Hepatoma-Kanker Hati (Hepato Cellular Carcinoma)

download Hepatoma-Kanker Hati (Hepato Cellular Carcinoma)

of 22

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.718
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Hepatoma-Kanker Hati (Hepato Cellular Carcinoma)

David Wyanto 10 2007 159 Blok 17Sistem Hepatobilier

Hepatoma (Hepatocellular Carcinoma)PendahuluanHepatoma adalah tumor ganas hati primer dan paling sering ditemukan daripada tumor ganas hati primer lainnya seperti limfoma maligna, fibrosarkoma, dan hemangioendotelioma. Hepatoma merupakan urutan ke-5 pada kasus kanker di dunia. Pada anamnesis dan pemeriksaan fisik tampak seperti kelainan hepar pada umumnya. Hepatoma lebih sering ditemukan ada pria dibandingkan dengan wanita. Hepatoma biasa dan sering terjadi pada pasien dengan sirosis hati yang merupakan komplikasi hepatitis virus kronik. Hepatitis virus kronik adalah faktor risiko penting hepatoma, virus penyebabnya adalah virus hepatitis B dan C. Bayi dan anak kecil yang terinfeksi virus ini lebih mempunyai kecenderungan menderita hepatitis virus kronik daripada dewasa yang terinfeksi virus ini untuk pertama kalinya. Selain oleh HCV/HBV, hepatoma juga disebabkan oleh hormon (estrogen dan androgen), tyrosinemia herediter (hepatoma pada anak), aflatoxin yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus. Penyebab sirosis hati selain virus adalah obat, alcohol, non alcoholic steatohepatitis (NASH), hemochromatosis. Hepatoma yang tidak mengalami sirosis disebabkan oleh hormon. Hepatoma seringkali tak terdiagnosis karena gejala karsinoma tertutup oleh penyakit yang mendasari yaitu sirosis hati atau hepatitis kronik. Jika gejala tampak, biasanya sudah stadium lanjut dan harapan hidup sekitar beberapa minggu sampai bulan. Keluhan yang paling sering adalah berkurangnya selera makan, penurunan berat badan, nyeri di perut kanan atas dan mata tampak kuning. Komplikasi yang sering terjadi pada sirosis adalah hipertensi portal, asites, perdarahan saluran cerna bagian atas, ensefalopati hepatika, dan sindrom hepatorenal. Penatalaksanaan yang dilakukan antara lain transplantasi, ablative local, radiofrekuensi ablation, chemoembolization, dan chemoteraphy. Prognosis pasien dengan penyakit ini buruk.

Blok 17 Sistem Hepatobilier 1

AnamnesisAnamnesis adalah wawancara seksama yang dilakukan pasien yang berguna untuk menunjang diagnosis penyakit seorang pasien. Seringkali, anamnesis yang baik sudah dapat menentukan penyakit seseorang. Anamnesis merupakan gabungan dari keahlian mewawancarai dan pegetahuan yang mendalam tentang gejala dan tanda suatu penyakit sehingga dapat melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang yang sesuai untuk penyakit tersebut. Anamnesis terdiri dari identitas, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu dan riwayat penyakit keluarga. Keluhan utama Keluhan utama Tuan X (60 tahun) ialah rasa penuh di abdomen, lesu, lemah dan nafsu makan berkurang serta berat badan menurun. Riwayat Penyakit Sekarang Dalam scenario ini ialah didapatkan kulit berwarna kekuningan dan perut membesar. Selain itu perlu ditanyakan juga :y y y y y

Apakah terdapat nyeri pada bagian abdomen dan lama nyerinya? Terdapat demam atau tidak, lama demam, munculnya pada waktu kapan? Apakah urin berwarna gelap seperti air teh? Apakah warna tinja keputihan seperti dempul? Apakah kulit terasa gatal?

Riwayat Penyakit Dahulu Dalam scenario ini, tidak diberitahu mengenai riwayat penyakit terdahulu.y y y

Adakah riwayat ikterus sebelumnya? Pernah sakit kuning (hepatitis) atau kontak dengan penderita hepatitis? Adakah riwayat transfusi darah, cabut gigi, dan pembuatan tato dalam 6 bulan terakhir?

y y y y y

Adakah pasien makan makanan kurang bersih dalam sebulan terakhir? Adakah riwayat batu empedu? Adakah riwayat pemakaian obat dalam jangka waktu lama? Adakah riwayat pemakaian obat jarum suntik? Adakah riwayat berhubungan sex bebas?

Blok 17 Sistem Hepatobilier 2

y y

Adakah riwayat minum alcohol?

Riwayat Penyakit Keluarga Penting ditanyakan khususnya pada pasien dengan ikterus yang tidak dapat ditemukan penyebabnya ; yang mungkin disebabkan karena defisiensi enzim, gangguan aktivasi enzim, atau idiopatik. Keadaan ini sering ditemukan pada anak bayi dengan ikterus yang patologis (sind. Gilbert, sind. Crigler-najjar, anemia hemolitik) dan wanita hamil atau sedang minum pil KB yang sebelumnya tidak pernah mengalami ikterus (sind. Dubin-Johnson).

Pada anamnesa didapatkan rasa penuh di abdomen, lesu , lemah, nafsu makan berkurang serta berat badan menurun. Didapatkan pula kulit berwarna kekuningan serta perut membuncit. Hal inilah yang dipakai sebagai bahan pemikiran untuk menentukan diagnosis.

Pemeriksaan FisikInspeksi Pada penderita penyakit hepatobilier maka pada sebagian besar pasien nampak kulit dan sclera yang berwarna kekuningan. Kelainan yang sering terjadi terletak pada kuadran kanan atas. Mula mula dilihat bagaimana kulit (baik itu warna maupun dilatasi vena yang biasa diakibatkan keadaan sirosis hepar). Setelah itu dengan melihat bentuk yaitu simetris atau tidak dan mendatar atau menonjol. Tidak simetris disebabkan oleh pembesaran organ, tumor, kista, dll. Lihat perut pasien apakah membuncit atau tidak (jika membuncit mungkin terjadi pembesaran hepar atau asites). Pada keadaan tertentu didapatkan caput medusae, spider nevi dan pembuluh darah kolateral. Keadaan tersebut disebabkan oleh hipertensi portal. Pada gangguan hepar mungkin terdapat pula ginekomasti.

Palpasi Lebih diutamakan pemeriksaan di kuadran kanan atas. Dapat dilakukan pula Murphys sign untuk menilai kolesistisis. Selain itu yang terpenting untuk dilaporkan ialah bagaimana deskripsi dari hepar. Apakah terjadi hepatomegali, konsistensi, tepi, permukaan juga dilaporkan. Selain palpasi pada hepar, juga dilakukan palpasi ada

Blok 17 Sistem Hepatobilier 3

lien. Apakah terdapat splenomegali? Hal tersebut mungkin terjadi oleh hipertensi portal. Pada keganasan hepar yang didapatkan ialahpembesaran hati (hepatomegali), konsistensi keras, tepi tumpul dan permukaan berbenjol.

Perkusi Pada perkusi hepar maka dapat ditentukan apakah terjadi pembesaran hepar (hepatomegali) atau hepar mengecil (sirosis hepatis).

Auskultasi Pada kelainan hepar yang dapat terdengar ialah Bruit hepar yaitu suara yang menunjukkan indikasi ke arah karsinoma hepar atau hepatitis alcoholic. Suara bruit ini mirip dengan suara murmur pada paru yang sama -sama diakibatkan oleh aliran turbulen pada organ. Suara lainnya ialah Venous hum yaitu adanya suara sistolik dan diastolic seperti humming. Suara ini mengindikasikan sirkulasi kolateral pada sirosis hepatis. Friction Rub ialah mengindikasikan adanya inflamasi pada permukaan peritoneal dari organ misalnya adanya tumor, setelah biopsy. Adanya bruit hepar bersamaan dengan friction rub mengindikasikan kuat adanya carcinoma pada hepar.

Pemeriksaan asites Asites adalah satu kondisi dimana terdapat akumulasi cairan berlebih yang meng isi rongga peritoneal. Pemeriksaan asites dengan cara shifting dullness atau dengan undulasi. Pada keganasan mungkin didapatkan asites karena sebelum terjadi hepatoma biasanya didahului oleh sirosis hepatis.

Pemeriksaan penunjang

Kanker hati tidak bisa didiagnosis dengan tes darah rutin dan standar tes panel hati. Ini sebabnya diagnosis kanker hati yang begitu banyak tergantung pada penanda tumor (alfa-fetoprotein) di dalam darah, pemeriksaan radiologi, dan biopsy hepar . Karena kebanyakan pasien hepatomadisertai dengan sirosis hati, maka pada pemeriksaan darah tidak didapatkan batas-batas nilai normal. Jika tes darah menjadi abnormal atau memburuk setelah kanker hati, ini biasanya menandakan luasnya jaringan yang rusak pada hati maupun bertambah beratnya hepatoma. Pada saat itu,

Blok 17 Sistem Hepatobilier 4

setiap perawatan medis atau bedah akan terlambat. Pemeriksaan laboratoriumy

Alpha-fetoprotein (AFP), merupakan protein yang biasanya dibuat oleh sel hati yang belum dewasa pada janin. Saat bayi baru lahir kadar AFP relatif tinggi dan akan menurun ke tingkat normal pada tahun pertama kehidupan. Umumnya, tingkat AFP normal adalah di bawah 10 ng / ml. Pada orang dewasa, jika AFP darah lebih dari 400 nanograms / millilitermaka terdapat beberapa kemungkinan yaitu hepatoma dan kanker testis atau ovarium. Tetapi dapat false positif pada hepatitis kronik dan kehamilan. Sensititas AFP dalam diagnosis hepatoma mencapai 60%.

y

Des-gamma-carboxyprothrombin (DCP), sebuah varian dari gammaglutamyltransferase enzymes, dan varian lainnya enzymes (misalnya, alpha-L-fucosidase), yang diproduksi oleh sel hati normal. DCP dapat meningkat pada hepatoma. False positif dapat terjadi jika defisiensi vit.K.

y

Glypican-3 Glypican 3 adalah proteoglycan heparan sulfat yang diekspresikan pada hepatoma. Pada 50 % serum pasien ditemukan glypican-3.

Radiologiy

USG USG merupakan pemeriksaan yang kali dilakukan jika pasien diduga kanker hati. Keakuratan USG sangat tergantung pada tenaga teknis d an radiolog yang menilai (tergantung operator). USGmerupakan pemeriksaan yang sensitivity dan specificity yang tinggi untuk menentukan diagnosa hepatoma. USG memiliki kelebihan yaitu tidak memerlukan bahan kontras, tidak melibatkan radiasi, dan tidak invasif. Selain itu, harga pemeriksaan USGcukup murah dibandingkan dengan pemeriksaan radiologi lainnya.

y

CT scan dan MRI Pada hepatoma pemeriksaan CT scan dan MRI juga perlu. Untuk mengetahui letak kanker tersebut dan mengetahui derajat tumornya. Selain

Blok 17 Sistem Hepatobilier 5

itu juga dapat digunakan CT angiongrafi untuk melihat perdarahan pada kanker tersebut. Biopsy Pemeriksaan biopsy merupakan pemeriksaan yang penting dalam diagnosis hepatoma. Biopsy adalah tindakan yang invasive dengan cara memasukkan jarum dan kemudian mengambil jaringan hepar. Tetapi hal ini dapat menyebabkan perdarahan dan penyebaran hepatoma pada jalur yang ditempuh oleh jarum. Setelah biopsy maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah menentukan T, N, M untuk menunjukkan derajat neoplasma. Melalui biopsy maka dapa