GOUT ARTRITIS 2019. 3. 22.آ  Gout Adalah suatu penyakit sistemik disebabkan deposisi kristal...

download GOUT ARTRITIS 2019. 3. 22.آ  Gout Adalah suatu penyakit sistemik disebabkan deposisi kristal monosodium

of 44

  • date post

    27-Jan-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of GOUT ARTRITIS 2019. 3. 22.آ  Gout Adalah suatu penyakit sistemik disebabkan deposisi kristal...

  • GOUT ARTRITIS

  • Gout  Adalah suatu penyakit sistemik disebabkan deposisi kristal monosodium urat di jaringan atau supersaturasi asam urat dalam cairan ekstraseluler  Gangguan metabolisme yang mendasari adalah hiperurisemia ( Laki-laki > 7.0 mg/dl,Perempuan > 6.0 mg/dl

    Manifestasi klinis gout :  Deposit Tofus  Artritis gout  Nefrolitiasis asam urat  Nefropati asam urat

  • Hiperurisemia

    • Hiperurisemia adalah keadaan di mana terjadi peningkatan kadar asam urat (AU) darah di atas normal.

    • Hiperurisemia bisa terjadi karena peningkatan metabolisme AU (overproduction), penurunan pengeluaran AU urin (underexcretion), atau gabungan keduanya.

  • Penyebab Hiperurisemia Persisten

    Produksi UA berlebih

    Genetik • Mutasi enzim Didapat • Mieloproliferatif • Asupan tinggi purin • Obesitas • Hipertrigliseridemia • Alkohol / fruktose • Latihan

    Ekskresi UA berkurang

    Genetik • Penurunan bersihan atau

    ekskresi fraksional urat. Didapat • Penyakit ginjal kronik • Obat (diuretik, salisilat) • Hipertensi • Alkohol

  • Epidemiologi

    • Dominan pria dewasa 13.4/1000 ,perempuan 6.4/1000

    • Jarang pada pria sebelum remaja dan wanita premenopause

  • FAKTOR RISIKO

     Orang Afrika > orang kulit putih

     Usia tua

     Kegemukan

     Penggunaan obat- obatan seperti diuretika

     Alkohol dan makanan yang kaya purin

  • capsule

    synovium

    Fibrous cartilage Hyaline cartilage

    Lokasi deposit MSU pada jaringan

  • Patologi gout

    • Tofus terdiri dari granuloma yang dikelilingi kristal MSU disertai reaksi inflamasi disekeliling kristal.

    • Erosi kartilago dan kortek tulang terjadi disekitar tofus

    • Kristal berbentuk jarum dan membentuk kelompok secara radier

    • Artitis gout cairan sendi mengandung kristal MSU 95 % kasus

  • PATOFISIOLOGI ARTRITIS GOUT Perubahan kadar asam urat serum

    Meninggi/menurun

    Deposit kristal urat pada sendi

    Reaksi inflamasi

    Peradangan lokal Gejala sistemik febris Kerusakan jaringan

  • 4 Stadium Artritis gout

    Asimptomatis Hiperurikemia

    Gout akut intermiten

    Intercritial gout

    Topus gout

  • GAMBARAN KLINIK GOUT

     Pada serangan akut terjadi peradangan dan nyeri sendi yang hebat , monoartikuler.

     50 % pada serangan awal mengenai sendi metatarsophalangeal yang umumnya dikenal sebagai “ Podagra “(selanjutnya serangan bisa menjadi poliartikuler yang mengenai mata kaki, pergelangan tangan , lutut, siku

     Kadang terjadi warna kemerahan pada daerah yang terkena

  •  Setelah serangan dapat terjadi fase asimptomatis dan selanjutnya menjadi intercritical period

     Perioda ini dapat terjadi beberapa tahun → hiperurikemia persisten , inflamasi sendi

     Serangan Gout dapat dipercepat oleh : - peningkatan kadar asam urat karena trauma

    - Konsumsi alkohol - obat-obatan - Konsumsi makan kaya purin

     Pembengkakan dan nyeri sendi yang menetap

  • Kadang menyerupai rheumatoid artritits

  • Gambaran Radiologi menunjukan erosi sub marginal yang menjalar ke tepi, osteopenia periartikuler minimal

  • Topus→ penumpukan Kristal Asam urat

  • DIAGNOSTIK

     Aspirasi cairan sendi → Adanya kristal monosodium asam urat

    Mikroskop → bentuk jarum Cell count cairan sinovial : Leukosit 5.000 – 8.000 cell/µL, meningkat bila terjadi infeksi

     Hiperurikemia >>>, sejumlah kecil pasien kadar asam urat normal

     urin rutin : asam urat (+)

     Radiologi : Pembengkakan jaringan lunak pada sendi yang kena

  • Kriteria dari The American College of Rheumatology :  Gejala klinik  Laboratorium  Radiologi

  • Kriteria Artritis gout akut (ARA 1977)

    A.Kristal MSU pada sendi atau B.Tophus:kristal MSU atau C.6 dari 12 gejala klinik,Lab dan Ro: • Artritis akut >1x • Inflamasi timbul max dalam 1 hari • Mono artritis • Sendi yang terkena merah dan bengkak • MTP I bengkak dan nyeri • Artritis akut unilateral termasuk MTP I • Artritis akut unilaterlal sendi tarsal • Suspek tophus ? • Hiperurisemia • Jaringan lunak bengkak (asimetrik dalam 1 sendi)(Ro) • Kista subkortikal tanpa erosi (Ro) D. Kultur (-) cairan sendi pada artritis akut

  • Pengelolaan

    Tujuan:

    – Pencegahan serangan akut gout berulang – Absorbsi endapan tofus pada sendi,ginjal atau tempat

    lain. – Faktor resiko :obesitas,hiperkolesterolemia,hipertensi

    dan konsumsi alkohol

  • Pengelolaan GOUT AKUT

    1. Colchicine Dosis :3-4x 0,5 mg max 6 gram sampai gejalanya

    berkurang

    2. NSAID

    3. Kortikosteroid

  • Pengelolaan Hiperurikemia 1) Alllopurinol :

    Dosis: 300 mg/hari dapat dititrasi sampai 800 mg / hari Insuffisiensi renalis : 50 – 100 mg / hari

    2) Probenecid - Agen uricosuria - jarang dipakai pada hiperuricemia - dosis : 500 mg/hari dititrasi sampai 3 g/hari

    Indikasi : - Uricosuria dibawah 800 mg/hari - Usia dibawah 60 tahun - Fungsi ginjal Normal - Riwayat batu ginjal (-)

    3) Diet rendah purin

  • Pencegahan Serangan Akut dan Resorbsi Tofus

    • Kisaran UA plasma 4.4 – 6.6 memberikan attack ratio < 1

    • Absorbsi tofus pada UA plasma < 5 mg/dl

    • Obat: – Xanthine oxidase inhibitor (allopurinol)

    – Uricosuric (probenecid)

  • EFEK SAMPING THERAPI GOUT Allopurinol :

     Gangguan GIT  Penekanan sumsum tulang  Skin rash  Berat : AIHS ( Allopurinol Induce Hipersensitivity Syndrome )

    - Skin rash - Hepatitis - Eosinophilia - Demam - Gagal Ginjal - Kematian

    Colchicine :  Rhabdomyolisis  Nyeri Neuromyopaty

  • ARTRITIS INFEKTIF

  • DEFINISI: Inflamasi sendi yang disebabkan oleh karena adanya mikroorganisme

  • KLASIFIKASI

    INFEKSI LANGSUNG: Artritis bakteria: gram(+),(-) coccus dan batang:mycobacterium (tbc, lepra) Bakteria lainnya Artritis virus Artritis jamur

    INFEKSI TAK LANGSUNG: Artritis reaktif

  • RUTE BAKTERI UNTUK MENCAPAI SENDI:

    Rute hematogen Penyebaran dari Osteomielitis. Perluasan dari infeksi jaringan ikat sekitar (kira-kira 80% kasus). Akibat dari diagnostik atau terapeutik

  • ETIOLOGI

    • 40-60% disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Neisseria gonorrhoeae

    • 10-20% disebabkan oleh Streptococcus spp dan basil gram negatip

    • Pada anak-anak : Staphylococcus aureus dan Hemophilus influenzae

  • Patofisiologi • Produk-produk bakteri seperti endotoksin

    (lipopolisakarida) bakteri gram negatif, fragmen dinding sel bakteri gram positif dan kompleks imun, akan merangsang sel-sel sinovial untuk melepaskan TNF – alfa dan IL-1 beta yang akan mencetuskan infiltrasi dan aktifasi sel-sel PMN.

    • PMN akan melepaskan enzim lisozomal ke dalam sendi yang menyebabkan kerusakan sinovial, ligamen dan rawan sedi.

    • PMN dapat merangsang metabolisme asam arakidonat dan melepaskan kolagenase, enzim- enzim proteolitik dan IL-1 sehingga reaksi inflamasi bertambah hebat.

  • Produk bakteri

    Komplek imun

    Fragmen dinding

    Endotoksin

    Sel sinovial

    TNF /IL 1

    Aktivasi PMN

    Pelepasan lisosom Inflamasi sendi

    Metabolisme arakidonat

  • FAKTOR RISIKO:

    • PROTESE SENDI • INFEKSI KULIT • UMUR LEBIH DARI 80 TH • DIABETES MELITUS • ARTRITIS REMATOID YANG MENDAPAT TERAPI IMUNOSUPRESIVE

    • TINDAKAN BEDAH PERSENDIAN

  • GAMBARAN KLINIS:

    Nyeri pembengkakan sendi akut biasanya monoartikuler terutama sendi lutut Demam

  • PENUNJANG:

     Lekosit ↑, LED ↑ Analisis cairan sendi: Leukositosis,pewarnaan gram

    dan kultur cairan sendi ( Leukosit> 50.000/mm3  Kultur darah  Radiologis: Osteoporosis periartikuler,penyempitan

    celah sendi dan erosi

  • ANALISA CAIRAN SENDI Normal Inflammation Bacterial

    infection

    Warna Tdk berwarna, kuning pucat

    Kuning Kuning

    Lekosit 200-1000 1000-10.000 10.000->100 000

    Tipe sel mononuclear neutrophyl neutrophyl

    Glukosa 0,8-1,0 0,5-0,8

  • PENATALAKSANAAN:

    • ANTIBIOTIK SPEKTRUM LUAS • ANTIBIOTIK SESUAI KULTUR • JOINT DRAINAGE

  • TINDAKAN BEDAH DILAKUKAN BILA:

    • Infeksi sendi koksae pada anak-anak. • Sendi-sendi yang sulit dilakukan joint

    drainage. • Bersamaan dengan osteomielitis. • Infeksi berkembang ke jaringan lunak

    sekitarnya.

  • Antibiotika berdasarkan pengecatan gram

    Hasil pengecatan gram

    Terapi AB awal Terapi AB alternatif

    Gram (+) kokkus Nafcillin Vancomycin

    Gram (-) kokkus Ceftriaxon,cefotaxim or ceftizoxime

    Spectinomycin or ciprofloxacin

    Gram (-) bacilli Gentamycin Ceftazidime

    Septic clinical picture no organism seen

    Ampicillin/sulbactam + gentamycin

    Vancomycin +ceftizoxime

  • Antibiotik berdasar pada identifikasi organisme kultur

    Organism Antibiotika Alternative agent Staphyloco