Hukum Bisnis by Ismail Fahmi NPM 12-1112.ppt

download Hukum Bisnis by Ismail Fahmi NPM 12-1112.ppt

of 32

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    65
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Tugas Pengantar Hukum Bisnis STIE Alwashliyah Sibolga Tapteng

Transcript of Hukum Bisnis by Ismail Fahmi NPM 12-1112.ppt

  • HUKUM BISNISTugas Mata Kuliah PengantarBy : ISMAIL FAHMINPM : 12.11 12 Semester I /C SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AL WASHLIYAH SIBOLGA - TAPTENGDosen Pengasuh : Hj. Nelly A. Sinaga, SpN. MBA.

  • POKOK BAHASANBAB 1 - PENGERTIAN HUKUM BISNISBAB 2 - HAK KEBENDAANBAB 3 - HUKUM KONTRAK BISNISBAB 4 - BADAN USAHA DALAM KEGIATAN BISNISBAB 5 - LEMBAGA PEMBIAYAAN DALAM KEGIATAN BISNISBAB 6 - KERJASAMA DALAM KEGIATAN BISNISBAB 7 - KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

  • BAB 1 - PENGERTIAN HUKUM BISNISHukum Bisnis : merupakan peraturan-peraturan yang lahir dari kegiatan bisnis yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi subjek hukum bisnis.Kegiatan Bisnis: kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau Badan Usaha (perusahaan) secara teratur dan terus-menerus, yaitu berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa maupun fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan atau disewakan dengan tujuan untuk mendapat keuntungan. 1. Commerce (Kegiatan perdagangan)2. Industry (Kegiatan menghasilkan suatu barang)3. Service (Kegiatan menyediakan pelayanan jasa-jasa)KEGIATAN USAHA DALAM BIDANG BISNIS DIBEDAKAN ATAS :1. Aturan tentang tingkah laku masyarakat UNSUR-UNSUR DI DALAM DEFINISI HUKUM :2. Dibuat oleh yang berwajib / berwenang 3. Berisi perintah dan larangan 4. Bersifat memaksa 5. Adanya sanksi yang tegas terhadap pelanggaran

  • DEFINIS HUKUM EKONOMIMenurut SUNARYATI HARTONO : Keseluruhan kaidah-kaidah dan putusan-putusan hukum yang secara khusus mengatur kegiatan dan kehidupan ekonomi Indonesia. 1. Interdisipliner2. Trans-NasionalSifat Hukum Ekonomi di Indonesia menurut Sunaryati Hartono :Sebab : Hukum ekonomi di Indonesia tidak hanya bersifat hukum perdata, namun juga erat kaitannya dengan masalah HAM, Hukum Pidana, Hukum Publik, Hukum Perdata Internasional dan Hukum Publik Internasional.Sebab : Hukum ekonomi tidak lagi dapat ditinjau dan dibentuk secara internasional, tetap memerlukan pendekatan trans-nasional yang memandang kejadian dan peristiwa yang terjadi dalam negeri dalam kaitannya dengan peristiwa dan perkembangan yang terjadi di luar negeri dan dunia internasional.Fungsi Hukum Bisnis menurut AMIRIZAL, 1996 : 9Sebagai sumber informasi yang berguna bagi praktisi bisnis, untuk memahami hak-hak dan kewajiban-kewajibannya dalam praktik bisnis, agar terwujud watak dan perilaku aktivitas bisnis yang berkeadilan, wajar, sehat dan dinamis serta terjamin kepastian hukumnya.

  • SUMBER HUKUMSegala apa saja yang dapat menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yakni aturan-aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. 1. UNDANG-UNDANG, yang terdiri dari :2. YURISPRUDENSI3. KEBIASAANSUMBER-SUMBER HUKUM DI INDONESIA :4. PERJANJIAN5. PERJANJIAN INTERNASIONAL / TRAKTAT6. DOKTRIN / PENDAPAT PARA AHLI - KONSIDERAN (Dasar Pertimbangan)- DIKTUM / AMAR (Isi atau Ketentuan UU)- PENJELASAN

  • SUBJEK HUKUMseseorang (person) sebagai pembawa hak, pendukung atau pembawa hak dan kewajiban serta cakap dalam bertindak melakukan perbuatan hukum.1. Manusia (natuurlijke person )2. Badan Hukum (recht person )SUBJEK HUKUM :1. Orang yang masih di bawah umur 2. Orang yang tidak sehat fikirannya Beberapa golongan orang yang dianggap TIDAK/KURANG CAKAP dalam bertindak melakukan perbuatan hukum :3. Orang yang di bawah PENGAMPUAN (curratele)4. Seorang Perempuan dalam pernikahan 1. Badan Hukum PublikBADAN HUKUM TERDIRI DARI2. Badan Hukum Privat

  • OBJEK HUKUMSegala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek perhubungan hukum. Biasanya objek hukum adalah Benda, yaitu segala barang dan hak-hak yang dapat dimiliki subjek hukum.1. Benda Berwujud2. Benda Tak BerwujudMenurut KUHPerdt. Benda terdiri dari :1. Benda Bergerak Karena Sifatnya. (pasal 509 KUH Perd.) 2. Benda Bergerak karena Undang-Undang. (Pasal 511 KUH Perd.)Benda Bergerak Terdiri dari :3. Benda Bergerak3. Benda Tidak Bergerak1. Benda Tidak Bergerak Karena Sifatnya2. Benda Tidak Bergerak karena TujuannyaBenda Tidak Bergerak Terdiri dari :3. Benda Tidak Bergerak karena Undang-undang

  • BAB 2 HAK KEBENDAAN & JENISNYA1. Hak Milik (Eigendon)2. Hak Guna UsahaA. Hak Kebendaan yang memberikan Hak Kepemilikan :3. Hak Guna Bangunan5. Hak Pakai 6. Hak Sewa 7. Hak Membuka Tanah8. Hak Memungut Hasil HutanKebendaan yang memberikan Hak Penguasaan/Hak Kedudukan Berkuasa B. Hak B E Z I T :HAK GADAI (Pand) Pasal 1150 1160 KUH Perd C. Hak Kebendaan yang memberikan Jaminan :HAK TANGGUNGAN UU No. 4 Thn. 1996.HAK FIDUSIA (Fiduciare Eigendom Overdrach) UU No. 42 Thn. 1999.

  • HAK MILIK (eigendon)Pasal 570 KUH Perdt. : Hak untuk menikmati dan menguasai suatu benda dengan sebebas-bebasnya, asal tidak bertentangan dengan UU dan ketertiban umum. 1. PENDAKUAN (TOEGENING)2. IKUTAN/PERLEKATAN (NATREKING)Cara memperoleh Hak Milik :3. KADALUARSA (VERJARING)4. PEWARISAN5. PENYERAHAN (LEVERING)

  • LEVERING (Penyerahan)Cara memperoleh hak milik yang didasarkan atas peralihan hak (perbuatan hukum) tertentu sehingga pemilik semula dari suatu benda diharuskan untuk menyerahkan benda tersebut kepada pemilik yang baru. (Dasar Hukum : Pasal 1459 KUH Perdt.)Hak Milik atas barang yang dijual tidak berpindah kepada pembeli selama penyerahan belum dilakukan menurut ketentuan yang berlaku. 1. Barang Bergerak (BB) Berwujud dilakukan dengan2. Barang Tidak Bergerak (BTB) yang BerwujudCara-cara Levering :3. Barang Bergerak (BB) yang Tidak Berwujuda. Penyerahan Nyata (dari tangan ke tangan) b. Penyerahan Kunci c. Penyerahan Delivery Order (DO) - Penyerahan tangan pendek (TRADITIO BREVI MANU) - Penyerahan dengan melanjutkan penguasaan (CONSTITOTUM PESSESSORIUM)Dilakukan dengan dua tahapan : a. Perjanjian Obligator b. Pendaftaran Hak a. Piutang Tanpa Nama/atas tunjuk, dilakukan dengan penyerahan nyata b. Piutang Atas Nama

  • B. BEZITSuatu hak dimana seseorang dapat menikmati atau menguasai suatu benda, baik karena usaha sendiri maupun karena bantuan orang lain, seolah-olah benda tersebut miliknya sendiri 1. TRADITIO2. ORIGINARI (Secara Asli)Cara memperoleh BEZIT :Yaitu dengan cara pengoperasian melalui seseorang yang sudah menguasai benda tersebut terlebih dahulu kepada orang lain. a. Besit Barang Bergerak (BB) b. Besit Barang Tidak Bergerak (BTB)Yaitu dengan jalan pengambilan (Occupatio) yang dilakukan dengan itikad baik atau itikad buruk.

  • B. Hak Kebendaan yang memberikan JaminanHak dimana seseorang mendapatkan hak orang lain sebagai jaminan atas utang dibuat orang lain tersebut. Dahulu dikenal dengan istilah : gadai, credit verband dan hipotik, sekarang dikenal dengan Gadai dan Hak Tanggungan.1. HAK GADAI2. HAK FIDUSIASuatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaannya kepada si berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang-orang berpiutang lainnya; dengan kekecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana harus didahulukan.pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap berada di tangan pemiliknya.3. HAK TANGGUNGANHak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah adalah : Hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana yang dimaksud dalam UU No. 5 tahun 1960 tentang UUPA, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang yang merupakan kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan hutang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur lainnya.

  • B. HAK TANGGUNGAN1.Memberikan kedudukan yang diutamakan kepada pemegangnya. Ciri-ciri Hak Tanggungan :2.Selalu mengikuti objek yang dijaminkan dalam tangan siapapun objek itu berada 3.Memenuhi azas spesialitas dan publisitas, sehingga dapat mengikat pihak ketiga dan memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan.4.Mudah dan pasti pelaksanaan hukumnya. 5.Objeknya adalah HM, HGB dan HGU 1.Tahap Pemberian Hak TanggunganProses Pembebanan Hak Tanggungan2.Tahap Pendaftaran di Kantor Pertanahan

  • HAK TANGGUNGANHapusnya Hak TanggunganHapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan.Dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan.Dilakukan dengan pemberian pernyataan tertulis mengenai dilepaskannya Hak Tanggungan tersebut oleh Pemegang Hak Tanggungan kepada Pemberi Hak Tanggungan.Pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri.Terjadi karena permohonan pembeli Hak Atas Tanah yang dibebani Hak Tanggungan tersebut agar Hak Atas Tanah yang dibelinya tersebut dibersihkan dari beban Hak Tanggungan, namun tidak menyebabkan hapusnya utang yang dijamin.Hapusnya Hak Atas Tanah yang dibebani Hak Tanggungan.

  • HAK TANGGUNGANEKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Pasal 20 UU No. 4 Thn. 1996 Apabila Debitur Cidera Janji (Wanprestasi)Objek Hak Tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan per-UU-an.Pelaksanaan penjualan pada ayat 2 hanya dapat dilakukan setelah lewat waktu 1 bulan sejak diberitahukan secara tertulis oleh pemberi dan /atau pemegang Hak Tanggungan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan diumumkan sedikit-dikitnya dalam 2 surat kabar yang beredar di daerah yang bersangkutan dan/atau media massa setempat serta tidak ada pihak yang menyatakan keberatan. Setiap janji untuk melaksanakan eksekusi Hak Tanggungan dengan cara bertentangan dengan ketentuan pada ayat 1, 2, 3, batal demi hukum. Sampai saat pengumuman untuk lelang dikeluarkan, penjualan sebagaimana yang dimaksud pada pada ayat 1 dapat dihindarkan dengan pelunasan utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan beserta biaya eksekusi yang dikelu