GANGGUAN JIWA ORGANIK

download GANGGUAN JIWA ORGANIK

of 48

  • date post

    11-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    0

Embed Size (px)

description

psikiatri

Transcript of GANGGUAN JIWA ORGANIK

  • GANGGUAN JIWA ORGANIK Termasuk GANGGUAN JIWA SIMPTOMATIK (Blok F0)OlehWildanFakultas KedokteranUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta

  • Bahasa Indonesia:Sehat jasmaniSehat rohaniMestinyaSehat jasmaniSehat nafsaniSehat rohaniSehat Bugar (Fitness)

  • TARGET - HARAPANBugar Jasmani (Physical Fitness)Bugar Nafsani (Mental Fitness)Bugar Rohani (Moral Fitness)

  • UNDANG-UNDANG NO 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATANSEHATBADANSEHATJIWASEHATSOSIALSEHATSPIRITUALPRODUKTIFEKONOMI SOSIAL

  • Ciri Sehat Jiwa Merasa sehat & bahagia Mampu menghadapi tantangan hidup Dapat menerima orang lain sebagaimana adanya (dapat berempati atau tidak apriori berpandangan negatif terhadap orang/ kelompok berbeda) Mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan oranglain

  • Religi & SpiritualReligi : Percaya adanya kekuatan diluar kemampuan manusiaAnimisme (tokoh, mitos) & Dinamisme (roh leluhur, dewa-dewa)Agama - kepercayaan berdasarkan Wahyu Ilahi

  • Spiritual :Spiritual (spirit = semangat) sesuatu bersifat menggerakkan seseorang untuk bersikap & bertindak religiusSehat spiritual bersikap & berperilaku mencerminkan sifat-sifat yang sesuai dengan kepercayaan atau yang dianjurkan dalam Kitab Suci setiap agama

  • KeturunanbawaanLingkungan fisik(alam, buatan) EkonomiSosial budayaTingkah LakuStatusKesehatanPelayananKesehatanPencegahanPemeliharaanRehabilitasi

  • Tidak merokokMelaksanakan olahraga/latihan teratur 2x seminggu @ 30 menitMempertahankan berat badan normalMakan pada waktu makan yang telah ditentukan (3x sehari)Sarapan pagiTidur 7-8 jam sehari semalamMinum alkohol secara wajarDepkes Alameda County California USA, 1993

  • Subyek berumur 45 tahun menjawab yang 6-7 butir kebiasaan hidup mencapai umur rerata hidup sampai 78 tahunSubyek berumur 45 tahun yang menjawab 0-3 butir kebiasaan hidup hanya mencapai umur rerata 67 tahunJadi terdapat perbedaan 11 tahun umur rerata hidupDepkes Alameda County California USA, 1993

  • PROPORSI MASALAH KESEHATAN JIWADirektorat kesehatan jiwa thd 1400 orang di 14 kotamadya di Indonesia 1996-2000

  • Kemungkinan Gangguan Jiwa Organikselalu harus jadi pertimbangan utama & pertamaapabila pasien datang dengan gejala jiwaLuput PerhatianTerapi SimptomatisEtiologi Organik TerluputParahFatalCatatan: Delirium Penurunan Kesadaran

  • Syarat untuk memastikan Diagnosis Gangguan jiwaKumpulkan gejala-gejala menjadi suatu kumpulan gejala (sindroma) yang bermaknaPikirkan secara urutan hierarkis mulai F0 F5 dalam upaya membedakan diagnosis bandingTelusuri jangka waktu/ berapa gejala itu sudah ada serta lama perjalanan penyakit termasuk ada tidaknya serta sifat dari awitan gejala

  • URUTAN HIERARKISGangguan jiwa secara hierkarkis terletak di atas mempunyai mempunyai lebih banyak unsur (gejala) dari gangguan jiwa dalam blok di bawahnyaContoh:Blok F0 : gejala psikotik, gejala mood atau gejala cemas etiologi organik/ medisBlok F1 : gejala dapat mirip etiologi zat psikoaktif

  • Blok F2: gejala dasar hanya gejala psikotik (kadang ada gejala mood gangguan tambahan) tanpa etiologi organik/ medis Blok F3: gangguan dasarnya gangguan suasana perasaan/ mood (gejala psikotik gangguan tambahan) tanpa etiologi organik/ medis

  • Makin ke atas hierarki, biasanya makin berat tingkat keparahan atau kedaruratannya khususnya F0, F1, F2 dan F3 Blok F4: Kelompok gangguan jiwa ini tidak disebabkan oleh F0, F1, F2 dan F3 Blok F5: Gejala gangguan jiwa di sini tidak merupakan gejala gangguan jiwa dalam Blok F1, F2, F3 dan F4 Urutan hierkis hanya berlaku urutan F0 F5

  • Ciri Khas Blok F0Gangguan Jiwa Organik termasuk SimptomatikPenyakit atau gangguan fisik/ kondisi medik secara primer fisiologis otak disfungsi otakPenyakit atau kondisi fisik di luar otak secara sekunder/ sistemik fisiologis otak disfungsi otak Perlu bukti: Riwayat penyakit, pemeriksaan fisik & laboratorik

  • Blok F0 Secara Lebih Rinci (F00 F09)Gangguan Jiwa Organik termasuk SimptomatikGejala yang timbul beraneka ragam, dapat berupa:Gangguan sensorium (kesadaran) seperti gangguan kesadaran dan perhatian, misal F5: Delirium bukan akibat Alkohol & Zat Psikoaktif LainnyaGangguan fungsi kognitif seperti daya ingat, daya pikir & daya belajar, misal: Demensia ( F00 - F03) Sindrom Amnestik Organik bukan akibat Alkohol & Zat Psikoaktif Lainnya (F04)

  • Gangguan persepsi (misal: F06 Halusinosis Organik), gangguan isi pikiran (misal: F06.2 Gangguan Waham Organik) atau gangguan suasana perasaan dan emosi (misal: F06.3 Gangguan Suasana Organik, F06.4 Gangguan Anxietas Organik)

    Perubahan kepribadian atau perilaku, misal F07.0 Gangguan Kepribadian Organik, F07.2 Sindrom Pasca-kontusio

  • Catatan: Dalam blok F00 F09, Delirium (F05) merupakan gangguan jiwa yang secara hierarkis berada dalam urutan paling atas, karena punya kelebihan satu gejala, yaitu kesadaran yang berkabut atau kesadaran yang menurun (tidak dapat memusatkan, mempertahankan & mengalihkan perhatian terhadap stimulus eksternal)

  • DeliriumPenting & sering dijumpai dalam klinikKesalahan diagnosis fatalDSM IV TR diubah jadi Gangguan Kognitif (organik & nonorganik sulit dipisahkan) Delirium, Demensia & Gangguan AmnesiaTerdapat gangguan kesadaran & kognisi (Delirium bukan penyakit, tapi gejala)Etiologi berhubungan dengan kondisi medik umum, induksi zat & berbagai penyebab

  • Epidemiologi DeliriumDiduga 10 15% pasien rawat bedah umum15 25% pasien rawat medik umum30% pasien bedah ICU & 40 50% IICU 90% pasien postcardiotomy

  • Etiologi DeliriumPenyakit SSP (misal: Epilepsi)Penyakit sistemik (gagal jantung)Intoksikasi atau withdrawl obat-obatan atau zat toksikToksisitas obat antikolenergik (amitriptilin, doxepin, imipramine, thioridazine & chlorpromazine)Acetylcholin Formatio Reticularis (yang lain: serotonin & glutamat)

  • Gambaran Klinis Delirium 1. Prodromal Mengeluh kelelahan, cemas, menjadi iritabel, mengalami gangguan tidur 2. Gangguan kesadaran Penurunan kejernihan tingkat kesadaran terhadap lingkungan (kesadaran berkabut) 3. Persepsi Halusinasi visual dan auditorik sering ditemukan

  • 4. Kewaspadaan Terdiri Hiperaktivitas (kaitan dengan sindrom putus zat, misalnya flushing, berkeringat, takikardia, nausea, hipertermia dsb.) dan hipoaktivitas (seluruh aktivitas menurun sehingga sering dikatakan sebagai depresi) 5. Gangguan pemusatan perhatian Ditandai adanya kesulitan mempertahankan, memusatkan & mengalihkan perhatian 6. Orientasi Yang sering gangguan orientasi waktu (delirium ringan), bila delirium berat mencakup orientasi waktu & orang

  • 7. Bahasa dan kognitif Sering terjadi abnormalitas berbahasa & terjadi inkoherensi. Daya ingat dan fungsi kognitif umum mungkin terganggu 8. Mood Gejala yang sering nampak marah, mengamuk, ketakutan yang tidak beralasan. Perubahan mood dapat berfluktuasi sepanjang hari 9. Gangguan tidur-bangun Malam hari agitasi & sundowning masalah perilaku saat waktu tidur

  • 10. Gejala neurologi Meliputi disfasia, tremor, asteriksis, inkoordinasi dan inkontinensia urin

  • Terapi DeliriumObati penyebabnyaBila akibat toksisitas antikolinergik pisostigmin salisilat 1 2mg IV/IM dapat diulang 15 30 menit bila di perlukan

  • Farmakoterapi DeliriumObati 2 gejala utama psikosis & insomniaGejala psikosis Haloperidol (umur, BB & kondisi pasien) 2 10mg IM, dapat diulang 1 jam bila masih agitasiBila tenang Haloperidol peroral 2 dosis (1/3 pagi & 2/3 sebelum tidur) dosis peroral 1,5 kali dosis injeksiDosis efektif Haloperidol pada Delirium 5 50mg

  • Hindari golongan Fenotiazine aktivitas antikolinergik yang bermaknaInsomnia Benzodiazepin dengan waktu paruh pendek Lorazepam 1 2mg sebelum tidurECT sebaiknya tidak digunakanBila delirium ada hubungan dengan nyeri yang sangat atau sesak nafas golongan opioda dapat mengatasi nyeri & membuat tidur

  • Prognosis Delirium Bila awitan delirium akut gejala prodomal gelisah & perasaan takut bila penyebab diketemukan & dapat dihilangkan gejala akan menghilang 3 7 hari hilang seluruhnya waktu 2 minggu

  • Gangguan Jiwa Organik pada EpilepsiTerjadinya perubahan perilaku sistem limbik terutama Epilepsi Lobus Temporalis (bagian medial lobus limbik)Prevalensi epilepsi 0,5% (satu dari 20 dalam populasi umum)Pasien epilepsi 20 30% anxietas & depresi (lobus temporal medio basal)Epilepsi episode psikotik 4 l0% dimana 10 - 20% Epilepsi Lobus Temporalis

  • Faktor Risiko Terjadinya Psikosispada EpilepsiAwitan masih muda (pubertas)Kejang berlanjut menahun biasanya 14 tahun akan muncul psikosisPerempuan lebih seringKejang parsial kompleks, automatismFrekuensi kejangLokasi fokus epilepsi (mesial temporal)Abnormalitas neurologikGangliogliomas, hamartomasEEG, fokus di basal media

  • Beda Psikosis Lir-Skizofrenia pada Epilepsidengan SkizofreniaTidak ada riwayat psikosis dalam keluargaKepribadian premorbid normalGambaran klinis mirip Skizofrenia, tapi kepribadian lebih konservatif, kontak psikis lebih baik, gambaran paranoid lebih dominan

  • Prognosis dan TerapiPrognosis baik bila kejang dapat dikontrol dengan antikonvulsan