menerapkan yang cenderung berbeda
dengan mempertegas bahwa konsep subjek
pajak dikenakan terhadap individu atau
personal wajib pajak. Pengenaan pajak
personal tetap memberikan alternatif pilihan
lain bagi seorang wajib pajak khusunya yang
telah memiliki pasangan (keluarga) untuk
tetap menjalankan kewajiban perpajakannya
sebagai satu entitas keluarga.
Sebagai perbandingan konsep subjek
sebenarnya mengadopsi konsep yang telah
digunakan di negara-negara maju. Konsep
subjek pajak tersebut sudah sesuai dengan
yang diterapkan di negara-negara lain,
meskipun ada dalam prakteknya ada negara
lain menerapkan yang cenderung berbeda
dengan mempertegas bahwa konsep subjek
pajak dikenakan terhadap individu atau
personal wajib pajak. Untuk menjelaskan
secara singkat berikut ini negara yang
menjadi perbandingan di dalam menjelaskan
konsep subjek pajak di Indoensia.
1. Amerika Serikat
sebagai salah satu negara maju dimana
sistem perpajakannya sudah berjalan baik
dan menjadi acuan dari banyak negara untuk
mengikuti hal tersebut. Sistem perpajakan
yang telah terintegrasi memungkinkan
dapat memaksimalkan penerimaan negara
sensitif di dalam perpolitikan negara
tersebut. Pengenaan Pajak Penghasilan
penghasilan khususnya orang pribadi yang
Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
telah menikah diberikan dua opsi yakni
pasangan suami-istri dapat memilih untuk
mempertanggungjawabkan kewajiban
2. Jerman
belahan benua eropa lebih tepatnya eropa
barat yang terkenal dengan tingkat
kemajuannnya yang tinggi memiliki sistem
perpajakan yang sangat baik dimana tingkat
kepatuhan pembayar pajak khususnya wajib
pajak orang pribadi telah tinggi. Pengenaan
pajak penghasilan terhadap orang pribadi
yang telah memiliki pasangan atau menikah
sebagai subjek pajak dikenakan secara
bersama. Namun demikian pemerintah
menjalankan kewajiban perpajakannya
yang telah diatur dalam Undang Undang
Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008
pasal 4 tentang objek pajak penghasilan.
Perlakuan Pajak Penghasilan (PPh) atas
penghasilan keluarga menjadi hal yang
sangat penting di dalam menggali potensi
Wajib Pajak Orang Pribadi yang sangat
potensial. Hal ini dapat dilihat karena
perlakuan PPh atas penghasilan dari kelurga
memiliki aspek seperti
penggabungan/pemisahan penghasilan dari
perhitungan kerugian usaha istri,
penghasilan keluarga ini menjadi sangat
penting, hal ini terjadi karena diharuskannya
mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP), dengan konsekuensi apabila telah
memiliki NPWP harus menyampaikan Surat
Pemberitahuan (SPT ) Tahunan PPh.
sendiri-sendiri terhadap kewajiban
pajak orang pribadi khususnya yang telah
berkelurga tidak menjalankan ketentuan
Pelaporan pajak penghasilan antara suami-
istri dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa
mempertimbangkan konsekuensinya,
sendiri-sendiri sebenarnya akan berpengaruh
terhadap perhitungan perpajakannya. Status
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
wajib pajak tersebut akan diperjelas dalam
perubahan SPT PPh OP ini sesuai dengan
PER-19/PJ/2014 ini sesuai dengan
PPh Pasal 8 tersebut, yakni ada 4 kategori
status kewajiban perpajakan bagi yang telah
berkelurga yakni pelaporan pajak
(PH: Pisah Harta), dan dikehendaki oleh istri
yang memilih untuk menjalankan hak dan
kewajiban perpajakannya sendiri (MT:
dari pekerjaan yang telah dipotong PPh oleh
pemberi kerja. Perlakuan perpajakan
terhadap penghasilan suami-istri merupakan
pajak. Satu keluarga dimana suami dan istri
memiliki NPWP sendiri diwajibkan
melaporkan kewajiban perpajakan secara
perpajakannya seorang istri dapat
ayat (2) UU PPh disebutkan ada 3 (tiga)
kategori atas penghasilan suami-istri yang
dikenakan pajak secara terpisah.
Hidup Berpisah). Pada kategori ini secara
jelas bahwa prinsip keluarga sebagai satu
kesatuan ekonomis sudah tidak berlaku lagi.
Dengan demikian, baik suami maupun istri
akan melaksanakan kewajiban
perpajakannya dengan sendiri-sendiri,
melaporkan SPT-nya. Kedua, dikehendaki
(PH: Pisah Harta). Ketiga, dikehendaki oleh
istri yang memilih untuk menjalankan
kewajiban perpajakannya secara sendiri (MT
: Memilih Terpisah)
pada ketentuan tersebut implikasi
akan sama, sehingga pelaporan dalam SPT-
nya akan sesuai dengan perhitungan PPh
tersebut. Dari ketentuan Pasal 8 ayat (3) UU
PPh, dapat diketahui bahwa penghitungan
pajak pada kategori dua dan tiga didasarkan
Implikasi Perubahan..., Eska S. Simanullang, FISIP UI, 2015
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
pada penggabungan penghasilan neto suami-
istri dan besarnya pajak yang harus dilunasi
oleh masing-masing istri dihitung sesuai
dengan perbandingan penghasilan neto
dilakukan berdasarkan penjumlahan
masing-masing.
memiliki pekerjaan masing-masing maka
baru ini biasnya akan berdampak kurang
bayar terhadap kewajiban perpajakannya
istri.
pajaknya maka hal ini dapat dicegah dengan
cara penghapusan NPWP istri agar status
wajib pajak Memilih Terpisah (MT) karena
ketidaktahuan atau bersifat terpaksa dapat
dihindari.
SIMPULAN
menempatkan satu keluarga sebagai satu
entitas sudah mengikuti konsep yang ada di
berbagai negara seperti Amerika Serikat dan
Jerman dengan memberikan opsi bagi suatu
kelurga dapat menjalankan kewajiban
berimplikasi terhadap besaran pajak yang
dibayarkan oleh wajib pajak orang pribadi
khususnya bagi wajib pajak yang telah
berkeluarga atau menikah karena perubahan
status wajib pajak. Implikasi dari perubahan
status tersebut ada dua yakni:
a. Kondisi lebih bayar dalam pengisian
SPT PPh OP dapat terjadi apabila
dalam satu keluarga dimana suami-
istri memiliki pekerjaan dan NPWP
yang berbeda dengan kondisi salah
satunya (suami atau istri) mengalami
kerugian sehingga dengan
penghitungan perpajakannya yang
b. Kondisi kurang bayar terjadi apabila
suami-istri memiliki penghasilan dan
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
NPWP masing-masing. Kepemilikan
status perpajakan seorang istri
menjadi memilih terpisah (MT).
Dengan adanya penggabungan dan
baik suami ataupun istri.
Perpajakan Konsep, Teori, dan Isu.
Jakarta: Kencana, 2006
2012.
Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Metode Penelitian Kuantitatif: Teori
dan Aplikasi . Jakarta: PT
Perpajakan: Teori dan Aplikasi.
2005
Aditama, 1998
Alfabeta, 2008
Pemberitahuan Tahunan Pajak
Program Sarjana Ilmu Administrasi
Fiskal. Depok: FISIP UI
Handbook 2011. Amsterdam, IFBD,
Negara (Milyar Rupiah), 2007-2014,
diunduh tanggal 03 Februari.
SIMANULLANG, IMPLIKASI PERUBAHAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN
w.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek
=13>
masuk 4 Besar, diunduh tanggal 21
Februari 2015.
With The Highest Population, 2012
diunduh tanggal 21 Februari 2015.
<http://www.internetworldstats.com/
stats8.htm>.
Cuma 22,9%. 29 Januari 2009, Detik
Finance, diunduh tanggal 21 Februari
2015
<http://finance.detik.com/read/2009/
01/29/162002/1076342/4/kontribusi-
pph-pribadi-cuma-229>.
14.2008, Jakarta
3.2011, Jakarta
10.2011, Jakarta
Beberapa Negara dan Potensi
Penerapan di Indonesia. Pegawai
PER-19/PJ/2014 Tentang Bentuk
Pribadi dan Wajib Pajak Badan Beserta
Petunjuk Pengisiannya
PER-26/PJ/2012 Tentang Tata Cara
Penerimaan Dan Pengolahan Surat
Cara Perpajakan
14