Hub Dokter Pasien Udah

of 26

  • date post

    10-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    9
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tgs

Transcript of Hub Dokter Pasien Udah

  • Hubungan antara dokter pasien

  • Hubungan dokter dan pasienMukadimah KODEKI tahun 2002:Hubungan dokter pasien adalah hubungan kesepakatan terapeutik antara dokter dan penderita (pasien) yang dilakukan dalam suasana saling percaya mempercayai (konfidensial).

  • POLA HUBUNGAN DOKTER DENGAN PASIEN

    Hubungan paternalistik dengan prinsip father knows bestKedudukan pasien tidak sederajat dengan dokterKedudukan dokter dianggap lebih tinggi oleh pasien, peranannya lebih penting dalam upaya penyembuhanPasien menyerahkan nasib sepenuhnya kepada dokter

    Awal mula

  • Saat iniHorisontal kontraktualDokter dan pasien sama-sama subjek hukum mempunyai kedudukan yang samaDidasarkan pada sikap saling percaya Mempunyai hak dan kewajiban yang menimbulkan tanggung jawab baik perdata atau pidana

  • Syarat utama terjalinnya hubungan dokter-pasienMembangun rasa saling percayaMemahami hak dan kewajiban masing-masing

  • Hak DokterMenerima Informasi benar dan jujurPerlindungan hukumTolak ungkap rahasia pasienterkecuali apabila pasien menuntut dan memberi informasi kpd media cetak dianggap telah melepaskan haknyaMenggugat dan menuntutImbalan

  • KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN

    Memiliki SIPMengikuti Standar Prosedur Operasional, Mengikuti standar etika profesiMenghormati hak pasienMengutamakan keselamatan pasien

  • Hak-hak pasienMemperoleh informasi dan edukasiPelayanan kesehatan aman dan bermutuMemilih pelayanan kesehatan/laboratoriumMemperoleh akses pelayanan kesehatan KerahasianInformed concentMenolak tindakanMenggugat dan menuntutMemperoleh Rekam medik/labPengaduan atas Pelayanan kesehatanMenolak bimbingan rohani Keluhan yankes melalui media cetak dan elektronik

  • Kewajiban Pasien Memberikan informasi yg benar, lengkap dan jujurMematuhi semua instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannyaMemberikan imbalan

  • Aspek hukum hubungan dokter-pasien.Dokter dan pasien adalah 2 subjek hukum yang terkait dalam hukum kedokteranKe duanya membentuk baik hubungan medik maupun hubungan hukumPelaksanaan keduanya diatur dalm peraturan tertentu agar terjadi keharmonisan dalam pelaksanaannyaHubungan hukum antara dokter dan pasien ada 2 macam :1. Hubungan karena kontrak ( transaksi terapeutik )2. Hubungan karena undang-undang

  • Hubungan karena KontrakDalam pelayanan kesehatan berawal dari hubungan kepercayaan antara 2 orang atau lebih yang merupakan subjek hukum.Keputusan pasien/keluarga untuk mengunjungi dokter guna meminta pertolongan, secara yuridis diartikan bahwa pasien melakukan penawaran.Dokter melakukan wawancara/komunikasi dengan pasien atau keluarga.Berdasarkan informasi yg diterima oleh dokter dari pasien tentang penyakitnya, maka si dokter akan menyusun anamnesa.

  • Hubungan karena KontrakPada saat dokter bersedia dgn penyusunan anamnesa, hal ini berarti dokter menerima atas penawaran dari pasien tsb. Dengan adanya penawaran dari pasien dan penerimaan dari dokter, maka terjadilah kesepakatan yang merupakan salah satu persyaratan terjadinya perjanjian. (pasal 1320 KUHPerdt) Sepakat, Cakap, Hal tertentu, Sebab yang halalDengan demikian dalam setiap pelayanan kesehatan terjadi suatu perjanjian antara pemberi dan penerima pelayanan kesehatan, yang dinamakan transaksi terapeutik

  • Hubungan karena UUDi Indonesia hal ini diatur didalam KUH Perdata Pasal 1365 tentang perbuatan melanggar hukum yang berbunyi :Setiap perbuatan yang melanggar hukum sehingga membawa kerugian kepada orang lain, maka si pelaku yang menyebabkan kerugian tersebut berkewajiban untuk mengganti kerugian tersebut.Pasal 1366 yang berbunyi :Setiap orang bertanggungjawab tidak saja terhadap kerugian yang ditimbulkan karena suatu tindakan, tetapi juga yang diakibatkan oleh suatu kelalaian atau kurang hati-hati.

  • Hubungan karena UUPasal 1367 yang berbunyi :Seseorang tidak saja bertanggungjawab terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh dirinya sendiri, tetapi juga bertanggungjawab terhadap tindakan dari orang-orang yang berada di bawah tanggung-jawabnya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya

  • Malpraktek Medis (perdata)Wanprestasi: melalaikan kewajibanPerbuatan melawan hukumBiasanya dokter dituntut karena wanprestasi, jarang akibat melawan hukum.

  • SYARAT YANG HARUS DIPENUHI PENGADUAN MALPRAKTEKPasien harus mengalami kerugianAda kesalahan atau kelalaian pada dokter/ sarana pelayanan kesehatanAda hubungan kausul antara kerugian dan kesalahanPerbuatan tersebut harus melanggar hukum

  • Tanggung Jawab Hukum PidanaHukum pidana mengatur hubungan antara manusia/masyarakat dengan negara

    Seseorang hanya dapat dihukum apabila telah ada ketentuan hukum yang mengatur perbuatan itu terlebih dahulu.

  • Ketentuan hukum pidana dapat diberlakukan dengan keharusan memenuhi 2 persyaratan : Adanya suatu perbuatan/tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan yang melanggar ketentuan hukum pidana, sehingga memenuhi rumusan delik sebagaimana yang diatur dalam hukum pidana yang berlakuPelanggar hukum pidana mampu mempertang- gung jawabkan perbuatannya

    SUMBER HUKUM PIDANAKUHPDiluar KUHP (UU Tipikor, UU Terorisme dll) UU Non Pidana (UU Kesehatan, UU Rumah Sakit)

  • Yang mampu mempertanggung jawabkan perbuatan pidana :

    Telah berumur 16 tahun Sehat akalnya(pasal 44, 45, 46 KUHP)

  • CONTOH BEBERAPA DELIK YANG DAPAT DIANCAM KEPADA TENAGA KESEHATAN :Pasal 242 KUHPidana :Keterangan palsu/keterangan tidak sesuai dengan fakta, dipidana 7 tahun

    Pasal 304 KUHPidana :Meninggalkan orang yang perlu ditolong dipidana 2 tahun 8 bulan

    Pasal 322 KUHPidana :Membuka rahasia pasien dipidana 9 bulan

    Pasal 333 KUHPidana :Menahan seorang secara melawan hukum, pidana 8 tahun/RS menahan pasien belum bayar

  • Hal-hal yang perlu dibicarakan pasien dengan dokter :Pasien melibatkan diri secara aktifMeminta penjelasan tentang pelayanan medis yang dapat diberikan di tempat pelayanan yang dikunjungi.Meminta kejelasan tentang tarif yang harus di bayar untuk pelayanan kesehatan yang digunakan.Memaparkan keadaan kepada dokter yang memeriksa, termasuk menceritakan awal dirasakan keluhan tersebut dan berbagai kemungkinan yang bisa dikaitkan dengan keluhan.Menyampaikan informasi tentang hal/tindakan yang sudah dilakukan sehubungan dengan keluhan tersebut.Meminta penjelasan kepada dokter untuk hal-hal yang tidak dipahami ketika dokter memberikan informasi mengenai keadaan dan situasinya.Meminta penjelasan mengenai prognosis penyakit.Meminta penjelasan tentang pilihan lain yang dianjurkan dokter berkaitan dengan proses pemeriksaan/pengobatan.

  • Mengajukan cara lain dari yang disarankan karena menganggap lebih sesuai dengan kemampuannya atau lebih memungkinkan daripada kalau mengikuti pemeriksaan dan atau pengobatan yang ditawarkan dokter.Meminta berkas atau fotokopi dari data pemeriksaan { hasil pemeriksaan laboratorium, rontgen dan sebagainya }dan menyimpannya sebagai arsip pribadi yang sewaktu-waktu bisa digunakan sebagai opini lain, bahkan berpindah ketempat pelayanan medis/dokter lain.Meminta penjelasan tentang kemungkina lain dari cara yang dianjurkan dokter, berkaitan dengan proses pemeriksaan/pengobatan serta mengajukan pilihan lain dari yang disarankan berdasarkan kemampuannya.Menanyakan hal yang perlau diperhatikan dan diwaspadai sehubungan dengan penyakit yang diderita maupun pemeriksaan yang dilakukan.

  • Menyampaikan penjelasan mengenai pihak-pihak yang ingin dilibatkan dalam pemeriksaan dan pengobatan seperti keluarga atau pihak lain yang ditunjuk.Memperoleh penjelasan mengenai akhir hubungan dengan tempat pelayanan kesehatan/dokter yang merawat.Memperoleh penjelasan agar dapat menyiapkan diri untuk menerima kenyataan yang paling buruk dari penyakit yang diderita.

  • Harapan Pasien terhadap pelayanan KesehatanReliability (kehandalan) - layanan yang dijanjikan dgn segera dan memuaskan- Jadwal pelayanan tepat waktu- Prosedur pelayanan tidak berbelit2. Responsiveness (daya tanggap) - Membantu dan memberikan pelayanan dengan tanggap (tidak membedakan unsur SARA)- Petugas cepat tanggap atas keluhan pasien- Memberikan informasi yang jelas

  • Harapan Pasien terhadap pelayanan Kesehatan3. Assurance (jaminan) - Jaminan keamanan, keselamatan, kenyamanan- Pengetahuan dan Keterampilan petugas tidak diragukan

    4. Emphaty - Komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pasien- Menanggapi keluhan dan perhatian kpd pasien

  • Terima kasih

    *