gangren pulpa 1.doc

download gangren pulpa 1.doc

of 23

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    187
  • download

    3

Embed Size (px)

description

pulpa

Transcript of gangren pulpa 1.doc

Rekam Medis Kasus Gigi

STATUS REKAM MEDIS PASIEN GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS RIAU / RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU

I. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny. NUmur

: 24 tahun

Pekerjaan: IRTAlamat : SaleroAgama

: Islam

No RM: 60.21.34

II. ANAMNESIS

1. Chief complaint: Gigi berlubang dan mudah berdarah pada gigi geraham kiri bawah.2. Present Illness

2 tahun yang lalu, pasien mengeluhkan gigi bawah kirinya berlubang, kecoklatan dan terasa nyeri saat makan lama kelaman gigi menghitam dan tidak terasa sakit lagi. Pasien mengaku kurang memperhatikan kebersihan giginya, sehingga keadaan seperti gigi berlubang ini dibiarkan saja. 1 tahun yang lalu gigi geraham kanan atas pasien berlobang terasa nyei saat makan dan kemudian kecoklatan dan lama-kelamaan menghitam.

5 hari yang lalu gigi bawah kiri pasien merasa terganggu saat makan karena makanan sering masuk di gigi berlobang. Dan saat pasien menggosok gigi atau gigi itu tertusuk sering mengeluarkan darah.3. Post Dental History

Pasien tidak pernah melakukan penambalan pada gigi tersebut.

4. Past Medical History

Tidak ada yang berhubungan.

III. PEMERIKSAAN OBJEKTIF

1. INTRA ORAL

Inspeksi: - Rubor (-), fungsiolaisa (-).

Radix 16 dan 38 mengalami karies, sebagian mahkotanya terlepas.

Palpasi

: nyeri 16 dan 38 (-), kalor (-)

Perkusi: nyeri 16 dan 38 (-)

Tes vitalitas: tes termal (-)Status Lokalis

Nomenklatur Gigi (WHO)

1562

18171615141312112122232425262728

4847464544434241313233343536 37

487 3

Keterangan :

: Gangren pulpa

: Gangren Pulpa dan pulpa polipOklusi : normal biteTorus palatinus : tidak adaTorus Mandibularis : tidak adaPalatum : dalam/sedang/rendah

Supenumery teeth : tidak ada/ada

Diasteros/spacing:tidakada

ODONTOGRAM11NormalNormal21

12NormalNormal22

13NormalNormal23

14NormalNormal24

15NormalNormal25

16Gangren pulpaNormal 26

17NormalNormal27

18NormalNormal28

Keterangan :

: Gangren Pulpa

: Gangren pulpa dan pulpa polip41NormalNormal31

42NormalNormal32

43NormalNormal33

44NormalNormal34

45NormalNormal35

46NormalNormal36

47NormalNormal37

48NormalGanggren pulpa dan pulpa polip 38

2. EKSTRA ORAL

TD: 110/80 mmHg

Nadi: 78 x/i

T : Afebris

Perbesaran KGB (-)

IV. DIAGNOSIS: Gangren pulpa dengan polip pulpaV. RENCANA PERAWATAN:Eliminasi inflamasi

VI. TINDAKAN :

30-10-13 ( Amoxicilin 3 x 1 tablet dan Paracetamol 3 x 1, selama 4-7 hari

Gambar 1. Gigi Molar 16 dan 38 pasien.

VII. TINJAUAN PUSTAKAPENYAKIT PULPA

Penyakit pulpa adalah suatu keadaan saat kekuatan pulpa rendah untuk menjadi kuat kembali yang disebabkan aktivitas plasminogen yang tinggi, yang dengan cepat merusak fibrin setelah injuri.1. Etiologi

Iritasi pada jaringan pulpa akan mengakibatkan inflamasi. Iritan terhadap jaringan pulpa dapat terbagi menjadi tiga yaitu iritan mikroba, iritan mekanik, dan iritan kimia.1a. Iritan mikroba 2Karies mengandung banyak bakteri seperti S. Mutans, Laktobasili, Actynomyces. Mikroorganisme dalam kares menghasilkan toksin yang berpenetrasi kedalam pulpa melalui tubulus dentin.

Lesi periapeks terjadi setelah pulpa terinflamasi dan nekrosis. Lesi pertama-tama meluas kearah horizontal, lalu kearah vertikal, baru kemudian berhenti.

Lambat atau cepat kerusakan jaringan akan meluas dan menyebar keseluruh jaringan pulpa. Bakteri dan produknya dan iritan lain dari jaringan yang telah nekrosis menjadi merembes dalam jaringan periapeks menjadi inflamasi periapeks.

Masuknya bakteri kedalam pulpa melalui 3 cara :31) Invasi langsung melalui dentin seperti misalnya karies, fraktur mahkota atau akar, terbukanya pulpa pada saat preparasi kavitas, atrisi, abrasi, erosi, atau retak pada mahkota.2) Invasi melalui pembuluh darah atau limfatik terbuka, yang ada hubungannya dengan penyakit periodontal, suatu kanal aksesori pada daerah furkasi, infeksi gusi, atau skalling gigi. Invasi melalui darah, misalnya selama penyakit infeksi atau bakterimia transien.3) Bakteri dapat menembus dentin pada waktu preparasi kavitas karena kontaminasi lapisan smear karena penetrasi bakteri pada tubuli dentin terbuka, disebabkan oleh proses karies dan masuknya bakteri karena tindakan operatif yang tidak bersih. Bakteri dan toksin menembus tubuli dentin dan waktu mencapai pulpa, menyebabkan reaksi inflamasi.

b. Iritan mekanisJaringan radikuler dapat teriritasi secara mekanik dan mengalami inflamasi oleh pengaruh trauma, hiperoklusi, prosedur dan kecelakaan perawatan endodonsia, ekstirpasi pulpa, instrumentasi yang terlalu berlebihan (overinstrumentation), perforasi akar, dan pengisisan yang terlalu panjang.

Iritasi mekanik oleh instrument biasa terjadi selama preparasi saluran akar.penentuan panjang gigi yang tidak tepat biasanya merupakan penyebab instrumentasi berlebihan dan inflamasi.

Tidak adanya apical stop setelah preparasi dan Pembersihan saluran akar dapat menyebabkan bahan obturasi keluar kedaerah periapeks dilanjutkan dengan kerusakan fisik dan kimia.c. Iritan kimiaAntibakteri yang dipakai selama pembersihan dan pembentukan saluran akar, obat-obatan intrakanal, senyawa dalam bahan obturasi menjadi iritan kimia yang potensial mengiritasi jaringan periradikuler.2. Klasifikasi Penyakit Pulpa 4a. Hiperemi Pulpa

Hiperemi pulpa adalah penumpukan darah secara berlebihan pada pulpa, yang di sebabkan oleh kongesti vaskularisasi.

Hiperemi pulpa ada 2 tipe:1) Arteri (aktif) jika terjadi peningkatan peredaran darah arteri2) Vena (pasif) jika terjadi pengurangan peredaran darah vena

b. Pulpitis

Pulpitis adalah suatu radang yang terjadi pada jaringan pulpa gigi dengan gambaran klinik yang akut. Pulpitis merupakan kelanjutan dari hiperemi pulpa yaitu bakteri yang menginvasi jaringan pulpa.

Berdasarkan sifat eksudat yang keluar dari pulpa,pulpitis terbagi atas:

1) Pulpitis akut,secara struktural jaringan pulpa sudah tidak di kenal lagi,tetapi selnya masih terlihat jelas.2) Pulpitis akut fibrinosa: banyak di temukan fibrinogen pada pulpa.3) Pulpitis akut hemoragia: bnyak eritrosit di pulpa4) Pulpitis akut purulenta: terlihat intitrasi sel-sel masih yang berangsur berubah menjadi peleburan jaringan pulpa.Berdasarkan ada atau tidaknya gejala:1) Pulpitis simptomatis. Pulpitis merupakan respon peradangan dari jaringan pulpa terhadap iritasi, dengan proses eksudatif memegang peranan.

Yang termasuk dalam pulpitis simptomatis adalah:

a) Pulpitis akutb) Pulpitis akut dengan periodontitis apikalisc) Pulpitis subakut2) Pulpitis asimptomatis

Merupakan proses peradangan yang terjadi sebagai mekanisme pertahanan dari jaringan pulpa terhadap iritasi dengan proses proliterasi.

Yang termasuk pulpitis asimtomatis:

a) Pulpitis kronis ulseratifb) Pulpitis kronis hiperplastikc) Pupitis kronis yang bukan di sebabkan karies

Berdasarkan gambaran histopatologi dan diagnosis klinis:

1. Pulpitis reversible yaitu fitalitas jaringan pulpa masih dapat di pertahankan.

Yang termasuk pulpitis reversible:

a) Peradangan pulpa stadium transisib) Atrofi pulpac) Pulpit akut

2. Pulpitis Ireversibel yaitu keadaan ketika vitalitas jaringan pulpa tidak dapat di pertahankan,tetapi gigi masih dapat di pertahankan dalam rongga mulut.

Yang termasuk pulpitis ireversibel:a) Pulpitis kronis parsialis tanpa nekrosisb) Pulpitis kronis parsialis dengan nekrosisc) Pulpitis kronis koronalis dengan nekrosisd) Pulpitis kronis radikularis dengan nekrosise) Pulpitis kronis eksaserbasi akutc. Degenerasi Pulpa

Penyebabnya ialah iritasi ringan yang persisten. Keadaan ini biasanya asimptomatis,gigi tidak mengalami perubahan warna dan pulpa tidak bereaksi terhadap tes termal dan elekrik.

Macam-macam degenerasi pulpa:

a) Degenerasi hialin.

Terjadinya penebalan jaringan ikat pulpa karena penempelan karbohidrat.

b) Degenerasi amiloid Terlihat gumpalan-gumpalan sel pada pulpa.c) Degenerasi kapurTerjadinya mineralisasi pada pulpa sehingga dapat terbentuk dentikel. Mineralisasi dapat terjadi pada jaringan saraf, jaringan ikat, terutama pada saluran akar.

d. Pulpitis Hiperplastik

Pulpitis hiperplastik merupakan suatu inflamasi pulpa produktif yang di sebabkan oleh suatu pembukaan karies luas pada pulpa muda. Ganguan ini di tandai oleh perkembangan jaringan granulasi,kadang-kadang tertutup oleh epitelium dan di sebab kan Karena iritasi tingkat rendah yang berlangsung lama.

e. Nekrosis pulpaNekrosis pulpa adalah kematian yang merupakan proses lanjutan dari radang pulpa akut/kronis/terhenti sirkulasi darah.

3. Histopatologi 5a. Pulpitis Reversibel

Secara mikroskopis, terlihat adanya dentin reparatif, gangguan lapisan odontoblas, pembesaran pembuluh darah, ekstravasasi cairan edema, dan adanya sel inflamasi kronis yang secara imunologis kompeten.b. Pulpitis ireversibel

Gangguan ini mempunyai tingkat inflamasi kronis dan akut dalam pulpa. Bila karies tidak diambil, perubahan inflamasi di dalam pulpa akan meningkat keparahannya jika kerusakan mendekati pulpa. Venula pasca-kapiler menjadi padat dan mempengaruhi sirkulasi di dalam pulpa, serta menyebabkan perubahan patologik seperti nekrosis.

c. Nekrosis pulpa

Dalam kavitas pulpa terlihat adanya jaringan pulpa nekrotik, debris seluler, dan mikroorganisme. Jaringan periapikal menunjukkan sedikit inflamasi yang dijumpai di ligamen periodontal.

4. Imunopatogenesis 6Seperti halnya jaringan ikat lain pada tu