Gambaran Kondisi Wilayah Sungai Citarum

download Gambaran Kondisi Wilayah Sungai Citarum

of 25

  • date post

    15-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    9

Embed Size (px)

description

citarum kondisi fisik

Transcript of Gambaran Kondisi Wilayah Sungai Citarum

  • Lampiran 1 :

    STATUS WS CITARUM 01 dalam kaitannya dengan visi Citarum Roadmap dan visi UU 7 2004

    tulisan ini kebanyakan memuat kutipan dari literatur seperti tertulis dalam daftar refrensi sumber kutipan (lihat halaman akhir tulisan ini)

  • lampiran 1 - i

    Daftar Isi.

    1 Permasalahan Citarum (secara keseluruhan) ...................................................................................... 1

    2 kondisi kebersihan sungai . ................................................................................................................. 1

    3 Kondisi Sungai Cikapundung. .............................................................................................................. 2

    4 Isu terkait kesehatan sungai dan kesehatan sungai ............................................................................ 5

    5 Isu pencemaran air sungai Citarum. .................................................................................................... 6

    5.1 isu pencemaran oleh limbah kotoran sapi : ................................................................................ 6

    5.2 isu pencemaran oleh limbah industri : ........................................................................................ 6

    5.3 isu pencemaran oleh limbah pertanian/perikanan : ................................................................... 7

    5.4 isu pencemaran oleh limbah domestik : ..................................................................................... 7

    5.5 pemantauan dan analisis kualitas air : ........................................................................................ 7

    6 Kondisi Penutup Lahan dan Penggunaan Lahan. ................................................................................. 8

    7 Longsor dan Lahan Kritis. .................................................................................................................... 9

    8 Erosi [1]. ............................................................................................................................................ 11

    9 Neraca / Alokasi Air ........................................................................................................................... 11

    10 Banjir ............................................................................................................................................. 14

    11 Kelongsoran .................................................................................................................................. 16

    12 Kekeringan .................................................................................................................................... 16

    13 sedimentasi ................................................................................................................................... 18

    14 Kemanfaatan Sungai Citarum. ....................................................................................................... 19

    15 Tekanan terhadap kelestarian kemanfaatan. ................................................................................ 19

    15.1 Tekanan terhadap kelestarian kemanfaatan PLTA di 3 waduk. ................................................. 20

    15.2 Tekanan terhadap kelestarian produktifitas sawah beririgasi. .................................................. 20

    15.3 Tekanan terhadap kelestarian produktifitas usaha budi daya ikan air tawar di 3 waduk (Saguling, Cirata dan Jatiluhur). ............................................................................................................ 21

    16 Kondisi pengukuran dan data hidrologi di WS Citarum. ................................................................ 22

    Referenci / Sumber Kutipan : .................................................................................................................... 22

  • file : e:\pkm status ws citarum\final\status ws citarum 01.docx

    lampiran 1 - 1

    1 Permasalahan Citarum (secara keseluruhan)

    Sumberdaya yang berada dalam tekanan : Sumber Daya Air Alami Citarum (yang masih bersih dan segar) dihadapkan pada tekanan yang terus meningkat. Pertambahan penduduk, peningkatan kegiatan ekonomi dan perbaikan standar hidup bermuara pada meningkatnya kompetisi untuk dan konflik atas sumber daya air alami. Kombinasi dari ketidak adilan sosial, marginalisasi ekonomi dan belum memadainya program-program pengentasan kemiskinan juga memaksa masyarakat yang hidup dalam kemiskinan untuk mengexploitasi sumberdaya lahan dan hutan melampaui batas keseimbangan dan kelestarian lingkungan, yang sering kali berdampak negatif pada sumber daya air. Tidak memadainya program pengendalian jumlah penduduk pada akhirnya akan bermuara pada memburuknya kondisi sumber daya air.

    Tekanan ketidak cukupan air. Jumlah penduduk terus semakin meningkat --- dengan laju pertumbuhan yang sifatnya cenderung tidak lagi linier tapi exponensial ---- data dan informasi yang diperolah menyiratkan bahwa sebagian populasi populasi yang bermukim di WS Citarum telah dihadapkan pada medium to high water stress. Populasi penduduk yang masih terus meningkat tentu saja akan berakibat pada semakin banyak populasi penduduk yang dihadapkan pada water stress dengan tingkat stress yang lebih dari sebelumnya.

    Dampak Pencemaran. Pencemaran air melekat terkait dengan berbagai kegiatan manusia. Selain fungsinya memenuhi kebutuhan dasar kehidupan dan berbagai proses industri, air juga berperan sebagai baskom dan pengalir untuk buangan domestik, pertanian dan industri yang menyebabkan pencemaran. Memburuknya kualitas air yang diakibatkan pencemaran berpengaruh terhadap kemanfaatan air di hilir, dapat merupakan ancaman terhadap kesehatan dan merusak fungsi-fungsi sistem makhluk hidup aquatik sehingga menurunkan efektifitas ketersediaan dan meningkatkan kondisi kompetisi (perebutan) untuk memperolah air dalam kualitas yang memadai.

    Krisis Pengelolaan Air. Permasalahan yang diuraikan diatas diperburuk kondisinya dengan berbagai kelemahan yang masih saja terjadi dalampengelolaan sumber daya air. Pendekatan sektoral dalam pengelolaan sumber daya air pada kenyataannya masih dominan, dan yang demikian ini akan bermuaran pada framentasi dan tidak terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan sumber daya. Disamping itu, pengelolaan sumber daya air biasanya terpusat pada institusi dengan pendekatantop-down, dimana legitimasi dan ke-efektif-an-nya semakin hari semakin dipertanyakan. Jadi, keseluruhan permasalahan yang ada adalah sebagai akibat dari ke-tidak-efisien-an pengelolaan dan meningkatnya persaingan untuk memperoleh sumber daya yang terbatas.

    2 kondisi kebersihan sungai .

  • file : e:\pkm status ws citarum\final\status ws citarum 01.docx

    lampiran 1 - 2

    Semua info yang diperoleh (ATLAS RCMU, 6 Cis, dokumen-dokumen Citarum Roadmap) menyatakan bahwa kondisi sungai Citarum saat ini (sangatlah) tidak bersih, bahkan di beberapa situs internet, Sungai Citarum telah disebut sebagai the dirtiest river in the world (sungai terkotor di dunia).

    Volume sampah yang dibuang ke sungai sudah terlampau banyak dan banyak diantaranya non-degradable.

    Selain akibat sampah, fenomena air sungai Citarum kotor terlihat pada saat air besar , air sungai menjadi berwarna coklat akibat banyaknya lapisan tanah yang ter-gerus/ter-erosi oleh aliran air.

    Mengacu pada beberapa info yang diperoleh, sungai Citarum juga menjadi kotor (menjadi tidak jernih lagi) akibat limbah industri dan kotoran sapi (yang jumlahnya terlampau banyak) yang dibuang ke badan air (sungai).

    Berbagai Isu pengotoran sungai Citarum yang disajikan oleh konsultan RCMU dalam ATLAS (referensi no. 1) menyiratkan hal-hal sbb. :

    tidak tersedianya sistem pengolahan limbah dan sampah domestik yang memadai menjadikan sungai Citarum sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah,

    banyaknya sampah yang dibuang langsung ke sungai dan timbunan sampah yang tidak terangkut ke pembuangan akhir mengindikasikan sudah sangat mendesaknya untuk segera dilakukan upaya peningkatan pengelolaan persampahan di Wilayah Sungai Citarum,

    kontributor utama pengotoran sungai Citarum hulu (bagian wilayah sungai di sebelah hulu waduk Saguling) adalah penduduk di kota Bandung, kota Cimahi, kabupaten Bandung, dan kabupaten Bandung Barat kapasitas pengelolaan sampah di ke 4 kota/kabupaten ini amatlah jauh dari memadai,

    perkiraan sampah tidak tertangani di beberapa lokasi padat penduduk , kota Bandung 46 %, kabupaten Bandung + =2500 m3/hari , kota Cimahi + =1181 m3/hari , kabupaten Karawang 120 m3/hari, kota Bekasi 2991 m3/hari, kabupaten Subang 55 % belum dapat dilayani (ATLAS). Kondisi sampah tidak tertangani ini yang disebutkan ini sangat terkait erat dengan kondisi kotor-nya sampah di sungai Citarum

    3 Kondisi Sungai Cikapundung.

    Informasi lebih lengkap diungkapkan dalam :

    Sejuta Asa untuk Cikapundung, Laporan Foto, Cita Citarum 2012, www.citarum.org

    Lebih dekat dengan sungai Cikapundung, Laporan Foto, Cita Citarum , www.citarum.org

  • file : e:\pkm status ws citarum\final\status ws citarum 01.docx

    lampiran 1 - 3

    sungai Cikapundung Bandung, pemukiman sangat padat dan di bantaran sungai [2]

    sungai Cikapundung Bandung, pemukiman sangat padat dan di bantaran sungai [2]

  • file : e:\pkm status ws citarum\final\status ws citarum 01.docx

    lampiran 1 - 4

    sungai Cikapundung Bandung, pemukiman sangat padat dan di bantaran sungai [2]

    dilema kotoran sapi [2]

  • file : e:\pkm status ws citarum\final\status ws citarum 01.docx

    lampiran 1 - 5

    sungai Cikapundung Bandung [2]

    4 Is