Gadai Syari'Ah

download Gadai Syari'Ah

of 22

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    136
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Gadai Syari'Ah

GADAI SYARIAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Lembaga Keuangan syariah non Bank

Oleh: Vittri susanti M. Ainul fuady : C02208052 : C02208060

Dosen Pembimbing : Sirojul arifin Sag,SS,M.Ei

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS SYARIAH MUAMALAH SURABAYA 2011 KATA PENGANTAR

1

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Syukur alhamdulillah senantiasa terhaturkan kehadirat Allah SWT.atas limpahan rahmat, taufik serta hidayat-Nya, sehingga makalah kami yang berjudul "gadai syariah" dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam senantiasa tercurah limpahkan kejunjungan kita Baginda Rasulullah SAW, karena beliaulah merupakan pencerah bagi semua umat. Makalah ini sengaja penyusun rangkai sebagai bentuk apresiasi dalam mengemban tugas mata kuliah lembaga keuangan syariah non bank. Sebagai bentuk keseriusan dan rasa keingintahuan penyusun dalam penulisan makalah ini, penyusun menyertakan beberapa referensi yang mendukung kefalidan isi makalah. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

kesempurnaan, meskipun sudah diupayakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu kritik dan saran yang besifat membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah yang akan penyusun tulis dikemudian hari.

Surabaya, 2010

13 Desember

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................i DAFTAR ISI........................................................................................ii BAB I : PENDAHULUAN.................................................................4 A. Latar Belakang..............................................4 B. Rumusan Masalah........................................5

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................6 A. Pengertian ..............................................6 B. Prinsip ....................................................6 C. Aplikasi....................................................7 D. Jenis produk............................................7 E. Mekanisme operasional..........................9 F. Pengembangannya.............................................. ...............12 G. Perbedaan H. Permasalahan gadai..................................................15 BAB III : PENUTUP............................................................................19 Kesimpulan..............................................................................19 gadai syariah dan gadai dalam konvensional.................13

3

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................20

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Gadai merupakan salah satu kattegori dari perjanjian utangpiutang, yang mana ii untuk suatu kepercayaan dari orang yang berpiutang,maka orang yang berutang menggadaikan barangnya sebagai jaminan terhadap utangnya itu. Barang jaminan tetap milik orang yang menggadaikan, tetapi dikuasai oleh penerima gadai. Namun dalam kenyataan, bahwa gadai yang ada pada saat ini , khususnya di Indonesia dalam prakteknya menunjukkan adanya beberapa hal yang dipandang berat dan dapat mengarahkan kepada suatu persoalan riba. Hal ini dapat dilihat dari praktik pelaksanaan gadai itu sendiri yang secara ketat menentukan bunga gadai, yaitu adanya tambahan sejumlah uang atau prosentase tertentu dari pokok utang pada waktu membayar utang. Hadirnya pegadaian sebagai sebuah lembaga keuangan formal di Indonesia, yang bertugas menyalurkan pembiayaan dengan bentuk pemberian uang pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan hukum gadai merupakan suatu hal yang disambut positif . Lembaga pegadaian di Indonesia dewasa ini ternyata dalam prakteknya belum dapat terlepas dari berbagai persoalan. Apabila ditinjau dari syariat islam, oleh syara, diantaranya yaitu masih terdapatnya unsure riba, qimar (spekulasi), ghoror (ketidak pastian)yang cenderung merugikan salah satu

pihak. Adanya unsur-unsur tersebut dalam aktivitas perjanjian gadai, akan banyak mendatangkan kemadhorotan dari pada kemaslahatan.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana Pengertian dari gadai syariah? 2. Bagaimana Prinsip operasional, aplikasi, jenis produk gadai syariah? 3. Bagaimana mekanisme operasional dan pengembangan gadai syariah?

5

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Menurut bahasanya (dalam bahasa arab) rahn adalah : tetap dan lestari ,seperti AL- Habsu , artinya penahanan . Adapun dalam pengertian syara , ia berarti : Menjadikan barang yang mempunyai nilai harta menurut pandangan syara sebagai jaminan hutang ,hingga orang yang bersangkutan boleh mengambil hutang atau ia bisa mengambil sebagian (manfaat) barangnya itu. Demikian menurut ulama. Apabila seseorang ingin berhutang kepada orang lain , ia menjadikan barang miliknya baik barang berupa ternak berada di bawah kekuasaannya (pemberi pinjaman) sampai ia melunasi hutangnya. Demikian yang dimaksudkan gadai menurut sayara. Disyariatkan untuk sahnya gadai sebagai berikut: 1.Berakal 2.Baligh 3.Bahwa barang yang dijadikan jaminan itu ada pada saat akad sekalipun tidak satu jenis 4.Bahwa barang tersebut di pegang oleh orang yang menerima gadaian yang didefinisikan para

atau wakilnya.1 B. Prinsip Operasional Gadai Syariah Dalam operasionalnya pegadaian syariah mengandalkan dan menjalankan 4 (empat) prinsip kerja sebagai berikut: 1. Proses cepat Nasabah dapat memperoleh pinjaman yang hanya membutuhkan waktu singkat. Proses administrasi dan penaksiran dilaksanakan dalam waktu 15 menit. Selanjutnya nasabah dapat memperoleh dana cair tidak lebih dari 1 jam. 2. Mudah caranya Untuk mendapatkan pinjaman , nasabah cukup membawa barang yang akan digadaikan dengan melampirkan bukti kepemilikan bila diperlukan serta melampirkan bukti kepemilikan identitas ke kantor pegadaian syariah 3. Jaminan keamanan atas barang Pegadaian syariah juga memberikan jaminan keamanan atas barang yang diserahkan dengan standar keamanan yang telah teruji.2 C. Aplikasi gadai syariah Beberapa bank umum syariah yang ada di Indonesia pun telah terjun di pasar pegadaian dengan menjalankan prinsip syariah. Ada bank syariah yang bekerja sama dengan Perum Pegadaian membentuk Unit Layanan Gadai Syariah di beberapa bank umum syariah lainnya menjalankan kegiatan pegadaian syariah sendiri . Pada perbankan syariah , aplikasi gadai digunakan : 1. Sebagai tambahan , yaitu digunakan sebagai akad tambahan pada pembiyaan yang beresiko dan memerlukan jaminan tambahan.1 Sayyid sabiq, fikih sunnah, bandung: PT al- maarif, 1998 2 Zainuddin ali , hukum gadai syariah,Jakarta: sinar grafika,2008

7

2.Sebagai produk yaitu sebagai alternative dari pegadaian konvensional di mana dalam gadai syariah nasabah tidak dibebani bunga tetap , melainkan hanya dikenakan biaya penitipan , pemeliharaan , penjagaan , serta penaksiran.3 D. Jenis produk dalam gadai syariah 1. Produk Gadai (Ar- rahn) Produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsip- prinsip syariah, dimana anasabah hanya dibebani biaya adsminitrasi dan biaya jasa simpan dan pemeliaharaan barang jaminan (ijarah). suatu perjanjian untuk menahan sesuatu barang sebagai jaminan atau tanggungan utang. Kata rahn secara etimologi berarti tetap,berlangsungdan menahan. maka dari segi bahasa rahn bisa diartikan sebagai menahan sesuatu dengan tetap. Ar-Rahn adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Rahn merupakan suatu akad utang piutang dengan menjadikan barang yang mempunyai nilai harta menurut pandangan syara sebagai jaminan, hingga orang yang bersangkutan boleh mengambil utang 2. ARRUM (Ar- rahn untuk usaha mikro kecil) Merupakan pembiayaan bagi para pengusaha mikro kecil, untuk pengembangan usaha dengan berprinsip syariah. Produk ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu: 1. Persyaratan yang mudah, proses cepat (kurang lebih 3 hari), serta biaya- biaya kompetitf dan relatif murah. 2. Jangka waktu pembiayaan yang fleksibel, mulai dari 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan,3 Sholahuddin , lembaga ekonomi dan keuangan islam,Surakarta:muhammadiyah

university,2006

hingga 36 bulan. 3. Jaminan berupa BPKB kendaraan bermotor (mobil / motor) sehingga fisik kendaraan tetap berada ditangan nasabah untuk kebutuhan operasional nasabah. 4. Nilai pembiayaan dapat mencapai hingga 70 % dari taksiran agunan. 5. Pelunasan dilakukan secara angsuran tiap bulan dengan jumlah tetap. 6. Pelunasan ijarah Dalam gadai syariah memakai akad ijarah karena akad ijarah merupakan suatu akad yang berisi penukaran manfaat sesuatu dengan jalan memberikan imbalan dalam jumlah tertentu. Yang maksudnya menjual manfaat suatu benda dari benda itu sendiri bukan menjual barangnya.4 Jadi dengan demikian , dalam akad ijarah tidak ada perubahan kepemilikan, tetapi hanya perpindahan hak guna saja dari yang menyewakan kepada penyewa.5 Dalam perjanjian ijarah atau leasing yang dikenal dalam sistem keuangan yang tradisional,pada akhir perjanjian ijarah barang yang disewa itu kembali kepada pihak yang menyewakan barang.6 Ijarah atau leasing adalah pemberian kesempatan kepada penyewa untuk mengambil kemanfaatan dari barang sewaan untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan yang besarnya telah disepakati bersama dan para cendikiawan fiqh islam membagi lagi ijarah dalam dua jenis yaitu4 Helmi karim, fiqih muamalah Jakarta: PT Raja grafindo persada,1993 5 Adiwarman , bank islam analisis fiqih dan keuangan Jakarta :PT Raja Grafindo Persada,2004 6 Sutan remy sjahdeini, Perbankan Islam Dan kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Indonesia Jakarta :PT PustakaUtama Grafiti, 1999

sekaligus

dapat

dilakukan

sewaktu- waktu dengan pemberian diskon

9

menyewa untuk suatu jangka waktu tertentu dan menyewauntuk suatu proyek atau usaha tertentu.7 Ijarah mempunyai prinsip yaitu undangundang Sipil islam kerajaan Jordan dan Uni EmiratArab (UAE) yang m