Gejala Kehamilan Muda

download Gejala Kehamilan Muda

of 22

  • date post

    26-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Gejala Kehamilan Muda

BAB I PENDAHULUAN

Kehamilan adalah suatu anugrah dari Tuhan yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh anggota keluarga. Kehamilan menandakan kelengkapan bagi seorang wanita karena dari rahimnya genarasi penerus bias dilahirkan. Menjalani kehamilan bagi seorang perempuan seharusnya sebuah peristiwa yang

menyenangkan. Akan tetapi, banyak kejadian kalau kehamilan menjadi peristiwa yang mendebarkan dan bahkan menakutkan bagi seorang ibu. Banyak ketakutan dan kekhawatiran yang muncul yang seharusnya itu semua dapat diselesaikan dan ditangani dengan mudah. 1,2 Satu hal yang mendasari sebuah kehamilan akan menjadi peristiwa yang akan menyenangkan dan mengembirakan adalah setiap ibu hamil harus memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup mengenai hal tersebut, sehingga peristiwa apapun yang terjadi akan mudah ditangani dan diselesaikan. 2 Mungkin sudah banyak yang tahu apa itu hamil atau mengandung, namun tidak sedikit pula yang tidak tahu atau kurang paham tentang tanda-tanda kehamilan. Sederhananya apa saja yang dialami seorang wanita saat hamil atau menjelang akan hamil. Sebelumnya lebih diketahui dahulu apa itu kehamilan, kehamilan merupakan hasil dari pertemuan sperma dan sel telur. dalam prosesnya, perjalanan sperma untuk menemui sel telur (ovum) betul-betul pernuh perjuangan, dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Lamanya hamil normal adalah 40 minggu atau 9 bulan 10 hari.1,2 Untuk mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita tersebut. Data subyektif artinya segala sesuatu yang dirasakan atau dialami oleh wanita yang sedang hamil atau sering disebut gejala kehamilan, sedangkan data obyektif adalah segala hal yang bisa diamati oleh orang lain pada diri seorang wanita1

yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda kehamilan. Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti, yang akan dibahas dalam bab selanjutnya. 2 Pada masa kehamilan terdapat perubahan fisiologis yang sering dialami oleh ibu hamil. Perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi pada tiap-tiap trimester kehamilan. Pada masa kehamilan trimester pertama, perubahan-perubahan fisiologis tersebut sering dirasakan dan dialami oleh ibu hamil trimester pertama menjadi keluhan yaitu antara lain sakit kepala, keputihan, sering buang air kecil, kelelahan, gatal-gatal, ngidam makanan dan yang paling sering terjadi mual muntah.3 Mual muntah atau yang sering dikenal dengan morning sickness merupakan hal yang fisiologis yang disebabkan karena meningkatnya kadar hormon kehamilan dan estrogen secara berlebihan, keluhan ini merupakan hal yang fisiologis akan tetapi bila tidak segera diatasi akan menjadi hal yang patologis.3

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I.

Diagnosis Kehamilan Lamanya kehamilan mulai ovulasi sampai partus adalah kira0kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). Bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur. Kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan prematur. Kehamilan yang terakhir akan mempengaruhi viabilitas (kelangsungan hidup) bayi yang dilahirkan, karena bayi yang terlalu muda mempunyai prognosis buruk.4 Dalam triwulan pertama alat-alat mulai dibentuk. Dalam triwulan kedua alat-alat telah dibentuk, tetapi belum semurna dan viabilitas janin masih disangsikan. Janin yang dilahirkan dalam trimester terakhir telah viable (dapat hidup).4 Bila hasil konsepsi dikeluarkan dari kavum uteri pada kehamilan di bawah 20 minggu, disebut abortus (keguguran). Bila hal ini terjadi dibawah 36 minggu disebut partus premature (persalinan prematur). Kelahiran dari 38 minggu sampai 40 minggu disebut partus aterm.4 Untuk dapat menegakkan kehamilan maka dapat ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda gejala hamil sehingga dapat mendiagnosa kehamilan.5

II. Tanda dan Gejala Kehamilan Merupakan sekumpulan tanda atau gejala yang timbul pada wanita hamil yang terjadi akibat fisiologi dan psikologi pada masa kehamilan. Tanda dan gejala pada masing-masing wanita hamil berbeda-beda. Ada yang mengalami

3

gejala-gejala kehamilan sejak awal, ada yang beberapa minggu kemudian, atau bahkan tidak memiliki gejala kehamilan dini.6 Tanda dan gejala kehamilan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : 1. Tanda Tidak Pasti Kehamilan Merupakan perubahan yang dirasakan ibu/kemungkinan/dugaan hamil. Tanda-tanda dugaan hamil : a. Amenorea (tidak dapat haid) Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Dengan diketahuinya tanggal hari pertama haid terakhir supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan akan terjadi, dengan memakai rumus Neagie: HT 3 (bulan + 7). 4 Normalnya, setelah ovum dikeluarkan dari folikel deGraf matang di ovarium, maka folikel ini akan berubah menjadi korpus luteum yang berperan dalam siklus menstruasi dan mengalami degenerasi setelah terjadinya menstruasi. Bila ovum dibuahi oleh spermatozoa maka korpus luteum akan dipertahankan oleh korionik gonadotropin yang dihasilkan oleh sinsisiotrofoblas di sekitar blaskitokis menjadi korpus luteum kehamilan. Progesterone yang dihasilkan oleh korpus luteum sangat diperlukan untuk menyiapkan proses implantasi di dinding uterus (endometrium) dan proses kehamilan dalam trimester pertama sebelum nantinya diambil alih oleh plasenta pada trimester kedua. Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan sehingga terjadi amenorea. Progesterone yang dihasilkan dari korpus luteum juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh basal yang terjadi setelah ovulasi akan tetap bertahan. 4,6 b. Mual dan Mutah Biasa terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Sering terjadi pada pagi hari disebut morning sickness. Penyebab mual dan muntah ini adalah perubahan hormonal yang dapat4

memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. Gejala ini dialami oleh 75% wanita hamil. 1,4 Seiring dengan makin besarnya uterus, lambung akan tergeser. dan penurunan sekresi asam hidroklorid dan peptin di lambung sehingga akan menimbulkan gejala berupa pyrosis (heartburn) yang disebabkan oleh refluks asam lambung ke esophagus bawah sebagai akibat perubahan posisi lambung dan menurunnya tonus sfingter esophagus bagian bawah. Mual terjadi akibat penurunan asam hidroklorid dan penurunan motilitas. 6 Mual dan muntah juga disebabkan oleh kombinasi hormone estrogen dan progesterone, walaupun hal ini tidak diketahui dengan pasti dan hormone human chorionic gonadotropin juga berperan dalam menimbulkan mual dan muntah. Menurunnya tekanan sfigter esophageal bagian bawah, meningkatnya intragastrik, menurunnya kompensasi sfingter pilori dan kegagalan mengeluarkan asam lambung. 1 c. Mengidam (ingin makanan khusus) Sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan. 4 d. Mudah lelah, lemas, pusing, dan pingsan Biasanya berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat. Biasanya hilang sesudah kehamilan 16 minggu. Disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah dalam kehamilan atau kadar gula darah yang rendah. 1,4 e. Anoreksia (tidak ada selera makan) Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi. 4 f. Mammae menjadi tegang dan membesar Keadaan ini disebabkan pengaruh hormon estrogen dan progesterone yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Dapat teraba nodul-nodul, akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena-vena lebih membiru. Konsentrasi tinggi estrogen dan progestron yang dihasilkan oleh plasenta5

menimbulkan perubahan pada payudara (tegang dan membesar). Korionik somatotropin (Human Placenta Lactogen/hPL) dengan muatan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolic yang mengiringinya. 1,7 Secara spesifik estrogen akan merangsang pertumbuhan system penyaluran air susu dan jaringan payudara. Progesterone berperan dalam perkembangan system alveoli kelenjar susu. Hipertrofi alveoli yang terjadi sejak 2 bulan pertama kehamilan menyebabkan pembesaran payudara yang disertai dengan rasa penuh atau tegang dan sensitive terhadap sentuhan (dalam dua bulan pertama kehamilan). Hipertrofi kelenjar sebasea berupa tuberkel Montgomery atau folikel di sekitar areola mulai terlihat jelas sejak dua bulan pertama kehamilan. 4 g. Miksi sering Sering buang air kecil disebabkan karena kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin. 4 h. Konstipasi atau obstipasi Ini terjadi karena tonus otot usus menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid yang dapat menyebabkan kesulitan untuk buang air besar. Seiring dengan makin besarnya uterus, usus akan tergeser.

Perubahan yang nyata akan terjadi pada penurunan motilitas otot polos pada traktus digestivus sehingga terjadi konstipasi. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pola obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. 1,6

6

i. Pigmentasi (perubahan warna kulit) Pada areola mammae, genital, cloasma, linea alba yang berwarna lebih tegas, melebar dan bertambah gelap terdapat pada perut bagian bawah. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. 4 j. Epulis Suatu hipertrofi papilla ginggivae (gusi berdarah). Sering terjadi pada tri