HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN STATUS

Click here to load reader

  • date post

    24-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN STATUS

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN STATUS PERKEMBANGAN MOTORIK
KASAR (GROSS MOTOR) PADA ANAK USIA 6 SAMPAI 24 BULAN DI POSYANDU
(POS PELAYANAN TERPADU) DESA PARI KECAMATAN MANDALAWANGI
KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN TAHUN 2014
SKRIPSI
Oleh
JAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
Skripsi, 14 Juli 2014
MOHAMMAD YOGIE SUTRISNO, NIM.107101001765
MOTORIK KASAR (GROSS MOTOR) PADA ANAK USIA 6 SAMPAI 24
BULAN DI POSYANDU (POS PELAYANAN TERPADU) DESA PARI
KECAMATAN MANDALAWANGI KABUPATEN PANDEGLANG
PROVINSI BANTEN TAHUN 2014
(xiv + 121 halaman, 13 tabel, 11 grafik, 2 gambar, 2 bagan, 3 lampiran)
ABSTRAK
Gizi merupakan sebuah isu fundamental dalam kesehatan masyarakat. Di Indonesia
permasalahan gizi merupakan sebuah ironi, disaat permasalahan gizi buruk masih
menjadi permasalahan yang serius ditambah lagi dengan permasalahan gizi lebih.
Status gizi pada balita dapat berpengaruh terhadap beberapa aspek. Gizi kurang atau
gizi buruk pada balita, membawa dampak negatif terhadap pertumbuhan fisik dan
perkembangan mental anak. Prevalensi gizi kurang dan gizi buruk di kecamatan
mandalawangi sebesar 9,5% dan Desa pari merupakan desa dengan prevalesi angka
gizi kurang dan Gizi buruk sebesar 12, 96%. Tujuan penelitian ini diketahuinya
hubungan status gizi terhadap status perkembangan motorik kasar pada anak usia 6
sampai 24 bulan di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang Provinsi Banten tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini balita umur 6 sampai
24 bulan di Posyandu Desa Pari. Perhitungan besar sampel penelitian menggunakan
uji hipotesis beda 2 proporsi. Teknik sampling menggunakan simple random
sampling. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bivariat Chi
square dan. Anak usia 6 sampai 24 bulan di Posyandu Desa Pari 18,1% mengalami
keterlambatan perkembangan motorik kasar. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi status perkembangan motorik kasar adalah status gizi (p=0,009),
riwayat BBLR (p=0,009), status ekonomi keluarga (p=0,000) dan stimulasi
(P=0,011).
Daftar bacaan : 37 (1994-2013)
MEDICAL AND HEALTH SCIENCE DEPARTEMENT
PUBLIC HEALTH STUDY PROGRAM
Thesis, 14 July 2014
MOHAMMAD YOGIE SUTRISNO, NIM.107101001765
RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND GROSS
MOTOR DEVELOPMENT STATUS OF CHILD AGED 6 TO 24 MONTHS IN
POSYANDU PARI VILLAGE, MANDALAWANGI, PANDEGLANG
BANTEN 2014
(xiv + 120 pages, 13 tables, 11 graphs, 2 pictures, 2 drafts, 3 attachments)
ABSTRACT
Nutrition is fundamental issue in public health. In Indonesia, nutrition problem is an
ironic situation, while malnutrition is still exist, overnutrition problem is arising.
Nutrition status of toddler affect physical growth and mental development. The
prevalence of malnutrition in Mandalawangi Sub Distric was 9,5% and the
prevalence of malnutrition in Pari Village was 12,96%. The study aims to find out the
relationship between gross motoric development status among children age 6 to 24
months in Posyandu Pari village, Mandalawangi, Pandeglang, Banten in 2014. The
study design was cross sectional, the population study was children with age 6 to 24
months in Posyandu Pari Village. The hypothesis test with two proportion was
performed to get the sampel size. The research used simple random sampling, the
data was analyzed by using Chi Square. As for 18,1% of them has retarded gross
motor. The factors contributed to the status of gross motor were nutritional status (p =
0,009), low birth weight history (p = 0,009), family economy status (p = 0,000) and
stimulation (p = 0,011).
Read of list : 37 (1994-2013)
iii
MOTORIK KASAR ANAK (GROSS MOTOR) PADA ANAK USIA 6 SAMPAI
24 BULAN DI POSYANDU DESA PARI KECAMATAN MANDALAWANGI
KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN TAHUN 2014
Telah disetujui, diperiksa dan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Program
Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan lmu Kesehatan Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Jakarta, 14 Juli 2014
Pembimbing II
NIP. 19781216 200901 2 005
v
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Seluruh puji-pujian dan rasa syukur hanya untuk Tuhan Semesta Alam Allahu
Rabul Alamin, atas maunah dah hidayah-Nya kepeda penulis. Shalawat beriring
salam layaknya tertuju bagi uswatun hasanah umat manusia Muhammad SAW. Pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ayahanda dan ibunda tercinta, inspirator penulis dalam hidup, Agus Karya, S.Pd.
dan Siti Umamah S.Pd., yang senantiasa telah bersabar menunggu anaknya
diwisuda. Ananda mencintai kalian berdua melebihi diri ini. Adik-adiku I’a, Uwi
dan Devi, kalian penyejuk jiwa ditengah kehampaan asa.
2. Prof. Dr (hc). dr. H. M. K. Tadjudin, Sp.And. selaku dekan, Ibu Febrianti, Msi.
selaku Kepala Program Studi, Ibu Ratih Ciptaningtyas, SKM, S.Sn.Kes. selaku
Penanggung Jawab Peminatan Gizi, Bapak Dr. Arif Sumantri, SKM., M. Kes.
selaku Penasehat Akademik Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
3. Ibu Catur Rosidati, SKM, MKM., selaku Pembimbing I dan Ibu Raihana Nadra
Al Kaff, SKM, MMA., selaku Pembimbing II, kalian adalah orang tua dengan
maqom yang mulia bagi penulis, penulis haturkan ribuan terimakasih untuk
bimbingan dan kesabaran yang luar biasa dalam menunjukan ‘jalan yang lurus’
kepada penulis. Ibu Narila Mutia Nasir, SKM, MKM, Ph.D dan Ibu Fase
Badriah, SKM, M.Kes, Ph.D selaku penguji, penulis haturkan terima kasih telah
menunjukan ‘hitam’ dan ‘putih’ pada skripsi ini.
4. Dua ‘idiot’ sahabatku, Rian ‘Eenk’ dan Rizal ‘Panda’ tanks guys untuk semua
‘kegilaan’ dalam hidup ini, teman-teman 2007 terkhusus veteran 2014 dan the
reminders (Rea dan ‘Prof’) kalian laksana suara adzan bagiku , dan para
penunggu kosan (ceuba barudak eta kosan diberesan mani pabalatak kitu).
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi
ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Ciputat, Juli 2014
Alamat : Kp. Panjang Jaya RT.01 RW.01 Ds. Panjang Jaya
Kec. Mandalawangi Kab. Pandeglang Prov. Banten
42261
Riwayat Pendidikan
Tahun 2007 – 2014 : Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta
Pengalaman Organisasi
OPPM Pesantren Modern Daar El Falaah
Tahun 2002 – 2005 : Staff Departemen Koprasi (Qismul Syirkah) OPPM
Pesantren Modern Daar El Falaah
Tahun 2002 – 2004 : Ketua Departemen Andalan Koordinator Ururan
Latihan (Angkulat) Koordinator Gerakan Pramuka
(KGP) Pesantren Modern Daar El Falaah
Tahun 2002 – 2004 : Pasukan Khusus KGP P.M. Daar El Falaah
Tahun 2005 – 2006 : Ketua (Raisul Munadzomah) OPPM Pesantren
Modern Daar El Falaah
Modern Daar El Falaah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tahun 2008 – 2009 : Staff Dept. Humas CSS MoRA UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta
CSS MoRA Nasional
1.4.3. Bagi Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta ------------------------------------------ 12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2.2. Prinsip Perkembangan Motorik Kasar ------------------------------ 14
2.2.3. Indikator Motorik Kasar Anak Usia 6 sampai 24 bulan --------- 16
2.2.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motorik Kasar Anak
Usia 6 sampai 24 bulan ----------------------------------------------- 19
2.2. Status Gizi ----------------------------------------------------------------------- 29
2.1.1. Definisi Gizi ------------------------------------------------------------ 29
2.1.2. Status Gizi -------------------------------------------------------------- 30
2.1.4. Masalah Gizi ----------------------------------------------------------- 31
viii
2.3.2. Tumbuh Kembang Anak Usia Dini (Balita) ----------------------- 40
2.4. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) ----------------------------------------- 42
2.4.1. Pengertian Posyandu -------------------------------------------------- 42
2.4.2. Tujuan Posyandu ------------------------------------------------------ 45
2.4.3. Manfaat Posyandu ----------------------------------------------------- 46
2.5. Kerangka Teori ----------------------------------------------------------------- 48
HIPOTESIS
4.4. Instrumen Penelitian ----------------------------------------------------------- 59
4.6. Pengumpulan data Penelitian ------------------------------------------------- 61
4.7. Pengolahan Data Penelitian --------------------------------------------------- 62
4.8. Teknis dan Analisa Data Penelitian ------------------------------------------ 63
BAB V
HASIL PENELITIAN
Usia 6 sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang ---------------------------- 64
5.1.2. Gambaran Status Gizi Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan
Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 65
5.1.3. Gambaran Umur Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 66
5.1.4. Gambaran Jenis Kelamin Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 67
5.1.5. Gambaran Status Berat Bayi Lahir Rendah Pada Anak Usia
6 sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 68
5.1.6. Gambaran Pengetahuan Ibu Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 69
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 70
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 71
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 72
5.1.10. Gambaran Jumlah Anak Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 73
5.1.11. Gambaran Stimulus Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 74
Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 76
Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Posyandu
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 77
Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 78
x
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 79
Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 80
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 81
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 82
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 83
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------- 84
Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Posyandu
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang ------------------------------------------------------------- 85
BAB VI
6.1.3. Bias -------------------------------------------------------------------- 88
Usia 6 sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang ----------------------------------- 89
6.3. Gambaran Status Gizi Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang -------- 90
xi
6.4. Gambaran Umur Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Desa
Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------- 90
6.5. Gambaran Jenis Kelamin Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan
Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang -------------------------------------------------------------------- 91
6.6. Gambaran Status Berat Bayi Lahir Rendah Pada Anak Usia 6
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 92
6.7. Gambaran Pengetahuan Ibu Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang -------------------------------------------------------------------- 93
6.8. Gambaran Tingkat Pendidikan Ibu Pada Anak Usia 6 sampai
24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang -------------------------------------------------------------------- 94
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 95
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 95
6.11. Gambaran Jumlah Anak dalam Keluarga Pada Anak Usia 6
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 96
6.12. Gambaran Stimulus Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang -------- 97
6.13. Hubungan Status Gizi Dengan Status Perkembangan Motorik
Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Posyandu Desa
Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------- 98
6.14. Hubungan Umur Dengan Status Perkembangan Motorik
Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Posyandu Desa
Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------- 102
6.15. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Status Perkembangan
Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang -------------------------------------------------------------------- 103
xii
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 104
Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang -------------------------------------------------------------------- 108
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 110
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 111
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 112
Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24
bulan Di Posyandu Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ------------------------------------------------------ 114
6.22. Hubungan Stimulus Dengan Status Perkembangan Motorik
Kasar Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Posyandu Desa
Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------- 115
BAB VII
2.1 Penilaian Staus Gizi Berdasarkan Indeks BB/U,
TB/U dan BB/TB Standar Baku Antropometri
WHO-NCHS ----------------------------------------------------------
antropometri (BB/U, TB/U dan BB/TB standar
baku antropometri WHO-NCHS) ----------------------------------
Perkembangan Motorik Kasar --------------------------------------
Perkembangan Motorik Kasar --------------------------------------
Perkembangan Motorik Kasar --------------------------------------
Perkembangan Motorik Kasar --------------------------------------
Perkembangan Motorik Kasar --------------------------------------
Status Perkembangan Motorik Kasar ------------------------------
Status Perkembangan Motorik Kasar ------------------------------
Status Perkembangan Motorik Kasar ------------------------------
Berdasarkan Status Perkembangan Motorik Kasar --------------
84
Perkembangan Motorik Kasar --------------------------------------
5.1
Usia 6 sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------------------------
Status Gizi Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang --------------------------------------------------------------------
65
5.3
Umur Pada Anak Usia 6 sampai 24 bulan Di Desa
Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------------
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang -------------------------------
bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------------
bulan Di Desa Pari Kecamatan Mandalawangi
Kabupaten Pandeglang ----------------------------------------------------
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------------------------
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang -------------------------------
sampai 24 bulan Di Desa Pari Kecamatan
Mandalawangi Kabupaten Pandeglang --------------------------------
Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten
Pandeglang -----------------------------------------------------------
74
xv
2.1 Kerangka Teori ------------------------------------------------- 48
3.1 Kerangka Konsep ----------------------------------------------- 49
1
sumber daya manusia, serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
tahun 2004 ditegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian dari
pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
daya manusia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya peningkatan
kualitas sumber daya manusia ini dimulai melalui pemenuhan kebutuhan sumber
daya manusia dan hal ini akan tercapai jika pemenuhan kebutuhan ini dimulai
sedini mungkin, perhatian utamanya terletak pada proses tumbuh kembang anak
sejak pembuahan sampai mencapai dewasa muda. (Laksmi dan Handayani,
2008). Pemenuhan kebutuhan sejak dini merupakan pondasi dan titik awal untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika kita membicarakan
pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia sejak dini maka jelas target pada
fase ini adalah ini adalah bayi dan balita, dan dalam fase ini titik terpentingnya
adalah pertumbuhan fisik dan kemudian diikuti perkembangannya psikisnya.
2
motorik (kasar dan halus), personal sosial dan adaptif (Soetjiningsih, 1995).
Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot
besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar
anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya
(Sunardi dan Sunaryo, 2007). Perkembangan motorik kasar anak lebih dulu dari
pada motorik halus, misalnya anak akan lebih dulu memegang benda-benda yang
ukuran besar dari pada ukuran yang kecil. Karena anak belum mampu
mengontrol gerakan jari-jari tangannya untuk kemampuan motorik halusnya,
seperti meronce, menggunting dan lain-lain.
Motorik kasar (gross motor) dalam islam mempunyai maqom tersendiri,
bayak ayat Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa
Salam (SAW). secara gamblang menyebutkan kemampuan fisik sebagai aspek
yang penting dalam kehidupan maupun beragama. Seperti yang tertuang dalam
Al-Quran surat Al-Qashash ayat 26:

salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai
orang yang bekerja (pada kita), karena Sesungguhnya orang yang paling baik
yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat
dipercaya".
Dalam surat Al-Baqarah ayat 247 Allah berfirman: “Nabi mereka mengatakan
kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan
3
menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa (basthah)." Allah
memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha
Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.” Dalam hadist yang diriwayatkan
oleh Muslim, Rasulullah S.A.W bersabda:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi. Ketahuilah, kekuatan itu adalah dengan melempar, beliau shallallahu
„alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali).” (HR. Muslim).
Dalam ayat 26 surat Al-Qashash dan hadist yang diriwayatkan oleh Muslim
diatas kata al-qowiyyu dan al-quwwatu yang secara harfiah berarti kekuatan
mengacu langsung pada kekuatan fisik, bahkan dalam hadist yang diriwayatkan
oleh Muslim lebih spesifik kepada kekuatan pergerakan yaitu melepar. Dalam
ayat 247 surat Al-Baqarah kata basthatan yang secara harfiah berarti kemampuan
ini pun mengacu kepada kemapuan fisik dengan terdapat kata al-jismi yang
berarti tubuh sebagai madzruf dari kata basthathan dan dari ayat diatas
kemampuan dan kekuatan fisik tidak dikhususkan hanya untuk satu kalangan
atau satu strata sosial saja melaikan untuk semua muslim yang mempercayai
ajaran islam.
Motorik kasar diperuhi beberapa faktor antara lain faktor intrinsik seperti
tinggi badan, dan faktor ekstrinsik seperti kebiasaan makan dan terpenuhinya
makanan bergizi pada anak (Narendra, 2006 dalam Sylvia 2010). Dalam
ajaran islam makanan bergizi diinterpretasikan kedalam dua kondisi yaitu baik
4
menurut syar’i (halal) dan baik menurut zatnya (thayib) sebagai mana yang
termaktub dalam Quran surat Al-Maidah ayat 88:

”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan
kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”
Makanan dapat dikatakan baik menurut syar’i atau syariat merupakan makanan
yang diperoleh, diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tidak dilarang dan
bukan merupakan makanan yang dipantangkan (haram) dari segi zatnya seperti
daging babi dan alkohol. Sedangkan makanan dapat dikatakan baik menurut
zatnya (thayib) merupakan makanan dengan kondisi yang baik atau memenuhi
standar keamanan pangan. Pemberian makanan yang halal dan thayib dalam
islam pula dianjurkan untuk diberikan sedini mungkin yang tertuang dalam surat
Al-Baqarah ayat 233. “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama
dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan
kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada ara ibu dengan cara
ma'ruf.”. Ayat ini menjelaskan bahwa asupan gizi yang baik perlu di perhatikan
pada 2 tahun awal tumbuh kembang anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan
dan perkembangan pada fase selanjutnya.
Usia 6-36 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang
sangat pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode
kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak
5
memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya
apabila bayi dan anak tidak memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan
kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang
akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik masa ini atau masa
selanjutnya (Almatsier, 2001).
Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27% berat otak orang dewasa. Pada
usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa
(sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa
perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi
terhadap ketangkasan dan kecerdasan anak (Hurlock, 1978). Pada periode ini
perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional
dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan
berikutnya (Soetjiningsih, 1995).
Masa bayi dan anak adalah masa mereka mengalami masa pertumbuhan
dan perkembangan yang cepat dan sangat penting, dimana nantinya merupakan
landasan yang menentukan kualitas penerus generasi bangsa. Masa kritis anak
pada usia 6–24 bulan, karena kelompok umur merupakan saat periode
pertumbuhan kritis dan kegagalan tumbuh (growth failure) mulai terlihat (Amin
dkk, 2004).
Keadaan gizi anak dapat dinilai dengan melihat status gizinya. Status gizi
adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang
diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga
6
didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara
kebutuhan dan masukan nutrien. Penelitian status gizi merupakan pengukuran
yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diet (Beck,
2000). Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi status gizi anak 6-36
bulan adalah status ASI, pendidikan ibu, status diare, dan sum- ber air minum
(Depkes, 2004).
Masalah gizi di negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh
masalah Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), Gangguan
Akibat Kekurangan Iodium (GAKY), Kurang Vitamin A (KVA) dan obesitas di
kota-kota besar. Indonesia sebagai negara kembang juga masih mengalami
masalah gizi ganda sebagai yang artinya sementara masalah gizi kurang belum
dapat diatasi secara menyeluruh, sudah muncul masalah baru, yaitu berupa gizi
lebih sebagaimana diungkap dalam pada Widya Karna Nasional Pangan dan Gizi
(WKNPG) tahun 1993 (Supariasa dkk, 2001).
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010
diketahui bahwa prevalensi kurang gizi (berat badan menurut umur) pada balita
17,9 persen tahun 2010, prevalensi gizi buruk yaitu 4,9 persen tahun 2010 dan
prevalensi gizi kurang, yaitu tetap 13,0 persen (Riskesdas, 2010). Menurut WHO
dalam Depkes (2009), suatu wilayah dikatakan mengalami masalah gizi
masyarakat apabila jumlah balita gizi kurangnya sudah mencapai 10% dari
jumlah balita yang ada. Berdasarkan…