Gerbatama: Ini UI! edisi 72, "Siaga Pemira IKM UI"

of 20 /20
gerbatama 72 // 72 edisi September 2014 Unduh Gerbatama Digital di www.suaramahasiswa.com // Twitter @sumaUI // Gratis ini UI ! Siaga Pemira IKM UI 10 Memahami Perilaku Memilih 14 Jalan Berliku Peraturan Kegiatan Organisasi di UI

description

Perbedaan memberi banyak pilihan. Perbedaan memberi warna. Sulit membayangkan kondisi nyaman ketika arah hidup ditentukan dalam satu pilihan dengan satu warna. Oleh karena itu, perbedaan harus disyukuri. Demokrasi adalah usaha manusia untuk mensyukuri perbedaan. Demokrasi membuka kesempatan pada siapa pun untuk memberi pilihan dan memberi warna. Kejanggalan utama Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa (Pemira IKM) UI adalah munculnya kandidat Ketua dan Wakil Ketua BEM UI yang seolah bukan berasal dari kelompok-kelompok tertentu di kampus. Seolah mereka datang membawa visi-misi yang mampu mewakili seluruh mahasiswa UI. Seolah mereka datang atas kehendak bersama. Seolah mereka limpahan semua pilihan dan warna. Ke-seolah-an tersebut lahir karena absennya saluran resmi untuk mengartikulasikan kepentingan mahasiswa yang berbeda-beda. Apa yang kita namakan demokrasi alhasil jadi seremonialisme dan penghambur-hamburan uang belaka. Maka dari itu, mari bertanya, apakah kita masih bersyukur?

Transcript of Gerbatama: Ini UI! edisi 72, "Siaga Pemira IKM UI"

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

72edisi

September2014

Unduh Gerbatama Digital di www.suaramahasiswa.com // Twitter @sumaUI // Gratis

ini UI !

Siaga Pemira IKM UI

10 M e m a h a m iP e r i l a k u M e m i l i h 14 J a l a n B e r l i k u P e r at u r a n

K e g i ata n O r g a n i s a s i d i U I

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

RINDI / SUMAUI

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

Perbedaan memberi banyak pilihan. Perbedaan memberi warna. Sulit membayangkan kondisi nyaman ketika arah hidup ditentukan dalam satu pilihan dengan satu warna. Oleh karena

itu, perbedaan harus disyukuri.

Demokrasi adalah usaha manusia untuk mensyukuri perbedaan. Demokrasi membuka kesempatan pada siapa pun untuk memberi

pilihan dan memberi warna.

Kejanggalan utama Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa (Pemira IKM) UI adalah munculnya kandidat Ketua dan Wakil Ketua BEM UI yang seolah bukan berasal dari kelompok-kelompok tertentu di kampus. Seolah mereka datang membawa visi-misi yang mampu mewakili seluruh mahasiswa UI. Seolah mereka datang atas kehendak bersama. Seolah

mereka limpahan semua pilihan dan warna.

Ke-seolah-an tersebut lahir karena absennya saluran resmi untuk mengartikulasikan kepentingan mahasiswa yang berbeda-beda. Apa yang kita namakan demokrasi alhasil jadi seremonialisme dan penghambur-hamburan uang belaka. Maka dari itu, mari bertanya,

apakah kita masih bersyukur?

Pemimpin Redaksi Syamsul Bahri Fikri Redaktur Artistik Nova Marina Sirait Redaktur Foto Hana Maulida Redaktur Riset Putri Diani Maharsi Redaktur Bahasa Dimas Andi Shadewo, Savran Billahi Reporter Altifani Rizky Hayyu, Annisa Nur Rasyida, Anggino Tambunan, Dimas Andi Shadewo, Retno Andhini, Rony Rezky Fotografer Diah Desita Peneliti dan Pengembang Gema Nasution Desain Tata Letak Rindi Fitriana, Antonio Beniah, Nadya Zahwa

Sirkulasi dan Percetakan Bayu Soleman

e d i s i S e p t e m b e r 2 0 1 4

e d i t o r i a l

KONTEN

Laporan Utama:Siaga Pemira IKM UI

Minat:Pesona The Sims 4 yang Tak Ada Habisnya

4

6

10

14

Advertorial:Menggali Potensi Melalui ‘MIPA

Untuk Negeri’18

Laporan Utama:Siaga Pemira IKM UI

Analisis:Memahami Perilaku Memilih

17Resensi:Kenakalan Sebuah Fantasi Liar dan Penuh Kejutan

“Spesialisasi ilmu itu ... peringatan akan keterbatasan nalar. Namun nalar punya kecenderungan menjadi

pongah. Ia ... mudah lupa batas dan mortalitas.” B. Herry-Priyono

SUara NYATA

‘‘

Kampus:Mempertanyakan Arti Rupawan

Laporan Khusus:Jalan Berliku Peraturan Kegiatan

Organisasi di UI

8

12

Opini Foto:Melepas Lelah di Perpustakaan20

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

The Sims merupakan permainan simulasi dunia nyata. Sukses dengan tiga sekuel, kini pengembang permainan ini meluncurkan versi keem-patnya.

Sebagai salah satu game yang mampu menarik hati beragam gamers dari segala usia dan

gender, Maxis dan Electronic Arts memanjakan pecinta The Sims Series dengan merilis The Sims 4. Game ini telah beredar di pasaran sejak tang-gal 9 September 2014. The Sims 4 adalah permain-an satu pemain (single-player game) dan tidak memerlukan sambungan internet untuk dapat memainkan-nya. Saat ini, The Sims 4 telah dapat dimainkan pada platform Microsoft Windows dan OS X. Jika Anda ingin memainkan The Sims 4 versi demo, Anda dapat mengunduhnya lewat situs Origin.com. Bagi pemilik perangkat komputer dengan spesifikasi ren-dah, tidak perlu khawatir. The Sims 4 ternyata membutuhkan spesifikasi komputer yang lebih rendah diband-ingkan The Sims 3, sehingga waktu loading menjadi lebih cepat. Hal ini dilakukan Maxis untuk memper-luas kapabilitas dan aksesbilitas para gamers.

Menurut forum The Sims 4 Indonesia, expansion ‘pengemban-gan’ yang paling banyak diharapkan ada di The Sims 4 adalah Open for Business. Open for Business adalah expansion dari The Sims 2 yang me-nyuguhkan pengalaman berbisnis. Jika dibandingkan dengan The Sims 3 sebagai pendahulunya, The Sims 4 memiliki kualitas grafis yang lebih baik, termasuk visualisasi dan instrumen musik yang tampak lebih hidup, meski spesifikasi kom-puter diturunkan The Sims 4 hadir dengan karakter sims yang lebih pintar, ce-rita yang lebih aneh tapi seru, alat-alat membuat rumah sims yang lebih kreatif dan lengkap, serta memiliki tetangga yang lebih bersemangat. Anda juga dapat berbagi hasil kreasi pada sesama pemain The Sims 4. Dari video trailer The Sims 4 sendiri, terlihat berbagai ekspresi yang terlihat nyata dari karakter Sims. Kadang jika Sims sedih, ia akan mengeluarkan air mata. Jika Sims marah, ia akan bermain tinju dan bah-

kan menusuk boneka yang terkesan seperti menggunakan ilmu sihir. Begitu juga ketika mem-buat karakter, pemain akan lebih mu-dah mengaturnya dengan menarik pada bagian yang diinginkan. Bahkan untuk menggeser dan memindah bangunan, pemain hanya perlu me-nariknya ke tempat yang diinginkan. Dalam mengontruksi ban-gunan pun, pemain dapat mengatur ukurannya sefleksibel mungkin. Per-gerakan badan Sims terkesan lebih halus dan lentur sehingga lebih me-narik untuk dimainkan. Fitur-fitur seperti ini tidak dapat ditemukan di The Sims 3. Terdapat satu perubahan yang cukup mencolok, The Sims 4 ternyata memiliki sistem anti-baja-kan. Apabila gamers ketahuan me-mainkan game versi bajakan, maka seluruh layar game akan disensor dan berpola pixelated. Jika hal demikian terjadi, maka para gamers tidak bisa meli-hat permainan dengan jelas. Tentu-nya hal itu sangat mengganggu. Fitur

PESONA THE SIMS 4YANG TAK ADA HABISNYA

OLEH: ALTIFANI RIZKY HAYYU DAN ANNISA NUR RASYIDA Simsglobe.com - Tampilan karakter The Sims

m i n at04 g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

tersebut diharapkan dapat mengu-rangi tingkat angka pembajakan. Arfi, mahasiswa semes-ter 5 FMIPA UI, menjadi salah satu pengamat The Sims. Ia mengutara-kan perbedaan yang signifikan anta-ra The Sims 4 dan versi sebelumnya, yakni kemampuan perasaan avatar yang lebih hidup. “Perasaan avatar di The Sims 4 ini lebih peka dan nyata dari-pada The Sims 3. Contohnya kalau di The Sims 3, setelah avatar satu den-gan yang lainnya saling bermusuhan, mereka akan mudah untuk berbaikan kembali dalam selang waktu yang pendek, namun kalau di The Sims 4 avatar akan sulit berbaikan karena perasaan yang lebih peka,” Jelas Arfi. Selain itu, Arfi juga menjelaskan salah satu contoh bentuk visualisasi yang lebih baik dari versi The Sims sebel-umnya. Salah satunya adalah peng-aturan tampilan avatar yang lebih de-tail seperti ketebalan alis dan rambut yang dapat diatur sedemikian rupa oleh pemain.

Meski begitu, The Sims 4 tetap menyisakan kekurangan. Hal ini terlihat dari beberapa fitur yang menghilang, padahal fitur-fitur terse-but ada pada The Sims 3. Contohnya adalah tidak adanya kolam renang, tidak adanya karir-karir tertentu, sep-erti penegak hukum dan medis, serta kurangnya fitur untuk mengubah pola dan warna cat dinding. Karakter sims balita juga tidak ada dalam permainan. Be-berapa alur cerita seperti penuaan tetangga dan pernikahan antar non-player character (NPC) juga dihilang-kan di The Sims versi terbaru ini. Untuk saat ini, seri The Sims 4 yang tersedia adalah The Sims 4 Limited Edition, The Sims 4 Pre-mium Edition, dan The Sims 4 Digital Deluxe. Perbedaannya, yakni Limited Edition berisi konten kostum untuk pesta, Premium Edition berisi kont-en kostum untuk pesta dan deko-rasi. Sedangkan Digital Deluxe berisi konten yang paling lengkap. Terda-pat konten kostum untuk pesta, de-korasi, topi untuk hewan peliharaan,

dan soundtrack The Sims 4. The Sims 4 sendiri sudah dijual di Indonesia dan bisa didapatkan dengan order online atau pre-order. The Sims 4 merupakan permainan yang cukup inovatif dan menarik. Tak terlepas dari pemasa-rannya, Electronic Art pun memper-hatikan bagaimana game ini dapat menghasilkan uang sehingga dapat menutupi modal pembuatan dan pengembangannya. Dikutip dari sebuah forum dan artikel, produser The Sims 4, Grant Rodiek, menyatakan jika per-mainannya tidak laku, maka tidak akan ada The Sims 5. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dapat terjadi akibat pengaruh pada tren penjualan dan pengembangan dari game itu sendiri. Grant Rodiek menambah-kan, “Jika sebuah game laku keras terjual di pasaran, maka pengem-bang juga akan tertarik dan serius untuk melanjutkan pengembangan dari game itu sendiri dan begitu juga sebaliknya.”***

PESONA THE SIMS 4YANG TAK ADA HABISNYA

Simsglobe.com - Tampilan karakter The Sims

M i n at 05

Diolah dari gamespot.com

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

Cat berwarna-warni yang tertera pada pintu Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI tahun

lalu menjadi saksi bentuk protes be-berapa mahasiswa terhadap jalan-nya Pemira. Mulai dari kisruh sistem e-vote hingga pengunduran diri dua pasang calon BEM UI 2013 mewarnai jalannya Pemira tahun lalu. Muhammad Rifki, Ketua DPM UI 2014, berharap pelaksanaan Pemira tahun ini lebih baik. Mengin-gat salah satu evaluasi pelaksanaan Pemira tahun lalu adalah karena kurang siapnya panitia, Rifki menu-turkan, DPM UI tahun ini melakukan bidding ketua pelaksana Pemira lebih awal, yakni pada bulan Juni, agar panitia bisa jauh-jauh hari meny-iapkan diri. “Dengan kesiapan yang ada, semoga prosesnya bersih, jujur dan nantinya akan menghasilkan

Pemira, program tahunan DPM UI yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Akankah kisruh terulang?

l a p o r a n u ta m a06

pemimpin hasil dari pilihan maha-siswa,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan evaluasi paruh tahun, Rabu (10/9). Kurang siapnya panitia ta-hun lalu dibenarkan oleh Annisa-haq Nur Qur’ani, Wakil Ketua Pelaksana Pemira tahun lalu. Ia juga mengakui panitia Pemira tahun lalu tak memi-liki pengalaman kepanitiaan Pemi-ra. “(Panitia) Kurang solid dan dari awal pembentukannya kepanitiaan kurang baik, ada yang yang keluar, dan beberapa posisi penanggung jawab belum terisi,” ujarnya Selasa (16/9) lalu. Annisa sendiri bukan wakil ketua pelaksana pada awalnya. Sebe-lumnya sudah ada nama yang men-jabat sebagai wakil ketua pelaksana. Namun, Annisa sontak ditunjuk ketua pelaksana sebagai wakilnya menjel-ang beberapa hari sebelum pembu-

kaan acara. “Ketua pelaksana saat itu memang belum berpengalaman di kepanitiaan,” akunya. Oleh karena itu, ia meng-harapkan, “Panitia Pemira tahun ini harus mencari tahu tentang kepani-tiaan Pemira, lebih menguatkan ba-risan kepanitiannya, serta diharapkan warga UI untuk tidak terlalu memo-jokkan dan menghujat panitia.” Suara Mahasiswa UI men-catat, pada hari pertama pelaksan-aan Pemira tahun lalu, terjadi gang-guan pada server e-vote, sehingga mahasiswa yang sudah memilih, suaranya tidak terdata panitia. Lalu, akun twitter resmi Pemira UI sempat me-retweet salah satu akun yang ber-isikan dukungan kepada salah satu calon BEM UI. Beberapa saat kemudian panitia mengumumkan agar maha-siswa yang telah memilih, namun

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

SIAGA PEMIRA IKM UI

OLEH: ANGGINO TAMBUNAN DAN RONY REZKYFOTO: HANA MAULIDA

l a P O R A N u TA M A 07

Bukan hanya pemilihan rektor, melainkan genderang Pemili-han Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa (Pemira IKM) UI 2014 siap ditabuh di paruh terakhir tahun 2014 ini . Sebuah pertan-da arena pertarungan visi-misi para calon ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI akan digelar, atau pun sekadar menyakinkan pemilih lantaran tak ada calon lain yang mendaftar seperti yang terjadi dua tahun silam.

suaranya tidak masuk ke dalam server, agar memilih kembali. Panitia juga meminta maaf karena diang-gap tidak netral dengan me-retweet salah satu dukungan kepada salah satu pasangan. Kejanggalan itu membuat sekolompok mahasiswa geram. Pada Rabu dini hari, 4 Desember 2013, sekelompok mahasiswa menyam-bangi ruang DPM UI di gedung Pu-sat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa). Mereka mengaku sebagai mahasiswa yang suaranya tidak terdata dan di-haruskan memilih kembali. Sempat terjadi perkelahian ketika itu, namun salah satu mahasiswa dari kelompok tersebut berhasil meredamnya. Salah satu mahasiswa yang tergabung dengan massa tersebut adalah Patriot Muslim, mahasiswa FIB 2009. Ia menuntut agar sistem e-vote diganti dengan sistem konven-

sional, yaitu dengan menggunakan kertas. Hal ini dituntutnya lantaran sulitnya pengawasan yang dilakukan pada sistem e-vote. Ia juga sempat menumpahkan kekesalannya karena kacaunya Pemira. “Panitia tidak pu-nya iktikad baik!” ujarnya.

Pelaksanaan Tahun Ini

Laeli Atik, mahasiswi FMI-PA, terpilih sebagai Ketua Pelaksana Pemira tahun ini. Ia sempat dinya-takan tidak lolos oleh DPM UI. Sete-lah bidding dilakukan untuk kedua kalinya, satu-satunya mahasiswa yang mencalonkan diri ini akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Pelaksana Pemira. Ketika bidding pertama di-lakukan, ia mengaku, dirinya kurang persiapan. “Saat itu open tender di-adakan ketika sedang ada Ujian Akhir Semester dan kuliah lapangan, jadi

fokus saya terpecah,” tuturnya. Kini Laeli dan timnya ten-gah melakukan perekrutan terbuka untuk kepanitian Pemira. Laeli me-nuturkan, perekrutan panitia Pemira tahap pertama telah dibuka pada 8 September sampai 11 September lalu. Kemudian, perekrutan tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Oktober. Mengenai penggunaan sis-tem e-vote, Laeli mengatakan bahwa pihaknya hanya mengikuti ketentuan yang ada. Ia mengatakan, hal ini lantaran dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dialokasikan agar panitia Pemira menggunakan e-vote. “Kalau tidak, dananya tidak diturunkan,” ujarnya. Namun Arman Nefi, Direk-tur Kemahasiswaan UI, membantah hal tersebut. Ia mengatakan bah-wa tidak benar panitia diharuskan

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 08 l A P O R A N u TA M A

menggunakan sistem e-vote. Namun ia menyarankan agar panitia meng-gunakan ¬e-vote. “Agar UI menjadi pionir (penggunaan sistem e-vote) bagi kampus-kampus lain,” ujarnya. Dalam pra-proposal yang dibuat Laeli, Pemira tahun ini mem-butuhkan dana sekurang-kurangnya Rp50 Juta. Dari segolontor dana tersebut, panitia akan menghabiskan dana sekurangnya Rp13 Juta untuk teknis pelaksanaan e-vote, seperti biaya sewa laptop, biaya internet, serta atribut Tempat Pemungutan Suara (TPS). Laeli melanjutkan, peng-gunaan sistem e-vote sebenarnya tidak membutuhkan dana yang be-sar. “Kami hanya butuh internet, (sementara) perihal laptop, nanti (berasal) dari fakuktas-fakultas,” ujarnya. Jika tetap ada pihak yang menginginkan pemilihan dengan cara konvensional, Laeli mengung-kapkan, panitia tidak memaksa fakul-tas untuk mengikut sistem e-vote. Namun kelanjutan tersebut, katanya, akan dibahas dalam acara Pemira Summit. Acara ini adalah musyawa-rah antara perwakilan fakultas dan panitia untuk membahas permasala-han Pemira di tingkat fakultas. Pemi-ra Summit akan diadakan pada bulan Oktober. Namun “Tepatnya belum pasti,” ujar Laeli. Perihal kejadian suara pemilih yang tak tersimpan pada e-vote tahun lalu, Laeli mengatakan pihaknya berencana bekerja sama dengan pihak mahasiswa dan pihak luar mengenai keamanan dan penga-wasan sistem e-vote. Hal tersebut di-maksudkan agar terdapat pihak yang dapat dipercaya di luar mahasiswa. Sementara perihal jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing fakultas, estimasi yang diberikan panitia adalah satu TPS setiap 500 mahasiswa aktif. Jadi, jika jumlah mahasiswa aktif, mis-alnya, di FISIP adalah sekitar 4000, maka TPS yang disediakan berjum-lah delapan. Di masing-masing TPS tersebut akan disediakan 1 bilik su-ara. Namun, sebagaimana ditu-lis Laeli dalam pra-proposalnya, jika terdapat fakultas yang tidak ingin bekerja-sama karena sistem e-vote,

maka jumlah TPS masing-masing fakultas akan disama-ratakan men-jadi satu TPS dengan dua bilik suara. Sebelum dipakai, ren-cananya sistem e-vote akan diuji-cobakan ke semua fakultas dengan minimal 100 vote di tiap fakultas pada H-7. Uji coba tersebut diharap-kan agar e-vote dapat disiapkan den-gan baik. Laeli menargetkan 15.000 pemilih dalam Pemira tahun ini. Sementara untuk acara roadshow ke masing-masing fakul-tas, panitia Pemira dan kandidat

“Dalam proposalnya, Pemira tahun ini

membutuhkan dana sekurang-kurangnya

Rp50 Juta....”

akan berkelil- ing setiap hari. Waktu eksplorasi—kegiatan tanya jawab antara mahasiswa fakultas dan kan-didat—akan dibatasi selama 10 jam dengan 2 jam waktu tambahan. Keg-iatan ini direncanakan pada akhir Ok-tober atau awal November. Pemira IKM UI tidak hanya dilaksanakan untuk memilih ketua dan wakil ketua BEM UI, tetapi juga untuk memilih anggota independen DPM UI. Anggota independen ini akan mewakili masing-masing fakul-tas di DPM UI. Tiap calon independ-en, menurut Undang-undang Dasar (UUD) IKM UI, harus dipilih dengan perolehan suara minimal 10%. Fakultas dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 1-500 akan diwakilkan oleh 2 orang anggota in-dependen. Sementara jika jumlah mahasiswa aktif mencapai 501-1000, maka akan diwakilkan oleh 3 orang anggota independen. Jika mencapai 1001-1500, maka akan diwakilkan 4 orang anggota independen, dan begitu seterusnya. Selain anggota independen, masing-masing fakultas berhak mengajukan satu anggota di

DPM UI. Kata Peserta Tahun Lalu

Widio Wize adalah Calon Wakil Ketua BEM UI yang mengun-durkan diri beberapa saat sebelum pengumuman pada Pemira tahun lalu bersama pasangannya, Adnan Mubarak. Mahasiswa Ilmu Politik ini mengharapkan keseriusan panitia dalam melaksanakan Pemira. “Pe-milihan ini bukan hanya sebagai ser-emonial belaka, tetapi juga sebagai pembelajaran supaya melahirkan pemimpin yang membawa UI lebih baik, ” ujar mahasiswa FISIP ini pada Rabu (10/9) lalu. Soal e-vote, Wize mmen-yarankan panitia Pemira tahun ini agar kembali ke pemilihan yang kon-vensional. Menurutnya, kesalahan Pemira tahun lalu adalah kurang siapnya penggunaan sistem e-vote. “Jika pada akhirnya Pemira kali ini masih menggunakan e-vote, per-masalahan sinyal jaringan dan server down itu jangan sampai terjadi lagi,” ungkapnya. Ditemui di FH pada Jumat (12/9) lalu, Kevin F. Lutfiano, Calon Ketua BEM UI tahun lalu yang juga mengundurkan diri, mengharapkan panitia tidak menggunakan sistem e-vote jika belum ada kesiapan yang matang.“¬E-vote adalah sebuah tero-bosan baru, serta dapat mengef-esiensi kertas dan dana, namun (kita) juga harus melihat kesiapan yang ada,” tuturnya. Selain itu, ia juga menyam-paikan harapannya kepada panitia agar tetap netral dalam melaksana-kan tugasnya. Senada dengan Kefin, Wize mengatakan agar “Independ-ensi (panitia) terjaga dan teknis TPS di setiap fakultas harus adil.” Berbeda dengan Wize dan Kevin, Ivan Riansa, Calon Ketua BEM UI yang terpilih dengan perolehan suara 60,5% dari total pemilih, setuju dengan penggunaan sistem e-vote. Menurutnya permasalahan hanya terjadi di tingkat teknis. “Jaringan koneksi haruslah sudah tersedia di seluruh fakultas,” ujarnya Oleh karena itu, ia mem-inta panitia memperbaiki teknis aca-ranya. “Semoga kekurangan tahun lalu tak terulang lagi,” ujarnya.***

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 09o p i n i s k e t s ag e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

NMS / SUMAUI

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 10 A N A L I S I S

Pemilihan Raya (Pemira) meru-pakan proses suksesi lemba-ga-lembaga di UI, yang sep-

erti digambarkan oleh namanya, menimbulkan sebuah perubahan besar bagi mahasiswa UI—atau pal-ing tidak bagi mahasiswa yang aktif untuk BEM dan DPM. Proses dalam Pemira melibatkan berbagai pihak, antara lain kandidat, tim kampanye, panitia pelaksana dan mahasiswa UI. Ketiga pihak itu pada akhirnya akan menentukan nasib kelembagaan UI satu tahun ke depan. Berdasarkan perannya, warga UI merupakan salah satu unsur paling penting dalam pelaksanaan suksesi ini karena satu perilakunya, yaitu memilih. Walau begitu, pelaksanaan Pemira masih menerima sedikit perhatian dari warga yang menjadi pemilihnya. Hal ini tampak pada sepinya beberapa rangkaian kampanye kandidat di ber-bagai tempat hingga sedikitnya ma-hasiswa yang menggunakan hak pilih mereka. Pihak panitia perlu melaku-kan berbagai hal agar penggunaan hak suara di berbagai fakultas di UI dapat maksimal. Perilaku memilih dalam konteks suksesi lembaga atau keg-iatan demokrasi lain disebut sebagai

voting behavior. Memahami perilaku manusia dalam memilih dapat men-jelaskan bagaimana dan mengapa sebuah keputusan dibuat oleh para pemilih. Perilaku memilih (voting) disebut-sebut sebagai ekspresi pal-ing tinggi dari perilaku bebas dan rasional. Orang bebas membuat pilihan dengan alasan yang mereka inginkan, terlindungi dari pemak-saan melalui sifat bilik suara yang pribadi dan anonim (Rutchick, 2009). Bidang yang secara spesifik memba-has topik ini adalah psikologi poli-tik. Para peneliti bidang psikologi politik mencoba untuk mempelajari bagaimana pengaruh afektif (affec-tive influence) berperan dalam pem-buatan keputusan politis. Beberapa masukan bagi topik ini menyatakan bahwa aspek afektif dapat menje-laskan bagaimana pemilih membuat keputusan politik meskipun mereka memiliki tingkat perhatian politik yang rendah. Afektif di sini merujuk pada pengalaman emosi, yang kon-tras dibandingkan dengan kognitif, yang merujuk pada proses berpikir rasional. Banyak pihak yang telah mencoba memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang me-

nyebabkan seorang individu mem-buat keputusan memilih tertentu. Faktor-faktor yang secara umum dikatakan memiliki pengaruh pada voting behavior antara lain, gender, ras, budaya, dan agama. Ada pula berbagai bentuk emosi yang ber-pengaruh terhadap voting behavior, antara lain keterkejutan, kemara-han, kecemasan, ketakutan, hingga kebanggaan. Selain emosi, ada be-berapa faktor kunci lainnya, seperti peran emosi, sosialisasi politis, tol-eransi terhadap keberagaman sudut pandang politis, hingga media. Lebih jauh, berbagai penelitian menunjuk-kan pengaruh dari faktor lain seperti kepribadian pemilih, priming, hingga teori loss aversion. Sebuah penelitian yang di-lakukan oleh Schoen dan Schumann (2007) di Jerman menunjukkan bah-wa kepribadian memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap politik dan pembuatan keputusan. Hasil pe-nelitian ini menyatakan bahwa karak-ter seseorang secara tidak langsung mempengaruhi sikap dan voting behavior dengan cara yang dapat diprediksi. Seperti contoh, karakter terbuka (openness) cenderung men-dukung sesuatu yang mempromosi-

MEMAHAMIPERILAKU MEMILIH

OLEH: PUTRI DIANI MAHARSI

Ada alasan kenapa seseorang memilih kandidat tertentu dalam suatu pemilihan umum. Psikologi politik memberi pendekatan untuk memahaminya.

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 11A N A L I S I S

kan liberalisme sosial, atau karakter cemas (neuroticism) cenderung mendukung sesuatu yang menyedia-kan bantuan bagi masalah material atau kultural. Faktor lain yang juga diba-has merupakan pengaruh priming, yaitu dampak memori implisit (im-plicit memory), di mana paparan terhadap suatu stimulus mempen-garuhi respon terhadap stimulus lain. Penelitian yang dilakukan oleh Rutchick (2010) menunjukkan bahwa tempat di mana pemilihan dilakukan mempengaruhi pembuatan keputu-san. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa orang yang memilih di gereja memberikan suara lebih sedikit su-ara pada penuntut asuransi untuk tujuan kompensasi aborsi dibanding-kan kompensasi bekerja. Penjelasan faktor afektif lain terhadap voting behavior yang diungkapkan oleh Tversky dan Kah-neman disebut teori loss aversion. Teori loss aversion menyatakan bah-wa orang memiliki kemungkinan leb-ih tinggi untuk menggunakan suara mereka untuk menghindari konsek-uensi yang tidak disukai dibanding-kan dengan mendukung konsekue-nsi yang mereka sukai. Sejauh apa

pengaruh sistem pengolahan inter-nal dan eksternal terhadap sebuah proses memilih mempengaruhi kual-itas dari keputusan yang dibuat. Pengetahuan dan pema-haman akan voting behavior memi-liki berbagai manfaat baik bagi yang memiliki kepentingan atau tidak. Bagi yang bergerak aktif dalam kam-panye dapat menggunakan peng-etahuan ini untuk menyusun strategi kampanye yang tepat dengan calon pemilihnya. Penggunaan daya tarik emosional untuk meningkatkan dukungan terhadap satu pihak dan menurunkannya bagi pihak lain merupakan sebuah praktek yang di-akui penggunaannya secara luas dan menjadi elemen umum dari strategi kampanye. Kampanye bisa dilakukan dengan membuat atribusi emosi positif bagi satu pihak dan membuat atribusi negatif pada pihak lawan untuk menimbulkan ketakutan dan kecemasan bagi pemilih. Selain kampanye, peng-etahuan mengenai voting behav-ior juga dapat dimanfaatkan untuk menyusun sebuah survei. Beberapa hasil penelitian menggambarkan bahwa mempengaruhi sikap pemilih terhadap seorang kandidat dapat di-

lakukan dengan penyusunan kalimat atau survey yang tepat. Bagi yang tidak memiliki kepentingan, menge-tahui voting behavior akan membuat seseorang lebih peka terhadap ber-bagai bentuk sosialisasi politik yang terjadi di sekitarnya. Peka terhadap sekitar membuat seseorang men-jadi peka dengan perilakunya sendiri, sehingga memungkinkan bagi sese-orang untuk memisahkan keputusan yang dibuat dengan rasional dan tidak, sehingga akhirnya menghasil-kan keputusan dengan kualitas lebih tinggi. ***

Daftar Pustaka

Schoen, H., Schumann, S. (2007). Personality traits, partisan attitudes, and voting behavior: Evidence from Germany dalam Political Psychology. 28(4), pp. 471-498. Rutchick, A. M. (2010). Deux ex Machina: The Influence of Polling Place on Voting Behavior dalam Po-litical Psychology. 31(2), pp. 209-225.

MEMAHAMIPERILAKU MEMILIH

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

Seorang mahasiswi sedang membuka akun instagram @uiganteng

12 k a m p u s

MEMPERTANYAKANARTI RUPAWANFoto-foto paras rupawan mahasiswa-mahasiswi UI terus diunggah pemilik akun Instagram @anakuicantik dan @anakuiganteng. Arti rupawan dipertanyakan.

OLEH : RETNO ANDHINIFOTO : HANA MAULIDA

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

Seorang mahasiswi sedang membuka akun instagram @uiganteng

13K a m p u s

Banyak komentar yang meny-ertai kemunculan kedua akun tersebut. Ada yang menang-

gapinya kritis dan adapula yang se-baliknya. Niken, mahasiswi Teknik Komputer, memberikan pendapa-tnya terhadap kemunculan kedua akun tersebut. “Di satu sisi baik, un-tuk menyalurkan kecantikan dan keg-antengan seseorang. Tapi, kesannya seperti mengotak-kotakan definisi dari cantik dan ganteng itu sendiri,” ujarnya. Memang belum diketahui secara pasti motivasi dan indikator kedua pemilik akun tersebut dalam memilih foto. Saat kedua pemilik akun itu berusaha Suara Mahasiswa UI hubungi, pemilik akun @anakui-cantik mengatakan tidak bersedia diwawancara, sementara akun @anakuiganteng tidak merespon. Hingga Selasa, 16-Sep-tember-2014, foto yang diunggah di akun @anakuicantik sudah mencapai 156 foto. Di saat yang sama, akun @anakuiganteng memiliki jumlah ung-gahan 71 foto. Jumlah pengikutnya pun hanya mencapai angka 4.000-an pengikut, tidak sebanyak akun anakuicantik yang berjumlah 12.000-an. Ghia, salah seorang ma-hasiswi yang fotonya diunggah oleh akun @anakuicantik, mengaku baru megetahui fotonya itu setelah diber-itahu temannya. Ia tidak mengetahui pasti mengapa fotonya bisa bersand-ing dengan foto-foto mahasiswi ‘can-tik’ UI lainnya. Saat diwawancara, Ghia bercerita bahwa sebelum fotonya diunggah oleh akun @anakuicantik, pemilik akun terlebih dahulu menjadi pengikut akun Instagram pribadinya. Kemudian saat ia menggunggah foto dirinya, akun pemilik @akunanakui-cantik memberikan like. Foto terse-butlah yang kemudian ada di akun @anakuicantik. Berbeda dengan Ghia, Bunga, yang fotonya juga masuk di akun anakuicantik, mengaku bahwa foto dirinya tiba-tiba saja masuk di akun anakuicantik. Bunga juga baru mengetahui fotonya masuk ke dalam akun tersebut setelah diberitahu te-mannya. “Bahkan, sebelumnya gue gak tahu kalau ada akun anakuicantik sampai muncul mention di pember-itahuan,” tutur mahasiswa Fakultas Ekonomi itu.

Secara pribadi, Bunga merasa tidak terganggu dengan ke-beradaan akun yang mengunggah foto dirinya itu. “Gue memang men-share foto gue di Instagram buat dilihat orang, jadi gak begitu masalah sih,” katanya santai. Ketika ditanya apakah ked-uanya merasa cantik, masing-masing memiliki jawaban berbeda. Ghia yang merupakan mahasiswa FISIP itu men-jawab, “Dasarnya setiap cewek itu cantik, pede (percaya diri—red) aja sih, gue merasa cantik, kan penilaian orang sama dengan cara kita menilai diri sendiri.” Sementara Bunga men-jawab malu-malu, “Biasa aja sih, gue merasa narsis kalau ditanya begitu, tapi memang banyak teman yang bi-lang gitu.” Keduanya juga memiliki pendapat sendiri mengenai arti kata cantik. “Yang pasti, cantik itu enak dil-ihat dan gak ngebosenin,” jelas Ghia. “Menurut gue cantik itu tidak hanya cantik fisik namun harus dilengkapi dengan innerbeauty juga, kalau ada cewek cantik secara fisik tapi kelakuannya gak benar dan macam-macam pasti cantiknya hilang. Cantik juga mesti bisa menginspirasi orang-orang,” tanggap Bunga. Tak jauh berbeda dengan yang dialami Ghia dan Bunga, Digo, yang fotonya masuk ke dalam akun anakuiganteng mengaku tidak tahu mengapa fotonya bisa masuk di akun @anakuiganteng. Ia mengaku kalau foto dirinya yang masuk di akun @anakuiganteng merupakan foto yang seminggu sebelumnya ia unggah di akun Instagram pribadinya. “Mung-kin saja sama teman gue dimasukkin foto itu,” ujarnya. Bila dilihat dari deskripsi profil akun @anakuiganteng, prose-dur memasukkan foto memang tidak rumit, cukup dengan menyebutkan nama pengguna Instagram dan data jurusan mahasiswa yang ingin dimas-ukkan ke kolom komentar di salah satu foto yang diunggah akun itu. Menanggapi akun @anakuicantik dan @anakuiganteng, Saras Dewi, dosen Filsafat UI, meng-kritik kedua akun tersebut dalam menilai cantik dan ganteng. “Per-soalannya adalah konsep cantik atau ganteng itu merujuk pada standar tertentu, yaitu standar pemilik akun-nya. Hal tersebut tidak salah, yang

jadi masalah kalau semua orang di UI menganggap yang cantik atau gan-teng itu hanya mereka,” terang Saras Dewi. Persepsi tentang cantik sebenarnya bisa dibuat oleh siapa saja. Konsep kecantikan pun dapat dikatakan jamak sebagaimana yang ditemukan di beberapa kebudayaan. “Misalnya orang Samoa, wanita can-tik menurutnya adalah wanita yang mememiliki badan gemuk, orang Jepang menganggap cantik itu ke-tika memiliki kulit yang putih, sedan-gkan di Indonesia, indikator kecan-tikan bermacam-macam, ada yang menganggap cantik itu putih, hitam manis, berkulit kuning, dan lainnya. Hematnya, konsep kecantikan adalah jamak,” jelas Saras. Sebagai seorang akademi-si, Saras Dewi menganggap bahwa setiap akun di media sosial seperti Instagram memiliki dua sisi yang pa-tut diperhatikan. “Instagram punya efek baik, komunikasi bisa menjang-kau ruang spasial yang luas, namun akun itu juga menciptakan eksploi-tasi. Contohnya, ada orang-orang yang ingin hanya gaya-gayaan, jadi secara tak langsung dia mendorong kepalsuan,” ujarnya. Mengenai pertanyaan apa-kah keberadan kedua akun itu meru-sak citra akademik UI, jawabannya adalah tidak juga. Saras meenjelas-kan bahwa pada dasarnya kegiatan mahasiswa di kampus terbagi menja-di dua, yakni kegiatan akademik dan non-akademik. Akun-akun tersebut dianggap sebagai bagian dari keg-iatan non akademik, yakni berupa kegiatan yang tidak memiliki nilai di atas kertas. Perlu juga untuk diketa-hui, bahwa untuk memiliki akun ins-tagram atau menjadi pengikut dari suatu akun adalah kebebasan setiap orang, tidak ada kekuasaan hukum yang dapat melarang hal tersebut. Di sisi lain, terdapat juga komentar mengenai akun ini. ”Harusnya yang dibuat adalah akun-akun yang dapat mendorong keg-iatan akademis mahasiswa. Akun anakuicantik itu hanya memperli-hatkan cantik secara fisik, namun tidak memperlihatkan cantik secara maknawi. Buatlah akun anakuipintar hehe,” tanggap Safira, mahasiswa FE, dengan bercanda.***

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 14 l a p o r a n k h u s u s

JALAN BERLIKU PERATURAN KEGIATAN ORGANISASI DI UIBelum lama ini SK Organisasi Tata Laksana (Ortala) UI beredar. SK yang mulai berlaku 21 Agustus 2014 tersebut berisikan peraturan kegiatan organisasi kemahasiswaan di kampus. Direvisi berulang kali agar me-menuhi kebutuhan mahasiswa di fakultas dan universitas.

OLEH: DIMAS ANDI SHADEWOFOTO: DIAH DESITA

Aktivitas malam salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Pusat Kegiatan Mahasiswa

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 15l a p o r a n k h u s u s

Revisi pada SK Ortala UI meni-tikberatkan pada pengaturan kegiatan mahasiswa secara

keseluruhan. Revisi itu dilakukan mengingat sudah banyak peru-bahan yang terjadi di lingkungan UI sejak SK ini pertama kali terbit pada tahun 2008. Ketika ditanya adanya pengaruh dari luar yang melatarb-elakangi revisi pada SK Ortala UI, Arman Nefi selaku Direktur Ke-mahasiswaan UI menampiknya. Maraknya kasus peredaran Narko-ba di lingkungan kampus juga bu-kan menjadi alasan dibalik revisi SK tersebut. Menurut Arman Nefi, permasalahan Narkoba sudah san-

gat umum dan semua kalangan da-pat menjadi korbannya. Hal itu sendi-ri sudah di luar fokus utama SK Ortala UI. “Masalah Narkoba tidak ada pen-garuhnya dengan kebijakan Ortala. Sebab, Ortala lebih concern pada ke-jadian seperti kasus kekerasan kepa-da mahasiswa. Jadi, internalnya dulu yang menjadi perhatian,” terangnya.

Proses Revisi SK Ortala UI Alami Masalah

Awalnya, ketika SK Ortala UI masih berupa draf revisi, sempat muncul protes dari pihak mahasiswa. Seperti pada pasal 13 yang memuat adanya pembatasan kegiatan ma-hasiswa baru (Kamaba). Salah satu ayatnya adalah pembatasan waktu Kamaba menjadi satu bulan setelah perkuliahan. Ausof Ali, mahasiswa Ilmu Sejarah UI, menjadi salah satu orang yang kurang setuju dengan pem-batasan kegiatan tersebut. Menu-rutnya, Kamaba adalah salah satu ajang kaderisasi mahasiswa dalam sebuah organisasi. “Saya rasa, tidak efektif bila jangka waktu alur kade-risasi hanya satu bulan,” ucap Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UI tersebut. Lebih lanjut, Ausof Ali mengatakan bahwa penanaman nilai positif sangat diperlukan dalam setiap Kamaba. Namun, bila kegiatan ini hanya mendapat jatah waktu yang singkat, dikhawatirkan nilai yang ter-kandung di dalamnya menjadi kurang terasa. Akibatnya, mahasiswa baru kesulitan mengembangkan karakter yang sesuai dengan lingkungannya. Meski begitu, aturan terse-but akhirnya sudah mendapatkan kelonggaran. Kamaba secara keselu-ruhan diperbolehkan, bahkan mel-ebihi dari batas waktu yang tertera pada aturan SK Ortala UI, asalkan mendapat izin dan tidak mengand-ung hal-hal berbau kekerasan. “Pada dasarnya UI tidak melarang setiap kegiatan,” kata Arman Nefi. Arman Nefi menuturkan, salah satu tujuan SK Ortala UI yang baru adalah meminimalisir hal-hal yang tidak dinginkan saat kegiatan mahasiswa berlangsung. Ia tidak in-gin ada mahasiswa UI yang mengala-mi tindak kekerasan karena kelalaian pihak pendidik.

Wakil Manajer Kemaha-siswaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Reynaldo De Archelli mengata-kan, pihak fakultas juga tidak melar-ang kegiatan mahasiswa selama ada izin dari dekanat. Menurutnya fakul-tas punya hak untuk mengatur dan mengawasi setiap kegiatan maha-siswa, termasuk Kamaba. Mengenai Kamaba, Arsel, begitu pangilannya, menuturkan bahwa kegiatan tersebut haruslah berorientasi pada pengembangan softskill dan sisi akademis maha-siswa. Selain masalah pem-batasan waktu, lokasi Kamaba juga sempat menjadi perbincangan hangat. Pada awalnya, SK Ortala UI memuat larangan Kamaba dilakukan di luar kampus. Namun, pihak univer-sitas dapat memberikan kelonggaran kebijakan, dengan syarat ada dosen pendamping. Peran pendamping dalam Kamaba sangat penting. Mereka akan bertindak sebagai pengawas se-lama kegiatan berlangsung. Mereka juga dapat melapor jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal negatif saat pelaksanaan kegiatan mahasiswa. Muhammad Rifki Trias, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI, berpendapat bahwa peran pendamping sangat penting untuk evaluasi pada masa mendatang. Menurutnya, harus ada timbal balik dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. “Misal, tanyakan apa yang bisa didapatkan dari mengi-kuti Kamaba,” ujarnya. Mahasiswa yang biasa disapa Rifki ini mengakui bahwa ia mendukung berlakunya SK Ortala UI, termasuk peraturan tentang Kamaba dengan catatan tidak ada intervensi dan pembatasan terhadap kegiatan mahasiswa. Meski demikian, Rifki menyatakan, seharusnya sudah tidak ada lagi permasalahan tentang pem-batasan kegiatan mahasiswa dalam SK Ortala UI terbaru. Hal ini didukung pada rapat koordinasi Legislative United (Legiun) yang diikuti oleh per-wakilan 10 fakultas di UI. Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta yang hadir menya-takan tidak ada masalah terkait ben-tuk implementasi dari SK Ortala UI. “Sejauh ini hanya Fakultas Ilmu Sosial

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 16 L a p o r a n k h u s u s

dan Ilmu Politik (FISIP) UI yang ber-masalah,” ujar Rifki. “Akan tetapi, hal tersebut telah disiati agar ritme kel-angsungan Kamaba di FISIP UI tetap terjaga,” lanjutnya.

Belum Ada Keluhan

Seperti yang diketahui, SK Ortala UI terbaru belum lama ter-bit. Pasca SK tersebut beredar, sam-pai saat ini pihak universitas belum menemui adanya protes dari kalan-gan mahasiswa. Begitu pula dengan halnya laporan pelanggaran. Pada-hal ketika masih berupa draf revisi, gelombang protes marak terjadi. Arman Nefi mengonfirma-si, belum ada pihak yang mengajukan komplain terhadap penerapan SK Ortala UI. “Sejauh ini belum ada yang komplain. Memang di beberapa juru-san sempat terjadi masalah, namun itu masih dalam tingkat yang kecil,” katanya. Hal yang sama diutarakan oleh Arsel. Ia mengakui pada tingkat fakultas belum ada hal yang menjadi kendala saat SK Ortala UI yang baru diterapkan. Peraturan jam malam di tingkat fakultas menurutnya bukan karena imbas SK Ortala UI. Sebab, aturan tersebut telah ada sejak lama sehingga tidak harus dijadikan seba-gai masalah. Menanggapi hal tersebut, Arman Nefi mengatakan bahwa per-aturan jam malam adalah masalah keamanan. Pihak yang mempunyai wewenang akan peraturan ini ada-lah Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK) UI.

Sampai saat ini, baik Ar-man Nefi maupun Arsel masih me-maklumi belum adanya komplain terkait SK Ortala UI terbaru. Sebab, SK Ortala UI sendiri belum lama ter-bit sehingga evaluasi mengenainya belum dapat dilakukan. Arman Nefi berujar, “Mungkin tiga atau enam bulan kemudian baru bisa dilihat adanya kekurangan.” Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Arsel, “Kalau seka-rang, kita belum dapat menilai SK Ortala UI itu secara evaluatif. Maha-siswa pun juga merasakan hal yang sama.” Keduanya juga mengira bahwa belum adanya protes atau komplain juga dikarenakan semua pihak dapat menerapkan kebijakan SK Ortala UI tersebut. Menurut Arman Nefi, SK Ortala UI tidak bersifat kaku, selalu ada ruang untuk mengambil kebija-kan yang perlu. Misalnya, diizinkan-nya kegiatan mahasiswa di luar kam-pus. Meski belum menemui kendala dengan skala besar pasca-terbitnya SK Ortala UI terbaru, pihak universitas tetap siaga mengawasi pelaksanaannya. Pada dasarnya, uni-versitas mempunyai wewenang un-tuk melakukan tindakan jika terjadi pelanggaran terhadap aturan SK Or-tala UI. Ada Panitia Penyelesaian Pelanggaran Tata Tertib (P3T2) yang akan menangani masalah terkait SK Ortala UI. Apabila pelanggaran yang dilakukan sudah diluar wewenang universitas, perkara yang terjadi akan

menjadi wewenang pihak kepolisian atau pengadilan.

Masih Terdapat Kekurangan

Meskipun pihak universitas mengaku belum ada permasalahan dalam penerapan, sosialisasi SK Or-tala UI menyisakan kekurangan. Dari pihak universitas, sosialisasi SK Ortala UI diberikan dengan cara langsung ke beberapa organisasi mahasiswa yang di anta-ranya, BEM UI, DPM UI, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selain itu, pihak Mahasiswa dan Alumni (Mahalum) dan Dekan fakultas juga menerima naskah SK Ortala terbaru. “SK Ortala UI yang baru ada yang kita beri secara langsung kepada beberapa pihak organisasi. Sisanya kita berikan melalui email,” kata Arman Nefi menjelaskan mekan-isme penyebaran SK Ortala UI. Meski begitu, Ryani Sisca Pertiwi, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI, menilai bahwa sosialisasi SK Ortala UI pada lingkup kecil seperti departemen di setiap fakultas tampak masih kurang. Menurutnya, proses revisi yang telah melahirkan SK Ortala UI seperti saat ini terkesan terburu-buru. “Katanya UI itu world class uni-versity berbasis riset. Namun, untuk membuat SK saja tampak seperti kejar tayang dan terkesan tanpa riset yang menyeluruh” kritik Ryani.***

“Menanggapi hal tersebut, Arman Nefi men-gatakan bahwa peraturan jam malam ada-lah masalah keamanan. Pihak yang mempu-nyai wewenang akan peraturan ini adalah Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK) UI.”

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 17r e s e n s i

The Grand Budapest merupa-kan hotel megah di Republik Zubrowka. Ini adalah sebuah hotel yang menomorsatu-

kan kualitas pelayanannya sehingga menjadi hotel kebanggaan negeri Zubrowka. Hal ini dapat terlihat dari senyum kepala pengelola bernama Gustave (Ralph Fiennes) yang ramah. Bahkan ia bersedia melakukan hubungan yang lebih intim bersama tamunya semata-mata untuk men-jaga koneksi. Suatu ketika, perilaku Gustave yang selama ini mengun-tungkan hotelnya tersebut justru membawa bencana baginya. Madame D. (Tilda Swinton) yang merupakan pacar dari Gustave pada suatu hari ditemukan mening-gal. Ia ternyata mewariskan sebuah

lukisan dari zaman Renaissance yang begitu berharga kepada Gustave. Hal ini kemudian membuat kelu-arga Madame D. tidak marah bukan kepalang. Lalu Dimitri (Adrien Brody) yang merupakan anak dari Madame D. memerintahkan J.G Gopling (Wil-lem Dafoe) untuk menangkap Gus-tave dan merebut kembali lukisan yang sangat berharga tersebut. Dalam masa pelariannya, Gustave yang tetap ditemani oleh lobby boy hotel Grand Budapest, Young Zero Moustafa (Tony Revolori) melangsungkan banyak hal untuk menyelamatkan lukisan dan hidup mereka. Selama konflik antara Gus-tave dan keluarga Madame D. ber-langsung Zero sang lobby boy diam-

diam jatuh hati kepada seorang gadis yang juga merupakan karyawan di hotel Gand Budapest. Kemudian mereka menjalin cinta dan ikut ber-gabung dalam misi penyelama-tan Gustave dari kejaran keluarga kekasihnya tersebut. The Grand Budapest Hotel bukan hanya membuat penonton-nya senyum-senyum sendiri karena warna-warna cantik dari set, kostum, dan juga gambar-gambar yang ma-nis, tetapi penonton juga dipontang-panting oleh alurnya yang cepat dan lambat, naik dan turun, yang juga tak lekang dari sensasi yang menyenang-kan. Film ini adalah kenakalan sebuah fantasi dan penuh kejutan.***

OLEH : GEMA NASUTION

KENAKALANSEBUAH FANTASI YANG PENUH KEJUTAN

Judul : The Grand Budapest HotelSutradara : Wes AndersonGenre : Drama Durasi :100 MenitPemeran : Ralph Fiennes, Tony Revolori, Tilda Swinton

Welcome to The Grand Budapest Hotel adalah kisah sebuah petulangan menyelamatkan pen-inggalan kekasih dengan alur yang mendebarkan dada.

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 18 A D V E R T O R I A L

“Satu Hati Berkontribusi Untuk Negeri” menjadi tema utama yang diusung pada acara ini. MUN 2014 juga memiliki tiga sub tema yakni, Potensi Laut, Energi Terbarukan, serta Urban Resilience and Infrastructure atau Ketahanan Perkotaan Terhadap Ancaman. Ketua Pelaksana MUN 2014, Nabil Muhsin Badjri, mengungkapkan bahwa sub tema MUN 2014 dipilih setelah melakukan pengkajian mendalam. “Kita tidak asal mengambil sub tema tersebut,” kata Nabil saat konferensi pers usai grand opening MUN 2014 (18/08). “Kita survei dahulu permasalahan yang ada di Indonesia, baik dari masa lampau sampai sekarang. Kita juga mengadakan diskusi dengan dosen-dosen di FMIPA sebelum merumuskan sub tema ini,” ucap Nabil menerangkan latar belakang penenetuan sub tema MUN 2014. Acara MUN 2014 yang berlangsung sejak 18 Agustus hingga 23 Agustus 2014 diyakini memi-liki sisi yang berbeda dibandingkan acara terdahulu-nya. “MUN 2014 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya”, kata mahasiswa jurusan Matematika tersebut dengan nada optimis. Kepanitian MUN 2014 telah bekerja sama dengan dosen dan dekan FMIPA dalam mengembang-kan isu untuk dijadikan tema maupun sub tema acara. Nabil mengatakan bahwa isu yang sedang hangat di kalangan masyarakat luas menjadi keutamaannya. “Isu tentang potensi laut ternyata sedang hangat-hangatnya. Kalau energi terbarukan dan

MENGGALI POTENSIMELALUI‘MIPA UNTUK NEGERI’Fakultas MIPA UI mempersembahkan acara “MIPA Untuk Negeri 2014” (MUN 2014). Acara ini menjadi salah satu bentuk perhatian mahasiswa terhadap permasalahan sumber daya alam dalam negeri.

daya tahan kota terhadap ancaman memang selalu menjadi masalah,” terang Nabil. Ia mengungkapkan isu-isu tersebut yang membuat kelangsungan MUN selalu berbeda tiap ta-hun. Nabil juga menyatakan kepanitiannya telah beru-saha menekankan bahwa perhelatan MUN 2014 tidak hanya ditujukan pada ranah FMIPA saja, namun seluruh kalangan mahasiswa dapat terlibat didalamnya. Acara MUN 2014 sendiri bukan baru tahun ini saja diadakan. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Keilmiahan BEM FMIPA UI tersebut telah berlangsung sejak tahun 2011 silam. Taufik Hidayat, Ketua BEM FMIPA UI, menuturkan alasan menyeluruh di balik penyelenggaraan “MIPA Untuk Negeri”. Menurutnya, hal ini berawal dari adanya anggapan bahwa mahasiswa FMIPA cenderung berkarir sebagai pen-gajar ketika lulus. Namun, ia meyakini adanya potensi lebih besar yang bisa digali oleh mahasiswa FMIPA. “Di balik itu semua, ide-ide kita dapat dituangkan dalam wadah tulisan yang nantinya bisa menjadi bentuk konkret terhadap negara Indonesia,” ujar Taufik. Ia memberi contoh, yaitu dengan membuat sebuah tulisan mengenai pemberdayaan rumput laut. Menurutnya, hal inilah yang lazim bisa dilakukan oleh mahasiswa FMIPA selaku scientist muda. Hal tersebut diamini oleh Nabil. Ia berharap pe-serta acara MUN 2014, khusus kalangan FMIPA, dapat lebih memperhatikan lagi perannya. Ia juga berpendapat seharusnya kalangan FMIPA tidak hanya menjadi orang be-lakang saja, namun juga menjadi eksekutor dalam ruang ling-kupnya.***

FOTO : DIAH DESITA

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4 19a d v e r t o r i a l

PO MUN , Ketua BEM FMIPA, dan WA PO MUN

Penampilan paduan suaradi acara pembukaan MIPA untuk Negeri

Peserta MIPA untuk Negeridari berbagai almamater

g e r b ata m a 7 2 / / 0 9 - 2 0 1 4

Dapatkan kesempatan tulisan anda dipublikasikan di web suaramahasiswa.com dan Buletin Gerbatama:

Ini UI!.

Kirimkan tulisan [email protected]

dengan mencantumkan nama lengkap,fakultas, jurusan, nomor pokok mahasiswa dan angkatan.

20 o p i n i f o t o

MELEPAS LELAH DI PERPUSTAKAANHANA MAULIDA