FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex Anda

download FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex  Anda

of 37

Embed Size (px)

description

FOREXimf Magz adalah suplemen trading bagi Anda, buat anda yang melakukan trading sangat cocok membaca informasi ini

Transcript of FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex Anda

  • 1. Di majalah yang bersahaja ini, kami juga menyediakan ru- brik tanya-jawab bersama tokoh edukator kami: Bang Edu. Anda bisa bertanya apa saja di seputar masalah trad- ing dengan tokoh kami ini melalui alamat e-mail: tan- yabangedu@gmail.com. Se- tiap pertanyaan tentu di- usahakan agar bisa dijawab dengan cepat dan tentunya tepat. Kami sadar edisi perdana ini mungkin masih jauh panggang dari api. Untuk itu, komentar dan saran dari pembaca sangat kami harap- kan untuk perkembangan IM Trader ke arah yang lebih baik. Salam Profit. Halo, para Trader Indonesia! Akhirnya, setelah melalui perjalanan yang cukup pan- jang kami berhasil menghadirkan majalah bu- lanan IM Trader ini ke layar komputer Anda. Ide awal pembuatan majalah ini ada- lah perlunya menghadirkan informasi yang tajam, fokus dan terarah agar dapat men- jadi suplemen trading anda. Dalam edisi perdana ini, kami menyajikan beberapa isu yang belakangan ini semakin hangat dan berkembang di kalangan para trader, di an- taranya adalah kemungkinan dilaksanakannya tapering oleh The Federal Reserve sebagai pemegang kendali kebijakan moneter di Ameri- ka Serikat. Isu tapering ini sebenarnya sudah mencuat sejak beberapa bulan yang lalu, namun gaungnya kem- bali terdengar pasca di- akhirinya government shut- down yang sempat me- lumpuhkan sementara perekonomian Amerika Seri- kat. Kita sudah sama-sama maklum bahwa gonjang- ganjing perekonomian Ameri- ka Serikat tentu akan mem- berikan dampak bagi perekonomian global. Maka dari itu sangatlah wajar jika isu tapering yang kembali terangkat menjadi perhatian, bukan hanya oleh para trader di Indonesia namun juga oleh para pelaku pasar di seluruh dunia. Di samping isu tapering ter- sebut, edisi perdana ini juga akan mengulas outlook bu- lanan untuk beberapa major currency pairs, komoditi dan saham China Construction Bank dan Yahoo!. Tidak ketinggalan kami hadirkan juga topik edukasi mengenai pengenalan candlestick pattern yang kami harapkan bisa memperkaya wawasan Anda dalam dunia analisis teknikal. Pengantar Redaksi D A F T A R I S I : Fundamental Global 2 Outlook Forex 6 Outlook Komoditi 11 Outlook CFD 14 Fundamental Bursa Saham 18 Seputar Non Farm Payroll 19 Pojok Edukasi 23 Psikologi Trading 28 Fundamental Indonesia 30 Quiz Seputar Majalah 32 Glossary 33 POJOK BANG EDU 34 IM Trader N O V E M B E R 2 0 1 3 V O L U M E 1 , I S S U E 1 Susunan Redaksi Pendiri : PT. International Mitra Futures Pemimpin Umum : Freddy Chandra Editor In Chief : Eko Trijuni Kontributor : Adinugroho, Fredy Rodo, Garry Adrian, Ifsan Lukman Layout & Design : Alex Immanuel, Andreas Lim Marketing & Distribusi : Eka Saputra, Ega Rezauddin DISCLAIMER Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi. Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari artikel majalah ini adalah atas pertimbangan dan Eko Trijuni Editor In Chief Suplemen Trading Anda

2. eristiwa shutdown yang terjadi di Amerika Serikat Ok- tober lalu menjadi sorotan masyarakat dunia khususnya pasar keuangan global. Namun, setelah shutdown berakhir, dampaknya ternyata cukup besar terhadap perekonomian AS. Analis Standard and Poors mengatakan bahwa shutdown menyebabkan Amerika Seri- kat kehilangan penghasilan sebesar $24 milyar dan berpeluang menurunkan pertumbuhan GDP AS kuartal ke-4 tahun ini sebe- sar 0,6% dari 3% menjadi 2,4%. Data-data ekonomi Amerika Serikat setelah shutdown be- rakhirpun terlihat kurang meyakinkan. Untuk data tenaga kerja AS Non-farm Payrolls menunjukkan angka yang signifikan pada Maret 2013, di mana berhasil mencapai angka 236.000 peker- ja. Hal tersebut sempat menimbulkan harapan bahwa perekonomian Amerika berada di jalur rel yang benar dalam upaya pemulihan yang signifikan. Namun sayangnya, data di bulan berikutnya anjlok hingga 88.000 pekerja, lalu bertahan di kisaran 165.000 195.000. Data terbaru pasca shutdown, data tenaga kerja AS Non- farm Payrolls Bulan September dirilis hanya mengalami kenai- kan sebesar 148.000 pekerja, lebih rendah dari perkiraan dan data bulan sebelumnya. Dalam ulasan Goldman Sachs yang dikutip dari CNBC, pelemahan data tenaga kerja Amerika Seri- kat akan membuat The Federal Reserve menunda tapering pembelian obligasinya US$ 85 miliar per bulan. "Meski ada kemungkinan Desember. Laporan ini sepertinya membuat The Fed akan melakukan tapering pada 2014. Dengan ketidakpas- tian ini, kami memprediksikan tapering dilakukan pada Maret," menurut Goldman Sachs. Sementara itu data unemployment rate tampak terus merosot sejak tahun 2011. Hal ini berindikasi baik dengan data rilis tera- khir untuk bulan September menunjukkan 7.2%. Namun nilai tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan oleh the Fed yakni di angka 6.5%. Untuk data penjualan rumah bekas juga mengalami penurunan dari sebelumnya 5.39 juta pada bulan Agustus menjadi 5.29 juta pada bulan September. Potensi pelambatan ekonomi Amerika Serikat akibat shutdown, dan data-data ekonomi yang kurang meyakinkan membuka pemikiran di pasar bahwa tapering mungkin tidak akan dil- akukan pada tahun ini. Banyak analis memperkirakan pada kuartal ke-2 2014, tapering baru akan dilakukan. Hasil FOMC Meeting 30 Oktober 2013 Peningkatan perekonomian AS yang dipandang belum terlalu signifikan kembali memaksa The Fed memutuskan untuk mem- pertahankan kebijakan moneter quantitative easing-nya hing- ga beberapa bulan ke depan. Komite menyatakan bahwa kepu- tusan ini merupakan yang terbaik dikarenakan The Fed masih perlu melihat bukti-bukti yang lebih kuat bahwa perbaikan ekonomi telah berjalan secara berkesinambungan. "Pemulihan di sektor perumahan agak melambat dalam beberapa bulan terakhir , " Federal Open Market Committee mengatakan pada akhir pertemuan dua hari di Washington." The Fed mengulangi bahwa The Fed akan menunggu lebih banyak bukti kemajuan berkelanjutan sebelum mengatur laju pembelian obligasinya." Oleh karena itu, mereka tetap bersikukuh untuk tetap men- gucurkan dana sebesar 85 Milyar Dolar AS setiap bulannya. Langkah tersebut diharapkan bisa mempertahankan tingkat suku bunga untuk jangka panjang, dan menciptakan kondisi pasar finansial yang lebih baik. Apa Kata Mereka? Presiden Fed Kansas City Esther George mengatakan, Risiko stimulus The Fed bisa menciptakan ketidakseimbangan keu- angan dan menyebabkan ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat . Presiden The Fed Dallas, Richard Fisher, yang telah mengkritik program pembelian obligasi bank sentral, mengatakan bahwa perselisihan fiskal yang terjadi di Amerika Serikat saat ini sebenarnya dipicu oleh permainan pemerintah yang pada akhirnya menekan pemulihan ekonomi negara. Dalam pidato- nya di Sydney, Fisher mengungkapkan kritik pribadinya untuk pemerintah AS, "Saya bukanlah orang yang mendukung pem- bengkakan anggaran pemerintah. Menurut saya, inti permasa- lahan ini pada dasarnya adalah kekeliruan pemerintah dalam mengambil peran. Pemerintah yang seharusnya menjadi peredam, di sini justru menjadi penekan. Kegagalan pemerintah inilah yang kemudian kontradiktif dengan ke- bijakan The Fed." Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, pada hari Senin tanggal 4 november 2013, mengatakan bahwa the Fed tidak akan terburu-buru untuk mengurangi pembelian obligasi Tapering QE: Ditunda Hingga 2014? Fundamental Global Garry Adrian Market Research and Analyst IM Futures P 3. yang sebesar $85 milyar per bulan karena inflasi yang masih rendah. Bullard mengatakan bahwa dia ingin melihat bukti bahwa inflasi sudah bergerak naik di atas 2 persen sebelum dilakukannya tapering, ketika di wawancara di CNBC. Dan Bullard pun mengatakan bahwa ia sudah melihat pemulihan yang signifikan di dalam pasar tenaga kerja. Laporan tenaga kerja Amerika Seri- kat bulan Oktober, yang dirilis pada hari Jumat tgl 7 November 2013, akan sulit untuk diinterpretasikan, katanya. Government Shutdown Ternyata Bukan Hal Baru Berikut ini adalah 5 government shutdown terakhir yang pernah dilakukan oleh pemerintah Pojok Bang Edu Government Shutdown ternyata bukanlah hal yang baru bagi Amerika Serikat. Sepanjang sejarah perekonomian negara tersebut, tercatat shutdown pertama dilakukan pada tahun 1976 pada masa pemerintahan Presiden Gerald R. Ford. Shutdown yang dilakukan pemerintahan Barack Obama di tahun 2013 ini adalah goverment shutdown yang ke-18 kalinya dalam sejarah Amerika Serikat. Amerika Serikat. Fundamental Global 4. merika Serikat ibarat seorang aktor utama dalam sebuah pementasan, yang dapat memberikan kesan negatif atau positif bagi jalannya pementasan tersebut. Tanggal 17-18 September 2013 yang lalu, pandangan dunia tertuju ke panggung ekonomi Amerika Serikat dengan lakon drama ta- pering The Fed. Sebelum itu, drama Shutdown di negeri Paman Sam itu juga sempat mengemparkan dunia. Setelah drama-drama tersebut usai, kembali pementasan berikutnya ditunggu oleh dunia yakni drama tapering The Fed season 2 yang disinyalir dampaknya akan lebih besar dari drama-drama sebelumnya. Tapering dan Quantitative Easing Sebetulnya apa definsi dari tapering? Tapering sendiri be- rasal dari bahasa inggris yang artinya peruncingan atau pemangkasan. Dalam hal ini, tapering yang rumornya akan segera dilakukan oleh Bank Sentral Amerika yakni The Federal Reserve adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk me- mangkas program pembelian obligasi setiap bulan yang dikeluarkan oleh The Fed. Selama ini, program pembelian ob- ligasi tersebut memakan dana sebesar USD 85 miliar setiap bulannya. Lalu apakah hubungannya dengan Quantitative Easing atau yang biasa disebut dengan QE? Sebelum membahas hub- ungannya, ada baiknya kita membahas juga pengertian dari QE tersebut. Quantitative Easing itu sebuah pelonggaran ke- bijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral suatu nega- ra dengan adanya pencetakan uang baru dalam jumlah besar. Kebjiakan QE yang dilakukan oleh The Fed ini nantinya akan digunakan untuk melakukan pembelian berbagai aset inves- tasi. In