Guide for Authors - INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis

Click here to load reader

  • date post

    19-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    385
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Sebuah Panduan untuk Para Penulis & Reviewer Jurnal Terakreditasi NasionalINTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis

Transcript of Guide for Authors - INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis

1

2

JATI DIRI INTEGRITASJurnal Manajemen Bisnis

2008

3

JATI DIRI INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis Penyunting: Eko Yulianto, Methodeus(Edisi Revisi 2010)

Diterbitkan pertama kali oleh Bagian Penerbitan Prasetiya Mulya Jl. RA Kartini (TB Simatupang) Cilandak Barat Gedung 2 Lantai V Prasetiya Mulya Business School Jakarta 2008

4

Pengantar

Ketua Dewan Penyunting

K

ami menyambut baik dengan dibukukannya gaya selingkung INTEGRITAS Jurnal Manajemen dan Bisnis. Peningkatan kualitas suatu jurnal ilmiah tidak terlepas dari komitmen pengelola untuk menerapkan asas-asas sesuai dengan tingkat yang diharapkan pada level jurnal terakreditasi. Dengan adanya buku kecil ini diharapkan standardisasi, konsistensi, dan keberkalaan akan senantiasa terwujud. Selain itu, pelibatan mitra bestari sebagai penjaga mutu artikel jurnal juga dapat terfasilitasi dengan panduan yang lebih konkret. Berbagai faktor ini akan sangat membantu upaya jurnal ini untuk menjadi salah satu agen perubahan bagi dunia manajemen dan bisnis di Indonesia.

Prof. Sammy Kristamuljana, Ph.D Ketua Dewan PenyuntingINTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis

5

Pengantar

Mitra Bestari

S

tudi mengenai bidang manajemen dan bisnis merupakan hal yang esensial bagi peningkatan kualitas pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Peranan suatu jurnal akademik di bidang tersebut sangatlah dibutuhkan sebagai sumber temuan dan rancangan untuk mengembangkan keputusan yang lebih baik. INTEGRITAS Jurnal Manajemen dan Bisnis bermaksud untuk ikut berkontribusi bagi pembentukan masa depan ilmu manajemen dan bisnis, terutama di Indonesia. Sesuai dengan namanya, INTEGRITAS, jurnal ini bertekad untuk menyajikan artikel ilmiah dan mengelola berkala dengan integritas. Salah satu hal yang dilakukan dalam mewujudkan itu adalah dengan menegaskan jati diri berkala; termasuk penetapan asas-asas untuk gaya selingkung dan keterlibatan mitra bestari. Dengan kesederhanaannya, buku ini akan menjadi panduan pengelolaan untuk dapat mengantarkan jurnal ini menjadi salah satu penjaga ilmu yang memiliki komitmen terhadap pengetahuan, keterbukaan, dan tanggung jawab ilmiah. Penyempurnaan ke depan akan selalu ada demi pelaksanaan komitmen tersebut.

J. Bely Utarja, MBA Mitra BestariINTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis

6

Sanwacana

Merintis Gaya SelingkungGaya ini tumbuh berkembang dalam rentang waktu dan menjadi matang sesudah kemantapannya memapankan diri.Mien A. Rifai, Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan, Gadjah Mada University Press 2005

D

ari pengalaman bergumul di serangkaian media massa, baik majalah populer, semi ilmiah, dan terlebih berkala ilmiah, penyunting mencermati banyak penggiat bahasa meyakini gaya selingkung merupakan salah satu penciri dan jati diri sebuah media cetak, terutama jurnal ilmiah yag menuntut taat asas yang konsisten dan berkelanjutan. Ia merupakan konvergensi usaha dan wadah ekspresi bahasa dan desain yang bertaat asas. Khususnya dalam dunia berkala ilmiah, panduan instrumen penilaian yang diterbitkan lembaga akreditasi di tingkat nasional maupun internasional adalah mata air utama bagi komunitas ilmiah yang ingin mendekatkan karya tulis ilmiahnya kepada standar akreditasi tertentu. Sementara, buku gaya selingkung tetap tak tergantikan posisinya. Ia adalah referensi detail bagi tim redaksi, sandaran bagi penulis dalam menggarap karya ilmiahnya, dan informasi penting bagi jejaring mitra bestari yang diundang khusus redaksi untuk mereview artikel-artikel ilmiah. Buklet kecil sederhana ini merupakan rintisan sebuah gaya selingkung khusus bagi INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis. Terbagi atas tiga bagian, buklet ini pertama-tama memuat jati diri pranata organisasi pengelolaan dengan visi dan rekam jejak penerbitannya. Bagian kedua, lebih menggumuli teknis penyuntingan. Dan bagian ketiga, memuat segitiga jejaring relasi penjamin mutu: penulis-mitr bestari-pengelola. Diharapkan, seperti hakekatnya yang dinamis, panduan gaya selingkung ini terus-menerus berevolusi, selalu mendapat perbaikan dan penyempurnaan secara bersistem. Muara keberhasilan sebuah gaya selingkung dalam membawa jurnal ilmiah mencapai jati diri sangat ditentukan oleh kesungguhan para penyunting dalam melaksanakan perannya secara bertaat asas.

Eko Yulianto, MethodeusPemimpin Redaksi INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis

7

Senarai Isi

Ketua Dewan Penyunting Pengantar Mitra Bestari Sanwacana Merintis Gaya SelingkungPengantar Bagian Pertama Menegaskan Misi Integritas Selintas Sejarah Pranata Organisasi Kemitraan Redaksi Jejaring Sumber Naskah Gatra Mekanik Segmentasi Pembaca Ranah Penyebaran

Identitas

Bab Kedua Gaya Selingkung Gaya Selingkung, Sebuah Keniscayaan Tujuh Aspek Penyuntingan Menghindari Kesalahan Umum Anatomi Artikel Ilmiah Perwajahan dan Format Desain yang Berpenciri Bab Ketiga Jejaring Penjaga Mutu Tuntutan dan Etika Mitra Bebestari Panduan bagi Penulis Tanggung Jawab Editor Pelaksana Teknik Penyuntingan Lampiran-Lampiran Referensi Utama

8

Bagian Pertama

Menegaskan Identitas

I

NTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis (Terakreditasi Nasional berdasarkan SK DIKTI No. 83/DIKTI/Kep/2009) diterbitkan oleh satuan teknis dari lembaga perguruan tinggi berbadan hukum, Prasetiya Mulya Business Scool, beralamatkan Jl. RA Kartini (TB Simatupang) Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Satuan teknis ini bernama Bagian Penerbitan Prasetiya Mulya, yang menerbitkan dan mendistribusikan berkala ilmiah, majalah ilmiah populer manajemen, dan buku-buku manajemen bisnis.

Misi INTEGRITASMisi berkala ilmiah ini adalah menjadi sarana publikasi karya-karya ilmiah yang otentik, bermutu, dan berdampak luas bagi kemajuan dunia manajemen Bisnis dari para peneliti, akademisi, dan praktisi bidang manajemen bisnis, Penamaan berkala menggunakan kata yang bermakna, tepat, dan singkat sehingga mudah diacu. Dengan memerhatikan tradisi bidang ilmu manajemen bisnis, penerbit mengupayakan keselarasan antara nama berkala dan disiplin ilmu, bidang akademis, dan profesi. Nama yang dipakai mencerminkan bidang ilmu manajemen bisnis. Bahasa nama berkala dan maknanya cukup dikenal dan dipahami dalam lingkungan keilmuan terkait.

INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis dipilih menjadi nama berkala dilandasi tiga alasan primer. Pertama, kata integritas diyakini oleh komunitas manajemen bisnis merupakan lema khas dalam ilmu manajemen. Mengacu Eko Endarmoko dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, Gramedia Pustaka Utama 2007, lema ini berarti: satu kesatuan yang mengakar. Kata ini mengindikasikan, dalam satu organisasi dibutuhkan integritas agar organisasi mampu mencapai

9

tujuannya. Dasar kedua, berdasarkan nama jurnal ini, redaksi bertekad, dalam pengelolaannya akan selalu mengupayakan dan memelihara semangat saling berbagi ilmu dalam kesatuan komunitas manajemen bisnis. Kemudian, dasar ketiga, kata manajemen bisnis menjadi pembatas sekaligus penegas bahwa jurnal ini dikhususkan untuk artikel-artikel ilmiah di bidang manajemen bisnis. Bidang ilmu manajemen mencakup lima fokus, yaitu:

Berkala ini juga mempunyai logo dengan tujuan semakin mempertegas jati dirinya sebagai jurnal yang berpenciri. Mercusuar di atas buku dengan sorot lampunya menggambarkan misi jurnal menjadi sarana mengkomunikasikan dan mempublikasikan karya ilmiah sehingga dapat berdampak bagi komunitas manajemen bisnis.

Selintas SejarahBerkala ini merupakan pembaruan nama dari jurnal sebelumnya, Jurnal Manajemen Prasetiya Mulya yang diterbitkan dua kali setahun oleh Bagian Penerbitan Prasetiya Mulya Business School sejak 1993, berdasarkan STT, 3 Mei 1995 Nomor: 2101/SK/Ditjen PPG/STT/1995 dan bernomor ISSN 0854 - 1752. Selama rentang waktu 15 tahun, sejak terbit perdana hingga tahun 2007, jurnal ini telah meletakkan pondasi awal penerbitan jurnal ilmiah di lingkungan pendidikan Prasetiya Mulya Business School

10

secara khusus dan komunitas manajemen bisnis di Tanah Air pada umumnya. Selama itu pula, jurnal ini mengalami dinamika dalam pengelolaan keberkalaannya dengan terbitan sebanyak 12 volume, atau 24 nomor. Pada tahun 2008, pihak pengelola mengadakan pembaruan dalam beberapa instrumen pengelolaan berkala untuk lebih menyesuaikan dengan panduan jurnal terbaru, yaitu Panduan Akreditasi Berkala Ilmiah 2006 yang diterbitkan Dikti. Pembaruan tersebut meliputi: mekanisme seleksi naskah dengan mengaktifkan kembali mitra bestari untuk menelaah artikel secara blind review, alur penyuntingan yang lebih ketat, membuat gaya selingkung, pembaruan nama berkala sesuai anjuran Dikti, perwajahan dan tata desain yang konsisten, menjaring naskah lebih agresif dengan beberapa terobosan, serta mempertegas waktu terbit dan menambah frekuensi terbit secara . Hasil pembaruan tersebut, sejak Volume 01 Nomor 01, Mei 2008 sebagai terbitan perdana, berkala ini berganti nama menjadi INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis dengan frekuensi terbit bertambah menjadi tiga kali setahun: April, Agustus, dan Desember. Kemudian, sepanjang 2008 dengan tiga nomor yang terbit tepat waktu dan teratur, Dewan Penyunting dan Pengelola/Redaksi INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis telah menerima puluhan naskah dari para penulis baik akademisi maupun praktisi bisnis di Tanah Air dan luar negeri. Dalam proses seleksi, pengelola/redaksi telah sangat dibantu para mitra bestari yang diundang khusus untuk menelaah setiap artikel (secara blind review) dan memberikan rekomendasi layak maupun tidak naskah tersebut untuk dimuat, serta memberikan usulan perbaikan bagi setiap penulis untuk meningkatkan mutu karya tulisnya. Pada April 2009, INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis untuk pertama kalinya mengikuti proses akreditasi jurnal berdasarkan aturan terbaru Panduan Akreditasi Berkala Ilmiah 2006. Dari proses tersebut, pada Juni 2009 jurnal ini mendapat akreditasi nasional berdasarkan SK DIKTI No. 83/DIKTI/Kep/2009.

Pranata OrganisasiLembaga penjamin penerbitan berkala ilmiah, yaitu Prasetiya Mulya Business School merupakan instansi perguruan tinggi yang memiliki ketetapan hukum. Dengan demikian, PMBS akan mampu memberikan jaminan kesinambungan dana naungan hukum bagi penerbitan INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis. Pengelolaan Manajemen penerbitan Pengelola INTEGRITAS Jurnal Bisnis dimandatkan pada satuan organik

11

independen dan bersifat teknis, bernama: Bagian Penerbitan Prasetiya Mulya. Karena bersifat teknis dan independen, Bagian Penerbitan tidak terpengaruh oleh kemungkinan adanya perubahan reorganisasi lembaga penjamin. Penerbit INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis memiliki kantor, ruang kerja, dan alamat yang tetap. Alamatnya: Ruang Bagian Penerbitan, Gedung 2 Lantai V, Prasetiya Mulya Business School, Jl. RA Kartini Cilandak Barat, Jakarta. Demikian pula, kegiatan penerbitan sudah melembagakan landasan standardisasi nasional, terutama dengan ISSN serta segala peraturan perundang-undangan yang berlaku lainnya.

Kemitraan RedaksiDalam pengelolaannya, redaksi INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis terbagi dalam dua fungsi kerja: Bagian Redaksi (Editorial) dan Bagian Tata Usaha. Bagian Redaksi dipegang Pemimpin Redaksi yang juga Kepala Bagian Penerbitan sedangkan Bagian Pemasaran dikelola oleh Kepala Tata Usaha. Redaksi merupakan sisi ideal sebuah penerbitan yang menjalankan visi, misi, atau idealisme jurnal ilmiah. Berikut, kemitraan tim pengelola dan alur kerja redaksi: Pemimpin Redaksi Menjaga visi misi penerbitan jurnal agar tetap sesuai dengan prinsip university press dan panduan akreditasi jurnal 2006. Bertanggung jawab atas keseluruhan pengelolaan penerbitan, meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, evaluasi terhadap pengadaan, pengembangan, integrasi, dan pemberdayaan SDM. Menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional/tata usaha dan produknya. Kewenangan ini dimiliki salah satunya karena ia harus bertanggung jawab jika isi produknya digugat pihak lain. Memantau perkembangan penerbitan jurnal, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian tata usaha. Membuka dan menjalin jaringan kerja sama dengan redaksi media massa, lembaga penerbitan, komunitas bisnis dan profesi, serta event organizer. Dapat melimpahkan pertanggungjawaban pengelolaan kepada Redaktur Pelaksana sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) dan kepada Kepala Tata Usaha yang meliputi pengembangan usaha penerbitan. Redaktur Pelaksana Melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan diterbitkan seta bertanggung jawab penuh atas editingnya. Bertanggung jawab menangani naskah siap cetak, desain cover, dan perwajahan (tata letak, lay out, artistik), dan halihwal sebelum media dicetak.

12

Mendapat pelimpahan pertanggungjawaban pengelolaan dari Pemimpin Redaksi Mengelola jaringan penulis dan mitra bestari. Redaktur Senior Melakukan editing atau penyuntingan naskah khusus, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan diterbitkan seta bertanggung jawab penuh atas editingnya. Mengelola jaringan penulis dan mitra bestari. Kepala Tata Usaha Bagian ini merupakan sisi komersial, meliputi: sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi. Bertanggung jawab dalam melakukan pemasaran (marketing) atau penjualan (saling) produk. Membuat anggaran dan melaporkan kepada rapat penerbitan, serta mengelola keuangan penerbitan. Mengelola setiap penyelenggaran diskusi ilmiah terbatas, seminar, dan talk-show untuk kepentingan pengembangan usaha. Mengelola website penerbitan sebagai sarana promosi produk dan citra Penerbitan. Staf Tata Usaha Bersama Kepala Tata Usaha menyusun strategi serta melaksanakan distribusi dan sirkulasi jurnal. Membuat laporan data distributor, laporan penjualan, dan evaluasi sirkulasi kepada Kepala Tata Usaha. Mengelola harian website bekerja sama dengan editor pelaksana web. Alur Kerja Redaksi

13

Jejaring Sumber NaskahSejak pembaruan jurnal pada tahun 2008, redaksi secara aktif telah membuat berbagai terobosan untuk mengatasi minimnya penerimaan naskah, sebuah kondisi biasa jurnal-jurnal yang berlum terakreditasi. Redaksi segera memperluas cara perburuan naskah yaitu dengan memanfaatkan jejaring sumber naskah. Sumbersumber naskah tersebut meliputi: Meningkatkan keikutsertaan para penulis dalam merekomendasikan rekan maupun anggota komunitas manajemen bisnis lainnya untuk menulis. Memanfaatkan jejaring website untuk memasang Call for Papers, seperti: dikti.org, blog-blog dosen manajemen bisnis, dan lain-lain. Memberdayakan jaringan pengelola jurnal dengan membuat milis Beranda Jurnal Ilmiah, sebagai wadah tukar menukar artikel ilmiah dan komunikasi saling membangun jurnal. Akhirnya, tetap memakai sumber tradisional dengan meningkatkan minat menulis di kalangan komunitas Prasetiya Mulya Business School.

14

Gatra MekanikUkuran dasar kertas: A4, 21 X 27,5 cm (bersih) Ukuran blok cetak: 11,5 X 16,5 sentimeter. Kertas kulit muka (cover): art paper 120 gram, warna dasar putih dengan laminating doof. Warna kedua: biru Kertas isi: map paper 70 gram putih. Warna dasar tinta isi jurnal hitam. Desain grafis: Adobe Indesign CS3. Lempeng cetak (plat): seng. Pencetakan: offset printing. Jurnal dijilid sempurna dengan lem. Jurnal dicetak 300 eksemplar, tanpa cetak lepas. Halaman iklan: tanpa halaman.

Segmentasi Pembaca

Ranah PenyebaranProduksi cetak : 300 exemplar. Distribusi : perpustakaan universitas dan sekolah bisnis, toko-toko buku terkemuka, perusahaan, instansi pemerintah, dan kantor-kantor konsultan.

10%

15%

Jabotabek

55% 20%15

Kota-kota Besar di Jawa Kota di Luar Jawa Lain-Lain

Bagian Kedua

Gaya Selingkung

E

jaan yang Disempurnakan (EYD) tetap menjadi acuan bagi para penerbit yang menyadari pentingnya penerapan bahasa secara standar dalam berkala ilmiah. Karena itu, bagi banyak penerbit jurnal, salah satu poin kriteria kelayakan naskah adalah naskah ditulis dengan bahasa Indonesia yang standar atau mengikuti pedoman EYD. Namun, dalam praktiknya, penerapan EYD tidak sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh redaksi serta tidak semuanya naskah ditulis dengan penerapan EYD.

Gaya Selingkung, Sebuah KeniscayaanAda dua kasus yang melatari penerapan EYD sebagai salah satu kriteria kelayakan sebuah naskah. Kasus pertama yaitu terkadang tidak mampunya Pedoman EYD menjawab beberapa persoalan dalam masalah tata tulis naskah, baik dalam penggunaan kata baku, istilah, tanda baca, maupun singkatan/akronim. Kasus kedua yaitu kurangnya pemahaman penulis naskah, terhadap EYD itu sendiri sehingga kesalahan-kesalahan elementer dalam penulisan naskah masih sering terjadi, seperti penggunaan kata nonbaku dan penggunaan tanda baca yang keliru. Dalam kasus pertama, buku Pedoman EYD ataupun Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak bisa semata-mata dijadikan acuan untuk menilai kelayakan naskah, pun termasuk dijadikan satu-satunya referensi untuk penyuntingan naskah. Karena itu, para penulis ataupun redaksi perlu mencari solusi kebahasaan yang lain dan menetapkan suatu keputusan yang ajek sebagai gaya penulisan. Sebetulnya masalah untuk kasus pertama ini sudah lama dikaji dan akhirnya muncullah gagasan membuat semacam buku pedoman gaya selingkung (house style) penerbitan dalam bahasa Indonesia. Pada awalnya gagasan ini akan dilaksanakan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas. Di pihak lain, beberapa institusi penerbitan menyusun sendiri buku pedoman gaya selingkung penerbit dan menetapkan aturan-aturan tersendiri dalam hal kebahasaan. Untuk kasus kedua, mungkin sudah menjadi fenomena betapa seorang penulis ataupun penerjemah merasa tidak berkepentingan mengetahui lebih jauh tatatulis naskah berdasarkan EYD atau bahasa Indonesia yang baku. Pengetahuan terbatas mereka soal

16

bahasa Indonesia dipergunakan dalam bahasa tulis sehingga menimbulkan banyak kekeliruan dalam hal penerapan standar bahasa maupun kerancuan di dalam naskah. Hal ini semakin sering terjadi manakala kampanye bahasa baku Indonesia agak kendur sejak lebih dari satu dekade lalu. Selain itu, pelatihan menulis ataupun menerjemahkan dengan mendatangkan ahli bahasa Indonesia juga sangat minim diselenggarakan.

Tujuh Aspek PenyuntinganDalam konteks penyuntingan naskah, ada tujuh aspek yang disunting sebagai indikator penilaian kelayakan naskah. Adapun ketujuh aspek tersebut sebagai berikut: 1. keterbacaan (readability) dan kejelasan (legibility); 2. ketaatasasan atau konsistensi; 3. ketatabahasaaan; 4. kemenarikan gaya bahasa; 5. ketelitian fakta dan data; 6. kesopanan dan kelegalan; 7. kehematan produksi (rincian biaya dan spesifikasi produk). Dari ketujuh aspek tersebut terlihat bahwa masalah keterbacaan dan kebahasaan naskah juga menjadi poin penting. Naskah yang mengandung banyak kesalahan bahasa tentu memiliki tingkat keterbacaan serta kejelasan yang rendah sehingga bisa merepotkan pembaca sasaran. Untuk itu, penyunting menggunakan empati dengan menempatkan diri sebagai pembaca sasaran, sekaligus menggunakan pengetahuan kebahasaannya guna membantu penulis/ penerjemah menampilkan naskah yang layak baca. Hal itulah yang menjadi filosofi penyuntingan naskah bahwa penyunting berfungsi menjembatani antara kepentingan penulis/penerjemah dan pembaca sasaran. Dalam hal penerapan EYD, editor bertugas mematut ejaan yang terdapat di dalam naskah. Apa yang dilakukan penyunting terhadap sebuah naskah? Ada lima aktivitas yang dilakukan dalam penyuntingan naskah sebagai berikut. Pengabaian yaitu tetap membiarkan bagian naskah apa adanya karena sudah benar, akurat, atau memenuhi syarat layak dari penerbit. Perbaikan/penyesuaian yaitu memperbaiki bagian naskah sesuai dengan kaidah bahasa ataupun gaya selingkung. Pengubahan yaitu mengubah kalimat, paragraf, atau struktur dalam naskah sesuai dengan kejelasan dan standar yang ditetapkan penerbit sehingga naskah memiliki keterbacaan tinggi. Pengurangan yaitu menghilangkan bagian naskah tertentu dalam hal bagian tersebut tidak diperlukan ataupun guna mengefisienkan halaman atau mengepaskan halaman hingga berkelipatan 8.

17

Penambahan yaitu menambahi bagian naskah yang dianggap penting untuk dimasukkan ataupun guna mengepaskan halaman hingga berkelipatan 8.

Menghindari Kesalahan UmumKesalahan dalam penerapan EYD kerap terdapat di dalam naskah. Kesalahan yang paling umum terdapat adalah kesalahan penulisan kata baku: sekedar, hembus, silahkan, ketinggalan; kesalahan pemilihan kata (diksi): kilah, bergeming, acuh; kesalahan pemenggalan kata (utamanya juga diakibatkan sistem otomatis pemenggalan dalam program komputer berbasis bahasa Inggris); kesalahan penggunaan tanda baca, terutama tanda tanya (?) dan tanda koma (,); kesalahan penggunaan huruf kapital; kesalahan penulisan unsur serapan: frekwensi, hipotesa, aktifitas. Kesalahan seperti ini meskipun tidak mengubah makna, jelas merepotkan dan mengganggu kelancaran baca. Karena itu, apabila ada naskah yang kacau dalam penerapan EYD, penerbit akan menyarankan untuk memperbaiki terlebih dahulu dengan catatan ide naskah sangat baik.

Anatomi Artikel Ilmiah1. Judul artikel spesifik, efektif, dan lugas. Maksimal 14 kata bahasa Indonesia, atau 10 kata bahasa Inggris, atau 90 ketuk pada papan kunci. Tujuannya: dalam sekali baca dapat ditangkap maksudnya secara komprehensif. 2. Kemantapan dan kemapanan pencantuman baris kredit (byline) ditulis jelas dan bertaat asas. Meliputi: namanama penulis (tanpa gelar akademis atau indikasi jabatan dan kepangkatan), alamat lembaga tempat kegiatan penelitian dilakukan, serta penunjukan alamat korespondensi jika berbeda (berikut alamat e-mail). 3. Setiap artikel ilmiah harus disertai satu paragraf abstrak (bukan ringkasan yang terdiri atas beberapa paragraf) secara gamblang, utuh, lengkap menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan, serta berbahasa Inggris. 4. Kata kunci dipilih secara cermat sehingga mampu mencerminkan konsep artikel dan membantu peningkatan keteraksesan artikel. 5. Kecermatan tata cara penyajian tulisan menjadi fokus penyuntingan sehingga artikel yang disajikan memiliki sistematika dan pembaban yang baik sesuai jenis artikel serta sistem yang dianut disiplin ilmunya merupakan ciri berkala ilmiah yang bernilai tinggi. Berkala tidak memuat tulisan berbentuk skripsi. Dengan demikian dihilangkan subjudul seperti: pendahuluan, kerangka

18

6.

7.

8.

9.

10.

teori, pernyataan masalah, kegunaan penelitian, saran tindak lanjut, dan sejenisnya. Diupayakan pengunaan semua sarana pelengkap secara baku seperti gambar, foto, tabel, dan grafik untuk mendukung pemaparan deskriptif. Pengacuan pustaka, seperti nama, tahun, urut nomor, catatan kaki, catatan akhir serta cara pengutipan, selalu dijaga kebakuan dan kemantapannya Penyusunan daftar pustaka dilakukan secara baku dan konsisten. Aturannya ditulis di lembar Petunjuk untuk Penulis di setiap nomor terbitan. Petunjuk bagi penulis agar diberikan secara jelas dan terperinci dalam setiap nomor terbitan agar ketaatasasan pada gaya selingkung berkala dapat dipertahankan. Berkala ilmiah dicirikan oleh penggunaan istilah baku serta bahasa yang baik dan benar.

Perwajahan & Format1. Konsistensi ukuran berkala selalu dijaga ketat. Konsistensi tata letak (lay out) yang mencakup pengaturan bentuk dan ukuran huruf untuk pelbagai keperluan, penataan jarak dan ruang, peletakan baris judul dan alinea, sistem penempatan ilustrasi dan lain-lain, dituntut agar dipertahankan karena menentukan perwajahan halaman sehingga akan ikut mencirikan gaya selingkung berkala. Konsistensi tipografi (meliputi macam, bentuk dan ukuran muka huruf, spasi di antara baris, penggunaan huruf kapital atau huruf kursif) untuk setiap penerbitan nomor berkala mutlak harus dijaga. Jenis kertas (macam, warna, dan ketebalan, yang ditentukan berdasarkan bobot selembar kertas per 1 m2, kandungan bahan) yang dipakai dalam setiap kali berkala terbit dipastikan seragam. Jumlah halaman dalam setiap jilid dituntut untuk konsisten. Disarankan agar tebal satu jilid atau volume yang tidak harus terikat tahun terbit minimum 200 halaman (sehingga berpenanda atau bernomor halaman 1 200). Tekstur sampul (bahan atau macam kertas, keadaan permukaan, kekuatan dan keopakan, serta corak) berkala hendaklah memiliki kemantapan yang dapat dikenali. Dengan perkataan lain, sampul dapat berganti warna atau gambar, namun nama berkala, logo, dan penataan umum harus tetap dan konsisten. Penampilan umum berkala hendaklah diupayakan memiliki rancangan menonjol (eye catching) yang berpenciri dengan keunikan khas, sehingga jika disimpan

2.

3.

4.

5.

6.

19

dalam sebuah meja pajangan bersama kumpulan berkala lain akan dapat segera terkenali dari jauh. 7. UNESCO merekomendasikan agar secara bertaat asas berkala diterbitkan dengan kertas berukuran A4, 210 x 297 mm.

Desain yang Berpenciri

Perencanaan desain INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis digarap secara teliti dan cermat karena desain merupakan display kemasan bagi isi yang disajikan di dalamnya. Oleh karena itu, desain jurnal berupaya memenuhi kriteria-kriteria berikut ini: 1. Dapat menunjukkan identitas majalah sesuai dengan misi yang telah ditetapkan 2. Menarik perhatian (it attracts attention). 3. Dapat menimbulkan / menciptakan selera baca dan keinginan untuk memiliki majalah bagi para pembaca / khalayak sasarannya (it creates a suitable mood for the readers). 4. Dapat menjual majalah / membantu meningkatkan angka penjualan (it sells the magazine).

20

Elemen-elemen visual dasar yang muncul pada sampul depan sebuah majalah, seperti: Logotype, tanggal terbit, harga, barcode, dan sebagainya. Satu faktor berikut ini menjadi pertimbangan redaksi, sebagai alternatif pilihan: 1. Foto atau Ilustrasi yang berkaitan dengan isu utama artikel ilmiah di dalamnya. (a phothograph or illustration tied to a features inside). 2. Satu isu utama (headline) yang ditentukan rapat redaksi. Tata Huruf dan Tata Letak 1. Cover

21

2. Daftar isi

3. Halaman Pertama Artikel

22

4. Halaman Tubuh Artikel & Tabel

5. Halaman Penutup & Daftar Pustaka

23

Aturan Umum Tata Letak Judul artikel dicetak huruf kapital tebal. Judul subbab peringkat I dicetak reguler semua, rata tepi kiri, tebal, peringkat 2 dicetak reguler, rata tepi kiri, tebal; peringkat 3 dicetak reguler, rata tepi kiri, miring - tebal. Catatan kaki ditiadakan. Sirahan kiri (header) halaman genap dicetak kapital hanya untuk nama jurnal, selebihnya reguler kecil seperti jilid, nomor, bulan dan tahun penerbitan. Sirahan kanan (halaman ganjil) dicetak reguler kecil, berisi nama akhir penulis dan judul artikel. Sirahan dicetak satu garis saja halaman pertama artikel tidak diberi sirahan. Nomor halaman dicetak di sisi kiri sirahan kiri (halaman genap) atau di sisi kanan sirahan kanan (halaman ganjil). Tabel dan gambar/bagan diusahakan dicetak dalam satu halaman. Diletakkan menjorok ke kanan bila ada di halaman kanan dan menjorok ke kiri bila ada di halaman kiri. Pencetakan tabel/gambar/bagan/foto tidak boleh membuat halaman yang seharusnya berisi teks menjadi kosong. Nomor dan judul seluruh tabel/gambar/foto dicetak di atas tabel dan gambar dengan huruf reguler kecil tebal. Isi tabel dan gambar/bagan dicetak dengan huruf normal (tidak tebal). Keterangan tabel/gambar/bagan/foto diletakkan di bawahnya dengan posisi rata kanan bila gambar/tabel di halaman kiri dan posisi rata kiri bila di halaman kanan. Foto untuk penjelas uraian dapat dimuat. Foto penulis artikel tidak diperkenankan. Foto ditempatkan pada batas tepi (kiri atau kanan) teks utama, keluar dari tepi teks induk (body text) Tanda pisah (-) dalam cetakan ditulis dengan satu garis panjang(-). Dihindari butir-butir teks dengan tanda bulet ( ) atau kotak hitam. Diupayakan kalimat berkisah, mengalir.

24

Bagian Ketiga

Jejaring Penjamin Mutu

D

alam proses seleksi, Dewan Penyunting dan Pengelola telah dibantu para mitra bestari yang diundang khusus sesuai dengan kepakarannya. Peranan mereka adalah: menelaah artikel (blind review), merekomendasikan layak atau tidak naskah tersebut dimuat, dan memberikan usulan perbaikan bagi setiap penulis untuk meningkatkan mutu karya tulisannya.

Tuntutan & Etika Mitra BestariTak berlebihan, mutu jurnal ilmiah dibangun oleh kerja sama antara penulis, pengelola jurnal, dan terutama mitra bestari. Berikut Kriteria mitra bestari: Kemampuan dalam bidang manajemen bisnis. Merupakan peneliti dalam bidang manajemen bisnis dan memiliki publikasi yang memadai. Ada akses untuk memanfaatkan data base dengan tujuan mengetahui keaslian dan kemutakhiran isi naskah. Mampu bersikap objektif dalam mereview Memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan ilmu manajemen bisnis sehingga dapat mereview naskah dengan cepat cermat, dan tepat. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dan Indonesia dengan baik dan benar. Kode Etik Mitra Bestari 1. Pikiran selalu terbuka terhadap berbagai pendapat baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat umum. 2. Dihindari sikap memenangkan pendapat sendiri, komunitas, atau kelompoknya untuk menjaga objektivitas. 3. Dihindari mendiamkan naskah atau menggunakan pengetahuan dalam naskah untuk menulis tema serupa atas nama sendiri.

25

4. Harus merahasiakan informasi dalam naskah agar gagasan, pendekatan, metode, hasil penemuan, dan kesimpulannya tidak disadap orang lain sebelum naskah diterbitkan. 5. Bekerja disiplin dalam waktu yang ketat untuk menyunting naskah agar tidak merugikan penulis naskah karena keterlambatan penyuntingan dapat menyebabkan hasil penelitian serupa didahului orang lain. 6. Harus jujur pada diri sendiri kalau tidakmampu menilai suatu naskah agar tidak memberi pertimbangan yang salah kepada penulis. 7. Mitra Bestari berhak atas kredit penyuntingan dari keseluruhan penerbitan dan tidak berhak atas kredit untuk naskah yang diterbitkan. 8. Mitra Bestari hanya bertanggung jawab pada bentuk formal penerbitan. Penulis naskahlah yang bertanggung jawab atas isi naskah. 9. Dalam menelaah naskah, mitra bestari harus menunjukkan alasan-alasan ditolaknya suatu naskah. 10. Mitra Bestari harus memberikan masukan konstruktif terhadap naskah yang diterima dengan perbaikan. 11. Mitra bestari harus berpihak pada penulis naskah sehingga ia mesti bersikap bijaksana. 12. Setiap meloloskan naskah, terutama kualitasnya meragukan, mitra bestari harus selalu bertanya pada diri sendiri: Bersediakak namanya muncul sebagai penulis dalam tuliasn itu?

Panduan untuk PenulisNo. 1. Variabel Judul yang efektif: baku dan lugas Keterangan Judul artikel harus spesifik dan efektif. Keefektifan antara lain diukur dari kelugasan penulisan (tidak lebih dari 14 kata dalam bahasa Indonesia atau 10 kata dalam bahasa Inggris, atau 90 ketuk pada papan kunci) sehingga sekali baca dapat ditangkap maksudnya secara komprehensif. Kemantapan dan kemapanan pencantuman yang meliputi namanama penulis (tanpa gelar akademis atau indikasi jabatan dan kepangkatan) dan alamat lembaga tempat kegiatan penelitian dilakukan, serta penunjukan alamat korespondensi kalau berbeda (berikut alamat e-mail) supaya diberikan secara jelas dan bertaat asas. Satu paragraf abstrak dalam bahasa Inggris yang gamblang, utuh dan lengkap menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan.

2.

Pencantuman nama penulis dan lembaga : baku dan lengkap

3.

Abstrak : isinya utuh menggambarkan esensi artikel

26

4.

Kata kunci : mencerminkan konsep penting dalam artikel

5.

Sistematika penulisan/pembaban : lengkap dan bersistem baik

6.

7. 8. 9. 10.

Pemanfaat instrumen pendukung yang informatif dan komplementer Cara pengacuan dan pengutipan yang baku dan konsisten Penyusunan daftar pustaka yang baku dan konsisten Petunjuk bagi calon penulis yang rinci Peristilahan yang baku, bahasa baik dan benar

Kata kunci yang berfungsi karena dipilih secara cermat sehingga mampu mencerminkan konsep yang dikandung artikel terkait. Kata kunci akan membantu peningkatan keteraksesan artikel. Kecermatan tata cara penyajian tulisan sehingga memiliki sistematika dan pembaban yang baik sesuai dengan jenis artikel serta sistem yang dianut disiplin ilmunya. Pembaban tidak seperti penulisan skripsi. Penggunaan sarana seperti gambar, foto, tabel dan grafik untuk mendukung pemaparan deskripsi. Lihat Style Instruction (General).

Istilah-istilah yang digunakan haruslah lazim digunakan dalam bidang keilmuan yang bersangkutan. Penyajian tulisan dalam bahasa yang baik dan benar. Keterangan INTEGRITAS Jurnal Manajemen Bisnis is aimed at providing readers with latest thoughts, developments, and researches related to the study of business management. Diukur dari luas jangkauan pembaca yang ingin dicapai, antara lain melalui bahasa, daerah asal penyumbang tulisan, ruang lingkup dan wilayah geografi yang diluput, dan mitra bestari yang dilibatkan. Keuniversalan lebih dipentingkan dibandingkan kenasionalan, apalagi kelokalan. Kepioneran ditentukan oleh kemuktahiran state of the art ilmu dan teknologi yang dikandung, kecanggiahan sudut pandang dan pendekatan, kebaruan temuan bagi ilmu (novelties, new to science), Sumbangan ini diukur dari derajat keorisinalan dan makan kontribusi ilmiah temuan/gagasan/hasil pemikiran dalam tulisan yang dimuatnya sesuai dengan bidang ilmunya, yang akan menentukan

Substansi Isi No. Variabel 1. Cakupan keilmuan yang terspesialisasi

2.

Aspirasi wawasan jurnal

3.

Kepioneran ilmiah isi yang tinggi

4.

Sumbangan berkala pada kemajuan ilmu dan teknologi yang tinggi

27

5.

Dampak ilmiah jurnal yang tinggi

6.

Kadar perbandingan sumber acuan primer

7.

Derajat kemuktahiran pustaka acuan.

8. 9.

Analisis dan sintesis Penyimpulan dan perampatan yang baik

posisi jurnal dalam percaturan pengembangan dan penguasaan ilmu. Dampak ilmiah dinilai dari tinggi frekuensi pengacuan terhadap tulisan yang dimuatnya, peranannya untuk berfungsi sebagai pemacu kegiatan berikutnya, kemampuannya membesarkan nama ilmuwan dan pandit yang sudah ditampung, pengaruhnya pada lingkunan ilmiah serta pendidikan, dan besarnya jumlah tiras. Nisbah perbandingan sumber pustaka primer dan bahan lainnya menentukan bobot pemikiran dan gagasan yang dijadikan kerangak penulisan, sebab semakin tinggi pustaka primer yang diacu semakin bermutu pula tulisannya. Derajat kemutahiran bahan yang diacu dengan melihat poporsi terbitan 10 tahun terakhir. Ini merupakan tolok ukur mutu berkalah ilmiah yang penting. Keseringan pengarang mengacu pada diri sendiri (self citation) dapat mengurangi nilai jurnal. Ketajaman analisis dan sintesis yang dilakukan secara kritis. Penarikan kesimpulan dan perampatan yang meluas, serta pencetusan teori baru yang dituangkan secara mapan akan membuat jurnal lebih bermakna dibandingkan kesimpulan dangkal dan saran bahwa penelitiannya perlu dilanjutkan.

Guide for Author The journal is aimed at providing readers with latest thoughts, developments, and researches related to the study of business management. Articles published in the journal should : 1. be written interestingly, and so as to be accessible to business academicians, researchers, consultants, students and practitioners. 2. put an emphasis on implementation aspect without neglecting scientific criteria 3. tend to be analytical rather than descriptive 4. based on Indonesian context or global issues that have significant impact on contribution to development of business management in Indonesia

28

Articles submitted to the journal must be original and should in no way violate existing copyright. Style Instruction (General) 1. All articles must be clearly typed with single spacing, no more than 15 pages of A4 papers. 2. The manuscripts will be published in English if written in English or in bahasa Indonesia if written in the Indonesian language. 3. All manuscripts must include an abstract in English, of approximately 100-200 words. The abstract should follow the title of the article and the author's brief biodata. The bio-data includes work and research experience, current affiliation, and educational background. Address, e-mail address, and telephone number of the author should also be clearly indicated. 4. References to published literature should be quoted in the text by giving the author's name, year of publication and where needed for a quote, the page number, such as (Chandler, 1968: p. 201). Reference should be listed alphabetically in a section labelled "References" at the end of the paper. Journal / periodical references should be arranged as follows, giving the title in full : Jensen, Michael C. and William H. Meckling, 1976, "Theory of the firm : Managerial behavior, agency cost and ownership structure," Journal of Financial Economics 4, pp. 305-360. Book references should be given as follows : Ansoff, H.I., P. Declerk and L. Hayes, 1976, From Strategic Planning to Strategic Management, Wiley, Chichester, pp. 2-4.

Tanggung Jawab Redaktur PelaksanaApa pun tulisan profesional seorang penulis terkemuka, proofreading yang cermat dan teliti amatlah penting. Sebagai seorang redaktur pelaksana, tidak ada hal yang paling parah, kecuali melakukan kesalahan dasar atau meninggalkan adanya salah cetak. Berikut ini tanggung jawab yang perlu diperhatikan untuk meminimalisasi kesalahan, bahkan membantu mewujudkan obsesi zero defect pada artikel jurnal yang diedit: 1. Menyusun struktur dan bagian-bagian naskah; 2. mengepaskan bahasa agar cocok dengan aturan berkala ilmiah dan juga menghilangkan unsur-unsur pornografi, SARA, serta bias; 3. Memperbaiki kesalahan (tatabahasa, ejaan, tanda baca, paragraf, ketidakakuratan, kelalaian pencantuman, pengulangan, ambiguitas); 4. mewaspadai hal yang berbau fitnah, cabul, plagiat, atau pelanggaran copyright;

29

5. 6. 7.

8.

9. 10.

11.

12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

20.

21.

22.

menganjurkan pengembangan dalam gaya, struktur, fakta, dan ilustrasi; membantu pengembangan karakter, alur, dan setting artikel ilmiah; menjaga hubungan antara penulis/pengarang dan penerbit, serta dengan divisi/departemen terkait, seperti desain, produksi, marketing, dan promosi; mengecek selalu (dan ricek) semua ilustrasi berikut penempatannya, atau menganjurkan penggunaan ilustrasi yang lebih tepat; perjelas dan cek materi-materi yang dilindungi copyright (atau mengurus izin materi tersebut); menyiapkan halaman prelims, dan menandai bagian akhir, seperti catatan, apendiks, bibliografi, glosarium, dan penjurus (indeks); menyiapkan deskripsi untuk desainer atau ilustrator, mendaftar berbagai jenis judul bab, nomor dan jenis ilustrasi, apakah bentuk materi kutipan sudah termasuk (teks, tabel, dsb.) dan secara pasti sudah disesuaikan dengan tujuan penulis/pengarang atau penerbit; menandai naskah untuk setter atau layouter sehingga naskah sudah bersih dan tidak bermakna ganda, penyajian baik tanpa hal-hal bersifat cabul, semua tulisan tangan yang sulit terbaca sudah ditulis ulang, serta semua ilustrasi sudah ditandai; menyeleksi materi-materi untuk contoh layout; menulis blurb cover dan materi-materi iklan; menjaga kedisiplinan waktu dan pekerjaan seekonomis mungkin; memastikan agar schedule tetap terjaga; menyiapkan dan memeriksa check list (terutama ilustrasi) pada setiap tahapan editing; mengecek proof pada setiap tahapan produksi, dummy, atau cetakan awal cover dan buku; menyimpan dokumen yang dikoreksi untuk kepentingan cetak ulang yang akan datang atau edisi baru. Untuk tetap objektif, tinggalkan tulisan yang telah dituliskan selama beberapa jam atau inapkan semalam, barulah lakukan proofreading pada tulisan itu. Perbaiki kesalahan yang umum, termasuk inkonsistensi selingkung, perubahan tenses (untuk naskah berbahasa Inggris), perbedaan ukuran font, spasi garis yang tidak beraturan, atau format setting yang lain. Dan baca ulang secara cermat. Tempatkan diri Anda sebagai pembaca yang ingin dituju. Apakah maksud dari yang Anda tuliskan sudah cukup mudah untuk dimengerti oleh pembaca. Curigai setiap kata, jika ingin mendapatkan hasil yang sempurna.

30

23. Jika Anda punya kecenderungan untuk melakukan kesalahan yang sama, berhati-hatilah saat Anda mengecek kata atau frase khusus tersebut. 24. Periksa dan periksa kembali. Seorang editor profesional melakukan proofread hingga 10 kali. Bersikaplah sangat sangat waspada pada penggunaan teks dengan huruf kapitalkadangkala sulit untuk menandai kesalahan ini. 25. Cetak naskah untuk pengecekan akhirseringkali lebih mudah untuk menemukan kesalahan di atas kertas dibandingkan di layar monitor Anda. 26. Hindari hanya mengandalkan spell checker (pengeja kata ini untuk naskah bahasa Inggris, untuk naskah Indonesia kayaknya masih belum ada), karena komputer seringkali tidak bisa membedakan mana yang salah dan yang benar untuk konteks tertentu seperti two dengan too.

Teknik Penyuntingan Bahasa dan FormatKita menggunakan Program Microsoft Office Publisher 2007, dengan tujuh langkah sederhana: 1. Buka Menu Review pada Window. 2. Klik Track Changes untuk menuju menu pengaturan editing. 3. Klik bagian Change Tracking Options... 4. Pada bagian Insertions, pilih: Color Only. Warna: Blue 5. Pada bagian Deletions, pilih: Striketrhough. Warna: Red 6. Pada bagian Change lines, pilih: (none). Warna: Auto 7. Hiraukan bagian-bagian lain. Lalu, klik Ok. Selamat menyunting!

31

Referensi UtamaEndarmoko, Eko, Tesaurus Bahasa Indonesia, Gramedia, Jakarta: 2006 DIKTI, Instrumen Penilaian - Panduan Akreditasi Berkala Ilmiah, Jakarta: 2006 Guntur Waseso, Mulyadi dan Saukah, Ali, Menerbitkan Jurnal Ilmiah, Universitas Negeri Malang, Malang: 2007. Rifai, A. Mien, Pegangan Gaya penulisan, Penyuntingan, dan penerbitan, Gadjah Mada University Press, Jakarta: 2005.

32