IK stop normal.doc

of 17 /17
PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : IKM- PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM  T anggal T erbit : 25 NOVEMBER 2015 INSTRUKSI KERJA Halaman : 0 dari 10 STOP UNIT PLTU #4 NORMAL Revisi : 00

Embed Size (px)

Transcript of IK stop normal.doc

PT PEMBANGKITAN JAWA BALINo.Dokumen:IKM-

PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEMTanggal Terbit:25 NOVEMBER 2015

INSTRUKSI KERJAHalaman:15 dari 10

STOP UNIT PLTU #4 NORMALRevisi:00

+TUJUANMemastikan proses stop PLTU #4 normal dengan tepat, andal, aman bagi aset, dan ramah lingkungan.RUANG LINGKUPKegiatan Stop Unit PLTU #4 Normal dilaksanakan apabila ada order stop dari APB, sebelum dilaksanakan kegiatan inspeksi pemeliharaan dan perubahan status dari Normal Operasi ke RSH (Reserve Shutdown).Penanggung Jawab kegiatan start Gas Turbin Generator adalah Supervisor Produksi atau operator yang ditunjuk sebagai pelaksana harian apabila Supervisor Produksi berhalangan. BATASAN OPERASI

Fuel oil return header press.:9.0 14 (kg/cm2)

Tekanan HSD normal:22 (kg/cm2) Tekanan Supply gas alarm low:22 (kg/cm2) ACUAN / DOKUMEN TERKAITIPM17.1.2

( Prosedur Pengoperasian PLTG ) Lebih rinci .... sesuai dengan manual book FMM17.1.2.1( Form Chek List Start Up GTG PLTGU Blok 1 )FMM-.......................Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan dan K3

SUMBER DAYA MANUSIA

JUMLAHKEAHLIANCATATAN

3 Petugas Operator lokalBersertifikat uji kompetensi level 2 Pengoperasian PLTU

-HAKIT SESUAI BIDANGNYA

2 Petugas Operator Control RoomBersertifikat uji kompetensi level 3 Pengoperasian PLTU--HAKIT SESUAI BIDANGNYA

1 Supervisor ProduksiBersertifikat uji kompetensi level 3 Pengoperasian PLTU--HAKIT SESUAI BIDANGNYA

TOOLS/ PERALATAN KERJA

JUMLAHALAT BANTUCATATAN

5 UnitHTUntuk Komunikasi

2 Unit2 Unit OPS 2 Untuk Operator Control Room

1Check List Stop unit PLTUUntuk Operator Lokal

1Kunci ratchet 30 mmUtk operator lokal

SPARE PART/ CONSUMABLE MATERIAL

JUMLAHNAMA MATERIAL/SPARE PARTCATATAN

Sarung Tangan Katun3 PairsUntuk operator lokal

TAMBAKAN KOLOM BARU UNTUK APD.APD/ safety working permit

JUMLAHNAMA PERALATANCATATAN

6

3

3

3

3

3 (pairs)

3Wearpack

Safety shoes

HelmEar Muff / Ear plug

Safety glasses

Sarung Tangan Katun

Masker gasUntuk semua operator

Untuk operator lokal

Untuk operator lokal

Untuk operator lokal

Untuk operator lokal

Untuk operator lokal

Untuk operator lokal

REFERENSI-PAS 99 : 2012 (ISO 9001 dst)klausul 8.1....dsb......sesuai judul IK-SMP Perkap 24 Tahun 2007 elemen 10(tidk usah)

-SMK3 PP 50 Tahun 2012 Elemen 3, Elemen 5, Elemen 6, Elemen 9-Kriteria Baldrige 6.1a; 6.1b(tidak ada)

- MS9001E Gas Turbine Generator Operations Training

- Dokumen HDKP / DKP-IKP

ASPEK LINGKUNGAN & K3

ASPEK LINGKUNGANASPEK K3EMERGENCY

Kebocoran minyak pelumasKebocoran bahan bakar( Sesuai Tabel Asdam Lingkungan )KebisinganKebocoran uapKebocoran Gas

Terpapar Panas

Vibrasi(batasan ukuran sesuai permen No. Kep .51/men/1999-Faktor Fisika)Ledakan

Tersengat Listrik

Terpeleset( Sesuai tabel HIRARC )

-

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN1. Persiapan Koordinasi dengan APB sebelum mulai prosedur stop normal Koordinasi dengan Petugas GI 150 KV Muara Karang lama sebelum PLTU #4 keluar jaringan

Koordinasi dengan suplier bahan bakar gas

Koordinasi dengan bidang lingkungan jika terjadi kebocoran HSD atau minyak pelumas Koordinasi dengan bidang pemeliharaan apabila terjadi keabnormalan peralatan yang tidak dapat di atasi oleh operator

1.1Kegiatan stop unit PLTU #4 dengan bahan bakar MFO / bahan bakar gasNoKEGIATAN OP. LOKALNoKEGIATAN OP.CONT. ROOM

1Untuk Kondisi Lingkungan dan K3, pastikan: Operator menggenakan perlengkapan keselamatan kerja.

APAR tersedia dan stand-by di area unit PLTU #41Monitor kegiatan local

2Pastikan seluruh Parameter ( TI, PI, Volt meter, Ampere meter dll. ) berfungsi normal2Periksa kondisi operasi dari:1. Feedwater Control.

2. Combustion Control.

3. Temperatur, tekanan dan aliran main steam.

33Buka window 4OP-1 pada OPS (Gb.1)

Turunkan beban Generator 200 MW ke 80 MW dengan laju penurunan 2 3 MW/min

Amati perubahan beban generator output pada display OPS dan LSP.

4- periksa tiap Igniter yang di start, pastikan tidak ada kebocoran minyak.

- periksa tiap burner yang di stop.

Pastikan aman dari kebocoran uap dan minyak.

Pastikan di lokal langkah burner stop dilanjutkan dengan burner purge hingga burner gun retract berjalan dengan baik.4Buka window 4OP-2 pada OPS (Gb.2)

Perhatikan tekanan Fuel Oil Return header/ tekanan header gas , jika tekanan MFO / gas sudah mendekati nilai nominal, stop burner secara berurutan dari elevasi yang tinggi ke elevasi yang lebih rendah.

Start igniter pada elevasi burner yang akan di stop.

3. stop satu pasang burner.

Pastikan langkah burner stop dilanjutkan dengan burner purge hingga burner gun retract ,untuk burner MFO dan SV gas menutup,untuk burner gas berjalan dengan baik pada Indikator di OPS.

5Ulangi langkah 4 hingga beban generator 100 MW5Ulangi langkah 4 hingga beban generator 80 MW

6Pastikan:

- Valve resirkulasi BFP yang akan di Stop terbuka saat flow 120 T/H.

Pastikan:

- BFP stop

- AOP BFP bekerja dengan baik.

- MOV Discharge menutup dengan baik.

- Tidak terjadi putaran balik

- Check valve SH DeSH menutup.

- Tidak ada kebocoran Air dan pelumas.

- AOP BFP auto stop setelah 5 menit.6Setelah beban generator mencapai 80 MW:

-

- Lakukan stop salah satu BFP.Buka window 4FD-5 pada OPS (Gb.3)

Pilih salah satu BFP yang akan di stop

1. Pindah mode pengoperasian menjadi manual.

2. Turunkan speed BFP secara perlahan hingga nilai control H/C minimum ( 0%).

Pastikan:

- BFP yang operasi pada mode Auto

- Full load current BFP yang operasi < 484 A

- Water Level drum terjaga ketinggiannya.

3. Stop BFP yang sudah pada kondisi minimum speed.

77Buka window 4OP-1 pada OPS (Gb.1)

Turunkan beban Generator 80 MW ke 50 MW dengan laju penurunan 2 3 MW/min

Amati perubahan beban generator output pada display OPS dan LSP.

8Ikuti langkah 48Ikuti langkah 4 hingga beban generator 50 MW

99Buka window 4FD-62

Pindah pemakaian MAT ke RAT:

- SWGR 4A : M411 ke M412

- SWGR 4B : M414 ke M415

- SWGR 4C : M416 ke M417

1010Buka window 4OP-1 pada OPS (Gb.1)

Turunkan beban Generator 50 MW ke 40 MW (load 20%) dengan laju penurunan 2 3 MW/min

Amati perubahan beban generator output pada display OPS dan LSP.

11Ikuti langkah 411Ikuti langkah 4 hingga beban generator 40 MW

12Pastikan:- MOV dan Check valve extraction steam heater A1, A2, B, C, D, E dan F dalam keadaan menutup.

12Buka window 4FD-3 (Gb. 5)

Pastikan:Semua extraction steam pada heater Out of service pada beban 20% (40 MW).

1313Buka window 4OP-1 pada OPS (Gb.1)

Turunkan beban Generator 40 MW ke 30 MW (beban 15%)dengan laju penurunan 2 3 MW/min

Amati perubahan beban generator output pada display OPS dan LSP.

14Ikuti langkah 414Ikuti langkah 4 hingga beban generator 30 MW

1515Pada beban generator 30 MW:Di OPS (Gb.6 4FD-14) pastikan semua drain turbine:

MOV-436,MOV-437,MOV-439 dan MOV-441

Terbuka secara otomatis (Nyala merah)

1616Penurunan beban 30 MW ke 10 MW:Setelah beban mencapai 10 MW,pastikan laju bahan bakar kurang dari sisi boiler kurang dari 10 % ABC LINK posisi OFF,buka 52G dan 41E untuk lepas jaringan.Catatan :

ABC Link posisi OFF terjadi jika Turbine Master pada posisi manual.

1717

1818Buka window 4OP-3 pada OPS (Gb.1)

Pilih ALL VALVE CLOSE IN pada SPEED SET dan pastikan seluruh GV,ICV,RSV dan MSV posisi menutup penuh

19Pastikan GV,ICV,RSV dan MSV menutup penuh.19Tekan push Button ( turbine emergency stop PB )

Pastikan turbin trip ( turbine trip lock out relay menyala hijau ),amati penurunan putaran turbin.

Buka valve Main Steam line drain ( MOV 401 ) dan Hot Reheat drain ( MOV 402 ) pada 4FD-2 : HIGH PRESSURE STEAM.

Buka window 4OP-4 pada OPS (Gb.1)

Untuk memastikan TV-LH dan TV-RH menyala hijau

20Pastikan AOP beroperasi secara otomatis pada tekanan minyak pelumas turbin : 0,7 - 0,8 kg/cm20AOP akan otomatis operasi saat tekanan bearing oil turbin 0,7 0,9 kg/cm.Lampu indikator AOP pada OPS ( 4FD-13:Turbine lubricating oil ) menyala merah.

Selama penurunan putaran turbine , amati parameter parameter turbin,terutama Differential expansion dan vibrasi pada turbin.

21Pada saat putaran turbin < 300 rpm main ejector distop,vaccum breaker diposisikan open.

Catatan :

Untuk turbin emergency stop, vccum breaker bisa dibuka pada putaran 600 rpm.21

22Pastikan putaran turbin 0 rpm dan operasikan turning gear dan stop gland seal system.22

23Periksa dan pastikan putaran turbin dengan turning gear normal ( 3 rpm/menit ) dan buka manhole turbin tekanan rendah.Diafragma ( membrane ) LP turbin akan pecah pada tekanan 0,36 kg/cm.

Catatan :

Setelah 1 jam turbin stop lakukan change over lube oil pump dari AOP turbin ke TGOP turbin.23

2424Catatan :

Lakukan Furnace purge dan burner purge bila menggunakan bahan bakar MFO

2525Setelah level drum ( 400 mm Stop BFP yang masih operasi.Buka window 4FD-5 Boilir Feed pump pada OPS (Gb.1)

2626Pertahankan Air Flow secukupnya sampai keadaan Boiler relatif dingin.

Catatan :

Perhatikan batasan penurunan temperatur Boiler ( maksimum 55 C per jam )

2. Pelaksanaan

NoKEGIATAN OP. LOKALNoKEGIATAN OP.CONT. ROOM

2424

2Klik AUX kemudian klik START CHECK Pastikan Indikasi Start Check0, Start check 1, Start check 2, Start check 3 dan start check 4 berwarna hijau

Ready to Start akan muncul pada layar Mark VieNote : Pastikan IGV dalam kondisi OFF2Monitor kegiatan lokal

3Klik CONTROL kemudian klik START UP Klik Bahan Bakar yang akan digunakan (Gas atau Distillate) pada Mark Vie3Monitor kegiatan lokal

4Tekan Mode Start lalu tekan OK (pada layar Mark VIe)4Monitor kegiatan lokal

5Amati Motor Cranking running, putaran Turbine akan naik sampai dengan putaran ( 25 % (Proses Purging)5Monitor kegiatan lokal

6Amati putaran Turbine akan turun sampai 9.5 % (Proses Firing).6Monitor kegiatan lokal

7Amati proses Firing FSR akan men- Set 20 %, setelah Flame terdeteksi (#A, #B, #C dan #D) 2 detik kemudian FSR turun menjadi 11.3 % (Mulai proses Warm Up selama 60 detik).7Monitor kegiatan lokal

8Amati Proses Akselerasi :

Pada putaran 60 % speed Cranking akan lepas

Pada putaran 84.5 % speed Field Flushing (amati Teg dan Arus Eksitasi).Jika muncul alarm Generator Field Ground segera lakukan reset di panel Excitasi.

Pada putaran yang sama IGV akan mulai membuka, pastikan IGV open normal (mengikuti CSRGV).

Pada putaran 94.5 % (Operating Speed), pastikan :

AOP auto-off

Aux. hydraulic auto-off

Pastikan Bleed Valve posisi tertutup

Atomizing Booster (jika menggunakan HSD) auto-off

8Monitor kegiatan lokal

9Pada putaran 3000 Rpm di Kolom run status Mark VIe akan muncul indikasi FSNL, selanjutnya koordinasi dengan operator control room

9koordinasi dengan P3B APP Duri Kosambi untuk menyiapkan CB Generator

10Untuk Proses Sinkron pindahkan posisi Selector Switch synchronize panel GCP ke posisi AUTOPastikan tegangan dan frekuensi generator sama dengan system di jaringanPosisikan selector switch Generator breaker ke CB yang akan dipakai (A3 atau AB3)Pilih option SYNCH tekan Auto Synch di layar Mark Vie

Pastikan Auto permissive Synchron terpenuhi dengan indikasi warna hijau semua

Bila gagal diulang lagi klik Re-Synch10Monitor kegiatan lokal

11CB Generator akan masuk secara Auto. Pindahkan lagi selector switch ke posisi Off.11

12Naikkan beban sampai ( 10 MW ( Spining Reserve ) serta memonitor nilai MVAR dijaga sesuai dengan kurva capability.12Pastikan UAT 1 masuk dan LU 1 lepas secara auto pada beban > 10 MW bila UAT 1 tidak auto close lakukan pindah manual di mimic panel

3. Tindakan akhir11Buka window 4FD-17 Furnace Draft

ada OPS (Gb.1)Pastikan Speed Control FDFan posisi 0%

Stop kedua FDFan setelah keadaan Boiler relatif dingin.

Stop Flame Scanner cooling Air Fan

Stop Igniter Seal Air Fan

22

33

44

LAMPIRAN

Gb.2 Window 4OP-1

Gb.2 Window 4OP-2

Gb.3 Window 4FD-5

Gb.4 Window 4FD-62

Gb.5 Window 4FD-3

Gb.5 Window 4FD-3

Gb.5 Window 4FD-3Display start check EMBED Visio.Drawing.11

_1508832122.vsdUPMKR

_1509856625.vsdINSTRUKSI KERJA (IK)

SHUTDOWN UNIT PLTU #4NOMOR DOKUMEN : IKM

PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI UP MUARA KARANG

Produsen Listrik Terpercaya Kini dan Mendatang