Harmoni edisi 24

download Harmoni edisi 24

of 21

  • date post

    08-Dec-2016
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Harmoni edisi 24

  • Back to Basic, KembaliKan FoKus Ke arah Kebun

    BERITA UTAMATindak LanjuT Gema miTra,ProGram PercePaTanPenanGGuLanGan kemiskinan

    PERISTIWAruPs TaHunan BsP 2013

    FOKUS CSR-COMDEVHari karTini: meneLadani PerjuanGan karTini

    BERITA UTAMA

    P E M B A W A A S P I R A S I & I N F O R M A S I C S R / C D G R U P B S P

    Edisi XXIV / Volume VII / Juli 2013

    ISSN : 1978-3272

  • EDISI XXIV VOL VIIJuli 2013

    05 08

    26

    BERITA UTAMA

    LAPORAN KHUSUS

    Salam Redaksi 02Daftar Isi 03Catatan Editor 04Surat Pembaca 04Fokus CSR-Comdev 14Wajah BSP 20Ruang Opini 22Ragam Harmoni 24Galeri Kebersamaan 25Laporan Khusus 26CSR Unit 28Potret Unit 30Oleh-Oleh 33Divisi BSP 34Kilas Peristiwa 36Info HRD 38Quiz 38

    12DIALOG

    BACK TO BASIC, KEMBAlIKAn FOKUS

    KE ARAh KEBUn

    TInDAK lAnjUT GEMA MITRA,PROGRAM PERCEPATAn

    PEnAnGGUlAnGAn KEMISKInAn

    Deputi VII Kemenkokesra RIBidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat

    PIAlA DAnOnE 2012TIM SSB BAKRIE ASAhAn URUTAn KE-9

    PERAnGI KEMISKInAn,CITA-CITA SAyA DARI KECIlKemiskinan dan ketidakadilan menjadi prioritas dalam hidupnya dari kecil. Ternyata, keinginannya dalam mengentaskan kemiskinan itulah juga menjadi salah satu latar belakang ia dalam membentuk Gema Mitra (Gerakan Prakarsa Masyarakat Membangun Indonesia Sejahtera).

    Direktur Utama BSP, M. Iqbal Zainuddin, mengatakan kebijakan back to basic ini merupakan kesempatan untuk lebih memfokuskan perhatian ke area perkebunan. Hal tersebut juga sebagai tujuan guna mencapai hasil kebun yang baik dan efisien.

    Kami peduli, kami bermitra, inilah slogan Gema Mitra yang kami rumuskan untuk mengajak berbagai pihak mengambil peran aktif dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia, ungkap Sudjana Royat, Deputi VII Kemenkokesra RI dalam sambutannya di acara Sosialisasi dan Tindak Lanjut Gema Mitra.

    Munculnya pemain bola yang yang berprestasi dan bermental juara terlahir dari proses pembinaan yang panjang sejak usia dini. Momentum prestasi SSB Bakrie Asahan seyogyanya menjadi cambuk dan pemacu pembinaan yang berkualitas dan berkelanjutan di Asahan. Selamat kepada pembina dan pelatih SSB Bakrie Asahan, semoga tahun depan menuai prestasi yang terbaik!

    Dr. Ir. Sudjana Royat, D.E.A

    Kita patut mengucap syukur atas beberapa peristiwa dalam kurun waktu enam bulan belakangan ini, yang terakhir adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) II yang berlangsung sukses pada Senin, 8 Juli 2013 di Hotel Gran Melia, Jakarta. Kita ucapkan selamat kepada M. Iqbal Zainuddin yang diamanahkan sebagai Direktur Utama serta kepada Direktur lainnya, yaitu: Rudi Sarwono, B. Chandrasekaran, Andi W. Setianto, dan C.S. Seshadri. Tak lupa, kita ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja keras dan kontribusi yang telah dilakukan oleh Bambang Aria Wisena, yang kini menjabat sebagai Komisaris bersama Komisaris lainnya: Soedjai Kartasasmita, Bungaran Saragih, Anton Apriyantono, Bobby Gafur S. Umar, M. Eddy Soeparno, dan Anindya N. Bakrie.

    Pada Harmoni edisi ke-24 ini, redaksi menyuguhkan berita utama mengenai Back to Basic dengan nara sumber utama M. Iqbal Zainudin dan tanggapan dari Head BSP Area Sumbar dan Bengkulu. Suguhan berita utama lainnya adalah mengupas lebih lanjut tentang perkembangan program Gema Mitra dan Perkasa. Berita utama yang terakhir adalah program pemberdayaan ternak sapi di Area Bengkulu. Sangat menarik disimak karena desa binaan di sana merupakan salah satu desa sentra sapi Bengkulu Utara. Pada kolom dialog, kami menghadirkan Sudjana Royat, Deputi VII Kemenkokesra RI Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, salah satu orang yang mendalangi program Gema Mitra. Fokus CSR kali ini diisi dengan peringatan hari Kartini, pelepasan tukik, dan kegiatan rutin donor darah tahunan.

    Tim SSB Bakrie Asahan menorehkan prestasi di piala Danone Cup 2013. Bagaimana aksi mereka? Simak liputannya di Laporan Khusus. Masih bernuansa olahraga dan alam, mari kita tengok Tour de Singkarak di Sumatera Barat di kolom Oleh-Oleh. Pada berita Peristiwa, kami menghadirkan RUPS BSP 2013 dan peran serta BSP dalam SOM1 APEC.

    Masih banyak berita dan informasi menarik seputar BSP lainnya. Terakhir, seluruh staf redaksi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, dan selamat berhari raya Idul Fitri 1434 H, mohon dimaafkan lahir batin dan semoga kita menjadi insan yang lebih baik setelah Ramadhan, aamiin.

    Salam,

    Redaksi

    Hasil RUPS II BSP Tahun 2013 menetapkan M. Iqbal Zainuddin sebagai Direktur Utama menggantikan posisi Bambang Aria Wisena yang diangkat menjadi Komisaris. Selamat atas jabatan dan amanah baru ini.

    3

    Edi

    si X

    XIV

    / V

    ol.V

    II /

    Juli

    2013

    REDAKSIDEWAN PENGURUS

    MAJALAH HARMONI

    PelindungM. Iqbal Zainuddin

    PenasehatM. Iqbal Zainuddin

    Rudi SarwonoB. Chandrasekaran

    Andi W. Setianto C.S. Seshadri

    Pemimpin UmumSuwandi

    Dewan RedaksiSuwandi

    Soepatno HandokoFitri Barnas

    Kanya Lakshmi S.Soeseno SoeparmanAtok Hendrayanto

    Jhonny Suharto DarmoAkmal Aziz (ex officio)

    Pemimpin RedaksiAkmal Aziz

    Wakil Pemimpin RedaksiRano Cahyawidi

    Sekretaris RedaksiSetia Rulianti Sakinah

    Kontributor Corp CenterTaufik Hidayat

    Susanto YuwonoKamaluddin

    Anton SupriyadiIrham Noval

    Ilhamd Fithriansyah

    Kontributor UnitSumantri (Kisaran)

    Supriadi (Kalsel)Ismi beby L Harahap (Kisaran)

    Susilawadi (Kisaran)Dedi Iskandar (Labuhan Batu)

    Fattah Matondang (Labuhan Batu)Jerry M. Manupassa(Lampung)

    Darma Setiawan (Bengkulu)Indra Sevril (Sumbar)

    Luarno (Kalteng)Heri Suryono (Kalteng)

    Suherdi (Jambi)Sariati Marintan (Jambi)

    Redaksi Majalah HarmoniBakrie Tower 18th-19th FloorKomplek Rasuna Epicentrum

    Jl. H.R. Rasuna SaidJakarta 12960

    Telp. (021) 2994 1286-87Fax. (021) 2994 1752

    www.bakriesumatera.com

    Konsultan Media www.mediacitra.co.id

    Salam I S IDaftar

    Foto manajemen BSP Area Sumbar.Kiri ke kanan:

    Indra Sevril, Misran Sugianto, Bermansyah Sinaga, Saud Marbun

  • Tahun 1998 adalah tahun reformasi, masa kebebasan bangsa Indonesia dari rezim Orde Baru yang sentralistik menjadi desentralisasi kekuasaan. Hal ini ditandai dengan pengaturan daerah provinsi, kabupaten/kota, serta desa/kelurahan mendapatkan kekuatan yang besar dan legitimate untuk mengelola daerahnya masing-masing melalui penetapan Undang-Undang (UU) No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah. UU tersebut direvisi kembali dengan ketetapan UU No.32 tahun 2005 tentang pemerintahan daerah dan diperjelas dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 2005 tentang desa. Otonomi daerah memberikan harapan baru bagi pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerahnya sesuai dengan aspirasi dan kebutuhannya. Otonomi daerah, memberi peluang, membuka ruang dan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam mengelola daerahnya serta potensi lokalnya.

    Dalam konsep otonomi daerah, peran utama pengelolaan daerah dilimpahkan ke tingkat kabupaten dan kelembagaan di bawahnya. Pemerintah kabupaten bersama kecamatan diharapkan mampu mendorong pemerintah desa menyelenggarakan pemerintah desa secara utuh dan mandiri sesuai dengan kewenangannya baik urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Namun faktanya otonomi daerah hanya berputar dan didominasi di tingkat pemerintah kabupaten, sehingga banyak desa berjalan terseok-seok dan ketergantungan kepada pemerintah kabupaten. Dampak otonomi desa yang belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan ini berdampak pada program pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Dari data BSP bahwa laju penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia lambat disebabkan oleh salah satunya kelemahan birokrasi di Indonesia.

    Masa transisi ini menjadi penting kita ketahui bersama dalam kaitannya dengan program pemberdayaan yang dikembangkan oleh masyarakat dan perusahaan. Artinya perusahaan dan masyarakat perlu melihat posisi strategis kelembagaan di tingkat desa yang seharusnya mampu berperan lebih kuat dan mandiri dalam mengurusi daerah dan masyarakatnya. Sasaran kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan dengan fokus kepada penguatan kelompok-kelompok masyarakat, UKM, koperasi, dan lain-lain, juga mengarahkan kegiatannya sehingga terwujud kelembagaan desa yang mandiri dan berdaya.

    BSP memiliki komitmen yang jelas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat/ Community Development (CD) di sekitar perusahaan yang dikenal dengan nama Perkasa atau Pemberdayaan Masyarakat Kebun Karet, Kelapa Sawit, dan Oleokimia. Perkasa dirancang sejalan dengan semangat otonomi daerah dan desa khususnya dengan penguatan fungsi kelembagaan desa serta kelompok masyarakat melalui pendampingan desa oleh karyawan yang juga berperan sebagai kader komunitas atau tim CSR/CD.

    Sinergi yang terbentuk antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam Forum Perkasa menantikan harapan bersama bersama bahwa desa-desa khususnya di ring satu perusahaan mampu tumbuh dan berkembang sebagaimana perkembangan perusahaan. Hal ini diperkuat dengan adanya Gema Mitra (Gerakan Prakarsa Masyarakat Membangun Indonesia Sejahtera) diluncurkan 26 November 2012 oleh Menkokesra RI, Agung Laksono bersama CFCD, dan 7 perusahaan termasuk tiga unit usaha BSP, yaitu PT Bakrie Pasaman Plantations, PT Agrowiyana, dan PT Air Muring. Gema Mitra mendukung pendekatan kebijakan penanggulangan kemiskinan oleh pemerintah, mulai dari klaster I hingga klaster IV yang difokuskan pada kemitraan dengan multipihak dan pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015.

    Dengan adanya Perkasa dan Gema Mitra tersebut, persoalan kemiskinan dan masalah sosial lainnya d