Haipan Salam

download Haipan Salam

of 16

  • date post

    29-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tentang biogas

Transcript of Haipan Salam

LAJU KOROSI RETAK TEGANG PADA BAJA KARBON

TORSI, Volume XI, No.1, Januari 2013Perancangan Alat Stationary Lift Wheel Chair.. (Haipan Salam., Saeful I., Wardaya)

PERANCANGAN ALAT STATIONARY LIFT WHEELCHAIR SEBAGAI ALAT KEBUGARAN BAGI PENYANDANG CACAT TUNA DAKSA KAPASITAS 200KG

Haipan Salam, Saeful Imam, WardayaJurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan IndonesiaJl. Setiabudi 229 Bandung 40154 Jawa Barat Indonesiae-mail : haipansalam@gmail.comABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk merancang alat stationary lift untuk membantu latihan kebugaran bagi penyandang cacat tuna daksa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah research and development (R&D), metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan dan perancangan, dihasilkan alat stationary lift dengan kapasitas 200 kg dengan beban rol pemberat sebesar 6,95 kg menggunakan poros dengan diameter 8,62 mm. Dimensi alat stationary lift adalah 1360 x 900 x 450 mm menggunakan baja profil L. Berdasarkan hasil perhitungan didapat nilai syarat kekuatan bahan yaitu sebesar 0,063 kg/mm2, dimana nilai tersebut aman untuk konstruksi dengan nilai tegangan izin sebesar 4,5 kg/mm2. Kata Kunci: stationary lift wheelchair, alat kebugaran, tuna daksaABSTRACT

The aim of this research was conducted to design a stationary lift as Sport Equipment for Disabilities people. This research used research and development (R & D) method. It was consisted of two stages which were pilot research and data collecting design and produces a particular product and makes validation of this product. The research result was a stationary lift wheelchair which can restrain the load up to 200 kg with shaft roller weight was 6.95 and 8.62 mm of diameter. The dimensions of stationary lift wheelchair were 1360 x 900 x 450 mm using an L profiles carbon steel. Moreover, the amount of material strength value to obtain the maximum load was 0.063 kg/mm2 and the safety factor for construction was 4.5 kg/mm2. Keywords: Stationary lift wheelchair, sport equipment, disabilities.

PENDAHULUAN

Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 139 menyebutkan bahwa upaya pemeliharan kesehatan penyandang cacat harus ditunjukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial, ekonomis, dan bermartabat (ayat 1). Selain itu pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasiltas pelayanan kesehatan dan menfasilitasi penyandang cacat untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis (ayat 2) terhadap peningkatan derajat kesehatan bagi penyandang cacat. Pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tidak cukup hanya dengan pelayanan kesehatan yang bersifat rehabilitatif, namun sebaliknya juga bersifat revitalisasi dimana mental yang masih dimilikinya. Salah satu revitalisasi bagi penyandang cacat adalah dengan berolahraga. Dalam hal ini perlu adanya suatu alat untuk menunjang dalam melakukan aktivitas kesehatan yang berupa alat kebugaran.

Seiring kemajuan dalam teknologi, dibuatlah suatu alat kebugaran bagi penyandang cacat tuna daksa berupa kursi roda multifungsi (Multifungtion Wheelchair). Dalam kegiatan aktivitas berolahraga, kursi roda multifungsi memiliki beberapa fungsi untuk melakukan gerakan-gerakan otot tangan yang berupa Tremor yaitu gerakan-gerakan otot kecil yang berulang-ulang. Selain itu dapat digunakan untuk melatih gerakan tangan ketika memutarkan roda. Namun dibutuhkan suatu alat bantu angkat kursi roda sehingga bisa dilakukan dalam ruangan. Alat bantu kursi roda multifungsi tersebut berupa Stationary Lift.

Bedasarkan studi literatur, dengan alat yang sudah ada terdapat beberapa komponen utama pada alat ini yaitu, dalam sistem pengangkat yang menggunakan roda gigi, dan rol pemberat yang menggunakan sistem rem untuk pemberatnya, selain itu konstruksi rangka menggunakan pipa stainless, dan secara ekonomis alat ini sangat mahal. Sehingga dari pernyataan alat yang sudah ada, penulis membuat suatu alat bantu angkat untuk kursi roda baru yang menggunakan dongkrak sebagai sistem angkatnya yang dimana tidah mengubah fungsinya sebagai alat bantu angkat kursi roda

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D). Research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.Untuk penyelesaian tugas akhir ini penulis membutuhkan data-data yang relevan. Oleh karena itu kami melakukan pengumpulan data melalui:

1. Studi literatur, yaitu dengan cara menelaah, menggali dan mengkaji konsep dan teori yang mendukung pemecahan masalah yang dibahas dari bukubuku yang relevan baik dari text book maupun hasil dari catatan perkuliahan.

2. Studi lapangan, yaitu dengan cara terjun ke lapangan dalam rangka mencari data dan informasi yang mendukung, yang sekiranya tidak diperoleh melalui kepustakaan.

3. Diskusi, yaitu melakukan konsultasi dan bimbingan dengan dosen dan pihak-pihak lain yang dapat membantu terlaksananya rancang bangun ini.

4. Analisis perhitungan, yaitu dengan dengan mengadakan analisis perhitungan konstruksi komponenkomponen yang dirancang.HASIL PERANCANGAN

Perancanaan Kapasitas

Stationary Lift akan dipakai untuk mengangkat kursi roda dan orang dewasa yang duduk dikursi roda tersebut dengan berat kursi roda 50 kg, dan berat orang dewasa maksimal 150 kg. Jadi kapasitas untuk alat stationary lift direncanakan 200 kg. Sesuai dengan kebutuhan untuk mengankat 200 kg, penulis menggunakan dongkrak buaya dengan kapasitas 2 ton yang tersedia dipasaran. Dipilih dongkrak buaya, karena kestabilan untuk menangkat kursi roda dan mudah untuk merancang alat stationary lift.

Gambar 1 Alat Stationary Lift

Tuas PengungkitUntuk mengoprasikan alat stationary lift ini, dongkrak digerakan dengan tuas pengungkit.

Gambar 2. Pengungkit

Momen yang terjadi pada tuas pengungkit adalah

M = Fh. (a - b)

M = 12,72 (90)

M = 1144,8 kg

Bahan tuas terbuat dari pipa dengan kekuatan tarik 36 kg/mm2 dengan tegangan ijin bahan dan angka keamanan Sf1 = 6 dan Sf2 = 2

= 4,5 kg/mm2Tegangan yang terjadi pada tuas pengungkit adalah

Dalam hal ini :

Gambar 3 Diameter tuas pengungkit

Y =

= 10,5 mm

I =

=

= 5443,9 mm4

Maka

Tegangan yang terjadi pada tuas pengungkit adalah

= 2,2 kg/mm2Jadi tuas pengungkit aman digunakan <

Rancangan Poros PemberatReaksi tumpuan pada poros bertujuan untuk menentukan pembebanan pada rangka. Dimana terdapat beberapa poros yang mengalami reaksi akibat berat dari masing- masing komponen, yaitu:

1. Menghitung reaksi dan momen poros pemberat

Gambar 4. Diagram benda bebas pada poros

Diketahui:

L1 = 35 cm

W1 = 1,7 kg

L2 = 8 cm

W2 = 1,6 kg

w = W1/L1 = 1,7/35 = 0,049 kg

Perhitungan Reaksi Titik A

Perhitungan Reaksi Titik B

Perhitungan Momen

*Segmen AB : 0