Hipoglikemia Pada Bayi Dan Anak Jadi 03

download Hipoglikemia Pada Bayi Dan Anak Jadi 03

of 29

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    683
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Hipoglikemia Pada Bayi Dan Anak Jadi 03

KATA PENGANTAR Puji serta syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul hipoglikemia pada bayi dan anak ini dapat terselesaikan sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepanitraan klinik ilmu penyakit anak RSUD Koja Jakarta. Banyak terima kasih penulis sampaikan kepada pembimbing penulis, dr. Bambang H.S, Sp.A, atas segenap waktu, tenaga, dan pikiran telah diberikan selama proses pembuatan referat ini. Juga kepada dr. Dewi Iriani, Sp.A., dr. Riza M., Sp.A., dan dr. Yahya, Sp.A., atas bimbingan yang telah diberikan selama kepaniteraan klinik ini berlangsung. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh rekan-rekan kepaniteraan klinik ilmu penyakit anak RSUD Koja periode 20 Oktober-27 November 2010 atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Seiring dengan perkembangan jaman, banyak sekali perubahan di bidang pengetahuan medis yang mengarah kepada kemajuan dan perbaikan kualitas kesehatan, banyak data, dan fakta yang signifikan perlu diketahui oleh tenaga medis untuk menegakkan diagnosa dengan baik. Sebagai tenaga medis yang berkualitas, diperlukan pengetahuan yang cukup agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Untuk itu melalui referat ini penulis mencoba untuk sedikit menjabarkan mengenai hipoglikemia pada bayi dan anak yang secara umum sering terjadi dan dapat mimbulkan gangguan yang fatal. Akhir kata, penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun akan sangat diharapkan demi penyempurnaannya. Semoga referat ini dapat memberi informasi yang berguna bagi para pembaca. Jakarta, januari 2010 Penulis 1

DAFTAR ISI Kata pengantar Daftar isi Lembar pengesahan BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Definisi Sejarah Insiden Mortalitas dan morbiditas Patofisiologi 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 metabolisme glukosa pada janin sistem endokrin kompensasi terhadap keadaan hipoglikemia perbedaan metabolisme glukosa neonatus dan dewasa 1 2 3 4 5 5 7 8 8 9 9 11 15 16 16 18 19 21 23 27 28 29 30

Etiologi Gejala hipoglikemia Pemeriksaan laboratorium Diagnosis Pengobatan Konsultasi Prognosis

BAB III KESIMPULAN Daftar pustaka

2

Referat yang berjudul :

HIPOGLIKEMI PADA BAYI DAN ANAKtelah diterima dan disetujui pada tanggal januari 2010 oleh pembimbing sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepaniteraan klinik ilmu Kesehatan Anak di RSUD Koja Jakarta, oktober 2010

Dr. Bambang H. Sigit, Sp.A

3

BAB I

PENDAHULUAN Hipoglikemia merupakan salah satu gangguan metabolik yang sering terjadi pada pada bayi dan anak, namun dalam kepustakaan tentang hipoglikemia pada bayi dan anak terutama mengenai diagnosis dalam keadaan kegawatan dan pengobatannya tetap masih kontroversi. Hipoglikemia pada anak terjadi apabila terjadi ketidakseimbangan antara produksi glukosa dan penggunaan. Penyebab hipoglikemia seringkali sangat kompleks, bermacam-macam dan unik sehingga evaluasi dan pengelolaannya membutuhkan pengetahuan yang memadai tentang mekanisme fisiologik yang mempertahankan keadaan euglikemia. Abnormalitas sekresi hormon, gangguan substrat interkonversi, dan gangguan mobilisasi bahan metabolit lain turut menyebabkan ketidakseimbangan produksi dan penggunaan glukosa atau kombinasi keduanya. Pengertian mengenai fisiologi normal metabolisme glukosa pada bayi dan anak harus dimengerti sehingga patofisiologi hipoglikemia dapat diketahui, diagnosis tegak dan ditangani dengan tepat. (1)

4

BAB II PEMBAHASAN

2.1

DEFINISI Hipoglikemia adalah suatu sindrom klinik dengan penyebab yang sangat luas,

sebagai akibat dari rendahnya kadar glukosa plasma.

(4)

Definisi hipoglikemia pada

masih tidak ada kesesuaian, baik dalam buku teks maupun dalam journal, sehingga definisinya dibuat dari berbagai sudut pandang. Pertama, hasil tergantung pada asal sampel darah, metoda pemeriksaan, dan sampel diambil dari plasma atau perifer. Kedua, Dalam penelitiannya Sexson (1984) mendapatkan jadwal early feeding sangat berpengaruh pada kadar gula darah, dan ini sangat bervariasi dari rumah sakit satu kerumah sakit yang lain, dan jumlah ASI yang diberikan juga sangat bervariasi.(8) Ketiga, Hawdon, dkk (1992) dalam salah satu penelitiannya menyebutkan, bahwa menentukan bayi sehat sangat sulit, karena dalam penelitian tersebut mendapatkan 72% bayi baru lahir mempunyai satu atau lebih resiko terjadi hipoglikemia. (8) Keempat, diperlukan penelitian untuk menentukan rentang normal kadar gula darah pada bayi sehat. Deskripsi mengenai hipoglikemia dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pertama, berdasarkan manifestasi klinis. Kedua, berdasarkan pendekatan epidemiologis, Ketiga berdasarkan perubahan akut pada respon sistem metabolik dan endokrin serta fungsi neurologik. Keempat berdasarkan manifestasi neurologik jangka panjang. Namun semuanya tidak ada yang memuaskan, dan semuanya sering menimbulkan interpretasi yang salah. Pendekatan berdasar gejala klinis tidak tepat karena banyak manifestasi klinis yang sama dengan problem neonatus yang lain. Cornblath & Reisner (1965) pertama kali yang mempublikasikan kadar gula darah pada bayi normal, mereka mendapatkan pada 95% bayi cukup bulan, kadar gula darah >30 mg/dl dan 98.4% bayi prematur >20 mg/dl. Mereka mendefinisikan 5

hipoglikemia untuk bayi cukup bulan, bila kadar gula darahnya kurang dari 30 mg/dl dalam 48 jam pertama dan 40-50 mg/dl setelah usia 48 jam setelah lahir. Bayi SGA (Small for Gestation Age) tidak termasuk dalam kelompok ini. Untuk bayi berat badan lahir rendah, didefinisikan hipoglikemia, bila kadar gula darah 12 mg/kg/menit menunjukkan adanya hiperinsulisme, keadaaan ini dapat dilakukan dengan Hidricortison 5 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam Glukagon 200 ug IV (segera atau infus berkesinambungan 10 ug/kg/jam) Diazoxide 10 mg/kg/hari setiap 8 jam menghambat sekresi insulin pankreas.(5) Bayi yang terkena hipoglikemia diberikan 200 mg/kg glukosa atau 2 cc/kg dekstrosa10% selama 5 menit, diulang sesuai dengan kebutuhan. Hipoglikemia pada bayi yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan syaraf permanen atau kematian. Meskipun kadar gula darah harus dinaikkan secara cepat, larutan glukosa konsentrat seperti glukosa 50% tidak indikasikan karena mengakibatkan tekanan osmotik dan hiperinsulinisme. Infus harus berkesinambungan dengan glukosa 10% dengan kecepatan 6 8 kg/menit (pada bayi) sedangkan pada anak 3 5 mg/kgBB/menit(19)

harus dimulai. Naikkan

kecepatan dan atau konsentrasi glukosa untuk menjaga nilai glukosa tetap normal (catatan ; 10 mg/kg/menit, dekstrosa = 144 cc/kg/hari) bahwa bayi menerima glukosa yang memadai. Ketika pemberian asupan toleransi dan nilai pemantauan glukosa ditempat tidur adalah normal, infus dapat diturunkan secara bertahap. Tindakan ini

24

mungkin memakan waktu 24 48 jam atau lebih untuk menghindari hipoglikemia kembali (5)

Periksa glukosa segera setelah lahirMengambil serum kadar Glukosa glukosa < 30 Mulai infus glukosa 10% IV berikan 2 ml/kg selama 5 menit Berikan IV dengan laju 5 ml/kg/hr Mengambil serum kadar glukosa

Glukos a 30 Mulai -40 pemberian

asupan sejak dini (dalam waktu 4 jam setelah lahir)

Glukosa Mulai > 40 pemberian asupan sejak dini (dalam waktu 4 jam setelah lahir)Lanjutkan pemeriksaan bayi berisiko hingga pemberian asupan hingga pemberian

Lengkapi dengan glukosa 10% secara IV jika pemberian Mulai Pemantauan glukosa bisa dihentikan setelah bayi mulai menerima asupan dengan penuh asupan pemberian atau mendapatkan infus glukosa terus menerusbisa tidak asupan dengan penuh atau mendapatkan asupan infus glukosa secara terus menerus ditoleransi dan 3 kali pemeriksaan yang secara teratur lebih atau kadar timbul kembali dan pemberian dilakukan setiap jam hasilnya > 40 mg/dl jika tanda sering saat glukosa asupan tidak bisa ditoleransi , mulai lagi dari bagian atas grafik bayi sudah stabil

Dalam penelitian didapatkan Bila dengan terapi diatas tidak berhasil, banyak penulis menganjurkan diberikan hidrokortison meningkatkan glukoneogenesis 5 mg/kgBB/24 jam dalam dosis terbagi, dapat pula diberikan glukagon secara intramukuler 50 ug/kgBB setiap 4 jam karena dapat meningkatkan enzim phosphoenolpyruvate carboxykinase namun hal ini masih menjadi kontroversi.(8, 9) Hipoglikemia ketotik, kelainan glycogen storage, defek pada metabolisme asam lemak bebas, dan hiperinsulinisme ringan, hipoglikemia dapat dicegah dengan

25

pemberian makan yang frekuen dengan diet yang di rancang khusus dan dapat diberikan dektrose parenteral yang dapat memberikan respon cepat bila makan kurang adekuat atau problem gastrointestinal atau penyakit yang lain. Untuk defisiensi fructose diphosphatase, hindarkan diet yang mengandung fructose. Untuk hiperinsulinisme, maka digunakan pendekatan bertahap. Tahap pertama, biasanya dengan pemberian makan yang frekuen. Tahap selanjutnya biasanya diberikan diazoxide (15 20 mg/kgBB/hari). Octreotide (25 - 100 ug/kgBB/hari) biasanya merupakan obat pilihan kedua. Nifedipine merupakan calcium channel blockerjuga dapat digunakan. Pembedahan direkomendasikan bila pengobatan gagal atau dicurigai adanya tumor yang memproduksi insulin. Hormon pertumbuhan dan atau kortisol merupakan pengobatan spesifik untuk anak dengan hipoglikemia dengan hipopituitarisme atau insufisiensi adrenal. Bayi yang lahir prematur dan SGA harus diberikan intravena atau peroral segera setelah lahir untuk mencegah hipoglikemia. Pengobatan hormonal, diberikan untuk terapi pengganti bilamana defisiensi hormonal, kortisol, hormon pertumbuhan, atau untuk menekan produksi hormon yang berlebihan, yaitu Somatostatin (Octreotide) merupakan obat pilihan kedua, merupakan peptida dengan kerja farmakologik sama denga