Ikm Supermarket

download Ikm Supermarket

of 38

  • date post

    10-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    128
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kedokteran keluarga

Transcript of Ikm Supermarket

BAGIAN IKM-IKKLAPORAN HASIL SURVEIFAKULTAS KEDOKTERANJUNI 2014UNIVERSITAS HASANUDDIN

ASPEK KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN SUPERMARKET ALFAMART

Oleh:Sendhy Novia PutriC11109279Vista Ririn Sito C11109350

Supervisor :dr. Sultan Buraena, MS, Sp.OK

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIKBAGIAN IKM-IKKFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2014BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangDi negara-negara maju, kesehatan dan keselamatan kerja selalu menjadi isu penting yang telah dimasukkan ke dalam undang-undang ataupun aturan-aturan yang mengikat.Pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran kerja pun secara konsisten menjalankan aturan yang telah diterapkan dengan penuh kesadaran.Sebaliknya, di negara-negara berkembang, isu kesehatan dan keselamatan kerja nampaknya masih menjadi hal yang kurang diperhatikan. Walaupun Indonesia telah memiliki undang-undang tentang keselamatan kerja, namun pelaksanaannya belum menjadi prioritas yang kadang-kadang diabaikan oleh perusahaan maupun pekerja.(1)Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia.Berdasarkan data pengawasan norma ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada 2006 terdapat 95.624 kasus kecelakaan kerja. Masih tingginya kasus kecelakaan kerja ini disebabkan karena belum optimalnya tingkat pemahaman dan kesadaran akan kesehatan dan keselamatan kerja.(1)Pada umumnya kesehatan tenaga pekerja sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional. Hal ini dapat dilihat pada negara-negara lain yang sudah lebih dahulu maju. Secara umum bahwa kesehatan dan lingkungan dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi.Dengan makin meningkatnya perkembangan industri dan perubahan secara global dibidang pembangunan secara umum di dunia, Indonesia juga tak mau ketinggalan dengan melakukan perubahan-perubahan dalam pembangunan baik dalam bidang teknologi maupun industri. Memasuki Abad 21, Indonesia telah mencanangkan era industrialisasi.(1)Perkembangan di sektor industri tersebut, menuntut dukungan penggunaan teknologi maju dan peralatan modern, yang antara lain juga membawa konsekwensi digunakannya berbagai bahan kimia dalam proses produksi.(2)Salah satu industri yang banyak di kelola oleh Pengusaha di Indonesia adalah usaha Supermarket atau Swalayan. Dalam mengembangkan usaha Supermarket, tentunya di butuhkan banyak karyawan. Mereka mendapat tugas yang berbeda-beda di antaranya adalah kasir, pramuniaga, kuli pengangkat barang, maintenance kelistrikan, dan staf lainnya. Pekerjaan seperti ini dapat memicu timbulnya dampak negatif seperti kelelahan, keluhan muskuloskeletal, kecelakanaan kerja serta penyakit akibat kerja.(3)Adapun persyaratan untuk sebuah usaha Supermarket adalah:1. Tempat yang strategis, agar mudah dicapai oleh konsumen2. Letak meja kasir sebaiknya dekat dengan pintu keluar3. Sebaiknya ada akses jalan tersendiri untuk kendaraan pengantar barang sampai ke gudang bagian belakang supermarket4. Mempunyai jalan masuk dan keluar yang samaKaryawan Supermarket yang bertugas di bagian apapun, sama-sama mempunyai resiko untuk mendapat kecelakaan kerja. Karyawan yang bertugas sebagai maintenance kelistrikan dan kuli pengangkat barang dari mobil barang ke gudang maupun dari gudang ke dalam supermarket merupakaan karyawan yang sangat rentan dengan kecelakaan kerja, karena mereka banyak bersentuhan dengan barang-barang berbahaya, misalnya kabel listrik, terkena pecahan barang, atau keseleo saat mengangkat beban berat.Kecelakaan kerja di Supermarket dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak aman dan sehat, bencana, peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan perilaku yang tidak aman dari pekerja. Salah satu penyebab perilaku yang tidak aman ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di Supermarket.(3)Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk menjelaskan mengenai cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di supermarket.

1.2. Tujuan Penelitian1.2.1 Tujuan UmumTujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang aspek kesehatan dan keselamatan kerja yang dialami karyawan Supermarket1.2.2 Tujuan Khususa. Untuk mengetahui tentang faktor hazard yang dialami karyawan supermarketb. Untuk mengetahui tentang alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan karyawan supermarketc. Untuk mengetahui tentang aspek Alat Pelindung Diri yang digunakan petugas karyawan supermarketd. Untuk mengetahui tentang ketersediaan obat P3K di tempat kerja karyawan supermarket.e. Untuk mengetahui pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai peraturan (sebelum kerja, berkala, berkala khusus).f. Untuk mengetahui keluhan/penyakit yang dialami yang berhubungan dengan pekerjaan pada karyawan supermarketg. Untuk mengetahui upaya kesehatan dan keselamatan kerja lainnya yang dijalankan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Faktor hazard yang dialami karyawan supermarketBahaya potensial di Supermarket dapat mengakibatkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Yaitu yang disebabkan oleh faktor biologi (virus, bakteri dan jamur), faktor kimia (antiseptik, gas anestasi), faktor ergonomi (cara kerja yang salah), faktor fisika (suhu, cahaya, bising, listrik, getaran dan radiasi), faktor psikososial (kerja bergilir, hubungan sesama karyawan/atasan).(4)Bahaya potensial yang dimungkinkan ada di Supermarket, di antaranya adalah desain/fisik, kebakaran, mekanik, kimia/gas/karsinogen, radiasi dan risiko hukum/keamanan.(4)Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Supermarket, umumnya berkaitan dengan faktor Fisik (kebisingan, temperature, radiasi), faktor kimia (pemaparan dalam dosis kecil namun terus menerus seperti sabun pembersih lantai pada kulit), faktor ergonomic (posisi kerja yang salah), faktor psikososial (hubungan interpersonal dengan karyawan lain yang buruk, shift kerja bergilir siang dan malam).(4)Berikut merupakan bahaya potensial (faktor hazard) yang dapat dialami oleh karyawan di supermarket:

Kasir1. Fisik: bising (Suara AC dan Generator), Suhu yang terlalu dingin, penyakit Carpal tunnel syndrome 2. Kimia: bahan iritan yang terkandung dalam sabun antiseptic untuk tanga3. Biologik : terjangkit kuman yang terdapat pada uang kertas yang sudah berpindah dari tangan ke tangan4. Ergonomik: terlalu lama berdiri5. Psikososial: gaji yang kurang, pekerjaan yang berulang, kerja bergilir, kerja berlebih, pertanggung jawaban terhadap pekerjaan sangat tinggi. Hubungan interpersonal dengan karyawan lain baik. (1,4,5)

Pekerja Gudang1. Fisik : bising (suara AC dan Generator), penyakit musculoskeletal karena mengangkat beban berat, terjatuh2. Ergonomik : Cara mengangkat barang yang salah3. Psikososial : Gaji sedikit, Kerja berlebih, hubungan interpersonal dengan karyawan lain baik

Maintenance Listik1. Fisik: kebisingan (suara Generator), tersengat listrik, terjatuh2. Ergonomik : cara kerja yang salah3. Psikososial : hubungan interpersonal dengan pekerja lain baik

Distributor barang 1. Fisik: resiko kecelakaan, mengantuk2. Ergonomik : posisi menyetir yang terus menerus3. Kimia : debu di jalan4. Psikososial : kerja berlebih, shift malam, hubungan interpersonal dengan karyawan lain baik

Cleaning Service1. Fisik : bising (suara generator) terjatuh, kelelahan2. Kimia: bahan iritan yang terkandung pada sabun pembersih lantai3. Ergonomi: posisi membungkuk yang lama saat membersihkan lantai supermarket, terpapar debu saat membersihkan barang-barang4. Psikososial : Gaji sedikit, Hubungan interpersonal yang baik dengan karyawan lain

B. Alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan karyawan di Supermarket

1. Benda-benda tajam seperti gunting, barang pecah belah (dari gelas, piring, porselen, botol sirup, dll yang dapat menyebabkan luka tergores atau terpotong. 2. Bahan bakar untuk menyalakan Generator saat terjadi pemadaman listrik, dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Bahan bakar yang di gunakan diantaranya adalah bensin atau solar. 3. Gerobak pengangkut barang yang di gunakan oleh karyawan yang bekerja di gudang dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal apalagi jika barang yang di taruh di atas gerobak tersebut sangat berat. Gerobak ini terbuat dari besi dan jika pegangannya sudah berkarat maka dapat menyebabkan Dermatitis kontak alergi bila tidak menggunakan sarung tangan saat memegang dan mendorong gerobak.4. Kecelakan karena arus listrik. Suatu alat mungkin sudah dirancang dan dipasang sedemikian rupa sehingga aman bagi pemakai. Namun, karena suatu keadaan yang belum diketahui dan menyebabkan alat tersebut mengandung arus listrik terbuka. Keadaan tersebut sering menimbulkan kaget, shock, gerak reflek ataupun kecelakaan yang fatal.5. Kecelakaan karena bahan kimia. Beberapa bahan kimia dipergunakan juga dalam pengolahan makanan, misalnya untuk pembersih, pengawet ataupun pemberantas hama/tikus.6. Terpeleset atau terjatuh karena air atau alas kaki yang tidak sesuai dengan apa yang kita injak dapat menimbulkan sesuatu yang fatal, misalnya jika kepala atau bagian badan yang lain terbentur sesuatu. Terpeleset juga terjadi karena beberapa hal, yaitu karena keseimbangan yang kurang dan lantai yang licin.(4)

C. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan karyawan di SupermarketAlat pelindung diri yang digunakan di supermarket, yaitu perlengkapan pakaian yang ditentukan dan penggunaan sarung tangan pada waktu tertentu.Penggunaan pakaian/seragam ini memang terkesan sederhana, namum memiliki fungsi yang sangat penting dalam melindungi diri selama melaksanakan kegiatan di tempat kerja. Adapun perlengkapan tersebut adalah sebagai berikut:.1. Sarung tangan (hand gloves)Sarung tangan digunakan oleh pekerja saat mengatur makanan-makanan mentah seperti daging dan ikan, dan pada saat mengangkat barang pecah belah2. Masker (Mask)Berfungsi untuk mencegah terhirupnya debu yang dapat menyebabkan bersin dan penularan peny