Haluan kepri 29mei15

Click here to load reader

  • date post

    22-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    293
  • download

    28

Embed Size (px)

description

Haluan kepri 29mei15

Transcript of Haluan kepri 29mei15

  • Bahagian"BILA Anda menginginkan kebahagiaan, selalulahmengingat hal-hal yang sudah Anda miliki, janganpernah mengingat apa-apa yang dimiliki oleh oranglain." (bc)

    HARGA ECERAN Rp2.500,

    KRITIK & SARAN : 085264088880

    INFO BERLANGGANAN : 085374539090

    CMYK

    CMYK

    KORAN LOKAL TERBAIK

    DI INDONESIA

    Editor: Andi, Layouter: Ricoh Polda

    Harian Umum

    Mencerdaskan Kehidupan MasyarakatWebsite: www.haluankepri.com

    HARGA ECERAN Rp2.500,

    KRITIK & SARAN : 085264088880

    INFO BERLANGGANAN : 085374539090

    Jumat, 29 Mei 201510 Saban 1436 HTERBIT 24 HALAMAN,NO 29/5 TAHUN KE 14

    JAKARTA (HK) Personel DuoSerigala, Pamela Safitri diperiksaselama lebih dari empat jam olehpenyidik Ditreskrimsus PoldaMetro Jaya, Kamis (28/5). Pameladiperiksa sebagai pelapor terkaitkasus foto topless atau telanjangdada dirinya di media sosial.

    Pamela datang bersama rekanduetnya, Ovie Sovianti ke DirektoratReserse Kriminal Khusus Polda Me-tro Jaya sekitar pukul 10.25 WIB dankeluar pada pukul 15.00 WIB.

    "Pamela telah melakukan pelaporantentang foto topless-nya," ujar Ma-najer Duo Serigala, Didiet Dada diMapolda Metro Jaya, kemarin.

    Didiet mengatakan, sebenar-nya panggilan terhadap Pamelasudah sejak lama. Namun, artisini baru bisa memenuhipanggilan tersebut hari ini(kemarin).

    Dalam pemeriksaantersebut, Pamela menga-ku diberondong 13 per-tanyaan. Pertanyaan itu ter-kait dengan proses penye-baran foto syur dari penyanyi

    Pamela Safitri

    Diperiksa Polisi

    Diperiksa Polisi Hal 7

    Ijazah di Batam Rp1 Juta

    Prihatin, Bidan di Natuna Hanya Bergaji Rp400 Ribu

    BATAM (HK) Aparat Polresta Barelangmembongkar sindikat pemalsuan ijazah mulaidari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi.Ijazah palsu siap pakai itu dibandrol ataudijual Rp1 juta hingga Rp5 juta. Dua otakpelaku berinisial, Bi dan Yr berhasil ditangkappada Jumat (22/5) lalu. Namun kasus ini barudiekspos polisi, Kamis (28/5).

    Dari tangan kedua ter-sangka polisi menyita 200-anlembar ijazah palsu dan 40diantaranya sudah jadi leng-kap dengan nama pemesanijazah palsu tersebut, pu-luhan lembar hologram ijazahdari Kementrian Pendidikandan Kebudayaan, stempel da-ri berbagai sekolah di Indo-nesia serta satu laptop danPC (komputer) serta printer.

    Penangkapan terhadapkedua tersangka berawal da-

    ri penyelidikan polisi terkaitpenipuan menggunakan sa-rana internet melalui face-book di group Forum Jual BeliBatam (FJB) dan info lowo-ngan kerja (loker). Di internetitu, tersangka menawarkanpembuatan ijazah dan ber-bagai surat penting lainnya.

    "Berawal dari penyidikanyang dilakukan secara online,tersangka kemudian kamitangkap," kata KapolrestaBarelang, Komisaris Besar(Kombes) Asep Safrudin, ke-pada wartawan saat ekspos

    Prihatin, Bidan Hal 7

    NATUNA (HK) Sekretaris Ikatan Bidan Indo-nesia (IBI) Kabupaten Natuna, Nurmasari me-nyatakan keperihatinannya terhadap gaji parabidan yang bertugas di pulau terpencil di Ka-bupaten Natuna. Dengan tugas yang sangatberat, para bidan hanya digaji Rp400 ribu perbulan. Hal ini dinilai sangat tak mencukupi dantak layak.

    "Bayangkan saja dengangaji segitu, mereka (bidan)harus berjibaku dengan berat-nya medan yang notabene be-lum didukung maksimal oleh

    infrastruktur yang memadai.Hanya semangat pengabdiandan harapan diangkat men-jadi Pegawai Negeri Sipil(PNS) lah yang membuat

    mereka bertahan," ujar Nur-masri di sela-sela Muscab IIIBI Kabupaten Natuna gunamilih kepengurusan IBI Na-tuna di Rumah Makan SisiBasisir, Jalan Datuk KayaWan Muhammad BentengRanai, Kecamatan BunguranTimur, Rabu (27/5).

    Kata Nurmasri, saat iniada sekitar 30 bidan yangmasih berstatus Pegawai Ti-dak Tetap (PTT) yang ada diKabupaten Natuna. Merekatersebar di sejumlah pulauyang ada di Natuna. Dalam

    Nov IwandraLiputan Batam

    Ijazah di Hal 7

    Pejabat Kepri Ditahan PolisiDiduga Kasus Trafficking

    BATAM (HK) Penyidik PoldaKepri menahan Kabid Pos danTelekomunikasi PemerintahProvinsi (Pemprov) Kepri, Nel-sen Bur dalam kasus dugaantrafficking, Rabu (27/5) malam.Sebelum ditahan, pejabat

    Pemprov Kepri ini menjalani pemeriksaandi Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri.

    Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Ke-pri, AKBP Edi Santoso mengatakan, ka-sus trafficking anak di bawah umur initerjungkap atas laporan dari LembagaSwadaya Masyarakat (LSM) GerakanAnti Trafficking.

    Pejabat Kepri Hal 7

    DTC

    IJAZAH PALSU Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin menunjukan dua tersangka dan barang bukti ijazah palsusaat ekspos kasus tersebut di Mapolresta Barelang, kemarin.

    Kecelakaan Maut,17 Pelajar Tewas

    17 Korban tewas:

    1. Gabriel Laia, laki-laki (12)2. Villiana Laia, perempuan (16)3. Rosalinda Manik, perempuan (16)4. Risdawati Hutagalung, perempuan (16)5. Boy Tinambunan, laki-laki (17)6. Indah Tinambunan, perempuan (16)7. Upiana Laia, perempuan (15)8. Bona Manik, laki-laki (14)9. Ariantinus Manalu, laki-laki (16)10. Arifianus Manalu, laki-laki (14)11. Ranto Manalu, laki-laki (16)12. Agusman Delau, laki-laki (15)13. Paulinus Tumanggor, laki-laki (15)14. Jones Hulu, laki-laki (13)15. Erwinto Nainggolan, laki-laki (17)16. Purnama Sari, perempuan (17)17. Viktor delau, laki-laki (15)

    Korban luka ringan:

    1. Rika Andriyanti, perempuan (15)2. Roka Silalahi, perempuan (16)3. Delima, perempuan (18)4. Marina Ginting, perempuan (11)5. Melani Halawa, perempuan (15)

    Korban luka berat:

    1. Richard Riadi Tamba, laki-laki (15)

    TAPANULI (HK) Kece-lakaan maut terjadi di Ke-camatan Sirandorung, Ka-bupaten Tapanuli Tengah(Tapteng), Sumatera Utara(Sumut). Sebanyak 17 pe-lajar SMP dan SMA tewassetelah dump truk yang me-reka tumpangi untuk pergike sekolah terbalik dan ter-jun ke dalam parit berlum-pur, Kamis (28/5) pagi se-kitar pukul 06.30 WIB.

    Ke-17 pelajar yang te-was itu terdiri dari 10 orangpelajar SMA dan 7 orangpelajar SMP. Sementarakorban yang mengalami kri-tis, 1 pelajar dan 5 lainnyamengalami luka ringan.

    "Semua penumpangberjumlah 50 orang itu ter-

    Kecelakaan Maut Hal 7

    8 Tim Putera dan PuteriMelaju ke Semifinal

    BATAM (HK) Delapantim putera dan puteri yangbertabur atlet-atlet na-sional dan internasionalakan unjuk kebolehan da-lam laga semifinal yangberlangsung hari ini, Ju-mat (29/5) di Sport HallTumenggung Abdul Ja-mal, Mukakuning-Batam.

    Tim putera yang per-tama kali memastikan dirimelaju ke empat besaryakni Satpol PP Batamyang berhasil mengalahkanUNP pada Kamis (28/5)dengan skor 3-0, dilanjut-

    kan dengan UKM Ma-laysia berhasil me-nundukkan tim Ma-japahit dengan skor3-0. Tim ketiga pu-tera yang memas-

    tikan diri melaju ke empatbesar yakni PGRI Batam,setelah berjibaku melawanDKI Jakarta dengan skorakhir 3-2. Terakhir, Sisaket

    Thailand mengalahkanPertamina Medan.

    Hari ini, ke empat timini akan kembali bertan-

    8 Tim Hal 7

    ILUSTRASI

    Mobil yangditumpangipelajar terbalikdi KabupatenTapanuli Tengah

    NET

    NOV IWANDRA/HALUAN KEPRI

    TIM PGRI Batam memblok smash dari tim DKI Jakarta, kemarin. Tim PGRImelaju ke semifinal stelah mengalahkan DKI Jakarta dengan skor akhir 3-2.

  • Sambungan 7Jumat, 29 Mei 2015

    Prihatin, Bidan Dari Halaman 1

    Kecelakaan Maut Dari Halaman 1

    yang terkenal dengan goyangdrible-nya ini.

    "Pemeriksaan soal foto akuyang kemarin, ada 13 pertanyaantentang kenapa ada foto itu dandari mana foto itu," ujar Pamela.

    Saat ditanya mengenai apakahada kecurigaan siapa pelakunya,Pamela enggan menjawab.

    "Intinya kita tidak mau men-

    duga-duga siapa pelakunya, adadugaan mantan atau siapa lah,biarlah yang berwenang yang me-nangani sampai selesai kasus ini.

    Pamela mengatakan sejak fototoplesnya beredar, banyak orangmenyudutkan dirinya sebagai pe-rempuan nakal. "Aku dulu bandel,Aku curhat di buku, kita kekura-ngan ekonomi. Aku di masa seko-

    lah, kerja pulang malam dicapcewek nggak benar," ujar Pamela.

    Pamela juga mengatakan ma-salah kasus foto topless-nya mem-buat keluarga sempat terpukul.Pamela pun merasa bersalah.

    "Masalah itu mengalir sendiri.Kita sebenarnya nggak mau adamasalah itu. Itu kerikil tajam buatsaya," ujarnya. (viv)

    Diperiksa Polisi Dari Halaman 1

    tugas keseharian, mereka mengem-ban tanggung jawab yang cukupberat, terutama sekali bagi mere-ka yang bertugas di pulau-pulauyang jauh. Namun sayangnya, kese-jahteraan yang mereka terimamasih sangat minim.

    "Bidan masih banyak yang be-lum mendapatkan kesejahteraanyang setimpal dengan tugas mere-ka. Bahkan di antara mereka adayang hanya menerima sagu hatisaja sekitar Rp200 ribu dan adajuga yang Rp400 ribu.

    Kasian sekali nasib mereka,"jelasnya.

    Tugas para bidan di pulau un-tuk melayani kesehatan para ibudan anak. Secara berkala terka-dang mereka berkeliling dari pulauke pulau memberikan penyuluhankesehatan, melakukan kunjunganuntuk para ibu dan ibu hamil .Tidak jarang para bidan ini jugaharus merelakan malam istirahat-nya untuk memenuhi panggilanpasien yang akan melahirkan.Terkadang juga mereka harus tera-pung-apung mengarungi lautan ditengah malam, menuju pulau lain.

    Seringkali alat transportasi yangdigunakan adalah perahu nelayanbiasa, tanpa mesin, sehingga tidakbisa segera sampai di tujuan. Be-lum lagi jika musim ombak tiba.

    Sebagai bidan, kata Nurmas-ri sering sekali mereka dipang-gil untuk segera menolong pro-ses kelahiran bayi, ke pulau lain.Jika sudah dalam situasi de-mikian, ia bisa seharian me-nunggui pasien, atau bahkan ka-dang harus menginap.

    Disebutkanya, penyebab ter-besar kematian ibu bersalin ada-lah perdarahan yang terjadi padapasca persalinan, dan perdarahandi awal kehamilan. Hal ini bisamenimbulkan kematian, jika tidaksegera mendapat pertolongan da-lam jangka waktu 2 jam. Di sinilahperan bidan di tempat terpencil inimenjadi amat penting. Mengingatsebagian besar persalinan dila-kukan di r