Gerai Info 60 ISEF-Cover.indd

download Gerai Info 60 ISEF-Cover.indd

of 32

  • date post

    19-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Gerai Info 60 ISEF-Cover.indd

  • Edisi

    60 Tahun VI

    2016

    MEMBANGUN INKUBATOR BISNIS PESANTREN

    POTRET

    www.bi.go.id

    TERDEPAN DALAM

    PENGEMBANGAN EKONOMI DAN

    KEUANGAN SYARIAH

    INDONESIA SHARIA ECONOMIC FESTIVAL 2016

    SOROT

    Gerai Info 60 ISEF-Cover.indd AGerai Info 60 ISEF-Cover.indd A 07/12/2016 15:46:4007/12/2016 15:46:40

  • DAFTAR ISI

    22 PERSPEKTIF Upaya Memajukan Pesantren Melalui Digitalisasi Pondok pesantren memilki potensi besar dalam memajukan

    kehidupan bangsa. Salah satu upaya untuk memaksimalkan peran itu ialah melalui digitalisasi.

    ISEF, Terdepan dalam Pengembangan Ekonomi

    dan Keuangan Syariah Ekonomi syariah memiliki prospek yang menjanjikan di tengah ketidakpastian global.

    06 SOROT

    03 PEDOMAN

    04 EDITORIAL

    Redaksi menerima kiriman naskah dan mengedit naskah

    sebelum dipublikasikan. Naskah dikirim ke bicara@bi.go.id

    18 PERSPEKTIF 22 AKTIVITAS 26 ETALASE 28 PERISTIWA 30 APA KATA MEREKA

    M. Anwar BashoriDirektur Departemen

    Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia

    Hal. 6

    Yunita Resmi SariDirektur Departemen Pengembangan UMKM

    Bank Indonesia

    Hal. 18

    Sri Mulyani IndrawatiMenteri Keuangan Republik Indonesia

    Hal. 26

    Penanggung Jawab: Tirta Segara

    Pemimpin Redaksi: Arbonas Hutabarat

    Redaksi Pelaksana: Edhie HaryantoWahyu Indra SukmaErnawati JatiningrumSurya NanggalaAny RamadhaningsihYadi YuhardinataT. Rafael Lardhana

    Kontributor:Mualam NoorAngiola HarryRahmat Dwi CahyonoYusi Rahimah

    Alamat Redaksi: Departemen Komunikasi Bank IndonesiaJl. M.H. Thamrin No.2JakartaTelp. Contact Center BICARA: (021) 131

    e-mail: bicara@bi.go.id

    website: www.bi.go.id

    @bank_indonesia

    fl ip.it/7A9uk

    bankindonesia

    BankIndonesiaChannel

    Gerai Info 60 ISEF-Cover.indd BGerai Info 60 ISEF-Cover.indd B 07/12/2016 15:46:4607/12/2016 15:46:46

  • Ed

    isi

    60

    l t

    ah

    un

    6 l

    2

    01

    6G

    er

    ai i

    nfo

    l b

    an

    k in

    do

    ne

    sia

    3

    Pedoman

    SoluSi Menghadapi KriSiS

    erekonomian global tengah menghadapi turbulensi yang berdampak signifikan terhadap keuangan global. Sistem keuangan global mengalami krisis yang berkepanjangan. Memasuki 2016, gejolak ekonomi global belum juga menunjukkan tanda-tanda akan reda. Di tengah kondisi ini, pemerintah memerlukan solusi yang mampu menjawab dan mengatasi tantangan ekonomi global. Sistem

    ekonomi dan keuangan syariah pun dilirik sebagai sistem yang dinilai mampu menjawab tantangan ini.

    Dalam rangka mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia (BI) menggelar Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2016. Forum yang digelar untuk yang ketiga kalinya ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran ilmu dan pengalaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah serta bisa untuk ajang merumuskan kebijakan dan langkah dalam mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

    Menurut kajian BI, ada tiga sektor yang berperan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, yakni perbankan syariah, pasar modal syariah, dan asuransi syariah. Ketiga sektor ini terbukti menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam hal volume usaha, produk keuangan maupun keleluasaan jaringan dalam melayani konsumen.

    Perkembangan sistem keuangan syariah saat ini didorong oleh pesatnya kemajuan yang dicapai oleh sektor perbankan syariah. Hal itu tercermin dari dominasi perbankan syariah di sistem keuangan syariah global. Sebagai informasi, pangsa perbankan syariah telah mencapai 80% dari total sistem keuangan syariah.

    Sektor perbankan syariah juga mampu menunjukkan ketahanan yang sangat baik dalam menghadapi krisis keuangan global. Hal itu tercermin dari kuatnya pertumbuhan perbankan syariah di tengah perlambatan keuangan global, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 17,1% dalam rentang 2008 sampai dengan 2011. Selama periode 2011-2014 perbankan syariah mampu tumbuh signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 13,8%. Sementara pada 2014 perbankan syariah tumbuh sebesar 10% secara tahunan jika dibandingkan dengan 2013.

    Menyadari pentingnya peran dan besarnya potensi ekonomi syariah, BI menempatkan program pembangunan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu tujuan strategis Fungsi Strategis Bank Indonesia 2024. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi pusat keuangan Islam dunia.

    Salam,

    Agus D. W. MartowardojoGubernur Bank Indonesia

    P

    GeraiInfo Syariah Isi.indd 3 12/5/16 7:45 PM

  • BI terus melakukan inovasi dan inisiatif sebagai upaya memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Salah satunya terkait dengan sistem pembayaran.

    Ed

    isi 6

    0 l

    tah

    un

    6 l 2

    01

    6G

    er

    ai in

    fo l b

    an

    k in

    do

    ne

    sia

    4

    erekonomian Indonesia memiliki tantangan berupa kesenjangan dan kemiskinan. Ekonomi syariah dinilai dapat menjadi jawaban karena menitikberatkan pada distribusi pendapatan ke semua segmen masyarakat serta optimalisasi produksi. Ekonomi syariah diarahkan pada

    pencapaian pertumbuhan yang tinggi dan merata, berbasis sinergi elemen masyarakat. Dengan demikian, kesenjangan akan terkikis dan kemiskinan berkurang.

    Besarnya potensi ekonomi dan keuangan syariah telah disadari oleh otoritas di Indonesia. Demikian pun dengan Bank Indonesia (BI), yang meresponsnya dengan melakukan salah satu kegiatan, yaitu Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

    Kegiatan yang telah dimulai sejak 2014 itu merupakan bentuk keseriusan BI dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Penyelenggaraan ISEF 2016 dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum diadakan untuk mengangkat dan berdiskusi mengenai berbagai topik dan kajian pengembangan ekonomi syariah. Sementara Sharia Fair dirancang untuk meningkatkan minat dan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

    Dalam penyelenggaraan ISEF kali ini juga diluncurkan tiga inisiasi, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct, model sukuk linked waqaf, dan pembentukan Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah (Satu Akses) di Jawa Timur. Peluncuran ketiga inisiasi tersebut dilakukan oleh BI bersama-sama dengan lembaga-lembaga terkait.

    Peluncuran Islamic Financial Market Code of Conduct mengawali diberlakukannya pedoman transaksi di pasar keuangan syariah yang menunjukkan perbedaan antara transaksi di pasar keuangan syariah dan pasar keuangan konvensional. Selanjutnya, peluncuran model sukuk linked waqaf merupakan inovasi untuk mengoptimal-kan pemanfaatan aset wakaf dengan sukuk. Semen ta ra itu, peluncuran Satu Akses merupakan inisiasi untuk menciptakan sinergisitas pengembangan mikro-makro ekonomi syariah. l

    Komitmen BI Mengembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Editorial

    Tirta SegaraKepala Departemen Komunikasi

    Bank Indonesia

    P

    GeraiInfo Syariah Isi.indd 4 12/5/16 7:45 PM

  • Ed

    isi

    60

    l t

    ah

    un

    6 l

    2

    01

    6G

    er

    ai i

    nfo

    l b

    an

    k in

    do

    ne

    sia

    5

    Q: Jika perusahaan kami mendapat utang dari luar negeri, dan perusahaan lain (dalam negeri ) memberikan garansi/jaminan terhadap utang tersebut, apakah perusahaan pemberi jaminan harus menjadi pelapor juga ? Mohon informasinya.

    linda@mobilindoac.com

    A: Yth. Saudari Linda. Sehubungan dengan email Saudari terkait Pelaporan Utang Luar Negeri, dapat kami sampaikan bahwa mengacu pada SEBI 15/16/DInt tanggal 29 April 2013 menjelaskan pengertian Pelapor Utang Luar Negeri yang selanjutnya disebut Pelapor ULN adalah Penduduk yang memiliki kewajiban utang luar negeri kepada bukan Penduduk. Sehingga pihak sebagai penjamin tidak diwajibkan melakukan pelaporan ke Bank Indonesia (BI).

    Q: Saya bermaksud mengajukan penghapusan historis Bank Indonesia (BI) Checking, karena kredit sudah saya lunasi. Saya sangat berharap historis BI Checking saya dihapuskan, karena semua pengajuan kredit saya, yakni kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit usaha rakyat (KUR), dan lainnya, ditolak pihak bank/pemberi kredit, karena saya mempunyai historis kolektibilitas 5. Walupun sudah saya lunasi dari maret 2016, akan tetapi hal tersebut masih menjadi kendala.

    kriswanto8@gmail.com

    A: Yth. Saudara Kriswanto, terima kasih telah mengirimkan email kepada Bank Indonesia (BI). Dapat kami sampaikan bahwa BI menyediakan Sistem Informasi Debitur (SID)/BI Checking yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan atas status pinjaman/kredit yang diterima oleh nasabah (Informasi Debitur Individual - IDI), sekaligus alat kontrol bagi nasabah terhadap kebenaran dan keakuratan data historis/riwayat

    kreditnya yang disampaikan oleh peserta SID (bank dan non-bank) kepada BI.

    Terkait kebijakan pemberian kredit merupakan kewenangan dari masing-masing bank/lembaga non-bank yang bersangkutan. Tidak ada larangan dari BI kepada Perbankan untuk menolak permohonan kredit apabila seseorang tercantum namanya dalam IDI Historis (BI Checking) dan pernah memiliki kredit macet. Status IDI Historis bukan satu-satunya alat pertimbangan dalam analisa penyediaan dana oleh bank/lembaga nonbank, karena bank/lembaga nonbank melakukan analisa dengan mempertimbangkan aspek-aspek lainnya. Dalam hal Informasi Rangkuman Fasilitas pada output IDI Historis, kolom tersebut menampilkan kolektibilitas terendah dari debitur selama masa kredit berlangsung (tidak terbatas 24 bulan). Apabila debitur tercatat pernah memiliki kolektibilitas macet pada Rangkuman Fasilitas, bukan berarti de