HALAMAN JUDUL - ppid.unair.ac.id

Click here to load reader

  • date post

    24-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of HALAMAN JUDUL - ppid.unair.ac.id

dimulai dengan learning and growth perspective (modal manusia, sistem informasi, dan
budaya organisasi), internal business process perspective (pendidikan, penelitian,
pengabdian kepada masyarakat, dan university holding), customer perspective (rekognisi
dari stakeholders) dan financial perspective (keuangan).
Jumlah dosen Universitas Airlangga yang berkualifikasi doktor sebanyak 803 orang.
Terkait jabatan fungsional dosen, terdapat 249 guru besar dan lektor kepala sebanyak 248
orang. Untuk modal informasi, sejak pertengahan 2011 Universitas Airlangga telah
mengimplementasikan sistem informasi yang terintegrasi dalam Universitas Airlangga
Cyber Campus (UACC) dan pada tahun 2020 semua jenjang pendidikan telah terintegrasi di
dalamnya. Adapun pada modal organisasi, UNAIR mengoperasionalkan excellence with
morality ke dalam 4 kata kunci (BEST): Based on morality; Excellence in academic,
research, community services, and holding university; Strong academic culture; dan Target-
oriented.
Pada internal business perspective, bidang pendidikan dan penelitian mengalami
perkembangan yang sesuai dengan harapan. Pada tahun 2020, terdapat 123 program studi
terakreditasi A dan 10 program studi terakreditasi unggul, 17 program studi tersertifikasi
AUN dan 58 program studi terakreditasi internasional (ASIIN, ASIC, APHEA, ABEST21).
Di bidang penelitian, kinerja publikasi Universitas Airlangga meningkat berdasarkan
database Scopus sebesar 24,79%, dari 2150 artikel di tahun 2019 menjadi 2683 artikel di
tahun 2020 sedangkan total publikasi di jurnal nasional dan internasional mencapai 3495
artikel. Untuk pengabdian kepada masyarakat, Universitas Airlangga memperluas cakupan
dalam kegiatan KKN dengan program yang lebih realistis dalam pemberdayaan masyarakat.
Pada customer perspective, peringkat Universitas Airlangga meningkat menjadi peringkat
#521-530 QS WUR 2021, sedangkan dalam pemeringkatan Dikti, Universitas Airlangga
menduduki peringkat #4 di Indonesia. Sementara itu laporan keuangan hingga 2019 telah
diaudit oleh akuntan publik dengan opini penilaian adalah Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP).
iv
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ................................................. 4
A. Rencana Strategis 2016-2020........................................................................................ 4
B. Realisasi Anggaran ...................................................................................................... 30
BAB IV PENUTUP ............................................................................................................. 40
serta Inisiatif Strategis 2016-2020 ....................................................................... 5
Tabel 2. 2. Perjanjian Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2020 ....................................... 6 Tabel 3. 1.Tingkat Keketatan Penerimaan Mahasiswa Baru ............................................... 10
Tabel 3. 2. Perolehan Akreditasi Program Studi di Universitas Airlangga ......................... 17
Tabel 3. 3. Kinerja Bidang Penelitian dan Publikasi Tiga Tahun Terakhir......................... 18
Tabel 3. 4.Sumber Pendanaan Kegiatan Pengmas UNAIR ................................................. 20
Tabel 3. 5. Capaian Indikator Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2020 ......................... 24
Tabel 3. 6. Realisasi Anggaran Universitas Airlangga Tahun 2020 ................................... 30
Tabel 3. 7. Profil Daya Dukung Lahan Universitas Airlangga ........................................... 32
Tabel 3. 8. Target Rasio Tenaga Kependidikan dan Dosen Error! Bookmark not defined.
vi
Gambar 3.2. Sebaran Geografis Asal Mahasiswa Universitas Airlangga 2020 ................................. 9
Gambar 3.3. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020 ....................................................... 11
Gambar 3.4. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020 ....................................................... 11
Gambar 3. 5. Perolehan Medali UNAIR pada PIMNAS 2015-2020 ............................................... 12
Gambar 3. 6. Sebaran Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Kompetisi ................................... 13
Gambar 3.7. Prestasi Mahasiswa Tahun 2020 Berdasar Bidang Kegiatan ...................................... 13
Gambar 3. 8. Angka Efisiensi Edukasi (AEE) Jenjang D3, S1, S2, S3, dan Profesi ....................... 14
Gambar 3. 9. Profil Program studi Tersertifikasi dan Terakreditasi Internasional 2020.................. 17
Gambar 3. 10. Profil Jumlah Penelitian 2018-2020 ..................................................................... 20
Gambar 3. 11. Profil Dana Penelitian Tahun 2020 ..................................................................... 19
Gambar 3. 12. Profil Jumlah Kegiatan Pengmas .......................................................................... 21
Gambar 3. 13. Profil Dana Kegiatan Pengmas 2020 ........................................................................ 20
Gambar 3.14. Profil Kerjasama UNAIR 2016 – 2020 ..................................................................... 20
Gambar 3. 15. Profil Kerjasama UNAIR Bidang Akademik dan Non-Akademik........................... 21
Gambar 3.16. Bentuk Kerjasama Selain Akademik dan Non-Akademik UNAIR ........................... 21
Gambar 3. 17. Ruang Lingkup UACC ............................................................................................. 22
Gambar 3.18. Target Rasio Tenaga Kependidikan dan Dosen ........................................................ 38
Gambar 3.19. Proporsi Tenaga Kependidikan di Fakultas Berdasarkan Status Kepegawaian ........ 38
Gambar 3.20. Pendapatan dan Realisasi .......................................................................................... 39
Gambar 3.21. Serapan Belanja 2020 ................................................................................................ 39
1
Universitas Airlangga (UNAIR) diresmikan pendiriannya oleh Ir. Soekarno, Presiden
pertama Republik Indonesia pada tanggal 10 Nopember tahun 1954 dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 57 Tahun 1954 tentang Pendirian Universitas Airlangga di Surabaya.
Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, UNAIR tercatat sebagai Perguruan Tinggi
Negeri (PTN) ketiga setelah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada
(UGM), sehingga merupakan perguruan tinggi negeri pelopor di kawasan timur Indonesia.
Perjalanan UNAIR menuju otonomi ditandai dengan terbitnya Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Statuta Universitas
Airlangga yang dinyatakan tidak berlaku pasca terbitnya Permendiknas Nomor 33 Tahun
2006, namun demikian Permendiknas tersebut hanya berumur dua hari sebab pada tanggal
14 September 2006 terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2006 tentang
Penetapan Universitas Airlangga sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara
(PT-BHMN). Pada tanggal 10 Agustus 2012 dikeluarkan Undang Undang (UU) Nomor 12
Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui undang-undang tersebut, Universitas
Airlangga ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Melalui
kebijakan itu, maka Universitas Airlangga diberikan otonomi penuh untuk mengelola
semua kegiatan akademik dan non akademik sebagaimana ditetapkan dalam rencana
strategis universitas.
teknologi, dan humaniora berdasarkan moral agama. Visi tersebut akan tercapai melalui 4
misi yang dimiliki oleh UNAIR, yakni pelaksanaan TriDharma yang berkelas dunia serta
pengelolaan perguruan tinggi dengan tata kelola yang baik (good university governance).
Saat ini, UNAIR memiliki 15 fakultas dan 1 (satu) sekolah pasca sarjana yang
bertanggungjawab untuk mengembangkan health science, life science, social science dan
multidisciplinary. Sebagai institusi pendidikan, UNAIR selalu berusaha memperbaiki
kualitas pendidikannya serta melengkapi fasilitas pendukung agar dapat menghasilkan
lulusan yang terbaik. Saat ini UNAIR memiliki tiga kampus yang sangat strategis letaknya,
yaitu Kampus A di Jl. Prof. Dr. Moestopo, Kampus B di Jl. Airlangga, dan Kampus C di Jl.
Dr. Ir. Soekarno.
B. Dasar Hukum
Universitas Airlangga merupakan PTN Badan Hukum sebagaimana ditetapkan dalam
Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Pada tanggal 14 Mei 2014
Statuta Universitas Airlangga ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun
2014 yang tercatat dalam Lembaran Negara RI Nomor 100 dan tersusun dalam 101 pasal.
Statuta UNAIR merupakan peraturan dasar pengelolaan UNAIR yang digunakan sebagai
2
sebagai peraturan dasar pengelolaan UNAIR, sesuai amanat dari Majelis Wali Amanat harus
dilaksanakan secara utuh. Dengan terbitnya Statuta UNAIR, maka penyelenggaraan UNAIR
sebagai PTN-BH telah paripurna, sehingga Universitas Airlangga mempunyai otonomi
penuh untuk mengelola semua kegiatan akademik dan non akademik yang sudah ditetapkan
melalui rencana strategis universitas.
jawab terhadap pendanaan perguruan tinggi, oleh sebab itu UNAIR harus menjalankan tugas
secara baik guna menciptakan iklim yang menunjang penyelenggaraan TriDharma
perguruan tinggi. Atmosfer yang baik diperlukan pula bagi keberhasilan pencapaian semua
program, termasuk peningkatan kesejahteraan sivitas akademika.
C. Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi
Pengelolaan UNAIR PTN-BH mengacu pada PP Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Statuta Universitas Airlangga. Berdasarkan Statuta UNAIR, organ UNAIR meliputi:
1) Majelis Wali Amanat (MWA);
2) Rektor; dan
pertimbangan kebijakan umum, beranggotakan 19 orang yang terdiri atas Menteri (dalam
hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Rektor, unsur SA (6 orang), unsur dosen (1
orang), unsur tenaga kependidikan (1 orang), dan unsur masyarakat (9 orang).
Rektor adalah organ UNAIR yang menjalankan fungsi pengelolaan perguruan tinggi
dan bertanggungjawab kepada MWA. Rektor mewakili UNAIR baik di dalam dan di luar
untuk kepentingan UNAIR. Dalam menjalankan fungsinya, Rektor dibantu oleh Wakil
Rektor membentuk satuan kerja organisasi internal UNAIR, yaitu:
a. Fakultas;
b. Badan;
c. Direktorat;
d. Perpustakaan;
SA merupakan organ UNAIR yang menjalankan fungsi penetapan kebijakan dan
pengawasan akademik. Keanggotaan SA terdiri dari Rektor dan Wakil Rektor, Dekan,
perwakilan guru besar dan perwakilan dosen bukan guru besar yang berasal dari fakultas.
Senat Akademik memiliki tugas dan wewenang dalam merumuskan norma dan etika
akademik; kebijakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
memberikan masukan kepada MWA tentang penilaian kinerja Rektor dalam
penyelenggaraan akademik dan memberikan pertimbangan mengenai rencana strategis dan
penyusunan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan).
Pada tahun 2020 telah dilaksanakan pemilihan Rektor masa bakti 2020-2025 yang
kemudian menunjuk empat Wakil Rektor dengan bidang masing-masing sebagai berikut:
a. Wakil Rektor bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni (AMA)
3
c. Wakil Rektor bidang Research, Innovation, and Community Development (RICD)
d. Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi (IDI)
Dalam kepemimpinan Rektor periode 2020-2025, telah dibentuk unit kerja yang melakukan
kegiatan operasional yaitu:
2. Badan Penjaminan Mutu (BPM)
3. Badan Pengawas Internal (BPI)
4. Badan Kerjasama dan Manajemen Pengembangan
5. Direktorat Pendidikan
6. Direktorat Kemahasiswaan
9. Direktorat Keuangan
11. Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi, Kewirausahaan dan Alumni
12. Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan
13. Direktorat Logistik, Keamanan, Ketertiban, dan Lingkungan
14. Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual
15. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
16. Lembaga Penyakit Tropis (LPT)
17. Lembaga Ilmu Sosial, Humaniora, dan Bisnis
18. Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa
19. Perpustakaan
22. Pusat Komunikasi dan Informasi Publik
23. Pusat Layanan Pengadaan (PLP)
24. Rumah Sakit Universitas Airlangga
25. Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB)
26. Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell
27. Pusat Pengelolaan Dana Sosial
28. Pusat Pengembangan Media dan Kehumasan
D. Permasalahan Utama (Strategic Issues) yang Dihadapi Organisasi
Universitas Airlangga memiliki beberapa permasalahan utama yang berpotensi
menghambat tujuan yang ingin dicapai. Terdapat 5 kelemahan utama Universitas Airlangga,
yaitu:
a. Tingginya ketergantungan pada dana yang berasal dari SPP serta dana pemerintah;
b. Masih rendahnya link and match antara riset dengan dunia usaha/dunia industry
(DU/DI)
c. Karya ilmiah dosen yang terpublikasi dan terindeks scopus masih dalam kategori
sedang;
d. Jumlah guru besar serta jumlah dosen bergelar doktor relatif rendah.
4
A. Rencana Strategis 2016-2020
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan insan yang unggul
dan cerdas secara intelektual, emosional/sosial, spiritual, dan kinestetik, yang mampu
mengisi kemerdekaan Indonesia secara komprehensif. Sesuai dengan amanah yang
disandang oleh perguruan tinggi, maka perguruan tinggi menjadi salah satu tempat bagi
penyelenggaraan proses pendidikan guna menyiapkan sumber daya manusia menjadi
pemimpin bangsa dalam berbagai sektor kehidupan. Dengan ledakan penduduk usia
produktif pada tahun 2025–2030, pendidikan tinggi mempunyai peran strategis dalam
mengelola dan mengendalikan kualitas sumber daya manusia, sehingga ledakan penduduk
usia produktif pada rentang tahun tersebut dapat menjadi bonus demografi Indonesia.
Rencana Strategis UNAIR disusun berdasarkan evaluasi diri institusi dan pemetaan
pengembangan setiap unit kerja, yang meliputi kelemahan, kekuatan, potensi dan prospek
pengembangan ke depan. Keputusan Majelis Wali Amanat Nomor 01/UN3.MWA/K/2016
tentang Rencana Strategis Universitas Airlangga 2016-2020 dan Keputusan Rektor Nomor
5857/H3/KR/2012 tentang Program Operasionalisasi Rencana Strategis Universitas
Airlangga 2012-2017 menjadi dasar penyusunan Renstra bagi Rektor pada periode 2015-
2020. Dua hal ditambahkan, yakni menjadikan UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi
terbaik 500 dunia pada tahun 2020 dan pengelolaan unit-unit usaha akademik yang
tergabung dalam university holding.
strategis Universitas Airlangga yang dilihat dari berbagai perspektif, yang di dalamnya
memuat sasaran strategis meliputi berbagai aspek yang dilengkapi dengan target tahun 2020
beserta inisiatif berupa aktivitas yang dilakukan.
Gambar 2.1. Peta Strategi Rencana Strategis (Renstra) UNAIR 2016-2020
5
Tabel 2.1. Sasaran Strategis, Ukuran dan Target Kinerja, serta Inisiatif Strategis 2016-2020
Sasaran
Peningkatan
Reputasi
massa nasional (TV, radio, koran dan majalah).
• Mengelola image SBUs yang profesional.
• Melakukan aktivitas University Branding.
terakreditasi internasional.
Jawa Timur dan mahasiswa asing.
• Mengembangkan kurikulum berbasis competitive
Scopus”.
doktoral untuk publikasi di jurnal terindeks Scopus
sebagai syarat lulus.
impact researchers.
terakreditasi Dikti dan terindeks Scopus.
• Meningkatkan jumlah riset sesuai dengan
competitive advantage UNAIR.
dunia.
kerjasama dengan industri.
regional, dan nasional.
penelitian langsung kepada masyarakat
profitable
6
• Alumni
engagement
Peningkatan Kesiapan
Modal Manusia,
baik akademik maupun non-akademik.
filantropi nasional maupun internasional
B. Perjanjian Kinerja 2020
Perjanjian kinerja Universitas Airlangga tahun 2020 meliputi 4 (empat) sasaran
sebagaimana Tabel 2.2. Dokumen resmi Perjanjian Kinerja tahun 2020 antara Universitas
Airlangga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam hal ini ditandatangani
oleh Dirjen Dikti) disampaikan pada Lampiran 1.
Tabel 2.2. Perjanjian Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2020
Sasaran Indikator Kinerja Target
di lingkungan Ditjen Pendidikan
Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 80 80
Meningkatnya kualitas lulusan
berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi;
atau menjadi wiraswasta.
menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks
di luar kampus; atau meraih prestasi paling
rendah tingkat nasional.
melaksanakan kerja sama dengan mitra. 73,80%
Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang
menggunakan metode pembelajaran pemecahan
berbasis projek (team-based project) sebagai
sebagian bobot evaluasi.
memiliki akreditasi atau sertifikat internasional
yang diakui pemerintah.
kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu
(QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di
dunia industri, atau membina mahasiswa yang
berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat
nasional dalam 5 (lima) Tahun Terakhir
38,20%
diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal
dari kalangan praktisi profesional, dunia industri,
atau dunia kerja.
masyarakat per jumlah dosen.
Kemendikbud, sehingga terjadi perubahan terhadap Kontrak Kinerja antara Universitas
Airlangga dengan Kemendikbud. Pada aspek kualitas kurikulum dan pembelajaran, terdapat
tiga indikator kinerja utama, yaitu:
1. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan
mitra dengan capaian 73,85%.
2. Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran
pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-
based project) sebagai sebagian bobot evaluasi dengan capaian 37,13
3. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat
internasional yang diakui pemerintah dengan capaian 47,69%.
Target tersebut kemudian diimplementasikan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan
akademik di UNAIR, mulai dari redesain kurikulum yang mengakomodasi program MBKM,
akselerasi program studi dalam menjaring mitra berkualitas dunia, dan percepatan akreditasi
prodi menjadi A untuk memperoleh akreditasi internasional.
Pada bidang kemahasiswaan, terdapat juga 2 Indikator Kinerja Utama (IKU) terkait
lulusan, yaitu:
1. Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan;
melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta (capaian 50,76%).
2. Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua
puluh) sks di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional
(capaian 26,14%).
Guna meningkatkan capaian IKU tersebut, maka implementasi yang dilakukan UNAIR
adalah memperkuat sistem penerimaan mahasiswa baru, pendidikan dan pelatihan
kewirausahaan bagi mahasiswa, serta peningkatan kompetensi mahasiswa tingkat akhir.
Jumlah mahasiswa aktif Universitas Airlangga pada tahun 2020 adalah 29.057 orang
dari seluruh jenjang studi dengan proporsi sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 3.1.
Berdasarkan Error! Reference source not found. 3.1. diketahui bahwa proporsi terbesar
adalah mahasiswa S1, hal ini disebabkan penyelenggaraan pendidikan bagi jenjang studi S1
merupakan salah satu core bussiness Universitas Airlangga. Lebih lanjut, untuk
meningkatkan kualitas mahasiswa, maka dilakukan berbagai tahapan mulai dari seleksi awal
masuk (keketatan mahasiswa), perluasan sebaran daerah asal mahasiswa, dan pembinaan
karakter mahasiswa.
Mahasiswa Universitas Airlangga memiliki sebaran daerah asal meliputi seluruh
wilayah Indonesia dan berasal dari 34 provinsi (Gambar 3.2.). Hal ini menunjukkan bahwa
Universitas Airlangga telah berhasil diakses oleh calon mahasiswa dari seluruh wilayah
Indonesia. Sebaran yang sangat luas ini sejalan dengan kebijakan perluasan akses pendidikan
dan keterjangkauannya oleh seluruh masyarakat Indonesia guna membangun suatu
kehidupan berbangsa dan bernegara yang terintegrasi dalam proses TriDharma perguruan
tinggi.
Gambar 3.2. Sebaran Geografis Asal Mahasiswa Universitas Airlangga 2020 (Sumber: Direktorat Pendidikan, 2020)
Tingkat persaingan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa Universitas Airlangga
pada tahun akademik 2020/2021 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, hal ini
ditunjukkan dengan tingkat keketatan dari 12,75% menjadi 8,25% (Tabel 3.1.). Hasil
penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 menunjukkan peningkatan peminat
yang mendaftar dari tahun sebelumnya, sehingga rasio mahasiswa yang mendaftar dengan
yang diterima berada di angka 1:12,1 pada tahun terakhir.
9,12% 1,31%
10
2015/2016 93.157 5.560 5,97% 1:16,8
2016/2017 44.869 6.944 15,48% 1:6,5
2017/2018 52.048 5.445 10,46% 1:9,6
2018/2019 67.640 8.580 12,68% 1:7,9
2019/2020 69.730 8.891 12,75% 1:7,8
2020/2021 119.931 9.889 8,25% 1:12,1
Rerata 74.563 7.552 10,93% 1:10,1
Sumber: Data Olahan PPMB, 2020.
Penyebarluasan informasi dan promosi mengenai penerimaan mahasiswa baru telah
dilakukan dengan berbagai strategi untuk dapat memenuhi keinginan masyarakat yaitu
berupa kunjungan langsung ke SMA, melalui hubungan telepon, informasi di website
program studi/departemen/fakultas, media cetak (iklan), pameran, dan konsultasi online.
Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Airlangga dilakukan melalui jalur nasional
dan jalur mandiri Universitas Airlangga. Seleksi secara nasional yakni SNMPTN dan
SBMPTN diperuntukkan bagi calon mahasiswa jenjang sarjana (S1), sedangkan seleksi jalur
mandiri diperuntukkan bagi calon mahasiswa program sarjana, magister, doktoral, diploma,
dan spesialis.
Kriteria penerimaan mahasiswa baru telah ditetapkan untuk menjamin ekuitas dan
aksesibilitas, sebab pada prinsipnya semua program studi terbuka bagi setiap Warga Negara
Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang telah mendapat izin belajar dari
pemerintah Republik Indonesia. Tidak ada pembedaan perlakuan atas dasar gender, status
sosial, ras, agama, latar belakang budaya, politik, maupun kondisi fisik. Mahasiswa yang
mengalami cacat tubuh atau ketunaan tetap mendapatkan kesempatan, selama kondisi fisik
mereka tidak mengganggu kelancaran studi pada program studi yang dipilih.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Universitas Airlangga memberikan kemudahan
akses untuk mengikuti pendidikan bagi calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan
akademik unggul, tetapi secara ekonomi kurang mampu dan/atau berasal dari daerah
terpencil. Penerapan kebijakan itu diterapkan melalui penyediaan bantuan biaya pendidikan
dan beasiswa penuh (full scholarship) selama studi. Pada tahun 2020 sebanyak 9.282
mahasiswa mendapatkan beasiswa yang berasal dari 59 sumber pendanaan, sehingga
mencakup 30,36% dari total mahasiswa. Capaian ini telah mencapai mandat yang diberikan
melalui Pasal 74 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012, yang mewajibkan PTN menerima
paling sedikit 20% dari daya tampung yaitu mahasiswa yang mempunyai potensi akademik
tinggi tetapi kurang mampu dan yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, dan
Terluar). Profil beasiswa berdasarkan perolehan sumber dana dan sebaran sumber dana
beasiswa disajikan pada Gambar 3.3. dan Gambar 3.4.
11
8099
442
Gambar 3.3. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020 (Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Gambar 3.4. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020 (Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Berdasarkan Gambar 3.3 terdapat 87% beasiswa diperoleh dari Kemenristekdikti, baik
dalam skema beasiswa bidikmisi dan skema Afirmasi Pendidikan Tinggi Provinsi Papua
(skema ADIK), Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), maupun beasiswa unggulan.
Gambar 3.4 menunjukkan proporsi penerima beasiswa yang bervariasi antar fakultas.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis menempati urutan tertinggi, yaitu 4.662 mahasiswa. Fakultas
Teknologi Maju dan Multidisiplin merupakan fakultas dengan persentase penerima beasiswa
terendah, yaitu 442 mahasiswa. Selanjutnya pemberian beasiswa tersebut akan terus
ditingkatkan, terutama untuk mendukung program-program prioritas UNAIR yang terkait
dengan pencapaian World Class University, di antaranya melalui program student outbound
dan inbound.
membina kemampuan soft skill mahasiswa, yang memang diberikan sejak masuk perguruan
12
tinggi hingga lulus. AMERTA merupakan tahap pertama program pembinaan yang
diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Cakupan program adalah pembinaan kemampuan
membangun kebersamaan antar mahasiswa. Melalui program AMERTA, diharapkan lulusan
Universitas Airlangga mempunyai penguasaan soft skill yang baik dan dapat menjawab
tantangan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.
Program pengembangan jati diri kebangsaan dan jati diri ke-UNAIR-an sebagai salah
satu bentuk pendidikan karakter telah diimplementasikan sejak tahun 2010. Pada tahun 2012,
pengembangan pendidikan karakter juga telah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran
pada tahun pertama perkuliahan dengan kegiatan kemahasiswaan melalui pengembangan
modul pada Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) serta kegiatan kemah kebangsaan.
Di samping kegiatan kurikuler, mahasiswa juga telah mampu mengembangkan bakat,
kemampuan, dan keterampilan mereka secara baik. Banyak di antara mereka telah berhasil
mengangkat nama Universitas Airlangga melalui prestasi di tingkat internasional, nasional,
maupun regional. Pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII tahun
2020 di Universitas Gadjah Mada, tim mahasiswa UNAIR menduduki peringkat 15 nasional,
dengan perolehan 1 medali emas, 0 medali perak, dan 1 medali perunggu. Peringkat UNAIR
dalam ajang PIMNAS dalam kurun waktu 6 tahun disajikan pada Gambar 3.5.
Penurunan peringkat PIMNAS tahun 2020 disebabkan oleh beberapa faktor, di
antaranya adanya perubahan mekanisme pembatasan unggah proposal dimana UNAIR
masuk dalam klaster 1 yang dibatasi hanya 700 proposal yang dapat diunggah ke sistem
Dirjen Dikti. Selain itu faktor keterbaruan tema atau judul proposal juga menjadi perhatian
untuk ditingkatkan, karena akan berdampak pada jumlah proposal yang lolos dan didanai
oleh Kemendikbud. Strategi yang dilakukan adalah mengintensifkan bimbingan dan seleksi
oleh dosen pembimbing di setiap fakultas sebelum proposal diunggah, kolaborasi antar
fakultas sehingga keberagaman ide dapat dimunculkan, serta penambahan reviewer internal
UNAIR yang dapat menjadi reviewer nasional. Sepanjang tahun 2020 perolejhan prestasi
mahasiswa UNAIR terbanyak diperoleh dari ajang kompetisi Nasional.
Gambar 3. 5. Perolehan Medali UNAIR pada PIMNAS 2015-2020
(Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Perunggu Perak Emas
Gambar 3. 6. Sebaran Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Kompetisi (Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Pada aspek prestasi berdasarkan bidang kegiatan, mahasiswa UNAIR lebih dominan
berprestasi pada bidang penalaran/keilmuan. Upaya meningkatkan jumlah prestasi
mahasiswa akan terus dioptimalkan melalui pembinaan yang lebih sinergi melalui Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun dengan memberdayakan dosen pembina himpunan
mahasiswa di tingkat program studi (Himaprodi) dengan dukungan unit kerja terkait.
Gambar 3.7. Prestasi Mahasiswa Tahun 2020 Berdasar Bidang Kegiatan…