Green Building - FAQ

of 13 /13
Green Building FAQ - Rating 1. ASD 4 : Bicycle Bagaimanakah perhitungan tempat parkir sepeda untuk 1 unit parkir terhadap 20 pengguna gedung di terapkan pada suatu gedung ? Jawaban : Dasar perhitungan untuk : a. Gedung Kantor Manajemen Pusat (KAMPUS), PT. Dahana (Persero). Sertifikat GREENSHIP : Bangunan Baru ( New Building-NB). b. Menara BCA, PT Grand Indonesia (GI). Sertifikat GREENSHIP : Bangunan Terbangun ( Existing Building-EB). c. Gedung Sampoerna Strategic Square (SSS), P T. Buana Sakti – Jakarta.Sertifi kat GREENSHIP : Bangunan Terbangun ( Existing Building-EB). 2. EEC P1 : Electri cal Sub Meteri ng  Dimanakah sebaiknya lokasi pemasangan kWh meter untuk mengukur konsumsi listrik pada setiap kolompok beban dan sistem peralatan, yang meliputi sistem tata udara, sistem tata cahaya dan kotak kontak dan sistem beban lainnya y ang di terapkan pada suatu gedung ? Khusus untuk ge dung pabrik dan gedung data Center dapat diterangkan sebagai berikut. Jawaban : Pemasangan kWh meter untuk mengukur konsumsi listrik pada : a. Gedung Pabrik, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem produksi (termasuk pada setiap kelompok beban dan sistem peralatan). b. Gedung Data C enter, yaitu satu kWh meter dipasa ng pada sistem AC ruangan Data Center (sistem tata udara). c. Gedung Data Center, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem Data Center (termasuk sistem tata cahaya dan kontak-kontak). 3. EEC 2 : Natural Lighting  Ruangan apa sajakah ya ng sebaiknya menerapkan penggunakan cahaya alami secara optimal (mencapai min. 30% dari luas lantai yang digunakan untuk bekerja), sehingga mendapatkan intensitas cahaya alami min. sebesar 300 lux, pada gedung pendidikan, perpustakaan, pabrik, peribadatan dan data center ? Jawaban : Penggunaan cahaya alami secara optimal pada : a. Gedung Pendidikan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen, ruang baca, ruang perpustakaan, gymnasium dan laboratorium non-kimia. b. Gedung Perpustakaan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang kantor staff. c. Gedung Pabrik, y aitu pada ruang aktif seperti ruang kerja, dan pada beberapa industri yang memiliki persyaratan khusus dapat diekslusikan. d. Gedung Peribadatan, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor pengurus serta ruang bersuci. e. Gedung Data Center, yaitu pada ruangan data center dapat dieksklusikan. 1  

Embed Size (px)

Transcript of Green Building - FAQ

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    1/13

    Green Building

    FAQ - Rating

    1. ASD 4 : Bicycle

    Bagaimanakah perhitungan tempat parkir sepeda untuk 1 unit parkir terhadap 20 pengguna gedung di

    terapkan pada suatu gedung ?

    Jawaban :

    Dasar perhitungan untuk :

    a. Gedung Kantor Manajemen Pusat (KAMPUS), PT. Dahana (Persero). Sertifikat GREENSHIP:

    Bangunan Baru (New Building-NB).

    b. Menara BCA, PT Grand Indonesia (GI). Sertifikat GREENSHIP : Bangunan Terbangun (Existing

    Building-EB).

    c. Gedung Sampoerna Strategic Square (SSS), PT. Buana Sakti Jakarta. Sertifi kat GREENSHIP:

    Bangunan Terbangun (Existing Building-EB).

    2. EEC P1 : Electrical Sub Metering

    Dimanakah sebaiknya lokasi pemasangan kWh meter untuk mengukur konsumsi listrik pada setiap

    kolompok beban dan sistem peralatan, yang meliputi sistem tata udara, sistem tata cahaya dan kotak kontak

    dan sistem beban lainnya yang di terapkan pada suatu gedung ? Khusus untuk gedung pabrik dan gedung

    data Center dapat diterangkan sebagai berikut.

    Jawaban :

    Pemasangan kWh meter untuk mengukur konsumsi listrik pada :

    a. Gedung Pabrik, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem produksi (termasuk pada setiapkelompok beban dan sistem peralatan).

    b. Gedung Data Center, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem AC ruangan Data Center (sistem

    tata udara).

    c. Gedung Data Center, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem Data Center (termasuk sistem

    tata cahaya dan kontak-kontak).

    3. EEC 2 : Natural Lighting

    Ruangan apa sajakah yang sebaiknya menerapkan penggunakan cahaya alami secara optimal (mencapai

    min. 30% dari luas lantai yang digunakan untuk bekerja), sehingga mendapatkan intensitas cahaya alami

    min. sebesar 300 lux, pada gedung pendidikan, perpustakaan, pabrik, peribadatan dan data center ?

    Jawaban :

    Penggunaan cahaya alami secara optimal pada :

    a. Gedung Pendidikan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen, ruang baca, ruang

    perpustakaan, gymnasium dan laboratorium non-kimia.

    b. Gedung Perpustakaan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang kantor staff.

    c. Gedung Pabrik, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kerja, dan pada beberapa industri yang memiliki

    persyaratan khusus dapat diekslusikan.

    d. Gedung Peribadatan, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor pengurus serta ruang

    bersuci.

    e. Gedung Data Center, yaitu pada ruangan data center dapat dieksklusikan.

    1

    http://www.gbcindonesia.org/faq-sertifikasihttp://www.gbcindonesia.org/faq-sertifikasihttp://www.gbcindonesia.org/faq-sertifikasi
  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    2/13

    4. WAC P1 : Water Metering

    Dimanakah sebaiknya pemasangan alat meteran air pada sistem distribusi air ditempatkan untuk gedung

    pabrik dan gedung peribadatan ?

    Jawaban :

    Pemasangan alat meteri air (volume meter) pada :

    1. Gedung Pabrik, yaitu satu buah pada sistem produksi.

    2. Gedung Peribadatan, yaitu 1 buah pada sistem air untuk bersuci.

    5. MRC 4 : Certifi ed Wood

    Bagaimana perhitungan untuk penggunaan bahan material kayu yang bersertifikat legal sesuai Peraturan

    Pemerintah sebesar 100 % dari biaya total material kayu untuk Gedung Pabrik.

    Jawaban :

    Perhitungan pada :

    Gedung Pabrik, yaitu bila standar produksi menghendaki persyaratan tidak menggunakan kayu dapatdieksklusikan.

    6. IHC P1 : Outdoor Air Introduction

    Terhadap apakah acuan desain ruangan yang menunjukkan adanya potensi introduksi udara luar (minimal

    sesuai SNI (NB 1.0) dan Ashrae (NB 1.1).

    Jawaban :

    Desain ruangan pada :

    a. Gedung Pabrik, yaitu mengacu pada besaran jumlah karyawannya.b. Gedung Peribadatan, yaitu mengacu pada besaran multi use assembly.

    c. Gedung Data Center, yaitu pada ruang data center adalah tidak relevan, karena kriteria ini hanya

    untuk bangunan yang berpenghuni.

    7. IHC 4: Outs ide View

    Ruangan apa yang sebaiknya menghadap langsung ke pemandangan luar yang dibatasi bukaan transparan

    bila ditarik suatu garis lurus (75% dari NLA) ?

    Jawaban :

    Outside View pada :

    a. Gedung Pendidikan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen, ruang baca, ruang

    perpustakaan, ruang laboratorium non-kimia.

    b. Gedung Perpustakaan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang kantor staff.

    c. Gedung Pabrik, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kantor dan ruang rekreasi, serta ruang makan.

    d. Gedung Peribadatan, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor pengurus.

    e. Gedung Data Center, yaitu pada ruang data center dapat dieksklusikan.

    2

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    3/13

    8. IHC 5: Visual Comfort

    Ruangan apa yang sebaiknya menggunakan lampu dengan iluminansi ruangan sesuai dengan SNI 03-6197-

    2000 Tabel 1?

    Jawaban :

    Visual Comfort pada :

    a. Gedung Pendidikan sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen,

    ruang baca sesuai dengan EEC2, ruang perpustakaan, ruang gymnasium dan laboratorium non-

    kimia.

    b. Gedung Perpustakaan sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang

    kantor staff.

    c. Gedung Pabrik sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kerja. Pada beberapa

    industri yang memiliki persyaratan khusus dapat diekslusikan.

    d. Gedung Peribadatan sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor

    pengurus serta ruang bersuci.

    e. Gedung Data Center sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang data center

    (dieksklusikan).

    9. IHC 6: Thermal Comfort

    Ruangan apa sajakah yang sebaiknya ditetapkan perencanaan kondisi termal ruangan secara umum pada

    suhu 25oC dan kelembaban relatif 60%.

    Jawaban :

    Thermal Comfort, pada :

    a. Gedung Pabrik, yaitu pada ruang kerja dan pada beberapa industri yang memiliki persyaratan

    khusus dapat diekslusikan.

    b. Gedung Data Center, yaitu pada ruang data center dapat dieksklusikan.

    10. IHC 7: Acoust ic Level

    Ruangan apa sajakah yang sebaiknya dapat ditetapkan tingkat kebisingan sebesar 90 % dari NLA, tidak

    lebih dari atau sesuai dengan SNI Tabel 1 ?

    Jawaban :

    Acoustic Level, pada :

    a. Gedung Pabrik, yaitu sumber suara dalam ruangan tidak diperhitungkan dalam penilaian, yang

    diukur adalah tembusan suara dari luar ruangan.

    b. Gedung Data Center, yaitu pada ruang data center dapat dieksklusikan.

    11. BEM 4: Proper Commissioning

    Prosedur apa saja yang harus dilakukan pada saat testing commissioning sesuai dengan petunjuk GBCI,

    termasuk training agar sistem dapat berfungsi sesuai perencanaan dan acuan pada Gedung Pabrik ?

    Jawaban :

    Proper Commissioning, pada :

    Gedung Pabrik, bila suatu pabrik memiliki prosedur sendiri, maka dapat mengajukan prosedurnya tersebut

    untuk dinilai kesesuaiannya.

    3

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    4/13

    12. BEM 7: Occupant Survey

    Kepada siapa saja, target survei mengenai kenyamanan suhu udara dan kelembaban dapat dilaksanakan ?

    Jawaban :

    OccupanVisual Comfort pada :

    a. Gedung Pendidikan, survei dilakukan kepada staff, pengajar dan siswa yang minimal sudahmemasuki

    tahun ke 2.

    b. Gedung Perpustakaan, survei dilakukan kepada staff.

    c. Gedung Pabrik, survei dilakukan kepada karyawan dan buruh.

    d. Gedung Peribadatan, survei dilakukan kepada para karyawan atau para pekerja dan pemuka agama

    yang ditetapkan.

    e. Gedung Data Center, survei dilakukan kepada karyawan dan para pekerja.

    FAQ - Sertifikasi

    A. ADMINISTRASI

    * Lingkup Pendaftaran

    1. Gedung apa saja yang sudah mendapatkan pengukuhan Sertifikasi GREENSHIP di Indonesia ?

    Jawaban :

    a. Gedung Kantor Manajemen Pusat (KAMPUS), PT. Dahana (Persero). Sertifikat GREENSHIP:

    Bangunan Baru (New Building-NB).

    b. Menara BCA, PT Grand Indonesia (GI). Sertifikat GREENSHIP : Bangunan Terbangun (Existing

    Building-EB).

    c. Gedung Sampoerna Strategic Square (SSS), PT. Buana Sakti Jakarta. Sertifi kat GREENSHIP:Bangunan Terbangun (Existing Building-EB).

    2. Bagaimana proses mendapatkan pengukuhan Sertifikasi GREENSHIP ?

    Jawaban :

    1. Pemilik Bangunan Gedung dapat menghubungi GREENSHIP Facilitator (GF) untuk memperoleh

    penjelasan dan menyampaikan keinginannya. Kemudian GF akan menerangkan dan

    mengirimkan Paket Informasi Perkenalan, serta melakukan presentasi bila diperlukan.

    2. Bila pemilik gedung sudah berminat untuk melakukan pendaftaran, maka akan mengisi Formulir

    Registrasi.

    3. Minat tersebut harus disampaikan secara tertulis dengan mengisi formulir yang terdapat pada PaketInformasi Perkenalan, dan selanjutnya menyampakan donasinya.

    4. Setelah donasi disampaikan, kemudian akan dikirim bukti transfer Bank, dan Formulir

    Registrasiakan segera disampaikan melalui email.

    4

    http://www.gbcindonesia.org/faq-sertifikasihttp://www.gbcindonesia.org/faq-sertifikasi
  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    5/13

    5. Proses selanjutnya mengikuti bagan alir sebagai berikut :

    Download Alur Pendaftaran Sertifikasi GREENSHIP New Building ver 1.0

    3. Apa Persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan bangunan gedung dalam Sertifikasi

    GREENSHIP ?

    Jawaban :

    a. Memenuhi kelayakan dokumen awal yang dipersyaratkan.

    b. Untuk Bangunan Baru (New Building-NB), harus memenuhi 7 (tujuh) kelayakan dokumen awal yang

    dipersyaratkan, antara lain :

    o Luas lantai sekurang-kurangnya 2500m2. (Bukti : Denah Bangunan);

    o Lokasi Tapak Bangunan adalah sesuai dengan peruntukannya, berdasarkan Rencana Tata

    Ruang Wilayah (RTRW) Setempat;

    o Menunjukan dokumen lingkungan berupa, antara lain laporan pelaksanaan AMDAL atau UPL danUKL terbaru, dapat berupa salinan, sampul depan (cover) dan halaman pengesahan;

    o Bersedia menyampaikan surat pernyataan resmi (menggunakan kop surat dan materai Rp.6.000),

    yang menyatakan setuju/membolehkan seluruh data bangunan gedung yang berhubungan

    5

    http://www.gbcindonesia.org/download/doc_download/70-alur-pendaftaran-sertifikasi-greenship-new-building-ver-1-0http://www.gbcindonesia.org/download/doc_download/70-alur-pendaftaran-sertifikasi-greenship-new-building-ver-1-0http://www.gbcindonesia.org/download/doc_download/70-alur-pendaftaran-sertifikasi-greenship-new-building-ver-1-0http://www.gbcindonesia.org/download/doc_download/70-alur-pendaftaran-sertifikasi-greenship-new-building-ver-1-0
  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    6/13

    dengan Perangkat Penilaian (Rating) Bangunan Hijau dalam GREENSHIP untuk diperlajari dan

    dipergunakan dalam studi kasus yang diselenggarakan oleh G B C INDONESIA.

    o Bersedia menyampaikan surat pernyataan resmi (menggunakan kop surat dan materai Rp.6.000),

    bahwa gedung tersebut tahan gempa;

    o Bersedia menyampaikan surat pernyataan resmi (menggunakan kop surat dan materai Rp.6.000),

    bahwa gedung yang bersangkutan akan memenuhi standar pemakai gedung yang ramah

    terhadap para penyandang cacat;

    o Bersedia menyampaikan surat pernyataan resmi (menggunakan kop surat dan materai Rp.6.000),

    bahwa gedung yang bersangkutan akan memenuhi standar kebakaran dan keselamatan.

    c. Untuk Bangunan Terbangun (ExistingBuilding-EB), harus memenuhi 4 (empat) kelayakan dokumen

    awal yang dipersyaratkan, antara lain:

    o Luas lantai sekurang-kurangnya 2500m2 (Ada bukti : Denah Bangunan);

    o Menunjukan dokumen lingkungan berupa, antara lain : laporan pelaksanaan AMDAL atau UPL

    dan UKL terbaru, dapat berupa salinan, sampul depan (cover) dan halaman pengesahan;

    o Bersedia menyampaikan surat pernyataan resmi (menggunakan kop surat dan materai Rp.6.000),

    yang menyatakan setuju/membolehkan seluruh data bangunan gedung yang berhubungan

    dengan Perangkat Penilaian (Rating) Bangunan Hijau dalam GREENSHIP untuk diperlajari dan

    dipergunakan dalam studi kasus yang diselenggarakan oleh G B C INDONESIA;

    o Menunjukan dokumen IPB (Izin Penggunaan Bangunan) dan atau SLF (Sertifikat Laik Fungsi)

    terbaru, dapat berupa salinan, sampul depan (cover) dan halaman pengesahan.

    4. Berapa lama waktu yang d ibutuhkan sejak awal proses sampai dengan mendapatkan pengukuhan

    Sertifi kasi GREENSHIP ?

    Jawaban :

    1. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan Sertifikasi tergantung kepada kesiapan dari proyek dan

    tim;

    2. Dapat diperkirakan, andaikata seluruh perangkat pendukungnya telah siap, maka waktu yang

    dibutuhkan adalah kira-kira xxx hari.

    5. Berapa lama masa berlakunya Serti fikat GREENSHIP ?

    Jawaban :

    Sertifikat GREENSHIP untuk Bangunan baru (NB) maupun Bangunan Terbangun (EB) adalah berlaku 3

    tahun.

    6. Bagaimana kelanjutan dari Proses Kegiatan Sertifikasi, setelah gedung mendapatkan pengukuhan

    sebagai Bangunan Hijau berdasarkan Sertifi kasi GREENSHIP oleh G B C INDONESIA?

    Jawaban :

    a. Pemilik Gedung berhak menggunakan Sertifikat GREENSHIP tersebut untuk berbagai keperluan.

    b. Pemilik Gedung diharapkan akan melakukan pengoperasian dan perawatan gedung yang berbasis

    keramahan lingkungan hidup, dengan tujuan untuk mempertahankan dan mendapatkan kinerja

    gedung yang lebih baik.

    c. Bila mengambil tolok ukur tertentu yang harus dikumpulkan 1 tahun setelah sertifikat terbit, maka

    harus dikumpulkan pada waktunya. G B C INDONESIA akan melakukan monitoring.

    6

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    7/13

    * Lingkup Biaya Donasi Sertifikasi GREENSHIP

    1. Berapakah biaya yang diperlukan untuk mengikuti proses Sertifi kasi GREENSHIP?

    Jawaban :

    a. Untuk melakukan Registrasidibutuhkan donasi sebesar Rp. 5.000.000,-

    b. Biaya donasi tersebut dalam pelaksanaan Proses Sertifikasidibedakan berdasarkan luasan

    Gedung dan fungsi, yaitu :

    Luas Office

    Commercial

    Building/Hospitality/Healthcare

    2.500 < m2< 30.000 Rp 75.000.000,00 Rp 82.500.000,00

    30.000 < m2< 70.000 Rp 100.000.000,00 Rp 110.000.000,00

    70.000 < m2< 100.000 Rp 125.000.000,00 Rp 137.500.000,00

    m2< 100.000 Rp 150.000.000,00 Rp 165.000.000,00

    c. Tidak termasuk penginapan, transportasi, akomodasi dan biaya lain bila lokasi gedung di luar

    Jabodetabek.d. Seringkali timbul biaya tambahandalam proses konstruksi, bila menginginkan pencapaian yang

    lebih tinggi.

    e. Disarankan proses dibantu oleh Sustainable Engineer(GREENSHIP Professional) yang langsung

    mewakili kepentingan Pemilik Gedung.

    2. Apa saja HAK yang didapat setelah menyampaikan biaya donasi dalam Sertifikasi GREENSHIP ?

    Jawaban :

    1. Perkenalan (1 x pertemuan perkenalan, Surat Perkenalan dan kelengkapan, tata cara sertifikasi,

    daftar GP yang tersedia, formulir Pernyataan Mendaftar).

    2. Registrasi dan paket pendukung (Formulir Registrasi dan kelengkapan, pertemuan klarifikasi bilaperlu).

    3. Paket Tahap 1 (Status Registered Project, formulir/blankokesediaan pemuatan data di website dan

    media massa, formulir penunjukan GP, panduan-panduan, buku GREENSHIP, plang tanda

    proyek, kick off meeting, Workshop, rapat koordinasi, pendampingan dan konsultasi teknis melalui

    email).

    4. Paket Tahap 2 (Form penilaian dan kelengkapannya, dan Hak Verifikasi Dokumen Resmi).

    5. Paket Tahap 3 (Sidang Evaluation Assessment Board, Banding dan Penganugerahan apabila

    lulus).

    3. Apakah biaya donasi tersebut sudah termasuk pembuatan dan pemasangan Plang Proyek ?

    Jawaban :

    Sudah termasuk untuk 1 unit Plang Proyek.

    4. Apakah biaya donasi tersebut sudah termasuk dengan b iaya Konsult an Pendamping (GREENSHIP

    Profesional / GP) ?

    Jawaban :

    Tidak : bahwa biaya untuk Konsultan Pendamping (GREENSHIP Profesional / GP), tersebut belum

    termasuk dalam besaran jumlah donasi yang disampaikan.

    7

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    8/13

    5. Berapakah perkirahan biaya jasa yang dikeluarkan, bila Pemilik Gedung menggunakan Jasa

    Konsultan Pendamping (GREENSHIP Profesional / GP) ?

    Jawaban :

    Perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk Jasa Konsultan Pendamping (GREENSHIP Profesional /GP)

    adalah tergantung kepada negosiasi antara Pemilik Gedung dengan personal Tenaga GP yang

    bersangkutan secara langsung biasanya disesuaikan dengan luasan gedung dan lingkup kerja.

    Beberapa Konsultan menggunakan standar IAI untuk menentukan biaya.

    6. Berapa kalikah tahapan masa pembayaran donasi Sertifikasi GREENSHIP ?

    Jawaban :

    a. Tahap Registrasi : Rp 5.000.000,- dibayarkan pada saat proyek menyerahkan Pernyataan Minat

    Sertifikasi GREENSHIP;

    b. Tahap I : 25% (dua puluh lima persen) sebagai donasi uang muka yang disampaikan setelah

    dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama;

    c. Tahap II : 40% (empat puluh persen) donasi yang dibayarkan setelah selesainya pelaksanaan

    workshop dan PIHAK KEDUA (G B C INDONESIA) mengeluarkan Laporan Latihan Perangkat

    Penilaian (Exercise Rating);

    d. Tahap III : 35% (empat puluh persen) donasi yang dibayarkan setelah selesainya pelaksanaan

    workshop dan PIHAK KEDUA (G B C INDONESIA) mengeluarkan Laporan Latihan Perangkat

    Penilaian (Exercise Rating).

    Biaya donasi berdasarkan biaya operasional Sertifikasi.

    Skema ini mulai berlaku tahun 2013.

    7. Apakah besaran harga untuk donasi Sertifi kasi tersebut di atas masih dapat ditawar ?

    Jawaban :

    Biaya untuk donasi Sertifikasi adalah biaya resmi. Bukanlah dalam rangka mencari keuntungan bagi

    Konsil, namun untuk operasional kegiatan Sertifikasi dan kelangsungan G B C INDONESIA.

    B. WORKSHOP

    *Lingkup Secara Umum

    1. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan Sertifikasi dalam GREENSHIP ?

    Jawaban :

    Sertifikasi GREENSHIP adalah kegiatan Sertifikasi yang mengacu pada perangkat penilaian bangunan

    hijau sesuai dengan yang telah tertuang dalam GREENSHIP yang berbasis keramahan lingkungan hidup

    berdasarkan konten lokal di Indonesia dengan tujuan untuk mempertahankan dan mendapatkan kinerja

    gedung ke arah yang baik.

    2. Apakah bedanya antara Kegiatan Sertifikasi dalam GREENSHIP dengan kegiatan Sertifikasi Green

    Buildinglainnya, seperti Greenmark, LEED, dsb ?

    Jawaban :

    Persyaratan Sertifikasi GREENSHIP sesuai dengan hukun dan perundangan di indonesia. Tolok ukur

    GREENSHIP juga sesuai dengan kondisi Indonesia, yaitu keadaan alam dan peraturan yang berlaku di

    8

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    9/13

    Alam Indonesia. Sehingga hal ini akan menjadi sangat berbeda dengan Perangkat Penilaian LEED

    maupun Greenmark.

    3. Berapa banyak pertemuan Konsult asi (Workshop) dapat diadakan ?

    Jawaban :

    Workshopdapat diadakan 2 kali , 3 kali Rapat Koordinasi, dan 3 kali email teknis lebih lanjut yangberkaitan dengan poin dan peringkat yang ingin dicapai.

    4. Siapakah yang menentukan Jadwal Workshop ?

    Jawaban :

    Yang menentukan Jadwal Workshopadalah Tim Sertifikasi Gedung yang terdiri dari Pemilik

    Gedung/Proyek (Owner), GP, dan Tim yang terlibat. G B C INDONESIA akan menyesuaikan.

    5. Dimanakah tempat berlangsungnya kegiatan Workshop ?

    Jawaban :

    PenyelenggaraanWorkshopadalah tanggung jawab Pemilik gedung. Tempat dan hal teknis lain

    ditentukan Pemilik Gedung sesuai kondisi.

    6. Siapa saja yang harus hadir dalam kegiatan workshoptersebut ?

    Jawaban :

    Yang hadir pada saat workshop adalah :

    a. Pemilik Gedung (Owner);

    b. Konsultan Pendamping / GP;

    c. Tim Bangunan Hijau (Green Team);d. Tim Desain / Design Team(Arsitek, ME, Sipil, Landsekap);

    e. Manajemen Kontraktor (Contraction Management);

    f. Kontraktor (Contractor);

    g. Manajemen Gedung (Building Management).

    * Lingkup Secara Khusus

    1. Bagaimana cara menentukan fungsi bangunan gedung ?

    Jawaban :

    Fungsi gedung dapat dilihat dari aktifitas penggunaan gedung.

    2. Bagaimana cara menentukan jumlah gedung (termasuk fungsi gedung) dan berapa jumlah

    sertifikasi yang harus dilakukan?

    Jawaban :

    Tentukan terlebih dahulu fungsi utama gedung;

    Bila ada beberapa fungsi diakomodasi dalam sebuah gedung, identifikasi dan tentukan batasnya

    Sertifikat dikeluarkan berdasar satu fungsi gedung dan kesatuan system Mekanikal dan Elektrikal;

    Bila dalam satu kawasan terdapat beberapa gedung yang terpisah secara struktur dan system Mekanikal

    dan Elektrikal, maka sertifikasi akan dilakukan terhadap masing-masing gedung yang memiliki luasan

    sekurang-kurangnya 2.500 m2;

    Sementara ini sertifikat yang telah disediakan adalah diperuntukan untuk Gedung Baru (NB), Gedung

    Terbangun (EB) dan Ruang Interior (IS).

    9

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    10/13

    3. Bagaimana dengan megaproyek?

    Jawaban :

    Sertifikasi dilakukan persegmen yang memiliki kesatuan fungsi, misalnya: 1 megaproyek terdiri dari 1 mall, 1

    Hotel, 1 Apartemen dan 1 Perkantoran. Total dapat dilakukan 4 sertifikasi.

    Teknis detil akan dijelaskan kemudian.

    4. Bila Kategori Prasyarat/Prerequisite, seluruh atau salah satunya tidak terpenuhi atau tidak dapat

    dipenuhi, apakah kegiatan proses Sertifikasi GREENSHIP masih dapat dilanjutkan ?

    Jawaban :

    Bila Kategori Prasyarat tidak terpenuhi (seluruh atau salah satunya), maka dokumen pendukung kegiatan

    Sertifikasi GREENSHIP Tidak dapat dinilai secara keseluruhan dan proses sertifikasi berhenti.

    5. Apakah suatu tolok ukur dapat dinyatakan tidak berlaku dalam perhitungan ?

    Jawaban :

    Dapat tidak berlaku bila terdapat kondisi khusus. Adapun keputusan ini ditentukan oleh G B C

    INDONESIA.

    6. Apakah harus melaksanakan Tahap DR (Design Recognize) terlebih dahulu sebelum kegiatan

    Sertifi kasi dilanjut ke Tahap FA (Final Assessment) ?

    Jawaban :

    Tahap Kegiatan DR (Design Recognize), tidak harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum masuk ke

    Tahap FA (Final Assessment). Kegiatan Sertifikasi GREENSHIP dapat langsung ke Tahap FA.

    7. Apakah hanya dokumen tender saja yang disiapkan untuk memenuhi dan mendukung

    pelaksanaan kegiatan sert ifikasi tahapan DR ?

    Jawaban :

    Benar : bahwa pada tahapan DR cukup menggunakan dokumen tender, sebagaimana telah dijelaskan

    dalam buku GREENSHIP NB.

    8. Dokumen apa yang disiapkan dan yang akan dinilai dalam pelaksanaan Kegiatan Sertifikasi

    GREENSHIP pada Tahap FA ?

    Jawaban :

    Dokumen yang disiapkan dan yang akan dinilai adalah dokumenAs Built dilengkapi dengan formulir

    standard dari G B C Indonesia yang dikeluarkan khusus untuk proyek. Proses penilaian akan dimulai

    setelah semua formulir penilaian dan dokumen yang diperlukan telah memadai sudah disampaikan

    kepada G B C Indonesia.

    9. Berapa kali diperbolehkannya melaksanakan pengumpu lan dokumen pendukung yang akan dinilai

    pada saat proses workshop Sertifi kasi ?

    Jawaban :

    Pengumpulan dokumen pendukung sebanyak 2 (dua) kali pengumpulan resmi, apabila ingin

    mengumpulkan lebih dari itu, maka dikenakan penambahan biaya diluar donasi sertifikasi.

    Biaya Tambahan ini dimaksudkan untuk menertibkan proses dan bukan untuk mencari keuntungan. G B

    C INDONESIA sangat berharap pemasukan dokumen dilakukan sesedikit mungkin.

    10

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    11/13

    10. Apakah harus menggunakan tenaga ahli GP dalam proses Sertifikasi?

    Jawaban :

    Tidak harus : bahwa hal ini akan menjadi pilihan pemilik gedung, bila menggunakan tenaga ahli GP akan

    mendapat poin.

    Bahwa menggunakan tenaga ahli GP, tentu akan membantu dan mempermudah pelaksanaan kegiatan

    Sertifikasi GREENSHIP. GP sudah mengalami pendidikan khusus sehingga lebih familiar dan mengetahui

    seluk beluk GREENSHIP.

    11. Apakah peran GP dalam proses Sertifi kasi GREENSHIP ?

    Jawaban :

    a. Membantu pemilik gedung (owner) dalam proses sertifikasi;

    b. Memberikan konsultasi dalam pencapaian target yang diinginkan;

    c. Mengarahkan Tim Hijau dalam perbaikan dan persiapan pengumpulan dokumen terkait Sertifikasi

    GREENSHIP;

    d. Memimpin jalannya workshop;

    e. Bertanggung jawab untuk mengisi form dan pengiriman dokumen;

    f. Mempresentasikan dan mewakili tim gedung dalam sidang EAB.

    *Lingkup Ilmiah / Keteknikan

    1. Bila dalam lahan terdapat beberapa gedung, bagaimana cara menghitung luas lahan suatu

    gedung?

    Jawaban :

    a. Dari luas lahan total, untuk konstruksi baru :

    Persentase dihitung dari perbandingan total lahan softscape bebas dari struktur bangunan dan

    struktur sederhana bangunan taman ( hardscape ) di atas permukaan tanah atau di bawah tanah,

    dengan luas lahan total.

    b. Dari ruang terbuka dalam tapak, untuk renovasi (major renovation) :

    Persentase dihitung dari perbandingan total lahan softscape bebas dari struktur bangunan dan

    struktur sederhana bangunan taman ( hardscape ) di atas permukaan tanah atau di bawah

    tanah,dengan luas ruang terbuka dalam tapak.

    2. Apakah maksud dari Luas lantai yang dikondis ikan (condition space)?

    Jawaban :

    Luas lantai yang penghawaannya menggunakan sistem pengkondisian udara/AC.

    3. Apa yang termasuk luas atap ?

    Jawaban :

    Luas wilayah bangunan yang dianggap sebagai atap di sebuah gedung, yaitu atap gedung, kanopi

    dropoff, atap selasar massif, atap pergola massif, semua atap bangunan permanen.

    C. PENILAIAN / ASESSMENT

    *Lingkup Penilaian

    1. Kapankah dapat memulai kegiatan penilaian (assessment) ?

    Jawaban :

    11

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    12/13

    Penilaian (assesment) akan dimulai, setelah:

    a. RP memperoleh Formulir penilaian resmi dan Nomor Formulir Assessment Resmi dari G B C

    INDONESIA.

    b. RP mengumpulkan dokumen Assessment resmi berupa : Form penilaian yang telah diisi dan

    Lampiran Dokumen yang dibutuhkan.

    c. Bahwa dokumen telah dilengkapi dengan hasil kegiatan pengecekan di lapangan (on site

    verification).

    2. Kapankah dapat memperoleh Formul ir Penilaian Resmi?

    Jawaban :

    Formulir Penilaian akan diperoleh apabila RP telah melunasi pembayaran donasi.

    3. Siapa saja yang dapat hadir pada saat diadakannya sidang penilaian (EAB) ?

    Jawaban :

    Yang dapat hadir dalam sidang EAB adalah antara lain : GP/Green team.

    Pemilik Gedung (Owner) bila ingin hadir, dipersilahkan.

    4. Apa saja yang harus dipersiapkan pada saat sidang penilaian (EAB)?

    Jawaban :

    Yang dipersiapkan adalah bahan presentasi yang berisi:

    a. green feature gedung.

    b. Poin dan peringkat yang diharapkan

    c. Bila ada hal khusus yang hendak disampaikan kepada EAB

    5. Berapa kalikah pengumpulan dokumen pendukung yang akan dinilai pada saat proses penilaian(EAB) pada Sertifikasi GREENSHIP diperbolehkan?

    Jawaban :

    Pengumpulan dokumen pendukung diperbolehkan sebanyak 2 (dua) kali.

    6. Berapakalikah pelaksanaan keputusan banding terhadap hasil penilaian diperbolehkan?

    Jawaban :

    Keputusan banding yang diperbolehkan tanpa biaya tambahan adalah sebanyak 1 (satu) kali.

    *Lingkup EAB (Evaluation Assessment Board)

    1. Siapa saja yang wajib hadir dalam kegiatan sidang pada rapat EAB ?

    Jawaban :

    Yang hadir pada saat E A B, adalah :

    a. Owner atau yang mewakili (yang diberi kuasa)

    b. GP

    c. Green Team

    d. Panitera

    e. Assesor min. 3 Orang

    f. Verifier

    g. Certification Officer

    12

  • 7/24/2019 Green Building - FAQ

    13/13

    2. Dimanakah tempat berlangsungnya kegiatan sidang EAB ?

    Jawaban :

    Lokasi dan penyelenggaraan Sidang adalah tanggung jawab G B C INDONESIA, sehingga lokasi

    ditentukan oleh G B C INDONESIA.

    3. Siapakah yang menentukan waktu peninjauan lapangan (On Site Verification) ? Apakah dari G B CINDONESIA atau dari peserta sertif ikasi GREENSHIP ?

    Jawaban :

    Yang menentukan waktu peninjauan lapangan adalah G B C INDONESIA, berkoordinasi dengan Tim

    Gedung.

    4. Kapankah/berapa lama, Sertifikast resmi diterbitkan oleh G B C INDONESIA?

    Jawaban :

    Paling lambat 1 Minggu setelah diumumkannya hasil final penilaian.

    5. Berapa lama biasanya surat SLF biasanya diberikan oleh Pemda ?

    Jawaban :

    Sekitar 18 Bulan dihitung sejak dokumen lengkap.

    6. Dan adakah keterkaitannya antara Sertifikasi yang resmi diterbitkan oleh G B C INDONESIA dan

    terbitnya surat SLF oleh Pemda ?

    Jawaban :

    SLF merupakan peraturan yang berlaku nasional untuk menyatakan kelayakan suatu gedung diIndonesia. GREENSHIP yang beroperasi diIndonesia mensyaratkan SLF untuk melangsungkan sidang

    penilaiannya.

    13