Hubungan Aqidah, Akhlak dan Syariah

download Hubungan Aqidah, Akhlak dan Syariah

of 23

  • date post

    31-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Pengertian, LTM, Dll

Transcript of Hubungan Aqidah, Akhlak dan Syariah

Hubungan Aqidah, Syariah, dan Akhlak

KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan keselamatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Dalam menyelesaikan tugas ini penulis mungucapkan terima kasih kepada :1. Pak Drs. H. M. Ali Noer ,Ma. sebagai guru pembimbing2. Teman-teman yang ikut berpartisifasi3. Dan orang tua murid yang sudah membantu dan mendukung dalam pembuatan tugas makalah ini.Berkat beliaulah sehingga tugas makalah ini dapat di selesaikan dengan baik dan benar.Penulis menyadari sepenuh hati bahwa dalam pembuatan tugas karya tulis yang dibuat oleh penulis jauh dari kesempurnaan yang diharap kan dalam semua pihak, khususnya pembaca. Untuk itu penulis membutuhkan saran dan kritikan dari pembaca, agar karya tulis yang dibuat oleh penulis menjadi sempurna dan bermanfaat bagi semua.

Terima kasih,

Pekanbaru, 03 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang1.2. Pentingnya Pembukaan1.3. Tujuan Penulisan1.4. Ruang Lingkup1.5. Rumusan MasalahBAB II PEMBAHASAN1.1. Pengertian1.2. Pembahasan1.3. Pendapat Para AhliBAB III PENUTUP1.1. Kesimpulan1.2. SaranDAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangAjaran Islam merupakan ajaran yang sempurna, lengkap dan universal yang terangkum dalam 3 hal pokok; Aqidah, Syariah dan Akhlak. Artinya seluruh ajaran Islam bermuara pada tiga hal ini.Aqidah, syariah dan akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam ajaranislam. Ketiga unsur tersebut dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan, karena ketiga unsur tersebut merupakan pondasi atau kerangka dasar dari Agama Islam.Ajaran Agama Islam yang seharusnya bersumber pada Al-Quran dan as Sunnah telahbanyak yang melenceng. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya bermunculan aliran-aliran sesat atau yang sifatnya bidah. Selain itu, kasus-kasus kriminalitas yang semakin merajalelapada saat sekarang ini merupakan suatu cerminan keruntuhan akhlak pada umat Islam saat ini. Untuk itulah, kita selaku umat Rasulullah SAW perlu mengetahui serta mempelajari tentang Ilmu yang membahas ketiga unsur yang menjadi kerangka dasar ajaran agama Islam tersebut agar kita tidak tersesat dan tetap berada di jalan yang benar.Oleh sebab itu, dalam makalah kali ini kami membahas tentang ketiga unsur tersebut yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlaq. Dengan mempelajari dan mengambil esensi dari ketiga unsur ini, semoga Allah memberikan kita petunjuk agar selamat di dunia dan di akhirat.

B. Pentingnya Pembukaan

C. TujuanBerdasarkan permasalahan dan pertanyaan-pertanyaan penelitian di atas, maka tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui pengertian Aqidah, serta manfaat mempelajari aqidah. Untuk mengetahui pengertian syariah, serta karakteristiknya di dalam Islam. Untuk mengetahui definisi akhlaq, serta cara pembentukan akhlaq.

D. Ruang LingkupDalam penulisan makalah ini kami hanya membatasi permasalahan hanya tentang kerangka dasar Agama Islam yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlaq.

E. Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah di sini ialah:1. Hubungan akidah dengan syariatMenjelaskan tentang pengertian keduanya, dalil-dalil, serta contoh hubungan keduanya.2. Hubungan akidah dengan akhlakMenjelaskan tentang pengertian akhlak, dalil-dalil, serta contoh hubungan keduanya.BAB IIPEMBAHASAN

A. Pengertian Aqidah Pengertian AqidahAqidah adalah bentuk masdar dari kata Aqoda, Yaqidu, Aqdan-Aqidatan yang berarti simpulan, ikatan, sangkutan, perjanjian dan kokoh. Sedangkan secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau tersimpul di dalam hati.Sedangkan menurut istilah aqidah adalah hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh keraguan.Menurut M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya.Adapun aqidah menurut Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh keragu-raguan.Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya.Sedangkan Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan.

Upaya Memperkokoh AqidahSalah satu cara untuk memperkokoh aqidah adalah dengan memurnikan keimanan kepada Allah. Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama. Rukun ini sangatpenting kedudukannya dalam Islam. Sehingga wajib bagi kita untuk mengilmuinya denganbenar supaya membuahkan aqidah yang benar pula tentang Allah SWT.

Fungsi dan Sumber AqidahFungsi Aqidah : Ibaratnya, Aqidah adalah dasar atau pondasi mendirikan bangunan. Semakin tinggi bangunan yang akan didirikan, harus semakin kuat dan kokoh pondasi dibuat. Kalau dasar/pondasi lemah, bangunan itu akan roboh dan ambruk. Tak ada bangunan tanpa dasar/pondasi.Dalam ajara Islam, Aqidah-Akhlaq-Syariah (Ibadah dan Muamalah), tidak bisa dipisahkan, satu sama lain saling terkait.Jika seseorang memiliki aqidah yang kuat pasti memiliki akhlaq yang mulia, melaksanakan ibadah sebagaimana tuntunan dan bermuamalah sebaimana di syariatkan Allah SWT. Juga, jika seseorang berakhlaq mulia, pasti ia kuat aqidahnya, ibadahnya dan bermuamalahnya-pun bagus dan seterusnya.Sumber Aqidah Islam adalah Al-Quran dan as Sunnah. Artinya apa saja yang disampaikan oleh Allah SWT dalam Al Quran dan oleh Rasulullah SAW dalam as Sunnahnya, wajib di imani (diyakini dan diamalkan).

SyariahSyariah (berarti jalan besar) dalam makna generik adalah keseluruhan ajaran Islam itu sendiri (42 :13). Dalam pengertian teknis-ilmiah syariah mencakup aspek hukum dari ajaran Islam, yang lebih berorientasi pada aspek lahir (esetoris). Namum demikian karena Islam merupakan ajaran yang tunggal, syariah Islam tidak bisa dilepaskan dari aqidah sebagai fondasi dan akhlaq yang menjiwai dan tujuan dari syariah itu sendiri.Syariah memberikan kepastian hukum yang penting bagi pengembangan diri manusia dan pembentukan dan pengembangan masyarakat yang berperadaban (masyarakat madani). Syariah meliputi 2 bagian utama : Ibadah ( dalam arti khusus), yang membahas hubungan manusia dengan Allah (vertikal). Tatacara dan syarat-rukunya terinci dalam Quran dan Sunah. Misalnya : salat, zakat, puasaMu'amalah, yang membahas hubungan horisontal (manusia dan lingkungannya) . Dalam hal ini aturannya aturannya lebih bersifat garis besar. Misalnya munakahat, dagang, bernegara, dll.Syariah Islam secara mendalam dan mendetil dibahas dalam ilmu fiqh.Dalam menjalankan syariah Islam, beberapa yang perlu menjadi pegangan :a. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan as Sunnah (24 :51, 4:59) menjauhi bid'ah (perkara yang diada-adakan) b. Syariah Islam telah memberi aturan yang jelas apa yang halal dan haram (7 :33, 156-157), maka :- Tinggalkan yang subhat (meragukan)- ikuti yang wajib, jauhi yang harap, terhadap yang didiamkan jangan bertele-telec. Syariah Islam diberikan sesuai dengan kemampuan manusia (2:286), dan menghendaki kemudahan (2 :185, 22 :78). Sehingga terhadap kekeliruan yang tidak disengaja & kelupaan diampuni Allah, amal dilakukan sesuai kemampuand. Hendaklah mementingkan persatuan dan menjauhi perpecahan dalam syariah (3:103, 8:46).Syariah harus ditegakkan dengan upaya sungguh-sungguh (jihad) dan amar ma'ruf nahi munkar. Perbedaan Syariah dan FiqhSepintas kita melihat bahwa syariah dan Fiqh tidak jauh berbeda, Ilmu Fiqh memang membahas tentang tata cara beribadah yang termasuk dalam syariah. Keduanya ada untuksaling melengkapi. Namun, tetap ada perbedaan diantara keduanya.Berikut ulasannya, Syariah terdiri dari dua bagian yaitu:(1). Ibadah yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya(2). Muamalah yang mengatur hubungan dengan sesama dan makhluklainnya (binatang dan tumbuhan). Sedangkan Fiqh menurut bahasa berarti paham dan secara istilah adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syariah yang berkaitan denganperbuatan dan perkataan mukallaf dan mengkaji secara mendalam ilmu Syariah yang terdiri dari ibadah, baik yang bersifat mahdhah maupun ghairmahdhah. Syari'ah memiliki pengertian yang amat luas. Tetapi dalam konteks hukum Islam, makna Syari'ah adalah Aturan yangbersumber dari nash yang qat'i. Sedangkan Fiqh adalah aturan hukum Islam yang bersumberdari nash yang zanni. Ibadah dan Muamalah dalam Kehidupan ManusiaSyariah Islam berfungsi membimbing manusia dalam rangka mendapatkan ridha Allah dalam bentuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Diturunkannya Syariat Islam kepada manusia juga memiliki tujuan yang sangat mulia. Pertama, memelihara atau melindungi agama dan sekaligus memberikan hak kepada setiap orang untuk memilih antara beriman atau tidak, karena, Tidak ada paksaan dalam memelukagama Islam (QS. Al Baqaarah, 2:256). Manusia diberi kebebasan mutlak untuk memilih, ...Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir (QS. Al Kahfi, 18:29). Pada hakikatnya, Islam sangat menghormati dan menghargai hak setiap manusia, bahkan kepada kita sebagai mumin tidakdibenarkan memaksa orang-orang kafir untuk masuk Islam. Berdakwah untuk menyampaikan kebenaran-Nya adalah kewajiban. Namun demikian jika memaksa maka akan terkesan seolah-olah kita butuh dengan keislaman mereka, padahal bagaimana mungkin kita butuh keislaman orang lain, sedangkan Allah SWT saja tidak butuh dengan keislaman seseorang.Yang kedua, melindungi jiwa. Syariat Islam sangat melind