IDI Powerpoint

download IDI Powerpoint

of 28

  • date post

    04-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

description

menjelaskan tentang ulumul qur'an

Transcript of IDI Powerpoint

Slide 1

PROLOGAl-Qur'a>n al-Kari>m yang berada di tengah-tengah manusia dewasa ini, telah diyakini bahwa ia tidak berbeda sedikit pun dengan al-Qur'an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. 15 abad yang lalu. Hakekat ini tidak hanya diakui oleh umat Islam, tetapi juga oleh para orientalis yang objektif, walaupun tidak sedikit di antara mereka yang selalu berusaha mencari kelemahan-kelemahan al-Qur'an.

PROLOGKesepakatan di atas, tidak hanya menjadikan al-Qur'an menduduki posisi sentral (central position) dalam studi Islam (Islamic studies), tetapi juga menyentuh kehidupan manusia secara ka>ffah; tidak hanya untuk dipahami kandungannya yang bersifat universal, tetapi juga kehadirannya untuk mengubah realitas sosial duniawi ke arah yang lebih berkualitas dan damai; tidak hanya sebagai kitab sumber ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pembawa berita gembira dan penyejuk kalbu; tidak hanya menjunjung tinggi akal, tetapi juga mengedepankan rasa (z\au>q) secara seimbang; dan tidak hanya bersifat normatif-teoritis, tetapi juga memotivasi pada hal-hal yang bersifat praksis yang seharusnya diamalkan dan didakwakan dalam kehidupan realitas duniawi dan di sini.

( )

389 1383 3 ( : )

- ( - ) - 984 8410 4MENCARI AYATAdd - InsAl-QuranGet AllGet AyatGet TerjemahPilih Surat dan Ayat

Surat

Ayat s.d. 001 Al-Fatihah 1 1 5AL-QURAN (ETIMOLOGI)Kata al-Qura>n itu berhamzah, bentuknya mashdar dari kata kerja qaraa yang berarti bacaan, yang selalu berarti ism al-maful yang dibaca, karena al-Qur'an harus selalu dibaca.Kata al-Qura>n itu adalah bentuk mashdar dan mura>dif dengan kata qira>ah yang berarti membaca. Hal ini diperkuat oleh pendapat lain, yang mengemukakan bahwa kata al-Qura>n, secara harf, berasal dari akar kata qaraa yang berarti bacaan atau himpunan, karena ia merupakan kitab suci yang wajib dibaca dan dipelajari, serta merupakan himpunan dari ajaran-ajaran wahyu yang terbaik.Kata al-Qura>n itu adalah bentuk mashdar dan mura>dif dengan kata qira>ah. Qiran berasal dari kata qur berarti bacaan dan imbuhan an berarti sempurna. Dengan demikian, kata qura>nan berarti bacaan yang sempurna. Kesempunaannya terletak pada: 1) membacanya adalah ibadah; 2) pesan-pesan yang dikandungnya sangat dalam dan selalu sesuai dengan perkembangan zaman; 3) menjadi obat penawar bagi hati yang gundah. TERMINOLOGIAl-Qur'an adalah firman-firman Allah swt. yang diwahyukan dengan perantaraan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. sebagai peringatan, petunjuk, tuntunan, dan aturan hukum bagi kehidupan umat manusia, yang mengantar keselamatan dan kebahagiaan mereka baik di dunia dan di akhirat, yang dimulai dengan surah al-Fa>tihah dan ditutup dengan surah al-Na>s.HAKEKAT AL-QURANAl-Qur'an sebagai firman-firman Allah swt.Al-Qur'an harus berbahasa Arab.Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., sebagai Rasul terakhir dan yang dibawa oleh malaikat Jibril, dan membacanya adalah ibadah. Al-Qur'an harus diterima dari orang banyak kepada orang banyak (mutawatir). Al-Qur'an harus yang tertulis dalam mushhaf (Utsmani), selain dari itu, tidak disebut Al-Qur'an.Al-Qur'an harus bersifat tahaddiy (memberikan tantangan) kepada siapa yang berkeinginan menantangnya.NAMA-NAMA AL-QURANAl-Quran, QS al-Baqarah,2:185.Al-Kita>b, QS al-Nahl,16:89Al-Zikr, QS al-Hijr,15:9Al-Furqa>n, QS al-Furqa>n,25:1NUZULUL QURANKata Nuzl adalah bentuk mashdar (verbal-noun) dari bahasa Arab dengan akar kata nazala - yanzilu - Nuzlan berarti turun, atau berpindah tempat, atau menempati sesuatu. Dengan demikian, Nuzl al-Qur'a>n berarti turun atau perpindahan tempat Al-Qur'an dari Allah ke Jibril, dan dari Jibril ke dalam hati Nabi Muhammad saw., serta dari hati Nabi saw. ke hati para sahabatnya, hingga ke umatnya secara umum.

TUJUAN TURUNNYAUntuk membasmi segala bentuk syirik.Untuk mengajarkan bahwa umat manusia merupakan satu umat yang seharusnya dapat bekerjasama dalam pengabdian kepada Allah dan pelaksanaan tugas kekhalifahan.Untuk menekankan peran ilmu dan teknologi.Untuk menciptakan suatu peradaban, yang sejalan dengan jatidiri manusia dengan panduan dan paduan nur Ilahi.Untuk membasmi kemiskinan, kebodohan, penyakit, dan penderitaan hidup, serta pemerasan manusia atas manusia, bahkan makhluk lain.Untuk menyeleraskan kebenaran dan keadilan dengan rahmat kasih sayang, dengan menjadikan keadilan sosial sebagai landasan pokok kehidupan masyarakat manusia.Untuk memberi jalan tengah antara falsafah monopoli kapitalisme dengan falsafah kolektif ala komunisme, menciptakan ummatan wasathan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.FASE-FASE TURUNNYAAl-Quran turun secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.Al-Qur'an terdiri atas 30 Juz, 114 Surah, 6236 ayat, 97439 kata, dan 323015 huruf, yang saat turun pertama kali itu juga disebut yawum al-furqa>n, sebagai isyarat bahwa Al-Qur'an membawa ajaran-ajaran dan hukum-hukum yang jelas, yang memberikan batas yang terang antara yang hak dan yang batil, yang salah dan yang benar, serta antara yang halal dan yang haram.

HIKMAH TURUNNYA SECARA BERANGSUR-ANGSURUntuk memantapkan jiwa Nabi saw.Untuk berangsur-angsur menetapkan hukum.Untuk memuliakan Nabi saw., serta memperlihatkan sikap lemah-lembut Allah kepada beliau.Untuk memudahkan menghafal al-Quran.Sebagai koreksi terhadap kesalahan-kesalahan atau mengikuti peristiwa-peristiwa terjadinya.Sebagai bukti bahwa wahyu yang diucapkan Nabi saw., adalah wahyu dari Allah swt.ILMU AL-QURANKata ilm adalah bentuk verbal-noun dari bahasa Arab dengan akar kata alima - yalamu - ilman, yang berarti mendapatkan atau mengetahui sesuatu dengan jelas atau "menjangkau sesuatu dengan keadaannya yang sebenarnya." Ia berasal dari akar kata dengan huruf-huruf 'a, l, m, yang berarti "as\arun bi al-syai>' yatamayyazu bihi> 'an gairihi>," (keunggulan yang menjadikan sesuatu berbeda dengan yang lainnya, atau sesuatu yang jelas, bekas (hati, pikiran, pekerjaan, tingkah laku, dan karya-karya) sehingga sesuatu itu terlihat dan diketahui sedemikian jelas, tanpa menimbulkan sedikit pun keraguan. PENGERTIANIlmu al-Quran biasa juga disebut Ilmu Tafsir.Ilm al-Qura>n berarti suatu ilmu yang membahas dan menjelaskan keadaan-keadaan al-Quran dari segi penafsiran ayat-ayatnya, segi penjelasan maksud-maksudnya, segi sebab nuzulnya, segi nasikh mansukhnya, segi munasabahnya, segi uslub-uslubnya, segi rupa-rupa qiraatnya, segi rasm kalimat-kalimatnya, dan lain-lain yang berhubungan dengan keadaan al-Quran, yang biasa juga dikenal dengan ilm istimda>d al-tafsi>r.

ILMU TAFSIRIlm al-Tafsi>r berarti di samping sebagai ilm istimda>d al-tafsi>r juga bermakna : kegiatan ilmiah yang berfungsi memahami dan menjelaskan kandungan Alquran, ilmu-ilmu atau pengetahuan yang digunakan dalam kegiatan tersebut, ilmu pengetahuan yang merupakan hasil kegiatan ilmiah dari menafsirkan al-Quran.RUANG LINGKUP ILMU AL-QURANKOMPONEN PERTAMA1. Pengenalan terhadap Alquran, mencakup: (a) sejarah Alquran, (b) rasm Alquran, (c) ijaz Alquran, (d) munasabah Alquran, (e) qas}as} al-Qura>n, (f) Qawa>id al-tafsi>r, (g) aqsam Alquran, (h) amtsal Alquran, (I) nasikh dan mansukh, (j) muhkam dan mutasyabih, (k) al-qiraat, (l) perbedaan tafsi>r, tawi>l, dan tarjamah, (m) israiliya>t, (n) al-makkiyah wa al-madaniyah, (o) tarti>b al-ayat wa fawa>tih al-suwar, (p) jamul Quran, (q) asba>b al-nuzu>l ; (r) nuzu>l al-Qura>n, (s) dan sebagainya. KOMPONEN KEDUA2. Kaidah-kaidah tafsir, mencakup: (a) ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam menafsirkan Alquran, (b) sistematika yang hendaknya ditempuh dalam menguaraikan penafsiran, dan (c) patokan-patokan khusus yang membantu pemahaman ayat-ayat Alquran, baik dari ilmu-ilmu bantu, seperti bahasa dan ushul fikih, maupun yang ditarik langsung dari penggunaan Alquran. Sebagai contoh, dapat dikemukakan kaidah-kaidah berikut: (a) kaidah ism dan fiil, (b) kaidah tarif dan tankir, (c) kaidah istifha>m dan macam-macamnya, (d) maaniy al-huruf, seperti: asa, laalla, in, iza, dan lain-lain, (e) kaidah sual dan jawa>b, (f) kaidah pengulangan, (g) kaidah perintah sesudah larangan, (h) kaidah penyebutan nama dalam kishah, (j) kaidah penggunaan kata dan uslub Alquran, dan lain-lain.KOMPONEN KETIGA3. Metode-metode tafsir, mencakup metode-metode tafsir yang dikemukakan oleh ulama mutaqaddim dengan ketiga coraknya: al-rayu, al-matsur, al-isya>riy, disertai penjelasan tentang syarat-syarat diterimanya suatu penafsiran serta metode pengembangannya, dan mencakup juga metode-metode mutakhir dengan keempat macamnya: tahlliy, ijma>liy, muqa>ran, mawdhu>iy.KOMPONEN KEEMPATKitab tafsir dan para mufasir, mencakup: kitab-kitab tafsir baik yang lama maupun yang baru, yang berbahasa Arab, Inggris, atau Indonesia, dengan mempelajari biografi, latar belakang dan kecenderungan pengarangnya, metode dan prinsip-prinsip yang digunakan, serta keistimewaan dan kelemahannya.Sedang pemilihan kitab atau pengarang disesuaikan dengan berbagai corak atau aliran tafsir yang selama ini dikenal, seperti corak: fiqh, sufi, ilmi, baya>n, falsafi, adabi, ijtima>iy, dan lain-lain.URGENSINYAIlm al-Qura>n diperlukan, karena dengannya, seorang mufasir dapat menafsirkan Alquran dengan baik dan benar. Ilmu-ilmu ini, pada hakekatnya, menjadi alat untuk tafsir. Karena itu, ia juga disebut ilmu tafsir atau ilmu-ilmu Alquran. Selain itu, urgensi Ilm al-Qura>n kaitannya dengan tafsir, antara lain:1. Membuka kemungkinan untuk memahami Alquran dengan baik.2. Mampu menafsirkan Alquran secara baik dan mudah.3. Menjadi senjata ampuh untuk melawan tantangan dari lawan Islam.METO