Hipertensi fifi

download Hipertensi fifi

of 32

  • date post

    05-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3.319
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Hipertensi fifi

  • 1. HIPERTENSI FIFI HARMELY 08 212 13 005

2. 1. PENYAKIT 2. ETIOLOGI 3. PATOGENESIS 4. GEJALA DAN DIAGNOSIS 5. OBAT-OBAT POKOK BAHASAN 3.

  • Merupakan suatu penyakit kardiovaskular dan merupakan salah satu faktor resiko utama gangguan jantung.
  • Adalah suatu peningkatan tekanan darah
  • didalam arteri.
  • Hiper : Berlebihan
  • Tensi : Tekanan / tegangan
  • Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikkan tekanan darah diatas nilai normal

HIPERTENSI 4.

  • PADA PEMERIKSAAN DARAH AKAN DIDAPAT 2 ANGKA :
  • 1. Angka yang tinggi ( saat jantungberkontraksi ) disebut SISTOLIK
  • 2.Angka yang lebih rendah ( saat jantung berelaksasi ) disebut DIASTOLIK
  • CONTOH :120/80 mmHg,

5.

  • Di AMERIKA diperkirakan 30 % penduduk (50 jt jiwa) menderita tekanan darah tinggi ( 140/90 mmHg)
  • Umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan bertambahnya umur.
  • Resiko untuk menderita hipertensi pada populasi diatas 55 tahun yang tadinya normal adalah 90 %.
  • Sampai dgn umur 55 tahun laki-laki lebih banyak menderita dibandingkan perempuan.
  • Dari umur 55 s/d 74 tahun , lebih banyak perempuan.

Epidemiologi 6.

  • Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun.
  • Tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun
  • Kemudian berkurang perlahan-lahan atau bahkan menurun dratis.
  • Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah

7. Klasifikasi tekanan darah NORMAL 210mmHg /> 120 mmHg 8. Peningkatan tekanan darah dalam arteri dapat melalui beberapa cara

  • 1. Jumlah cairan yang mengalir lebih banyakper detiknya.
  • 2. Arteri besar kehilangan kelenturan dan menjadi kaku. Karena dinding menebal dan kaku (tjd arteriosklerosis).
  • 3. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi.
  • pada kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dalam tubuh.

9. HIPERTENSI ESENSIAL (PRIMER)

  • Hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui. Terjadi pada sekitar 90 % penderita hipertensi.
  • Sensitive garamGenetik (turunan)
  • Homeostatis ReninUmur
  • Resistansi InsulinObesitas
  • Tidur Apneu
  • TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN TETAPI DAPAT DIKONTROL

ETIOLOGI PENYAKIT 10. HIPERTENSI SEKUNDER

  • *5 10 % penderita hipertensi, Penyebabnya adalah penyakit ginjal dan penyakit renovaskular.
  • *1 _ 2 % penderita hipertensi, Penyebabnya adalah kelaianan hormonal dan pemakaian obat tertentu.
  • Penyakit ginjal :
  • Stenosis arteri renalisPenyakit ginjal polikista
  • PielonefritisTrauma pd ginjal (luka)
  • GlomerulonefritisPenyinaran pada ginjal
  • Tumor-tumor ginjal

11.

  • Kelainan Hormonal :
  • Hiperaldosteronisme
  • Sindrom Cushing (sekresi kortisol yang berlebihan)
  • Feokromositoma
  • Tumor pada kelenjar adrenal
  • Obat-obatan
  • Pil KBKokain
  • KortikosteroidAlkohol
  • siklosporinKayu manis ( >>> )
  • Eritropoietin
  • Penyebab Lain
  • Koartasio aortaKeracunan timbal
  • Preeklamsi pada kehamilanPorfiria intermiten

12.

  • KLASIFIKASI PATOLOGIS
  • HIPERTENSI BENIGNA (> 130-140 mmHg)
  • Bersifat lambat,sering tanpa gejala dan ditemukan pada pemeriksaan fisik.
  • Tahanan pembuluh darah perifer meningkat dan kerja jantung berlebihan dan akan mengakibatkan hipertrofi ventrikel kiri. Akan dapat dideteksi dengan EKG. Pada autopsi ditemukan penebalan yg konsentrik pada ventrikel kiri.
  • Akan mengakibatkan penyakit arteriol dan terbentuknya aterosklerosis.

PATOFISIOLOGI 13.

  • 2. Hipertensi maligna
  • Merupakan hipertensi yang mengkwatirkan, memerlukan pengobatan untuk mengurangi resiko kerusakkan organ dan kematian mendadak.
  • Perubahan pembuluh darah renal menonjol,pendarahan akutdan edema papil.
  • Timbulnya proteinuria dan gagal ginjal.
  • Bentuk khas histologis yaitu nekrosis fibrinoid pada arteri kecil dan arteriol

14.

  • HIPERTENSI PULMONARIS
  • Sebab patologis dan perubahan fisiologis
  • 1. Gagal ventrikel kiri akut dan kronis.
  • Naiknya tekanan ventrikel kiri, sehingga naiknya tekanan vena.
  • 2. Stenosi mitralis.
  • Naiknya tekanan atrium kiri, sehingga naiknya tekanan vena pulmonaris.
  • 3. Bronkitis kronis dan emfisema
  • Hipoksia, vasokontriksi pulmonaris
  • 4. Rekuren emboli pulmonaris
  • Berkurangnya anyaman vaskuler pulmonaris

15. Faktor faktor yang memicu terjadinya Hipertensi

  • Meningkatnya aktifitas sistem saraf ( berhubungan dengan meningkatnya respon terhadap stress psikososial .
  • Produk yang berlebihan pada hormon yang menahan natrium dan vasokonstriktor .
  • Asupan natrium (garam) berlebihan.
  • Tidak cukupnyaasupan kalium dan kalsium.
  • Meningkatnya sekresi renin sehingga mengakibatkan meningkatnya produk angiotensin II dan aldosteron.

PATOFISIOLOGI 16.

  • 6. Defisiensi vasodilator seperti prostasiklin, nitrik oxida (NO) dan peptide natriuretik.
  • 7. Perubahan dalam ekspresi sistem klirenyang mempengaruhi tonus vaskular dan penanganan garam oleh ginjal.
  • 8. Abnormalitas tahanan pembuluh darah, termasuk gangguan pada pembuluh darah kecil di ginjal.
  • 9. Diabetes mellitus.
  • 10. Resistensi insulin
  • 11. Obesitas
  • 12. Meningkatnya aktifitas vaskular growth faktor.
  • 13. Perubahan reseptor adrenergik yang mempengaruhi denyut jantung.
  • 14. Berubahnya transpor ion dalam sel

17. Mekanisme Patofisilogi dari Hipertensi 18.

  • Secara umum terlihat sehat atu beberapa
  • sudah mempunyai faktor resiko tambahan.
  • Kebanyakkan Asimptomatik
  • Pada sebagian besar hipertensi tidak menimbulkan gejala, gejala yang mungkin terjadi:
  • Sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan.
  • (ini dapat terjadi pada penderita hipertensi atau normal)

GEJALA KLINIS 19. Gejala pada Hipertensi berat atau menahun

  • Sakit kepala , kelelahan
  • Mual muntah
  • Sesak napas, gelisah
  • Pandangan menjadi kabur (terjadi karena kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal).
  • Penurunan kesadaran dan koma karena terjadi pembengkakkan otak.

20. PENINGKATAN RESIKO HIPERTENSI 21.

  • Ada tiga tujuan evaluasi pasien dengan hipertensi :
  • Menilai gaya hidup dan identifikasi faktor-faktor resiko yang mungkin mempengaruhi.
  • Mencari penyebab tekanan darah tinggi.
  • Menentukan ada tidaknya kerusakkan organ target dan penyakit kadiovaskular.

DIAGNOSIS 22. SUMBER DATA

  • Anamnesis mengenai keluhan pasien.
  • Riwayat penyakit dahulu dan keluarga
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes laboratorium rutin
  • Prosedur diagnostik lainnya

23. Pemeriksaan Fisik

  • Pemeriksaan Fundoskopi
  • Perhitungan BMI ( Body mass index)
  • Pemeriksaan abdominal
  • Palpasi pada kelenjer tiroid
  • Pemeriksaan lengkap jantung dan paru-paru
  • Pemeriksaan abdomen untuk melihat ginjal
  • Palpasi ekstremitas bawah unt melihat Adanya edema dan denyut nadi
  • Penilaian neurologis dan lain-lain

24. 25.

  • Hipertensi dalam jangka waktu lama menyebabkan :
  • 1. Rusaknya endotel artheri dan mempercepat artherosklerosis.
  • 2. Rusaknya organ tubuh spt jantung, mata, ginjal, otak dan pembuluh darah besar.
  • 3. Merupakan faktor resiko utama untuk penyakit serebrovaskular (stroke ).
  • 4.Mempunyai peningkatan resiko yang bermakna untuk penyakit koroner, stroke, arteri perifer dan gagal jantung.

KOMPLIKASI HIPERTENSI 26.

  • Modifikasi Gaya hidup
  • 1. Penurunan Berat Badan
  • 2. Memperbaiki Pola makan
  • 3. Diet rendah sodium
  • 4. Aktifitas fisik (aerobik)
  • 5. Tidak minum alkohol dan berhentimerokok

PENATALAKSANAAN HIPERTENSI NON FARMAKOLOGI 27. 28. 29. 30.

  • Diuretik ( Thiazid )
  • Penghambat adrenergik (alfa bolker, beta bloker, alfa-beta bloker labetalol).
  • ACE inhibitor.
  • Antagonis kalsium
  • Vasodilator ( nitrogliserin, diazoxide dll)
  • OBAT-OBAT INI DAPAT DIBERIKAN SENDIRI MAUPUN KOMBINASI

FARMAKOLOGI