HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SARANA PEMERIKSAAN PAP SMEAR DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR...

of 39/39
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung telah dilaksanakan mulai 24 November 2011 hingga 7 Desember 2011. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu dengan populasi penelitian adalah semua wanita yang sudah menikah yang berobat jalan di Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 436 pasien yang diambil dari data Laporan Harian Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dari bulan September, Agustus, dan
  • date post

    04-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    181
  • download

    0

Embed Size (px)

description

BAB IV SKRIPSI

Transcript of HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SARANA PEMERIKSAAN PAP SMEAR DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR...

43

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung telah dilaksanakan mulai 24 November 2011 hingga 7 Desember 2011. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu dengan populasi penelitian adalah semua wanita yang sudah menikah yang berobat jalan di Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 436 pasien yang diambil dari data Laporan Harian Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dari bulan September, Agustus, dan Juli 2011 yang kemudian dirata-ratakan. Populasi tersebut merupakan pasien umum dan pasien non umum (ASKES, ASTEK, JAMKESMAS, JAMKESDA, JAMKESTA, JAMPERSAL, dan karyawan RSAM). Akhirnya, didapatkan sampel berjumlah 81 pasien dengan teknik pengambilan sampel menggunakan judgemental sampling atau purposive sampling.

Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Data primer adalah data dari hasil wawancara dengan panduan kuesioner. Sedangkan data sekunder adalah data dari Bagian Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dan Bagian Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Dari hasil wawancara diperoleh data mengenai identitas responden meliputi nama, umur, tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan per bulan, dan kategori pasien umum atau non umum. Sedangkan dari hasil kuesioner diperoleh data mengenai pengetahuan, sikap, sarana, dan perilaku pemeriksaan pap smear dari para responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Analisis Univariat

a. Karakteristik Responden

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan 81 responden yang dapat dikelompokkan berdasarkan kategori pasien umum atau non umum, umur, tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan per bulan.1) Kategori pasien umum atau non umumBerdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok responden yang paling banyak adalah pasien ASKES, yaitu sebanyak 32 pasien (39,5%) kemudian diikuti oleh pasien JAMKESMAS sebanyak 23 pasien (28,4%). Pasien umum didapatkan hanya 19 pasien (23,5%) saja dan kelompok yang paling sedikit adalah pasien JAMPERSAL, yaitu sebanyak 1 pasien (1,2%). Hal ini bisa dimengerti karena biaya pemeriksaannya gratis dan RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung merupakan rumah sakit rujukan di Provinsi Lampung sehingga cakupan pasien ASKES dan JAMKESMAS lebih banyak. Data lengkap mengenai distribusi kategori pasien umum atau non umum dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan kategori pasien umum atau non umum.

Kategori respondenJumlah respondenPersentase (%)

UMUM1923,5

JAMKESMAS2328,4

ASKES3239,5

JAMKESDA67,4

JAMPERSAL11,2

Total 81100

2) Umur Ditinjau berdasarkan umur didapatkan bahwa kelompok umur terbesar berada pada rentang umur 21-30 tahun, yaitu sebanyak 31 responden (38,3%) dan hanya beda sangat sedikit dengan kelompok umur yang berada pada rentang umur 31-40 tahun, yaitu sebanyak 30 responden (37%). Sedangkan kelompok umur terendah berada pada rentang umur 41-55 tahun, yaitu sebanyak 20 responden (24,7%). Hal ini bisa dimengerti karena pemeriksaan pap smear sudah dikenal oleh semua kalangan umur dan umur 21-30 tahun adalah umur reproduktif sehingga lebih banyak didapatkan. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi umur responden dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan umur.

Kelompok umur (tahun)Jumlah respondenPersentase (%)

21-3031-4041-5531302038,33724,7

Total 81100

3) Tempat tinggalDalam penelitian ini responden dikelompokkan ke dalam pasien yang bertempat tinggal di Bandar Lampung dan di luar Bandar Lampung. Dianggap pasien yang bertempat tinggal di luar Bandar Lampung adalah jauh dari lokasi pelayanan kesehatan khususnya RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tempat tinggal terbesar adalah pasien yang bertempat tinggal di Bandar Lampung, yaitu sebanyak 54 pasien (66,7%) sedangkan kelompok tempat tinggal terendah adalah pasien yang bertempat tinggal di luar Bandar Lampung, yaitu sebanyak 27 pasien (33,3%). Data lengkap mengenai distribusi frekuensi tempat tinggal responden dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan tempat tinggal.

Kelompok tempat tinggalJumlah respondenPersentase (%)

Bandar LampungLuar Bandar Lampung542766,733,3

Total 81100

4) Tingkat pendidikanBerdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok tingkat pendidikan terbesar adalah tingkat pendidikan Perguruan Tinggi (PT), yaitu sebanyak 35 responden (43,2%) sedangkan kelompok tingkat pendidikan terendah adalah tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), yaitu sebanyak 4 responden (4,9%). Hal ini bisa dimengerti karena pasien ASKES yang paling banyak didapatkan. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan.

Kelompok tingkat pendidikanJumlah respondenPersentase (%)

Tidak lulus SDSDSMPSMAPT0416263504,919,832,143,2

Total81100

5) PekerjaanDari hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok pekerjaan terbesar adalah Ibu Rumah Tangga (IRT), yaitu sebanyak 35 responden (43,2%) kemudian disusul oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 32 responden (39,5%). Sedangkan kelompok pekerjaan terendah adalah buruh, yaitu sebanyak 1 responden (1,2%). Hal ini bisa dimengerti karena masih sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan di Indonesia. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi pekerjaan responden dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Distribusi responden berdasarkan pekerjaan.

Kelompok pekerjaanJumlah respondenPersentase (%)

Ibu Rumah Tangga (IRT)Pegawai Negeri Sipil (PNS)Wiraswasta Buruh Swasta3532111243,239,513,61,22,5

Total 81100

6) Sosial ekonomiSosial ekonomi adalah tingkat pendapatan keluarga setiap bulan dilihat dari gaji pokok (dalam rupiah) dan dalam penelitian ini diukur berdasarkan Upah Minimum Regional Daerah (UMRD) Lampung. Menurut Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2011, bahwa Upah Minimum Regional Daerah (UMRD) Lampung tahun 2011 berkisar Rp 855.000,- sehingga dalam penelitian ini dikategorikan sosial ekonomi rendah apabila penghasilan per bulan sekitar Rp 1.000.000,- sedangkan sosial ekonomi tinggi apabila penghasilan per bulan sekitar > Rp 1.000.000,-.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda antara kelompok ekonomi rendah dengan kelompok ekonomi tinggi. Kelompok ekonomi terbesar adalah pasien yang memiliki ekonomi tinggi, yaitu sebanyak 41 pasien (50,6%) sedangkan kelompok ekonomi terendah adalah pasien yang memiliki ekonomi rendah, yaitu sebanyak 40 pasien (49,4%). Hal ini bisa dimengerti karena masih rendahnya tingkat ekonomi penduduk Indonesia akibat minimnya lapangan pekerjaan dan dalam penelitian ini paling banyak didapatkan responden yang tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT) serta pasien ASKES yang paling banyak sehingga hanya sedikit didapatkan perbedaan antara ekonomi tinggi dengan ekonomi rendah. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi sosial ekonomi responden dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7. Distribusi responden berdasarkan sosial ekonomi.

Kelompok ekonomiJumlah respondenPersentase (%)

Ekonomi rendah (1 juta)Ekonomi tinggi (>1 juta)404149,450,6

Total 81100

b. Gambaran Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden, 50 pasien (61,7%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemeriksaan pap smear, sedangkan 31 pasien (38,3%) memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear.

Gambar 3. Grafik pengetahuan pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

c. Gambaran Sikap Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden, 61 pasien (75,3%) memiliki sikap yang baik mengenai pemeriksaan pap smear, sedangkan 20 pasien (24,7%) memiliki sikap yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear.

Gambar 4. Grafik sikap pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

d. Gambaran Sarana Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden, 38 pasien (46,9%) memiliki sarana yang baik terhadap pemeriksaan pap smear, sedangkan 43 pasien (53,1%) memiliki sarana yang kurang terhadap pemeriksaan pap smear.

Gambar 5. Grafik sarana pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

e. Gambaran Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden, 53 pasien (65,4%) tidak melakukan pemeriksaan pap smear, sedangkan 28 pasien (34,6%) melakukan pemeriksaan pap smear.

Gambar 6. Grafik perilaku pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

2. Analisis Bivariat

1. Hubungan Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Dengan Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Pada Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Berdasarkan hasil analisis uji statistika menggunakan metode chi square, maka didapatkan nilai p=0,000 (