gambaran Umum Proyek Bandara Soetta (Terminal 3)

download gambaran Umum Proyek Bandara Soetta (Terminal 3)

of 27

  • date post

    09-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    185
  • download

    46

Embed Size (px)

description

Teknik Sipil

Transcript of gambaran Umum Proyek Bandara Soetta (Terminal 3)

30

II. GAMBARAN UMUM PROYEK

A. Lokasi ProyekLokasi Proyek Perluasan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Gambar 1. Denah Lokasi ProyekB. Data Umum Proyek

Data umum Proyek Perluasan Gedung Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta adalah sebagai berikut.1. Nama Proyek

: Proyek Perluasan Gedung Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta2. Lokasi:Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten3. Pemilik Proyek:PT. Angkasa Pura II (Persero)4. Konsultan Perencana: Lapid ITB5. Konsultan Pengawas:Manajemen Konstruksi KSO :a. PT. MANGGILINGAN JAYAb. ARKONIN6. Kontraktor Pelaksana:

Main Kontraktor:PT. Kawahapejaya KSO :a) PT. Wijaya Karya, Tbk

b) PT. Waskita

c) Hyundai

d) Pembangunan Perumahan

e) Teknik Jaya

7. Waktu Rencana: 850 hari kalender8. Nilai Kontrak:Rp. 4.702.500.000.000,-9. Sumber Dana:PT. Angkasa Pura II10. Luas Lahan:369800 m211. Jenis Kontrak: Design and Build ContractC. Data Struktur Proyek

Data struktur Proyek Perluasan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta adalah sebagai berikut.1. Luas LahanLuas lahan Proyek Perluasan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini adalah sebesar 369.800 m2.2. Retaining WallPada proyek ini, area basement menggunakan retaining wall berupa counterfort. Apabila dinding penahan tanah tidak dihitung untuk menahan air maka wajib dipasang subdrain, agar tidak terjadi gaya horizontal yang diakibatkan oleh tekanan airD. Fasilitas Proyek

Fasilitas proyek dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan pembangunan di lapangan. Adapun fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Proyek Perluasan Gedung Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta adalah sebagai berikut.1. Kantor Direksi (Directie Keet)

Kantor direksi proyek merupakan bangunan kantor yang dibangun di lokasi proyek sebagai tempat bekerja bagi para staff kontraktor maupun pengawas, dan berfungsi sebagai tempat melakukan rencana kerja dan evaluasi hasil kerja di lapangan. Kantor direksi juga berfungsi sebagai tempat rapat koordinasi antara kontraktor dan MK untuk membahas mengenai kemajuan pekerjaan. Kantor direksi pada proyek ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Kantor Direksi

2. Kantor Sub Kontraktor

Dikarenakan proyek ini adalah proyek besar dan melibatkan beberapa sub kontraktor yang harus selalu berkoordinasi dengan main kontraktor serta harus selalu mengawasi progress pekerjaan yang menjadi bagiannya, maka disediakanlah kantor sub kontraktor.

3. Laboratorium Beton

Pada proyek ini kontraktor memiliki laboratorium beton sendiri, yang fungsinya adalah menguji kekuatan beton untuk pekerjaan struktur maupun pekerjaan perkerasan jalan beton. Laboratorium ini dilengkapi dengan alat compressor test machine dan lain-lain yang dapat menunjang kegiatan pengujian. Alasan diadakannya laboratorium ini adalah dengan pertimbangan biaya uji kekuatan beton di tempat lain bisa sangat memakan waktu dan biaya dibandingkan dengan memiliki laboratorium sendiri.4. Mesjid/Tempat IbadahIbadah adalah kebutuhan semua insan yang beragama. Maka dari itu, pada Proyek Perluasan Gedung Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta disediakan mesjid untuk beribadahnya para pekerja yang beragama Islam.

Gambar 3. Mesjid di Lokasi Proyek5. Kantin dan Dapur

Pada proyek ini juga terdapat kantin dan dapur yang menyediakan makanan untuk para pekerja pada pagi, siang, dan malam hari.

Gambar 4. Kantin di Lokasi Proyek6. Gudang Material dan PeralatanPada proyek ini disediakan gudang sebagai tempat untuk menyimpan berbagai jenis material dan peralatan yang digunakan saat proyek berlangsung. Sebagai tempat yang berfungsi menyimpan bahan material dan peralatan, gudang harus memiliki kondisi yang tidak lembab agar material atau peralatan yang tersimpan tidak mengalami kerusakan yang dapat mempengaruhi kualitas bahan yang disimpan.7. Los KerjaLos kerja yaitu area yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan seperti perakitan tulangan, pembengkokan tulangan, pemotongan tulangan sesuai dengan gambar kerja. Bangunan untuk fasilitas ini dibuat lepas tanpa dinding (los) dan tidak diberi penutup atap.8. Pos Satpam

Pos satpam menggunakan ruang yang dibangun berada di depan pintu masuk pagar proyek.

Gambar 5. Pos Satpam

9. Pagar Proyek

Pembuatan pagar proyek dalam suatu pelaksanaan proyek konstruksi merupakan suatu keharusan. Hal tersebut, untuk menjamin keamanan kerja dalam lingkungan proyek. Karena fungsinya sebagai pengaman, maka pagar harus dibuat kokoh agar tidak mudah roboh.10. Listrik dan AirListrik dan air merupakan sarana penting dalam membantu proses pelaksanaan suatu proyek. Listrik yang digunakan berasal dari PLN yang berfungsi sebagai penerangan dan pengoperasian komputer pada kantor direksi serta berfungsi dalam pengoperasian beberapa alat kerja seperti bar cutter dan lain-lain.11. Kamar Mandi/WC

Kamar mandi/ WC merupakan fasilitas yang penting disediakan bagi pekerja pada proyek ini. WC ini ditempatkan di depan lokasi proyek tepatnya di sebelah kantor satpam.E. Manajemen Proyek

Proyek merupakan rangkaian kegiatan yang kompleks dan saling terkait antara satu dengan yang lain dan umumnya berlangsung hanya satu kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian proyek mempunyai awal dan akhir kegiatan yang jelas.Proyek dapat digambarkan sebagai suatu usaha dalam jangka waktu yang telah ditentukan dengan tujuan dan manajemen yang jelas untuk mencapai hasil yang telah dirumuskan pada awal dimulai pembangunan proyek tersebut. Di dalam kegiatan konstruksi terdapat suatu rangkaian yang berurutan dan berkaitan, yaitu sebagai berikut.

1. Studi Pengenalan (Recognition Study)

Studi pengenalan merupakan tahapan awal suatu proyek. Kegiatan ini dilakukan dengan pengumpulan serta penyusunan data-data pendahuluan dari proyek yang direncanakan, sesuai dengan tujuan dan kegunaan proyek. Pada pelaksanaan Proyek Perluasan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, studi pengenalan dilakukan oleh pemilik proyek PT. Angkasa Pura II.2. Studi Kelayakan (Feasibility Study)

Studi kelayakan merupakan tahap pelaksanaan kelayakan proyek yang ditinjau dari aspek perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi, maupun aspek lingkungannya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah sebagai berikut.a. Menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.b. Menganalisis manfaat yang akan diperoleh jika proyek tersebut dilaksanakan, baik manfaat langsung (manfaat ekonomis) maupun manfaat tidak langsung (fungsi sosial).c. Menyusun analisis kelayakan proyek, baik secara ekonomis maupun finansial.d. Menganalisis dampak lingkungan yang mungkin terjadi apabila proyek tersebut dilaksanakan.

3. Penjelasan (Briefing)Tahap ini merupakan tahap penyusunan kerangka acuan kerja yang berisi penjelasan dan keinginan pemilik, fungsi bangunan, pendanaan, dan ketentuan-ketentuan lain yang akan dijadikan pedoman dalam perancangan. Tujuan tahap penjelasan (briefing) ini adalah mendapatkan penjelasan dari pemilik proyek mengenai fungsi proyek dan biaya yang diizinkan sehingga konsultan perencana dapat menafsirkan keinginan pemilik proyek dan membuat tafsiran biaya yang diperlukan.4. Perencanaan (Planning)Tahapan ini dilakukan dengan menentukan perencanaan desain bangunan proyek, program kerja, tata letak, serta metode konstruksi agar mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek dan pihak berwenang yang terlibat selain itu juga untuk mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan, termasuk gambar rencana dan spesifikasi proyek.Dalam proyek ini perencanaan meliputi beberapa hal yaitu sebagai berikut.a. Melakukan perencanaan berdasarkan data-data pengamatan, pengukuran, dan pengujian di lapangan.b. Penggambaran struktur bangunan proyek.c. Menentukan karakteristik dan standar mutu bahan yang akan digunakan.d. Merancang teknis dan manajemen pelaksanaan proyek sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan syarat yang telah ditentukan.e. Menetapkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).f. Bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga pelaksanaan proyek tersebut dapat mencapai tujuan yang telah menjadi cita-cita bersama.5. Pengadaan Sarana (Procurement)

Pengadaan sarana bertujuan untuk mempersiapkan tahapan pelaksanaan proyek dalam hal pengadaan fasilitas dan bahan-bahan sebagai penunjang tercapainya konstruksi yang akan dilaksanakan. Tahapan ini memerlukan perhitungan dan persiapan yang matang, sebab spesifikasi dan mutu bahan yang dipilih berperan penting kepada keberhasilan pembangunan konstruksi tersebut.6. Pelaksanaan KonstruksiTujuan dari pelaksanaan konstruksi adalah mewujudkan bangunan yang dibutuhkan pemilik proyek yang sudah dirancang oleh konsultan perencana, dengan biaya dan waktu yang telah disepakati, dengan mutu material dan peralatan pelaksanaan pekerjaan yang telah disyaratkan. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah merencanakan, mengendalikan, dan mengkoordinasikan, baik dari jadwal waktu pelaksanaan, organisasi lapangan, sumber daya manusia, peralatan, dan material.Pada proses pelaksanaan konstruksi ini, jadwal waktu pelaksanaan merupakan salah satu hal yang vital. Maka, setiap pelaksanaan kontruksi wajib ada rekaman progresnya. Salah satu output dari rekaman progres suatu pelaksanaan konstruksi dapat berupa kurva-S.

Kurva S adalah suatu kurve yang disusun untuk menunjukkan hubungan antaranilai komulatif biaya atau jam-orang (man hours) yang telah digunakan ataupersentase (%) penyelesaian pekerjaan terhadap waktu. Dengan demikian padakurvaS dapat digambarkan kemajuan volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang berlangsungnya proyek atau pekerjaan dalam bagian dari p