Global Delay Developmental Refarat

Click here to load reader

  • date post

    13-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    79
  • download

    29

Embed Size (px)

description

kesehatan

Transcript of Global Delay Developmental Refarat

BAB I

PENDAHULUANPeriode terpenting pertumbuhan dan perkembangan pada anak adalah umur di bawah 5 tahun. Beberapa domain perkembangan tersebut antara lain motorik halus, motorik kasar, bahasa/berbicara, personal sosial/interaksi sosial, kognitif, dan aktivitas sehari-hari.1Perumbuhan adalah proses dimana bayi muda dan anak mengeksplorasi dan belajar dan tumbuh menjadi dewasa. Keterampilan individu dibangun dan dikombinasikan untuk menghasilkan prestasi yang lebih canggih (seperti berjalan, berbicara, bermain, berpikir dan berkomunikasi). Pertumbuhan adalah konsep yang sulit dan ada banyak teori untuk menjelaskan bagaimana pertumbuhan terjadi. Banyak buku telah ditulis untuk berkontribusi terhadap pengetahuan kita dan masih banyak yang harus dipelajari tentang pertumbuhan anak. Pertumbuhan mempunyai peran yang sangat besar pada anak usia dini. Banyak keterampilan muncul pada masa awal pertumbuhan dan variasi yang luas dalam peristiwa penting pada tahap-tahap pertumbuhannya.Pencapaian dari seorang anak yang menjadi sebuah perhatian umumnya adalah ketika mereka membuat banyak kegembiraan bagi orang-orang terdekat dengannya. Diperlukan rasa ketertarikan yang besar dalam proses kemajuan pertumbuhan anak terhadap setiap keterampilan baru dan kelakuan yang penting (tersenyum, duduk, berjalan, berbicara dll), yang sering disebut 'tahap perkembangan'. Kita tahu bahwa kebanyakan anak-anak mencapai tahap ini sekitar usia tertentu dan inilah yang dimaksudkan dengan perkembangan normal.2Perkembangan yang terlambat (developmental delay) adalah ketertinggalan secara signifikan pada fisik, kemampuan kognitif, perilaku, emosi, atau perkembangan sosial seorang anak bila dibandingkan dengan anak normal seusianya. Seorang anak dengan developmental delay akan tertunda dalam mencapai satu atau lebih perkembangan kemampuannya. Seorang anak dengan Global Developmental Delay (GDD) atau Keterlambatan Perkembangan Global (KPG) adalah anak yang tertunda dalam mencapai sebagian besar hingga semua tahapan perkembangan pada usianya.3Angka kejadian keterlambatan perkembangan secara umum sekitar 10% anak-anak di seluruh dunia. Sedangkan angka kejadian GDD diperkirakan 1% - 3% dari anak-anak berumur kurang dari 5 tahun. Di Indonesia, suatu penelitian di seratus sepuluh wilayah Puskesmas di Pulau Jawa tahun 1987 mendapatkan 13% balita berpotensi mengalami keterlambatan perkembangan. Penelitian di daerah kumuh perkotaan di Bandung tahun 1988, ditemukan 28,5% balita mengalami keterlambatan perkembangan. Sedangkan angka kejadian secara nasional belum pernah dilaporkan.1BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi

Global Developmental Delay (GDD) atau keterlambatan perkembangan global (KPG), merupakan suatu keadaan ditemukannya keterlambatan yang bermakna lebih atau sama dengan 2 domain perkembangan tersebut.4 Keterlambatan bermakna artinya pencapaian kemampuan pasien kurang dari 2 standar deviasi (SD) dibandingkan dengan rata-rata populasi pada umur yang sesuai. Istilah GDD atau KPG dipakai untuk anak umur kurang dari 5 tahun. Pada anak berumur lebih dari 5 tahun saat tes IQ sudah dapat dilakukan dengan hasil yang akurat, istilah yang dipakai adalah retardasi mental.1Ciri khas GDD biasanya adalah fungsi intelektual yang lebih rendah daripada anak seusianya disertai hambatan dalam berkomunikasi yang cukup berarti, keterbatasan kepedulian terhadap diri sendiri, keterbatasan kemampuan dalam pekerjaan, akademik, kesehatan dan keamanan dirinya. Selain keterlambatan dalam pembangunan, dokter juga harus mengenali penyimpangan dalam pembangunan. Penyimpangan terjadi ketika seorang anak mengembangkan tahapan pertumbuhan atau keterampilan luar urutan akuisisi khas.32.2. EpidemiologiDiperkirakan bahwa gangguan perkembangan mempengaruhi 5%-10% dari populasi anak prevalensi yang dilaporkan bervariasi tergantung pada definisi kasus, rentang usia, dan populasi sosial ekonomi karakteristik , namun prevalensi tepat dari GDD belum juga diketahui. Sebuah sumber melaporkan 1%-5% gangguan pertumbuhan ditemukan dalam masyarakat barat , tetapi persentase anak-anak yang tidak mencapai potensi perkembangan lebih tinggi di negara berkembang .Sementara di Indonesia khususnya di Jakarta, telah dilakukan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Hasilnya, dari 476 anak ditemukan 57 (11,9%) anak dengan kelainan tumbuh kembang. Adapun lima jenis kelainan tumbuh kembang yang paling banyak dijumpai adalah, Delayed Development (tumbuh kembang yang terlambat) sebanyak 22 anak, GDD sebanyak 4 anak, gizi kurang sebayak 10 anak, Mikrochepali sebanyak 7 anak dan anak yang tidak mengalami kenaikan berat badan dalam beberapa bulan terakhir sebanyak 7 anak.5Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 5% dari anak-anak di dunia 14 tahun dan di bawah memiliki beberapa jenis kecacatan sedang hingga berat (9). Di Amerika Serikat, gangguan perkembangan dan perilaku terjadi pada 16-18% anak-anak di bawah usia 18 tahun. Lainnya dilaporkan prevalensi keterlambatan perkembangan masa kanak-kanak meliputi Jamaika-15%, Pakistan-15%, dan Bangladesh-8%. Di India, sumber telah menemukan prevalensi 1,5%-2,5% dari keterlambatan perkembangan pada anak di bawah 2 tahun. Dampak gangguan ini tidak hanya pada anak dan keluarga, tetapi juga masyarakat, dalam hal biaya penyediaan layanan kesehatan, dukungan pendidikan, dan pengobatan. Bukti mendukung bahwa pengobatan dini gangguan perkembangan mengarah ke hasil yang lebih baik bagi anak-anak dan mengurangi beban kepada masyarakat Namun, penelitian di Amerika Serikat menunjukkan hanya sekitar 1/3 dari anak-anak yang teridentifikasi keterlambatan pertumbuhannya sebelum memulai sekolah, dan sebagai hasilnya, mereka kehilangan keuntungan jangka panjang dari intervensi dini tersebut.32.3. EtiologiPenentuan akurat etiologi yang mendasari merupakan langkah penting dalam pengelolaan anak-anak dengan gangguan pertumbuhan, dengan demikian identifikasi akurat dapat menentukan manifestasi klinis yang bermakna dan implikasi prognosisnya. Schaefer dan Bodensteiner menulis bahwa diagnosis yang spesifik adalah yang "dapat diterjemahkan ke dalam informasi klinis yang berguna bagi keluarga, termasuk memberikan informasi tentang prognosis, risiko kekambuhan, dan mode pilihan terapi yang tersedia." Oleh karena itu, pengenalan dini dan diagnosis dini merupakan hal yang penting.Penyebab yang paling sering adalah abnormalitas kromosom dan malformasi otak. Hal lain yang dapat berhubungan dengan penyebab GDD adalah keadaan ketika perkembangan janin dalam kandungan, infeksi dan kelahiran prematur.42.4. Perkembangan Anak dengan GDDKomponen perkembangan yang diperiksa pada anak dengan GDD:4a) Komponen motorik (kemampuan motorik kasar seperti bangkit berdiri, berguling, dan motorik halus seperti memilih benda kecil)

b) Kemampuan berbicara dan bahasa(berbisik, meniru kata, menebak suara yang didengar, berkomunikasi non verbal misalnya gesture, ekspresi wajah, kontak mata)

c) Kemampuan kognitif (kemampuan untuk mempelajari hal baru, menyaring dan mengolah informasi, mengingat dan menyebutkan kembali, serta memberikan alasan)

d) Kemampuan sosial dan emosi (interaksi dengan orang lain dan perkembangan sifat dan perasaan seseorang).

Gambar 1. Denver II2.5. Gejala KlinisSebagian besar pemeriksaan pada anak dengan delay development difokuskan pada keterlambatan perkembangan kemampuan kognitif, motorik, atau bahasa. Gejala yang terdapat biasanya:6 Keterlambatan perkembangan sesuai tahap perkembangan pada usianya: anak terlambat untuk bisa duduk, berdiri, berjalan

Keterlambatan kemampuan motorik halus/kasar Rendahnya kemampuan social Perilaku agresif Masalah dalam berkomunikasi.2.6. DiagnosisBeberapa pedoman memberikan rekomendasi diagnosis7: Pemeriksaan sitogenik

Pemeriksaan fragile X molecular genetic Pemeriksaan metabolic

Pemeriksaan neurologis: EEG, MRI.

Gambar 1. Algorithm for the evaluation of the child with developmental delay. 72.7. PenatalaksanaanTidak ada terapi khusus bagi penderita GDD, tetapi untuk beberapa keadaan dapat dilakukan penatalaksanaan, misal jika ditemukan masalah dalam pendengaran atau penglihatan, dapat dilakukan koreksi. Perlu mengingat bahwa penyebab GDD dapat saja tidak diketahui sehingga diperlikan kepekaan terhadap keadaan-keadaan yang dapat membuat keterlambatan perkembangan dari penderita GDD. Beberapa profesi yang berbeda dapat membantu dalam berbagai tahap perkembangan anak. Orang-orang yang terlibat adalah:21. Orang tua Merupakan orang yang paling penting dari semua karena mereka yang paling mengetahui keadaan anak mereka. Orang tua dapat menggabungkan banyak saran yang dibuat oleh terapis dan guru ke dalam rutinitas sehari-hari anak.2. Dokter keluarga

Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan memiliki kebutuhan kesehatan yang sama seperti anak-anak lain dari usia yang sama. Dokter keluarga mengetahui keadaan seluruh keluarga, sehingga dapat memberikan dukungan dan dorongan.3. Dokter anak

Merupakan dokter spesialis dalam kesehatan dan perkembangan anak-anak. Dokter anak bekerja sama dengan orang lain dan dapat membuat rujukan ke spesialis yang tepat bila diperlukan.

4. Perawat

Dapat memberikan bantuan dalam berbagai cara. Perawat dari ibu dan anak memantau perkembangan awal anak-anak dan membantu orang tua yang peduli tentang perkembangan anak mereka. Mereka mampu memberikan saran dan informasi tentang masalah kesehatan dan perilaku.5. Terapis

Terapis bertujuan untuk mengajarkan orang tua bagaimana membantu anak-anak mereka cara yang terbaik mempelajari semua keterampilan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semua anak-anak belajar melalui bermain dan prinsip ini digunakan untuk memberitahu orang tua tentang cara terbaik dalam mendorong perkembangan anak mereka.Beberapa terapis khusus yang dapat ditemui meliputi: Fisioterapis

Memberikan saran dan / atau pengobatan yang diranca