HANDOUT PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK sc. · PDF file 2016. 9. 13. ·...

Click here to load reader

  • date post

    22-Jan-2021
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of HANDOUT PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK sc. · PDF file 2016. 9. 13. ·...

  • 1

    HANDOUT PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2016/2017

    I. IDENTITAS MATA KULIAH 1. Mata Kuliah : Metode Penelitian

    2. Kode Mata Kuliah : MKK

    3. Semester / SKS : 5 (lima), 5A, 5B / 3 (tiga) SKS

    4. Jenis Mata Kuliah : Wajib

    5. Prasyarat : -

    6. Dosen Pengampu : Drs. H. Moh. Masnun, M.Pd

    II. BAGIAN ISI Pertemuan ke-1 1. Tujuan Pembelajaran

    Mahasiswa memahami tugas-tugas perkuliahan dan termotivasi

    untuk memiliki kemampuan meneliti.

    2. Uraian singkat Materi Kontrak Belajar dan Orientasi Mata Kuliah. Pada pertemuan

    ini dosen bersama mahasiswa membahas tentang :

    1. Tata tertib perkuliahan

    2. Arah Materi SAP

    3. Tugas-tugas kelompok

    4. Rincian Materi Perkuliahan

    Pertemuan 1 Kontrak belajar

    Pertemuan 2 Pengertian dan jenis-jenis metode penelitian

    Pertemuan 3 Proses Penelitian, Masalah Variabel dan

    Paradigma Penelitian

    Pertemuan 4 Landasan Teori, kerangka berfikir dan

    pengajuan hipotesis

    Pertemuan 5 Populasi dan sampel

  • 2

    Pertemuan 6-7 Skala pengukuran dan instrument penelitian

    Pertemuan 8 Ujian tengah semester

    Pertemuan 9 Teknik pengumpulan data

    Pertemuan 10-11 Masalah Fokus, judul dan teori dalam

    penelitian kualitatif

    Pertemuan 12 Teknik analisis data

    Pertemuan 13 Proposal Penelitian

    Pertemuan 14 Presentasi Proposal

    Pertemuan 15 Memperbaiki Proposal

    Pertemuan 16 Ujian akhir semester

    5. Nilai Akhir Mahasiswa

  • 3

    Pertemuan ke-2 1. Tujuan Pembelajaran

    Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan penelitian

    kuantitatif dan kualitatif. Proses dan ruang lingkup penelitian

    pendidikan

    2. Uraian singkat Materi A. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

    Penelitian merupakan salah satu bentuk laporan yang paling

    sering dijumpai dalam penyusunan skripsi. Penelitian sangat

    diperlukan ketika para ahli, mahasiswa, siswa, ataupun pakar-pakar

    lain dalam mencari kebenaran melalui analisis fenomena yang

    menggunakan instrumen penelitian.

    Dalam dunia pendidikan suatu penelitian sangat diperlukan

    karena dengan kita sebagai penerus bangsa harus mengetahui secara

    pasti kebenaran dari pendidikan dan ilmu pengetahuan agar tidak

    terjadi kesalahan dan kesimpangsiuran terhadap peserta didik.

    Penelitian merupakan suatu usaha menghubungkan kenyataan

    empirik dengan teori apabila teori sudah ada. Karena dalam penelitian

    kualitatif dilakukan bukan dalam rangka menguji teori atau hipotesis

    melainkan menemukannya.

    Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk

    mengungkapkan gejala secara holistik-konstektual melalui

    pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti

    sebagai instrumen kunci. Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan

    cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif. Proses dan

    makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

    Penelitian kuantitatif lebih menonjol disusun dalam bentuk narasi yang

    bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik

    yang penuh dengan nilai-nilai otentik.

  • 4

    Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya

    menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat

    dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman

    peneliti berdasarkan pengalamannya yang kemudian dikembangkan

    menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahannya yang

    diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk

    dukungan data empiris di laporan.

    Berdasarkan Williams (1988) ada lima pandangan dasar

    perbedaan antara pendekatan kuantitatif (istilah Williams dengan

    kuantitatif positivistik) dan kualitatif. Kelima pendangan dasar

    perbedaan tersebut adalah:

    1. Bersifat realitas

    Pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, dan dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sehingga peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada obyek generalis, meragukan dan mencari fenomena pada obyek yang realitas.

    2. Interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, Pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipasif.

    3. Posibilitas generalis, Pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements), sedangkan pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements).

    4. Posibilitas kausal, Pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sedangkan pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan.

  • 5

    5. Peranan nilai

    Pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif

    dan harus seperti apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif

    melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si

    peneliti yang subyektif.

  • 6

    Pertemuan ke-2 1. Tujuan Pembelajaran

    Mahasiswa mampu menulis konsep penelitian sesuai dengan

    teori dengan pemahaman yang tepat.

    2. Uraian singkat Materi Proses Penelitian, Masalah, Variabel dan Paradigma Penelitian 1. Proses penelitian Kuantitatif

    Proses penelitian kuantitaif pada gambar 2.1 berikut

    dikembangkan dari proses penelitian kuantitatif seperti yang tertera

    pada gambar 1.4

    Berdasarkan gambar 2.1 diberikan penjelasan sebagai

    berikut. Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah, namun

    masalah yang dibawa peneliti kuantitatif dan kualitatif berbeda.

    Dalam penelitian kuantitatif, masalah yang dibawa oleh peneliti

    harus sudah jelas, sedangkan masalah dalam penelitian kualitatif

    masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti

    memasuki lapangan.

  • 7

    2. Masalah Setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari

    masalah, walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering

    merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian (Tuckman,

    198). Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang

    betul-betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50 %

    telah selesai. Oleh karena itu menemukan masalah dalam penelitian

    merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah masalah dapat

    ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera dapat dilakukan.

    3. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Kalau masalah itu

    merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi,

    maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan

    dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun demikian

    terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena

    setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.

    4. Variabel Penelitian Kalau ada pertanyaan tentang apa yang anda teliti, maka

    jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian. Jadi variabel

    penelitian pada dasarnya adalah segla sesuatu yang berbentuk apa

    saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh

    informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

    Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat

    dirumuskan disini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau

    sifat atau nilai dari orang. Obyek atau kegiatan yang mempunyai

    variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

    kemudian ditarik kesimpulannya.

  • 8

    5. Paradigma Penelitian Dalam penelitian kuantitatif/positivistic, yang dilandasi pada

    suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan, dan

    hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka peneliti dapat

    melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel

    saja. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut

    selanjutnya disebut sebagai paradigm penelitian.

    Jadi paradigm penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola

    piker yang menunjukkan hubungan anara variabel yang akan diteliti

    yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah

    yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk

    merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan tehnik analisis

    statistic yang akan digunakan.

  • 9

    Pertemuan ke-4 1. Tujuan Pembelajaran

    Memahami pentingnya melakukan kajian landasan teori.

    Memahami dan mampu membuat kerangka berpikir memahami

    hipotesis dan kedudukannya dalam penelitian.

    2. Uraian singkat Materi Landasan Toeri, Kerangka Berfikir dan Pengajuan Hipotesis A. Pengertian Teori

    Setelah masalah penelitian diumuskan, maka langkah kedua

    dalam proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari teori-teori konsep-

    konsep dan generalisasi-generalisasi hasil penelitian yang dapat

    dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian

    (Sumadi Suryabrata, 1990). Landasan teori ini perlu ditegakkan agar