Hak Lintas

download Hak Lintas

of 29

  • date post

    01-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Hukum Lintas

Transcript of Hak Lintas

  • PENGERTIAN LINTASLintas berarti navigasi melalui territorial dan perairan kepulauan (khusus negara kepulauan) untuk keperluan :Melintasi laut tanpa memasuki perairan pedalaman atau singgah di tempat berlabuh di tengah laut atau fasilitas pelabuhan di luar perairan pedalaman (traversing), atauBerlalu ke atau dari perairan pedalaman atau singgah di tempat berlabuh di tengah laut atau fasilitas pelabuhan tersebut (proceeding)

  • Syarat LintasTerus menerusLangsungSecepat mungkin

  • Pengertian Lintas DamaiLintas adalah damai sepanjang tidak merugikan bagi kedamaian, ketertiban atau keamanan negara pantai.Lintas adalah tidak damai, apabila kapal asing dalam melaksanakan lintas melakukan kegiatan sbb:Setiap ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik.Setiap latihan atau praktek dengan senjata macam apapun.Mengumpulkan informasi yang merugikan Hankam.Propaganda dengan tujuan mempengaruhi Hankam.Peluncuran, pendaratan atau penerimaan setiap pesawat udara di atas kapal.

  • Lanjutan .Peluncuran, pendaratan atau penerimaan setiap peralatan dan perlengkapan militer.Bongkar atau muat setiap komoditi, mata uang atau orang yang bertentangan dengan perundang-undangan bea cukai, fiskal, imigrasi dan saniter.Pencemaran.Perikanan.Riset atau survey.Perbuatan yang bertujuan mengganggu setiap sistem komunikasi.Setiap kegiatan lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan lintas.

  • Yurisdiksi Kriminil di atas Kapal AsingYurisdiksi kriminil negara tidak dapat dilaksanakan diatas kapal asing yang sedang melintas laut teritorial (dan perairan kepulauan bagi negara kepulauan) untuk menangkap siapapun atau untuk mengadakan penyidikanyang bertalian dengan kejahatan apapun yang dilakukan diatas kapal, kecuali :Apabila akibat kejahatan itu dirasakan di negara pantai atau negara kepulauan.Apabila kejahatan itu termasuk jenis yang mengganggu kedamaian negara tersebut atau ketertiban laut wilayah.Apabila kapal telah diminta oleh nahkoda kapal atau oleh wakil diplomatic.Apabila tindakan demikian diperlukan untuk menumpas perdagangan gelap narkotik atau bahan psychotropis.

  • Yurisdiksi Perdata bertalian dengan Kapal AsingNegara seharusnya tidak menghentikan atau merubah haluan kapal asing yang melintasi laut wilayah/perairan kepulauan untuk tujuan melaksanakan yurisdiksi perdata bertalian dengan seseorang yang berada di atas kapal itu.Negara tidak dapat melaksanakan eksekusi atau menahan kapal untuk keperluan proses perdata apapun kecuali hanya berkenaan dengan kewajiban atau tanggung jawab ganti rugi yang diterima atau yang dipikul oleh kapal itu sendiri.Butir 2 tidak mengurangi hak negara untuk melaksanakan eksekusi atau penangkapan sesuai dengan UU-nya dengan tujuan atau guna keperluan proses perdata terhadap suatu kapal asing yang berada atau melintasi laut wilayah/perairan kepulauan setelah meninggalkan perairan pedalaman.

  • Penangguhan Lintas DamaiSyarat :Demi Perlindungan Keamanan (termasuk keperluan latihan kerja).Tanpa Diskriminasi Formil (nyata) terhadap kapal asing.Di daerah tertentu dalam laut Territorial atau Perairan Kepulauan.Berlaku setelah diumumkan sebagaimana mestinya.

  • Hak Negara atas PenggunaanHak Lintas DamaiBerhak mengeluarkan peraturan-peraturan:Keselamatan pelayaran/pengaturan rute pelayaran.Pengamanan fasilitas, instalasi dan bangunan lainnya.Pengamanan kabel laut, pipa dan alat komunikasi.Perlindungan/pelestarian sumber hayati.Pencegahan pelanggaran peraturan perikanan.Perlindungan/pencegahan pencemaran laut.Kegiatan survey dan penelitian laut.Pencegahan pelanggaran peraturan dibidang Pabean, Fiskal, Imigrasi dan Saniter.

  • Kewajiban Negara atas PenggunaanHak Lintas Damai

    Tidak boleh menghalangi Lintas.Tidak boleh membuat syarat bersifat menolak/mengurangi penggunaan lintas.Tidak boleh mengadakan deskriminasi formal kapal-kapal dari suatu negara.Harus memberitahukan secara wajar atas setiap bahaya terhadap pelayaran.Tidak boleh mengadakan pungutan-pungutan kecuali pungutan penggunaan jasa.

  • Penindakan Pelanggaran Lintas DamaiMencegah pelayaranMenunda pelayaranMengusir dengan segera kapal perangMenuntut kerugian

  • LINTAS TRANSIT Pelaksanaan kebebasan pelayaran dan penerbangan melalui selat yang berbatasan dengan dua atau beberapa negara yang digunakan untuk pelayaran internasional untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya namun Tidak menutup kemungkinan untuk memasuki meninggalkan atau kembali dari suatu negara yang berbatasan dengan selat itu

  • Kewajiban sewaktu Lintas TransitKapal/Pesawat Udara, harus :Lewat/transit secara terus menerus, lansung dan secepat mungkin.Menghindari ancaman/penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara yang berbatasan dengan selat.

  • LanjutanKapal, harus :- Memenuhi peraturan tentang keselamatan dilaut/pencegahan tabrakan di laut.- Memenuhi peraturan tentang prosedur dan pencegahan, pengurangan dan pengendalian pencemaran dilaut.Pesawat Udara, harus- Mentaati peraturan udara (ICAO).- Memonitor frekwensi radio.

  • Kewajiban Negara yang Berbatasandengan SelatTidak boleh menghambat Lintas Transit.Harus mengumumkan dengan tepat setiap adanya bahaya bagi pelayaran atau penerbangan di dalam atau diatas selat yang diketahuinya.Tidak boleh ada penangguhan Lintas Transit.

  • Peraturan Perundang-undangan negarayang Berbatasan dengan Selat yangBertalian dengan Lintas TransitNegara yang berbatasan dengan selat dapat membuat peraturan perundang-undangan : a. Keselamatan pelayaran dan pengaturan lalu lintas laut.b. Pencegahan, pengurangan dan pengendalian pencemaran.c. Pencegahan penangkapan ikan (termasuk cara penyimpanan alat penangkap ikan).d. Menaikkan ke atau menurunkan dari kapal setiap komoditi, mata uang, orang yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, bea cukai fiskal, imigrasi atau saniter.

  • Lanjutan ..Tidak boleh mengadakan diskriminasi formil atau nyata diantara kapal asing yang membawa akibat praktis menolak, menghambat atau mengurangi hak lintas transit.Negara-negara yang berbatasan dengan selat harus mengumumkan sebagaimana mestinya semua peraturan perundang-undangan.Kapal asing harus mematuhi peraturan perundang-undangan tersebut.Negara bendera suatu kapal atau negara dimana terdaftar suatu pesawat udara yang berhak atas kekebalan, yang bertindak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tersebut atau ketentuan lain tentang lintas transit harus memikul tanggung jawab internasional untuk setiap kerugian atau kerusakan yang diderita oleh negara yang berbatasan dengan selat.

  • Aturan Negara Pemakai dan Negarayang Berbatasan dengan SelatBekerjasama melalui Persetujuan untuk :- Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi dan Keselamatan yang diperlukan.- Pembangunan Sarana Bantu Pelayaran Internasional.- Untuk Pencegahan, pengurangan dan pengendalian pencemaran dari kapal.

  • Hak Lintas Alur Laut Kepulauan Pelaksanaan hak pelayaran dan penerbangan dalam cara normal semata-mata untuk melakukan transit yang terus menerus langsung dan secepat mungkin serta tidak terhalang antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE

  • Anjuran bagi Negara Kepulauan dalamPenetapan ALK menurut UNCLOS 82 Suatu Negara Kepulauan dapat menentukan alur laut dan rute penerbangan diatasnya, yang cocok digunakan untuk lintas kapal dan pesawat udara asing yang terus menerus, langsung serta secepat mungkin melalui atau diatas perairan kepulauannya dan laut TERR yang berdampingan dengannya.Namun Apabila suatu Negara Kepulauan tidak menentukan alur laut atau rute penerbangan, maka Hak Lintas Laut Kepulauan dapat dilaksanakan melalui rute yang biasanya digunakan untuk pelayaran Internasional.

  • Pasal 53Hak Lintas Alur Laut KepulauanSuatu Negara Kepulauan dapat menentukan alur laut dan rute penerbangan di atasnya, yang cocok digunakan untuk lintas kapal dan pesawat udara asing yang terus menerus dan langsung serta secepat mungkin melalui atau diatas perairan kepulauannya dan laut teritorial yang berdampingan dengannya.Semua Kapal dan Pesawat Udara menikmati hak lintas alur laut kepulauan dalam alur laut dan rute penerbangan demikian.Lintas alur laut kepulauan berarti pelaksanaan hak pelayaran dan penerbangan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Konvensi ini dalam cara normal semata-mata untuk melakukan transit yang terus menerus, langsung dan secepat mungkin serta tidak terhalang antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya

  • Lanjutan (pasal 53)Alur laut dan rute udara demikian harus melintasi perairan kepulauan dan laut teritorial yang berdampingan dan mencakup semua rute lintas normal yang digunakan sebagai rute atau alur untuk pelayaran internasional atau penerbangan melalui atau melintasi perairan kepulauan dan di dalam rute demikian, sepanjang mengenai kapal, semua alur navigasi normal dengan ketentuan bahwa duplikasi rute yang sama kemudahannya melalui tempat masuk dan keluar yang sama tidak perlu.Alur laut dan rute penerbangan demikian harus ditentukan dengan suatu rangkaian garis sumbu yang bersambungan mulai dari tempat masuk rute lintas hingga tempat ke luar. Kapal dan pesud yang melakukan lintas melalui alurlaut kepulauan tidak boleh menyimpang lebih dari pada 25 mil laut kedua sisi garis sumbu demikian, dengan ketentuan bahwa kapal dan pesud tersebut tidak boleh berlayar atau terbang dekat pantai kurang dari 10% jarak antara titik-titik yang terdekat pada pulau-pulau yang berbatasan dengan alur laut tersebut.

  • Lanjutan .(pasal 53)Su