Gangguan Buatan dan Gangguan Afektif Bipolar

download Gangguan Buatan dan Gangguan Afektif Bipolar

of 31

  • date post

    08-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Referat Psikiatri

Transcript of Gangguan Buatan dan Gangguan Afektif Bipolar

Referat Gangguan buatan (Factitious disorder) (F68.1) & Laporan kasus Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik(f31.2)

Disusun Oleh :Monareza Restantia Shirly D.C11111178Pembimbing:dr. Uyuni AzisSupervisordr. Rabiah Tanthawie, Sp. KJ

ReferatGangguan buatan(Factitious disorder) (F68.1)&Laporan kasus Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik(f31.2)PENGENALANMenurut PPDGJ III dan DSM-IV-TR :Gangguan Buatan Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya (F68) Pertama kali diperkenalkan sebagai Syndrome Munchausen - oleh Richard Asher, seorang klinisi Jerman yang menemukan kasus perjalanan kronik penyakit dari Baron Von Munchausen Motivasi dianggap faktor internal, Pasien secara sengaja membuat tanda dan gejala medis (fisik atau psikiatri) palsu dengan berbagai cara Diinterpretasikan sebagai: Disorder of illness behavior and the sick roleDEFINISIKeadaan Pasien secara sengaja membuat tanda gangguan medis fisik atau psikologis dengan menunjukkan riwayat serta gejala palsu yang dimotivasi oleh faktor internal Tujuan sadar dan disengaja, murni untuk mengambil peran sebagai pasien (mendapatkan perawatan rumah sakit)Riwayat pasien tidak diceritakan secara jujur, sengaja melebih-lebihkan gejala dari suatu penyakit dengan berbagai cara dan cenderung sangat kooperatif dengan rencana terapi

EPIDEMIOLOGIPrevalensi tidak diketahui pastiBerdasarkan literature:Populasi rumah sakit dan pekerja perawatan kesehatan > populasi umumPerempuan > laki-lakiMenurut DSM IV-TR, diagnosis kira-kira 1% pasien ditemui di konsultasi psikiatri di rumah sakit umumGangguan Buatan oleh Wali kurang dari 1000 dari hampir 3 juta kasus penganiayaan anak tiap tahun

ETIOLOGIFaktor Psikososial (tidak diketahui secara pasti) Memiliki riwayat penyiksaan atau penelantaran pada masa anak-anak Sering mendapat perawatan rumah sakit Pelarian dai situasi rumah yang traumatik Kondisi terbaik. Kepribadian Masokhistik Prosedur operasi pembedahan dan pemeriksaan invasif Memiliki kerabat yang menderita penyakit yang serupa sehingga dapat ditiruFaktor BiologisDisfungsi otak Pemrosesan informasi terganggu Fantastika pseudologia & perilaku menyimpang Tidak ada pola genetik EEG & kelainan spesifik

GAMBARAN KLINISGangguan kepribadian: histrionik, masokhistik, antisosialPresentasi dramatikInkonsistensi antara riwayat dan temuan objektifData dan informasi kabur dan tidak konsistenRekam medis yang berkepanjangan dengan masuk RS berulang dalam kota berbedaPseudologia fantasicaPenggunaan terminologis medisEnggan bila dokter bertemu keluarga, teman atau dokter yang menangani sebelumnyaDiagnosis (PPDGJ III)Dengan tidak adanya gangguan fisik atau mental, penyakit atau cacat yang pasti, individu berpura-pura mempunyai gejala sakit secara berulang-ulang dan konsisten.Untuk gejala fisik mungkin dapat meluas sampai membuat sendiri irisan atau luka untuk menciptakan perdarahan atau menyuntik diri dengan bahan beracun.Peniruan nyeri dan penekanan adanya perdarahan dapat begitu meyakinkan dan menetap sehingga menyebabkan diulanginya pemeriksaan dan operasi di beberapa klinik dan rumah sakit, meskipun hasilnya berulang-ulang negative.

Diagnosis (PPDGJ III)Motivasi untuk perilaku ini hampir selalu kabur dan dianggap faktor internal dan kondisi terbaik diinterpretasikan sebagai suatu gangguan perilaku sakit dan peran sakit (disorder of illness behavior and the sick role). Individu dengan pola perilaku demikian biasanya menunjukkan sejumlah tanda dari kelainan yang berat lainnya dari kepribadian dan hubungan dengan lingkungan

LanjutanPerlu dibedakan dengan Malingering, didefinisikan sebagai kesengajaan atau berpura-pura membuat gejala atau disabilitas, baik fisik maupun psikologis, yang dimotivasikan oleh stress eksternal atau insentif (kode Z76.5 dari ICD-10). Motif yang berkaitan dengan stress eksternal tersebut dapat berupa penghindaran diri dari tuntutan hukuman kriminal, untuk memperoleh obat terlarang. Menghindari wajib militer atau tugas militer yang berbahaya, dan upaya untuk memperoleh keuntungan karena sakit atau mendapatkan perbaikan taraf hidup.

Kriteria diagnosis Gangguan buatan berdasarkan DSM-IV-TR Pembentukan atau pembuatan tanda dan gejala fisik atau psikologis yang disengajaMotivasi perilaku ini adalah untuk mengambil peran sakitTidak ada dorongan eksternal untuk perilaku ini (seperti keuntungan ekonomik, menghindari tanggung jawab hukum, atau meningkatkan kesejahteraan fisik, seperti pada Malingering)

Subtipe Gangguan buatan berdasarkan DSM-IV-TR Dengan tanda dan gejala psikologis yang dominanDengan tanda dan gejala fisik yang dominanDengan kombinasi tanda dan gejala yang psikologis serta fisik: Jika kedua tanda gejala psikologis serta ada tetapi tidak mendominasi tampilan klinis. Gangguan Buatan yang tidak Tergolongkan : Gangguan Buatan oleh Wali

Differential DiagnosisDiagnosaProduksi GejalaMotivasiFactitious DisorderSadarTidak sadar (Faktor Internal)Gangguan SomatoformTidak sadarTidak sadarMalingeringSadarSadar (Faktor Eksternal)*DD/ lainnyaGangguan KepribadianSkizofreniaPenyalahgunaan ZatSindrom GansertERAPIPsikoterapi : Perubahan pola pikir dan perilaku individu dengan gangguan Mengurangi penyalahgunaanTerapi VentilasiTerapi KonselingEdukasiKognitif & PerilakuKonfrontasiSosioterapiFarmakoterapi: Membantu mengatasi masalah dasar depressi anxietasAnti Depressan Gol. SSRISertraline 50 mg/hari dosis efektif (100-150 mg/hari) dosis pemeliharaan 100 mg/hariParoxetine, Fluvoxamine, Fluoxetine, dan Citalopram

PROGNOSISDubia et BonamTrauma berat & reaksi tidak sesuaiMeninggal karena penggunaan obat & operasi yang tidak dibutuhkan

Dubia et malamKepribadian depresif masokhistikBerfungsi di tingkat ambang, tidak selalu psikotikGangguan kepribadian antisosial dengan gejala minimal

kesimpulanSuatu gangguan jiwa dimana pasien secara sengaja membuat tanda gangguan medis fisik atau psikiatri dengan menunjukkan riwayat serta gejala palsu yang dimotivasi oleh faktor internal. Etiologinya bisa karena faktor sosial, tetapi belum diketahui secara pasti sedangkan sebab faktor biologis yaitu disfungsi otak.Terdiri atas empat jenis: Gangguan Buatan dengan Tanda dan Gejala Psikologis yang dominan, Gangguan Buatan dengan Tanda dan Gejala Fisik yang Dominan, Gangguan Buatan dengan Kombinasi Tanda dan Gejala Psikologis serta Fisik dan Gangguan Buatan yang tidak tergolongkan. Lanjutan..Diagnosis banding gangguan ini dapat berupa Malingering, Gangguan Somatoform, Gangguan Kepribadian, Skizofrenia, Penyalahgunaan Zat, Sindrom Ganser. (1,2,3,7)Tidak ada terapi psikiatrik yang spesifik namun terapi ventilasi, konseling dan sosioterapi menjadi metode yang baikSuatu saat pasien harus dihadapkan dengan kenyataan : konfrontasiFarmakoterapi yang dapat diberikan adalah dari golongan Anti Depressan yaitu SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) dalam jangka waktu yang lama

LAPORAN KASUSGANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR EPISODE KINI MANIK DENGAN GEJALA PSIKOTIK (F31.2)

Nama : Nn. SAUmur : 24 tahunJenis Kelamin: PerempuanAgama: IslamStatus perkawinan: Belum MenikahPendidikan : D3Alamat : Olang I Kec. Ponrang Selatan Kab. LuwuTanggal pemeriksaan : 11 Oktober 2014Nama, Alamat dan No. Telp keluarga terdekat : Nn. R, Jl. Berlian Permai Antang, Blok AB

IDENTITAS PASIENRiwayat penyakitKeluhan UtamaGelisahRiwayat Gangguan SekarangGelisah 1 bulan yang laluPasien mudah marah dan tersinggung terutama apabila merasa kurang diperhatikan oleh keluarga dan tidak dituruti keinginannyaPasien banyak bicara dan sering meminta untuk dinikahkan secepatnyaPasien mengaku sering mendengar suara laki-laki yang berwujud seperti malaikatPasien merasa disukai oleh banyak laki-laki di sekitarnya

Bila malam hari pasien sulit tidur, nafsu makan berkurang. Keluhan memberat 5 hari lalu, pasien mengamuk di rumah dan melempar vas bunga dan lari dari rumah Pasien mengaku disukai oleh wujud laki-laki tersebut dan merasa pernah dicium pipinya. Pasien juga merasa diajak berhubungan seksualPasien merasa kulitnya berubah jadi putih sekali sekarang ini. Pasien merasa kehilangan kedua tangannyaPasien mendengar suara dari hati untuk melakukan hubungan seksual dengan wujud laki-laki yang ia lihat.Perubahan perilaku dialami sejak tahun 2007 pasien sangat stress karena menghadapi UAN Tingkat SMP dan takut tidak dapat lulus

Pasien pertama kali berobat pada tahun 2007 dan dirawat selama 2 bulan. Pasien kembali masuk RSKD pada tahun 2009 karena putus obat. Selama pengobatan pasien masih sempat menyelesaikan Pendidikan SMA hingga Program D3. Satu kali di tahun 2010, 2011, dan 2012 pasien kembali dirawat di RSKD. Obat yang diminum yaitu: 2 macam obat warna putih, 1 obat warna kecoklatan dan 1 obat warna orange.

Hendaya/disfungsi : Hendaya dalam bidang sosial (+) Hendaya pekerjaan (+) Hendaya dalam penggunaan waktu senggang (+)

Faktor stressor psikososial :Pasien pernah sangat stress dalam menghadapi ujian nasional ketika dia berada di kelas 3 SMP.

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL 11 Oktober 2014

Penampilan : wanita, wajah sesuai umur, postur tubuh sedang, kulit sawo matang menggunakan baju kaos garis-garis berwarna hijau dan celana panjang kembang kembang, perawatan diri kurang Kontak : mata ada, verbal ada Kesadaran : berubah Psikomotor : Hiperaktif Verbalisasi : spontan, intonasi baik, kesan membanjir Sikap : Kooperatif Afek : Hipertimia

Lanjutan.Ggn persepsi : halusinasi auditorik Mendengar suara laki-laki yang menyuruhnya bersikap tenang, halusinasi visual Melihat wujud laki-laki seperti malaikat, depersonalisasi merasa tangannya hilang kadang sakit didaerah jari dan pasien merasa jauh lebih putih dari dulunya Arus pikir : Produktivitas: berlebihan, kontinuitas sirkumstansial, flight of ideas. Isi pikir : Preokupasi : Pasien ingin menik