Hierarchical Token Bucket HTB ... Manajemen Bandwidth dengan Menggunakan Metode Hierarchical Token...

Click here to load reader

  • date post

    14-Dec-2020
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Hierarchical Token Bucket HTB ... Manajemen Bandwidth dengan Menggunakan Metode Hierarchical Token...

  • Manajemen Bandwidth dengan Menggunakan

    Metode Hierarchical Token Bucket ( HTB )

    (Studi Kasus : SMPN 1 Susukan Kabupaten Semarang)

    Artikel Ilmiah

    Oleh:

    Swaghora Pramudita (672009004)

    Radius Tanone, S.Kom., M.Cs

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    November 2014

  • ii

    Manajemen Bandwidth dengan Menggunakan

    Metode Hierarchical Token Bucket ( HTB )

    (Studi Kasus : SMPN 1 Susukan Kabupaten Semarang)

    Artikel Ilmiah

    Diajukan kepada

    Fakultas Teknologi Informasi

    untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer

    Oleh:

    Swaghora Pramudita (672009004)

    Radius Tanone, S.Kom., M.Cs

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    November 2014

  • iii

  • iv

  • v

  • vi

  • vii

  • viii

  • ix

  • Manajemen Bandwidth dengan Menggunakan

    Metode Hierarchical Token Bucket ( HTB )

    (Studi Kasus : SMPN 1 Susukan Kabupaten Semarang)

    1) Swaghora Pramudita, 2)Radius Tanone

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50771, Indonesia

    Email: 1)672009004@student.uksw.edu, 2)radius.tanone@staff.uksw.edu

    Internet takes an important part in teaching and learning activities at school.

    Bandwidth management was not apply on SMPN 1 Susukan Semarang, this causing some

    client can get the amount of bandwidth not in order. Bandwidth management has a big

    impact for the entire computer to get the same amount of bandwidth with use HTB

    method. Design method that use in this research was PPDIOO method. PPDIOO

    including prepare, plan, design, operate and optimize. The result for applying HTB

    method is bandwidth can be divided with same amount of each client suitable with their

    needs according to limit at and max limit that has been made. QoS made the use of

    bandwidth become work well. The conclusion, network in SMPN 1 Susukan is good after

    the implement of bandwidth management with HTB method.

    Keywords: Bandwidth, HTB, QoS, PPDIOO.

    Abstrak

    Internet berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jaringan

    pada SMPN 1 Susukan Kabupaten Semarang belum diterapkan manajemen bandwidth

    sehingga beberapa komputer client bisa menggunakan bandwidth dengan tidak beraturan.

    Manajemen bandwitdh berperan penting supaya semua komputer client mendapat jatah

    bandwidth sesuai dengan prioritas untuk setiap client di SMPN 1 Susukan dengan

    menerapkan metode HTB. Metode perancangan sistem menggunakan metode PPDIOO

    yang terdiri dari prepare, plan, design, implement, operate, dan optimize. Hasil

    manajemen bandwidth yang diperoleh dengan menggunakan metode HTB, bandwidth

    dapat terbagi sesuai dengan prioritas untuk setiap komputer client berdasarkan

    konfigurasi limit at dan max limit yang telah dibuat. QoS berjalan dengan baik untuk

    menjaga kualitas bandwidth yang tersedia, sehingga kegunaan bandwidth lebih optimal.

    Dapat diambil kesimpulan jika jaringan pada SMPN1 Susukan tergolong bagus setelah

    diterapkan manajemen bandwidth dengan menggunakan metode HTB.

    Kata Kunci: Bandwidth, HTB, QoS, PPDIOO.

    1) Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Teknik Informatika, Universitas Kristen Satya

    Wacana Salatiga 2) Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

    mailto:672009004@student.uksw.edu

  • 1

    1. Pendahuluan

    Di era globalisasi saat ini internet menjadi kebutuhan yang penting untuk

    menunjang kehidupan sehari – hari dalam mencari berbagai informasi.

    Terbatasnya bandwidth yang disediakan oleh operator internet memaksa para

    pengguna untuk pintar menggunakan jatah bandwidth yang tersedia. Bandwidth

    adalah ukuran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan

    dalam sebuah network. Besar bandwidth pada jaringan akan mempengaruhi

    kecepatan jaringan dalam melakukan sebuah proses transfer data ke internet [1].

    Manajemen bandwidth menjadi hal yang sangat diperlukan bagi jaringan

    multi layanan, karena semakin banyak dan bervariasinya aplikasi yang dapat

    dilayani oleh suatu jaringan berpengaruh pada penggunaan link dalam

    jaringan tersebut. Manajemen bandwidth sangat dibutuhkan untuk mengatur

    bandwidth yang tersedia supaya setiap client bisa mendapatkan bandwidth sesuai

    dengan kebutuhan masing-masing client [2].

    Dalam penelitian ini terdapat masalah jaringan internet di SMPN 1 Susukan

    Kabupaten Semarang karena belum diterapkan manajemen bandwidth. Beberapa

    komputer client pada sekolah tersebut dapat menggunakan bandwidth dengan

    tidak beraturan sehingga mengganggu client lain yang akan menggunakan

    internet. Menurut kepala sekolah SMPN 1 Susukan Kabupaten Semarang masalah

    yang diakibatkan membuat proses administrasi sekolah menjadi terganggu. Sering

    kali kepala sekolah merasa jaringan internet lambat ketika akan download data

    dari dinas pendidikan. Masalah internet yang terjadi tidak hanya dirasakan oleh

    kepala sekolah tetapi juga para pengguna internet yang lain yaitu petugas dapodik

    sekolah, guru, dan siswa. Petugas Dapodik sekolah memerlukan internet yang

    cepat untuk menyelesaikan segala administrasi sekolah seperti bantuan

    operasional sekolah (BOS), data pokok pendidikan, dan mengakses informasi dari

    dinas pendidikan dan kebudayaan yang harus dilakukan secara online. Guru

    memerlukan internet yang stabil untuk mencari materi pengajaran di sekolah.

    Internet juga sangat berperan penting untuk menunjang kegiatan siswa dalam

    mencari tugas yang diberikan oleh guru. Tetapi ketika semua client menggunakan

    internet secara bersamaan bandwidth terbagi tidak merata sehingga ada yang

    mendapat akses internet yang cepat tetapi ada juga yang mendapat akses internet

    yang lambat. Jaringan internet yang lambat akan mengganggu seluruh kegiatan

    yang berkaitan dengan internet di SMPN 1 Susukan dan mengakibatkan tugas

    tidak dapat dilakukan tepat waktu. Hal ini terjadi karena tidak adanya pengaturan

    manajemen bandwidth pada sekolah tersebut sehingga bandwidth yang tersedia

    habis terpakai oleh sebagian client. Pihak sekolah menginginkan bandwidth yang

    tersedia dapat terbagi berdasarkan kebutuhan untuk masing-masing client.

    Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka ditemukan solusi untuk

    menyelesaikan masalah bandwidth yang terjadi di SMPN 1 Susukan dengan

    menerapkan manajemen bandwidth dengan menggunakan metode Hierarchical

    Token Bucket (HTB) supaya bandwidth yang tersedia dapat terbagi sesuai dengan

    kebutuhan masing-masing client. HTB dipilih karena mempunyai kelebihan

    dalam pembatasan trafik pada setiap level maupun klasifikasi, sehingga

    bandwidth yang tidak dipakai oleh level yang tinggi dapat digunakan atau

  • 2

    dipinjam oleh level yang lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

    merancang suatu sistem manajemen bandwidth dengan memanfaatkan metode

    Hierarchical Token Bucket (HTB) untuk menyelesaikan masalah bandwidth yang

    terdapat di SMPN 1 Susukan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengatur

    manajemen bandwidth sesuai dengan kebutuhan setiap client di SMPN1 Susukan

    mulai dari kepala sekolah, operator dapodik, guru dan siswa guna menunjang

    kegiatan selama di Sekolah. Sehingga membantu terwujudnya sistem jaringan

    internet yang efektif. Quality of servise (QoS) digunakan sebagai parameter untuk

    melihat seberapa baik manajemen bandwidth yang telah diterapkan pada jaringan

    di SMPN 1 Susukan yang difokuskan pada pengukuran parameter delay, packet

    loss, dan throughput. Hasil yang diharapakan adalah agar kepala sekolah, operator

    dapodik, maupun pengguna internet yang lain mendapatkan akses internet yang

    optimal guna menunjang kegiatan selama di Sekolah.

    2. Tinjauan Pustaka

    Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, seperti jurnal

    oleh Tafaul yang berjudul Os Mikrotik sebagai Manajemen Bandwidth dengan

    Menerapkan Metode Per Connection Queue (PCQ). Bandwidth bisa dibagi

    secara otomatis oleh sistem dan batasan limit apabila bandwidth digunakan

    hanya oleh satu client bisa mencapai keseluruhan bandwidth yang ada. Hasil

    yang diperoleh adalah selama melakukan pengujian terhadap bandwidth, masing-

    masing client lokal bisa memperoleh bandwidth secara adil. Alokasi bandwidth

    menuju jaringan lokal bisa terbatasi dengan baik pada saat client melakukan

    aktivitas download maupun upload, baik pada saat client lokal melakukan

    aktivitas download menggunakan download manajer [3].

    Menurut penelitian lain yang dilakukan oleh Haimi, dkk berjudul

    Pengaturan Pemakaian Bandwidth Menggunakan Mikrotik Bridge di Fa