I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penentuan jenis yang sesuai sangat menentukan keberhasilan...

download I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penentuan jenis yang sesuai sangat menentukan keberhasilan penghijauan

of 53

  • date post

    19-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penentuan jenis yang sesuai sangat menentukan keberhasilan...

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keberadaan lahan gambut dunia semakin dirasakan peran pentingnya

terutama dalam menyimpan karbon, memainkan peran penting dalam siklus

hidrologi, serta memelihara keanekaragaman hayati. Hutan rawa gambut adalah

salah satu tipe hutan rawa yang merupakan lahan rapuh hal ini karena kerusakan

sedikit saja pada ekosistemnya akan menyebabkan lahan tersebut mudah

terdegrasi (http://iccc-network.net).

Pengelolaan lahan gambut perlu dilakukan secara bijaksana dan hati-hati,

hal ini disebabkan karena hutan rawa gambut merupakan suatu ekosistem yang

mudah rapuh, sehingga kalau pengelolaan tidak dilakukan secara benar, hutan

tersebut tidak akan lestari. Lahan rawa gambut yang mengalami degradasi baik

sebagai akibat penebangan liar, penjarahan dan kebakaran hutan dan lain-lain ini

harus segera dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi ekologis maupun

meningkatkan produktivitasnya sehingga fungsi ekosistem itu dapat segera pulih

kembali.

Untuk menghijaukan kembali dan mengembalikan fungsi lahan gambut

yang telah terdegradasi banyak menemukan kendala baik teknis maupun biologis

jenis pohon yang bersangkutan. Jenis-jenis pohon yang mampu tumbuh pada

lahan gambut sangat terbatas karena sifat tanah yang masam, terjadi genangan

secara non periodik pada musim penghujan, kekeringan dan mudahnya terbakar

pada saat musim kemarau. Diperlukan pemilihan spesies yang sesuai atau tahan

terhadap keadaan lahan gambut yang telah terdegradasi untuk mempercepat

2

penghijauan kembali lahan gambut tersebut. Melihat keadaan lingkungan di masa

depan yang amat terbatas kemampuannya untuk menghasilkan berbagai barang

dan jasa, maka plasma nutfah yang tahan dengan berbagai lingkungan di daerah

gambut merupakan aset nasional yang penting bagi pembangunan masa depan.

Uji spesies merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mendapatkan

pengetahuan tentang spesies yang cocok atau tahan dikembangkan pada daerah

tertentu dalam hal ini lahan gambut yang sudah terdegradasi. Secara umum uji

spesies sangat jarang dilakukan dalam rangka perbaikan mutu tanaman di

Indonesia terutama untuk penanaman skala besar. Penanaman yang umum

dilakukan dengan mendapatkan sumber benih yang asal ada. Hal ini merupakan

kendala di dalam pemuliaan tanaman.

Kurangnya penelitian-penelitian kearah uji spesies serta penerapannya di

lapangan, sebagaimana tersebut di atas besar kemungkinannya sebagai penyebab

gagalnya program-program reboisasi dan pembangunan hutan tanaman, selain

faktor biaya dan kondisi staf pelaksanaannya kurang memadai. Apabila faktor di

atas ditingkatkan maka keberhasilan juga akan meningkat baik kualitas maupun

kuantitasnya. Materi uji spesies adalah materi dasar dalam pengembangan

program penanaman dan pemuliaan pohon hutan.

Permasalahan yang dihadapai pada lahan rencana penelitian ini yaitu

berkaitan dengan menentukan jenis yang sesuai pada tanah yang masam dan tahan

terhadap genangan secara non periodik. Hutan rawa gambut sepanjang musim

penghujan sekitar 4-5 bulan terjadi genangan dengan ketinggian hingga mencapai

1,2-2 meter.

3

Penentuan jenis yang sesuai sangat menentukan keberhasilan penghijauan

pada lahan tersebut. Menurut (Atmojo Toyib, 1997 dalam Maimunah, 2012),

secara ekologis pada suatu ekosistem tertentu terdapat jenis tanaman tertentu yang

mampu tumbuh dengan baik. Atas dasar itu maka pemilihan jenis dilakukan pada

jenis-jenis pembentuk ekosistem asli hutan rawa gambut tersebut. Caranya dengan

melakukan observasi di kawasan hutan yang masih utuh dengan kondisi vegetasi

dan lingkungan yang sama dengan hutan yang rencana akan ditanami. Setelah

ditemukan jenis-jenis yang bisa tumbuh di kondisi yang sama tersebut, maka

dibuat pengujian terhadap kelayakan tumbuh dan ketahanan semai terhadap

kondisi alam hutan yang akan ditanam.

Beberapa spesies yang merupakan habitat aslinya dihutan rawa gambut dan

merupakan spesies yang tahan terhadap genangan yaitu Tumih, Galam,

Geronggang, Pulai, dan Bungur selain itu spesies ini dipilih juga didasarkan pada

tanaman petunjuk (plant indicator) yang masih tersisa pada lahan rencana

penelitian. Pada penelitian ini akan ditambahkan satu tanaman eksotik yaitu

sengon sebagai bahan pertimbangan terhadap kemampuan tumbuh pohon bukan

asli rawa gambut pada lahan yang tersebut diatas. Pengujian spesies tersebut akan

digunakan sebagai pedoman untuk kegiatan reforestasi di hutan rawa gambut yang

sudah terdegradasi yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah sebagai dampak

dari pembukaan kawasan hutan dan kebakaran hutan.

4

B. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis yang sesuai untuk

dikembangkan pada lahan gambut terdegradasi untuk pelestarian plasma nutfah.

C. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan informasi jenis-jenis yang tepat untuk

dikembangkan di lahan gambut terdegradasi guna pelestarian plasma nutfah

dimasa akan datang.

5

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Uji Spesies

Uji spesies adalah suatu cara yang dilakukan untuk mendapatkan

pengetahuan tentang spesies yang cocok dikembangkan pada daerah tertentu

sebelum program yang lebih jauh dimulai atau sering disebut dengan rancangan

untuk membandingkan spesies terseleksi yang akan dibangun atau ditanam pada

dua atau lebih kondisi lingkungan untuk dipelajari spesies mana yang paling

sesuai untuk tempat tertentu (http://www.google.co.id).

Uji spesies merupakan hal yang penting, karena sering dikaitkan dengan

masalah keberhasilan dan kegagalan dari program pembuatan tanaman secara

keseluruhan. Uji spesies didasarkan pada data dari manfaat pada areal tersebut

atau tujuan dari penanaman selanjutnya. Pemilihan jenis asli/lokal diutamakan

untuk meminimalkan problem lanjutan yang mungkin terjadi. Namun sesuatu hal

yang harus diingat bahwa keseimbangan lingkungan di daerah tertentu sering

dapat berubah dengan mudah seperti berubahnya keadaan mikroklimat dibanyak

lokasi karena perladangan berpindah, kebakaran, pengembalaan dsb. Pada lokasi

semacam ini spesies-spesies yang aslipun akan mengalami permasalahan yang

sama. Dengan demikian spesies-spesies yang dulu berkembang dengan baik pada

lokasi tersebut dan ditanam pada areal tersebut yang ekologinya berubah akan

mengalami perkembangan yang tidak baik. Berdasarkan uraian di atas maka perlu

pemilihan spesies yang tepat melalui uji spesies adalah sangat penting. Uji spesies

bertujuan sebagai usaha untuk memilih spesies yang menguntungkan atau cocok

baik spesies asli maupun tidak (eksotik) ditinjau dari kepentingan serta

http://www.google.co.id/

6

produktivitasnya pada suatu areal tertentu. Uji spesies oleh beberapa forester

disebut species screening test (Maimunah, 2011).

Uji spesies merupakan bagian dalam pengujian genetika hutan dalam

program pemuliaan. Tujuan uji genetik (Zobel dan Talbert, 1984) adalah :

1. Memperoleh dan menyediakan informasi tentang besarnya nilai breeding

(breeding value) untuk keperluan seleksi family dan penjarangan seleksi di

kebun benih.

2. Menyediakan estimasi parameter genetik sebagai bahan pengembangan

strategi-strategi breeding.

3. Menyiapkan populasi dasar yang bermanfaat untuk seleksi genotip untuk

program pemuliaan lanjutan.

Persyaratan untuk membuat uji genetik agar dapat diperoleh informasi yang

tepat adalah perlu dilakukannya semua aspek kegiatan breeding mulai dari

penyediaan materi, pemapanan, hingga pemeliharaan semai dengan baik.

Tata cara penentuan tanaman yang akan ditanam pada suatu areal yaitu :

1. Uji kelayakan tempat tumbuh yaitu menguji kesuburan areal yang akan

digunakan untuk menanam pohon.

2. Uji spesies yaitu menguji spesies yang paling cocok ditanam ditempat tersebut.

3. Uji provenant yaitu menguji spesies terpilih dalam beberapa varietas.

4. Uji progeny yaitu menguji genetika spesies terpilih dari uji provenan.

5. Penanaman komersial spesies yang terpilih dengan varietas terbaik dengan

penerapan silvikultur intensif.

7

Untuk mendukung keberhasilan uji spesies ada beberapa faktor yang harus

dipertimbangkan antara lain faktor silvikultur, faktor ekonomi dan faktor lain.

1. Faktor Silvikultur

Faktor silvikultur yang perlu dipertimbangkan guna keberhasilan uji spesies

meliputi :

a. Keadaan iklim di lokasi pengujian yang meliputi jumlah curah hujan,

temperature, kelembapan udara dan angin.

b. Faktor geologi dan tanah di lokasi sekitar pengujian yang meliputi batuan

induk, kesuburan tanah, kedalaman lapisan tanah, pH tanah, tekstur dan

struktur tanah, keadaan air tanah, perembesan dan drainase.

c. Faktor geografi tanah yang meliputi letaknya terhadap garis lintang, garis

bujur, tinggi tempat, arah lereng dan sudut kemiringan.

d. Sifat ekologis dan kecenderungan penyebaran spesies uji.

e. Faktor biotik yang berpengaruh meliputi manusia, hewan domestik maupun

lia