III. Pembahasan

download III. Pembahasan

of 20

  • date post

    24-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    6
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Pembahasan

Transcript of III. Pembahasan

38

III. PEMBAHASANA. Masalah Kesehatan dalam KeluargaSetelah melakukan kunjungan pertama pada tanggal 13 dan 15 September 2011 (perkenalan dan mengidentifikasi seluruh data tentang keluarga), kami mulai mengidentifikasi risiko atau masalah kesehatan yang ada pada keluarga.

1. Risiko/masalah kesehatan yang berhubungan dengan karakteristik keluargaKeluarga adalah keluarga ortu tunggal yang tinggal hanya berdua di rumah bersama anak nya Mr.S yang berusia 35 tahun, itupun anaknya hanya pulang ke rumah sepulang ia bekerja sekitar maghrib dan pada malam hari ia kembali lagi ke tempat ia bekerja dan menginap disana. Anak-anaknya yang lain telah menikah dan tinggal di rumahnya masing-masing. Selain kesepian, pencegahan kecelakaan dalam rumah dan gejala awal sakit harus menjadi perhatian.Keluarga dengan orang tua lansia, perlu diperhatikan dan dipantau kesehatannya secara rutin. Pendidikan Mbah X yang hanya tamatan SD dan seorang petani perlu diperhatikan tentang pengetahuannya mengenai kesehatan.Putranya Mr.S belum menikah padahal sudah berumur 35 tahun sehingga harus diberikan pengetahuan tentang usia produktif yang optimal untuk berkeluarga. Tingkat polusi dan kecelakaan keja perlu dipantau karena beliau bolak balik dari tempat ia bekerja ke rumahnya.2. Risiko/masalah kesehatan yang berhubungan dengan keadaan rumahRumah ini cukup rapi, tetapi lantai agak kotor karena jarang dibersihkan. Debu cukup banyak baik di kasur, kamar tidur, dan lemari. Hal ini harus diperhatikan mengenai penyakit pernafasan atau penyakit yang menyerang paru-paru, misalnya batuk. Anjurkan keluarga untuk rutin membersihkan rumah. Atap yang mayoritas terbuat dari asbes juga dapat menyebabkan penyakit paru-paru seperti kanker paru-paru.Kebiasaan mencuci tangan tanpa sabun perlu dilakukan penyuluhan mengenai hygienitas pribadi. Banyaknya tikus dan kecoa, kedalaman sumur < 15meter, air yang kurang jernih, jarak septic tank ke sumur tidak minimal 10 meter, fasilitas tempat mandi atau kamar mandi yang kurang layak dapat mencetuskan penyakit kulit dan sistem pencernaan (diare, typhus). 3. Risiko/masalah kesehatan yang berhubungan dengan fungsi keluargaSejak tahun 1990, Mbah X ditinggal suaminya karena suaminya meninggal dunia. Dia menafkahkan keluarganya sendirian dan bekerja sebagai petani. Saat itu anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan sebagian sudah berkeluarga. Kehilangan seseorang yang paling ia cintai dan satu per satu anaknya pergi karena berkeluarga menjadi tekanan psikis baginya, cemas, khawatir, sedih selalu ada.Mbah X saat ini sering mengeluh pusing dan penglihatannya kabur sehingga setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah ternyata Mbah X memiliki TD 170/80 mmHg (hipertensi). Mbah X menderita katarak, tetapi belum pernah ke dokter atau operasi katarak. Mbah X terkadang juga batuk-batuk walaupun batuknya jarang. Mbah X juga mengalami gatal-gatal pada kulit punggung telapak kaki nya dan sudah memerah serta mengelupas, tidak sembuh-sembuh padahal sudah berobat, menurutnya dulu disebabkan oleh gigitan semut.4. Risiko/masalah kesehatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan keluargaPendapatan dan pengeluaran tidak seimbang mengakibatkan mereka hidup serba keterbatasan meskipun mereka sudah merasa cukup. Hal ini akan berdampak pada pola gizi makan keluarga. Mbah X hanyalah tamatan SD yang mungkin pengetahuannya masih kurang mengenai gizi yang baik dan mengenai pencegahan penyakit serta pola hidup sehat. Tiga anak pertama nya pun tidat tamat SD, tetapi dua anak terakhir mampu mencapai dan tamat pendidikan SMA.

Tekanan darah nya yang tinggi juga jarang dipantau. Iritasi di telapak kakinya juga sudah pernah diobati, tetapi karena tidak sembuh-sembuh sehingga Mbah X tidak pernah berobat lagi. JAMKESMAS jarang digunakan dan kunjungan ke posyandu lansia juga tidak rutin dilakukan, Mereka datang ke pelayanan kesehatan hanya ketika sakit.

5. Risiko/masalah kesehatan yang berhubungan dengan gaya hidup keluargaIbu dan anak sering terlambat sarapan pagi dan minum susu juga sangat jarang. Hampir menu makan setiap hari sama atau bisa dikatakan monoton dan tidak bervariasi (nasi, tahu tempe, sayur bening bayam) serta mereka jarang makan daging. Mr.S juga jarang makan sayuran dan lebih menyukai makanan bersantan. Mr.S juga lebih banyak makan di MES SMA tempat ia bekerja. Oleh karena itu, dapat dikatakan pemenuhan gizi keluarga ini kurang seimbang sehingga perlu dilakukan penyuluhan gizi. Kegiatan olahraga yang jarang pada keluarga juga perlu diperhatikan dengan cara memberitahukan manfaat olah raga rutin dan diberi motivasi untuk berolahraga.

6. Risiko/masalah kesehatan yang berhubungan dengan lingkungan hidup keluargaRumah tidak jauh dari pinggir jalan, kemungkinan terpapar oleh debu setiap hari bisa terjadi. Banyaknya tikus dan kecoa sekitar rumah bisa menjadi penyebab penyakit tertentu misal thypus, diare, dan PES. Mbah X sering merasa kesepian di rumahnya dan polusi suara (bising) di rumah nya karena ada bengkel las bisa memicu keadaan stres. Sedangkan Mr.S merasa pekerjaannya terlalu berat dan ia merasa lelah karena ia bekerja dari pagi hingga sore dan terpapar debu bisa juga terjadi sehingga tidak ergonominya pekerjaan ini dapat menjadi acuan stress dan menimbulkan berbagai penyakit degeneratif.7. Masalah kesehatan yang ada dalam keluarga (prioritas masalah)

a. Tekanan darah Mbah X yang tinggi dan sering pusing (hipertensi),b. Belum terpenuhinya kriteria rumah sehat (debu, asbes, fasilitas kamar mandi, sanitasi, hewan vektor penyakit tikus dan kecoa, dll),c. Kulit di punggung telapak kaki nya terasa gatal-gatal yang memerah dan mengelupas serta tidak sembuh-sembuh padahal sudah berobat,d. Mbah X menderita katarak, tetapi belum pernah ke dokter atau operasi katarak,e. Pola makan yang kurang bergizi, kurang sehat, dan tidak seimbang,f. Higienitas pribadi yang kurang,g. Keluarga jarang berolahraga, Mbah X cenderung hanya di dalam rumah dan Mr. S sibuk bekerja sehingga jarang berolahraga,h. Jamkesmas jarang digunakan oleh pihak keluarga untuk berobat,i. Mbah X sering merasa kesepian, stres, dan tekanan psikis,j. Mr. S belum menikah padahal sudah berumur 35 tahun.

Dari urutan prioritas masalah tersebut, kami memilih masalah kesehatan a dan b dilihat dari manfaat nya untuk keluarga dan kemampuan/ keterbatasan kami yang masih sebagai mahasiswa kedokteran. Namun, masalah yang paling kami prioritas kan adalah hipertensi dari Mbah X. Untuk rumah sehat, kami hanya memberikan pengarahan atau penyuluhan bagaimana rumah sehat itu karena disini kami juga memperhatikan aspek ekonomi dari keluarga ini yang kurang memungkinkan untuk dilakukan renovasi yang melampaui batas kemampuan ekonomi mereka.B. Rencana Pemeliharaan Kesehatan pada KeluargaSetelah mendapatkan data-data yang lengkap mengenai keadaan kesehatan anggota keluarga Mbah X, kami mencari dua topik yang akan lebih difokuskan untuk dilakukan intervensi. Topik yang akan diintervensi yaitu mengenai penyakit hipertensi yang dimiliki Mbah X dan rumah sehat untuk keluarga Mbah X. Hal tersebut kami pilih karena hipertensi yang diderita oleh Mbah X dapat mengakibatkan komplikasi penyakit jantung (serangan jantung tiba) atau stroke jika tidak diobati dan dikontrol secara rutin. Perwujudan rumah sehat pun sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit tertentu seperti penyakit infeksi, pencernaan, atau pernapasan. Dengan demikian, kami berharap tekanan darah Mbah X dapat dikontrol dengan cara mengubah perilaku dan gaya hidup serta dilakukan upaya pengobatan serta keluarga Mbah X dapat mewujudkan rumah sesuai dengan kriteria rumah sehat. Namun, masalah yang paling kami prioritas kan adalah hipertensi dari Mbah X. Untuk rumah sehat, kami hanya memberikan pengarahan atau penyuluhan bagaimana rumah sehat itu karena disini kami juga memperhatikan aspek ekonomi dari keluarga ini yang kurang memungkinkan untuk dilakukan renovasi yang melampaui batas kemampuan ekonomi mereka.Sebelum pelaksanaan intervensi kami melakukan beberapa kali kunjungan ke rumah keluarga Mbah X. Selain untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik, hal ini juga sangat bermanfaat untuk membangun kepercayaan keluarga Mbah X kepada kami sebagai mahasiswa yang mencoba untuk membina keluarga Mbah X. Dengan demikian, diharapkan keluarga Mbah X dapat menerima dan mengikuti saran yang kami berikan pada saat pelaksanaan intervensi.Tabel 1. Rencana pemeliharaan kesehatan keluarga dan intervensi

C. Pelaksanaan IntervensiPelaksanaan intervensi dilakukan pada tanggal 27 September 2011. Intervensi dilakukan dengan menggunakan media cetak dan media papan sebagai alat peraga untuk menyampaikan informasi-informasi yang akan disampaikan.

Jenis media cetak yang kami gunakan yaitu poster yang telah dibingkai papan dan leaflet yang berisi informasi-informasi tentang penyakit hipertensi dan rumah sehat. Informasi yang kami sampaikan mengenai penyakit hipertensi yaitu:

1. Hipertensi ( Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.

2. Keluhan : Tidak khas, baru setelah beberapa tahun merasakan sakit kepala/pusing (terutama pagi hari sebelum bangun tidur), keletihan , rasa pegal di tengkuk, sulit tidur, gemetaran, mimisan, penglihatan kabur, berdebar atau detak jantung terasa cepat.

3. Makanan yang harus dihindari atau dikurangi : Makanan asin/bergaram tinggi, garam, ikan asin, telur asin, daging sapi/kambing/ kerbau , lemak, jeroan, pete, jengkol, gorengan, santan kental, durian, bumbu masak kemasan.4. Makanan yang dianjurkan : Buah-buahan, sayur-sayuran : semangka, juice alpukat, juice tomat, kentang, bayam. Banyak minum paling sedikit 8 gelas/ hari.

5. Cukup istirahat, tidur, rajin olahraga, kurangi stres/banyak pikiran.

6. Penggunaan obat : Obat sebaiknya diminum setelah makan. Obat tidak boleh dihentikan secara mendadak, jika obat habis segera kontrol ke dokter kembali.

7. Efek samping obat : hidung mampat, mulut kering, rasa l