Gejala Bahasa

download Gejala Bahasa

of 65

  • date post

    24-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    191
  • download

    6

Embed Size (px)

description

presentasi bahasa indonesia

Transcript of Gejala Bahasa

  • GEJALA BAHASAKONTAMINASIPLEONASMEHIPERKOREK

  • KONTAMINASIKONTAMINASI BERASAL DARI BHS INGGRIS (CONTAMINATION) YANG DPT DIBERI ARTI PENCEMARAN. DALAM BAHASA GEJALA TERSEBUT DIPADANKAN DENGAN KATA KERANCUAN. (kata dasar rancu diimbuh dengan ke an yang berarti kacau; jadi kerancuan berarti kekacauan). Kerancuan dlm bahasa dianggap sebagai pencemaran.

  • APA YANG DIRANCUKAN ?YANG DIRANCUKAN IALAH SUSUNAN DUA UNSUR BAHASA, ENTAH IMBUHAN ATAU KALIMAT, OLEH KARENA ITU KERANCUAN DAPAT DIBEDAKAN ATAS :Kontaminasi bentuk kataKontaminasi bentuk fraseKontaminasi bentuk kalimat

  • DALAM KONTAMINASI SELALU TERJADI PADUAN DUA UNSUR YANG KACAU, ARTINYA KEDUA UNSUR ITU TIDAK SEHARUSNYA BERPASANGAN.Misal unsur A berpasangan dg B unsur C berpasangan dg DBila yang muncul A D atau C Bmaka gabungan itu rancu. Gabungan itulah yang disebut dengan kontaminasi, dl bhs disebut bentuk bahasa yang salah.

  • DALAM PENGGUNAAN BAHASA SANGAT SERING DIJUMPAI KEKERAPAN KONTAMINASI DALAM BENTUK KALIMAT; DAN LEBIH BANYAK DARIPADA KEKERAPAN KONTAMINASI DALAM KATA DAN FRASE.

  • Contoh dalam kalimat1.Di seluruh jalan-jalan yang dipagari oleh gedung-gedung bertingkat itu bermandikan cahaya lampu neon.* Jika kita bertanya, Apakah yang bermandikan cahaya lampu-lampu neon? Jawabnya tentu tidak mungkin di seluruh jalan-jalan yang dipagari oleh gedung-gedung bertingkat itu

  • Kenapa ? Sebab bagian kalimat yang dimulai dengan kata depan di menunjuk pada keterangan tempat.Jawaban yang tepat untuk pertanyaan Apakah yang bermandikan cahaya lampu-lampu neon ialah jalan-jalan yaqng dipagari oleh gedung=gedung bertingkat itu.Jawaban itu ini merupakan subjek kalimat itu, dan bermandikan cahaya lampu-lampu neon adalah predikatnya.

  • Kalimat contoh tadi jelas merupakan kalimat rancu, dan kalimat asalnya yang betul ialah :Jalan-jalan yang dipagari oleh gedung-gedung bertingkat itu bermandikan cahaya lampu-lampu neon.Di seluruh jalan-jalan yang dipagari oleh gedung-gedung bertingkat itu tampak berpancaran cahaya lampu-lampu neon.

  • 2. Tetapi Sonya membantah bahwa bukan dia yang menembak, melainkan dua orang laki-laki temananya.* Makna kalimat diatas berlawanan dengan yang dimaksud.Sonya membantah bahwa bukan dia yang menembak, kalau begitu dia yang menembak.

  • *Yang jelas bukan begitu maksudnya. Ia mau menjelaskan bahwa bukan dia yang menembak, melainkan dua orang teman laki-laki.Kalimat kontaminasi tersebut kita kembalikan pada dua kalimat asalnya yang betul, yaitu:Sonya membantah bahwa dia yang menembak.Sonya menegaskan buka dia yang menembak, melainkan dua orang laki-laki temannya.

  • CONTOH2 KALIMAT RANCU3. Di antara ketiga dialek itu memiliki perbedaan yang besarKalimat asal yang betul susunannyaKetiga dialek itu memiliki perbedaan yang besarDi antara ketiga dialek itu terdapat perbedaan yang besar

  • 4. Pada film ini menggambarkan Basri melawan Iie.Kalimat asal yang betul susunannya:Pada film ini tampak Basri melawan Iie.Film ini menggambarkan pertan-dingan ketika Basri melawan Iie.

  • 5. Di dekat kuburan Ancol ini pernah mengambil satu orang korban penontong tewas.Kalimat asal yang betul susunannya:Kuburan Ancol ini pernah mengambil korban seorang penonton tewas.Di dekat kuburan Ancol pernah seorang penonton tewas ditabrak motor.

  • 6. Dalam masyarakat Madura pun mengenal dua golongan ini.Kalimat yang betul susunannya:Dalam masyarakat Madura pun dikenal dua golongan ini.Masyarakat Madura pun mengenal dua golongan ini.

  • 7. Kepada yang kehilangan vulpen harap mengambilnya dari kantor tata usaha.Kalimat yang betul susunannya:Kepada yang kehilangan vulpen diberitahukan agar datang mengambil vulpennya itu ke kantor tata usaha.Yang kehilangan vulpen harap datang mengambil vulpennya itu ke kantor tata usaha.

  • PENYEBAB TIMBUL KALIMAT RANCUPEMAKAI BAHASA TIDAK MENGU ASAI BENAR STRUKTUR BAHASA INDONESIA YANG BAKU, YANG BAIK DAN BENAR.PEMAKAI BAHASA TIDAK MEMI LIKI CITA RASA BAHASA YANG BAIK SEHINGGA TDK DPT MERASAKAN KESALAHAN BAHASA YANAG DIBUATNYA.

  • 3. DAPAT JUGA KESALAHAN ITU TERJADI TIDAK DENGAN SENGAJA KARENA KETIKA IA AKAN MENUTURKAN SUATU KALIMAT TERTENTU, MUNCUL DALAM PIKIRANNYA KALIMAT YANG HAMPIR SAMA STRUKTUR DAN MAKNANYA, SEHINGGA TIMBUL KALIMAT GABUNGAN.

  • CONTOH YANG LAINMereka dilarang tidak boleh mengisap ganja lagi.Makna kalimat diatas :mereka dianjurkan agar mengisap ganja. Karena dilarang artinya sama dengan tidak boleh (dalam satu kalimat).Kalimat yang benar:Mereka dilarang mengisap ganja. AtauMereka tidak boleh mengisap ganja lagi.

  • 2. Bantuan itu diharapkan bisa meringankan para korban bencana alam.Perhatikan kata-kata bantuan itu akan meringankan para korban bukan ungkapan yang tepat. Kalau para korban diringankan maka yang berat itu para korban, padahal yang dimaksud untuk diringankan ialah penderitaan para korban.

  • Kalimat tadi kita kembalikan :Bantuan itu diharaapkan dapat menolong para korban yang ditimpa bencana.Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban penderitaan para korban yang ditimpa bencana.Bila disatukan, menjadi :Bantuan itu diharapkan dapat menolong meringankan beban penderitaan para korban yang ditimpa bencana.

  • KONTAMINASI BENTUK FRASEKATA BERULANG KALI, MERUPAKAN KATA RANCU KARENA MERUPAKAN KATA GABUNGAN.BENTUK ASALINYA BERULANG-ULANG ATAU BERKALI-KALI HASIL GABUNGANNYA MENJADI BERULANG KALI.

  • MENGAJAR DAN MENGAJARIKALAU DIKATAKAN Saya mengajar bahasa Inggris tentu dapat juga dikatakan Bahasa Ingris saya ajar.Kalimat itu rancu, karena bahasa Inggris tidak bisa diajar.Mata kuliah (bhs Inggris dll) tidak bisa diajar, tetapi diajarkanKalimat yang benar Saya mengajarkan bahasa Inggris. Atau kebalikannya Bahasa Inggris saya ajarkan di sekolah itu.

  • Coba simak kalimat berikut :Terus terang saja perampokan itu dilakukan oleh 50 orang tak dikenal dengan lebih dulu melempari batu, kemudian menyerbu dua buah rumah yang berdampingan itu.Empat belas hari lamanya kami terkatung-katung didalam lautan besar.

  • KERANCUAN DALAM KATASEBUAH SPANDUK BERTULISKAN DI SEKOLAH KAMI DIPELAJARKAN BERBAGAI KEPANDAIAN WANITA* Kata dipelajarkan merupakan kata rancu, sebab bentukan kata dengan kata dasar ajar hanya terdapat dalam bentuk:mengajar- mengajarkan mengajaridiajar - diajarkan -diajaribelajar - mempelajari - dipelajaripelajar - pelajaran - terpelajarterajar - terajarkan - terajariajaran - pengajaran

  • Bila diamati ternyata merupakan bentuk kontaminasi dari dua bentuk asal diajarkan dan dipelajari.Kalimat dalam spanduk itu dikembalikan menjadi :Di sekolah kami diajarkan berbagai kepandaian wanita.Di sekolah kami dapat dipelajari berbagai kepandaian wanita.

  • Coba perhatikan kata iniBentukan kata mengenyampingkanbentuk dasar: sampingberi imbuhan: di kan - disampingkanubah menjadi me menyampingkan(kt dsr s ---meny).Bila bentuk dasar yang kita ambil (ke samping) lalu diberi imbuhan di kan, hasilnya dikesampingkan.

  • Bila kata dikesampingkan kita ubah dengan bentuk imbuhan me kan, maka hasilnya ialah mengesampingkan bukan mengenyampingkan.Imbuhan me kan, mengandung makna membawa ke .mengenyampingkan kita kembalikan pada asalnya menyampingkan atau mengesampingkan.

  • PLEONASMEPLEONASME BERASAL DARI BAHASA LAIN (PLEONASMUS) YANG BERARTI KATA YANG BERLEBIH-LEBIHANMACAM-MACAM PLEONASME1. DUA KATA ATAU LEBIH YANG SAMA MAKNANYA DIPAKAI SEKALIGUS DALAM SUATU UNGKAPAN.

  • 2. DALAM SUATRU UNGKAPAN YANG TERDIRI ATAS DUA PATAH KATA, KATA KEDUA SEBENARNYA TIDAK DIPERLUKAN LAGI SEBAB MAKNANYA SUDAH TERKANDUNG DALAM KATA PERTAMA.3. BENTUK KATA YANG DIPAKAI MENGANDUNG MAKNA YANG SAMA DENGAN KATA LAIN YANG DIPAKAI BERSAMA-SAMA DALAM UNGKAPAN ITU.

  • GEJALA PLEONASME PERTAMAUNGKAPAN KATA PADA ZAMAN DAHULU KALA YANG SERING DIGUNAKAN DALAM PEMBUKA BUKU CERITA, MENGANDUNG PERNYATAAN YANG BERLEBIHAN.KATA ZAMAN (Arab) SAMA MAKNA NYA DENGAN KATA KALA (Sans) BERSINONIM DGN KATA MASA (Sns) DAN WAKTU (Arab).

  • KALAU DIALIH UNGKAPAN PADA ZAMAN DAHULU KALA DENGAN DUA KATA YANG SAMA, MAKA UNGKAPAN ITU AKAN BERUBAH MENJADI PADA MASA DAHULU MASA ATAU PADA WAKTU DAHULU WAKTU ATAUPUN PADA KALA DAHULU KALA, MAKA JELAS BAHWA UNGKAPAN TERSEBUT BERLEBIH-LEBIHAN.

  • UNGKAPAN DENGAN MENGGUNAKAN SALAH SATU UNGKAPAN IALAH :Pada zaman dahulu, dalam sebuah kerajaan memerintah, seorang ratu yang sangat arif lagi bijaksana.Dahulu kala, dalam sebuah kerajaan, memerintah seorang ratu yang sangat arif lagi bijaksana.

  • UNGKAPAN PADA ZAMAN DAHULU = PADA WAKTU DAHULU=PADA ZAMAN PURBA=DAHULU KALA.TIGA UNGKAPAN YANG DISEBUT MULA-M ULA SUSUNANANYA MENURUT HUKUM DM,YAITU KATA YANG DITERANGKAN TER LETAK DI DEPAN KATA YANG MENERANGKAN, SEDANGKAN UNGKAPAN DAHULU KALA MELAWA HUKUM DM.

  • SAMA DENGAN UNGKAPAN PADA ZAMAN DAHULU KALA, UNGKAPAN PADA ZAMAN PURBA KALAPUN ME MEMPERLIHATKAN GEJALA PLEONASME.CONTOH :Mulai sejak waktu itu, kelakuannya berubah.Mulai = sejak (bila disatukan merupakan pleonasme)

  • Kadang orang menggunakan un gkapan dari sejak waktu itusejak waktu itu = dari waktu itu

  • GEJALA PLEONASME KEDUAYAITU PENGGUNAAN KATA KEDUA YANG TIDAK DIPERLUKAN LAGI, KARENA MAKNA YANG DIKANDUNG OLEH KATA KEDUA SUDAH TERKANDUNG DALAM KATA PERTAMA.KATA-KATA : TURUN KEBAWAH, NAIK KEATAS, MUNDUR KEBELAKANG, MAJU KEDEPAN, MASUK KEDALAM, TAMPIL KEDEPAN DSB. KATA-KATA TERSEBUT DIANGGAP SEBAGAI GAYA BAHASA SAJA, SEBENARNYA KATA KEDUA TIDAK DIPERLUKASN LAGI

  • DALAM KARYA SASTRA GEJALA PLEONASME SERING DIGUNAKAN OLEH PENGARANG UNTUK MENCARI EFEK BAHASA UNTUK LEBIH MENONJOLKAN MAKNA YANG DIMAKSUD.CONTOH: Puncak gunung itu ditutupi dengan salju yang putih. Lapangan sepak bola ditutupi ditutupi ol