FL Posyandu Lansia

download FL Posyandu Lansia

of 26

  • date post

    29-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    0

Embed Size (px)

description

laporan field lab smt 6

Transcript of FL Posyandu Lansia

LAPORAN FIELD LABTOPIK KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI (KIE) PEMBINAAN POSYANDU LANSIAPUSKESMAS KARANGPANDAN

Anggota Kelompok 18:LES YASSING0012244M. BEIZAR YUDHISTIRAG0012134RIZKI FEBRIAWANG0012190YUSUF ARIF SALAMG0012240TRIA MULTI FATMAWATIG0012222LELY AMEDHIA RATRIG0012114TIA KANZA NURHAQIQIG0012220R.Rr ERVINA KUSUMA WG0012168LATIFA ZULFA SG0012112RIANITA PALUPIG0012180OKI SARASWATI UTOMOG0012156

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTATAHUN 2015

6

LEMBAR PENGESAHAN Laporan Field Lab mengenai Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pembinaan Posyandu Lansia ini telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing/instruktur lapangan di Puskesmas Karangpandan, Kabupaten Karanganyar pada:hari: tanggal/bulan/tahun:

Karanganyar, 3 Juni 2015Mengesahkan,Kepala Puskesmas KarangpandanMenyetujui,Instruktur Lapangan Field Lab

Y. Iwan Christiawan, dr., M.KesNIP. 19691005 200212 1 006

Wahyudi Wibowo, dr.NIP. 19821217 201001 1 021

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan2Daftar Isi.3BAB I: Pendahuluan...4BAB II: Kegiatan yang Dilakukan.7BAB III: Pembahasan10BAB IV: Penutup...22Daftar Pustaka25Lampiran26

BAB IPENDAHULUAN1. Latar BelakangUsia lanjut adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagai mana di ketahui, ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyai kemampuan reproduksi dan melahirkan anak. Ketika kondisi hidup berubah, seseorang akan kehilangan tugas dan fungsi ini, dan memasuki selanjutnya, yaitu usia lanjut, kemudian mati. Bagi manusia yang normal, siapa orangnya, tentu telah siap menerima keadaan baru dalam setiap fase hidupnya dan mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi lingkunganya (Darmojo, 2004). Menurut Organiai Kesehatan Dunia (WHO), Batasan lanut usia meliputi : a. Usia pertengahan (middle age) usia antara 45 sampai 59 tahun b. Lanjut usia (elderly) usia antara 60 sampai 74 tahun c. Lanjut usia tua (old) usia antara 75 sampai 90 tahun d. Usia sangat tua (very old) usia di atas 90 tahun (Mubarak dkk, 2006). Menurut data Pusat Statistik, jumlah lansia di Indonesia pada tahun 1980 adalah sebanyak 7,7 juta jiwa atau hanya 5,2 persen dari seluruh jumlah penduduk. Pada tahun 1990 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 11,3 juta orang atau 8,9 persen. Dan data terbaru menunjukkan bahwa jumlah lansia di Indonesia diperkirakan akan mecaai 9,77% atau sejumlah 23,9 juta jiwa pada tahun 2010 dan meningkat lagi secara signifikan sebesar 11,4% atau sebanyak 28,8 juta jiwa pada tahun 2020. Hal ini berkorelasi positif dengan peningkatan kesejahteraan yang diailami oleh masyarakat Indonesia khususnya di bidang kesehatan yang ditunjukkan dengan semakin tingginya angka harapan hidup masyarakat Indonesia.Pada tahun 1980, angka harapan hidup masyarakat Indonesia hanya sebesar 52,2 tahun. Sepuluh tahun kemudian meningkat menjadi 59,8 tahun pada tahun 1990 dan satu dasawarsa berikutnya naik lagi menjadi 64,5 tahun. Diperkirakan pada tahun 2010 usia harapan hidup penduduk Indonesia akan mencapai 67,4 tahun. Bahkan pada tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 71,1 tahun. Dengan data-data tersebut, maka diperkirakan 10 tahun ke depan struktur penduduk Indonesia akan berada pada struktur usia tua.Pertambahan penduduk di Jawa Tengah masih relative tinggi yaitu sebesar 196.758 jiwa per tahun. Dampak lebih jauh dari permasalahan kepedudukan adalah bertambahnya penduduk usia lanjut dengan kriteria : Rendahnya kualitas kesehatan lansia yang disebabkan oleh rendahnya pendapatan, di samping pendapatan itu sendiri belum merata diterima setiap lansia Adanya tuntutan persediaan pangan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan kalori yang makin berkualitas bagi lansia.Permasalahan penduduk lansia perlu ditangani dengan strategi antara lain melalui pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bersama-sama dengan peningkatan prasarana dan pelayanan kesehatan yang dipusatkan di Posyandu. Strategi peningkatan kesehatan lansia ini ditempuh melalui penurunan Angka Kesakitan Lansia (AKL) dan jumlah jenis keluhan lansia.Agar program penurunan AKL dapat dicapai secara efektif dan efisien, perlu didukung adanya data. Posyandu lansia merupakan sarana pelayanan kesehatan dasar untuk meningkatkan kesehatan para lansia. Gerakan Sadar Pangan dan Gizi (GSPG) juga merupakan wadah lintas sektoral untuk melaksanakan keterpaduan unsure terkait dalam mendukung kesehatan para lansia.Cita-cita pembangunan untuk lansia supaya tetap sehat, aktif, dan produktif dapat terwujud di setiap wilayah baik desa maupun kota. Untuk itu, perlu keterlibatan Pemda Kabupaten, pihak swasta, universitas, maupun mahasiswa FK dalam upaya menyusun strategi pemberdayaan kaum lansia khususnya pada tingkat pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat.

1. Tujuan PembelajaranAdapun tujuan pembelajaran pada topik Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pembinaan Posyandu Lansia ini adalah diharapkan mahasiswa :0. Mampu memahami peran dan fungsi posyandu lansia0. Mampu menjelaskan cara pengisian dan penggunaan KMS lansia0. Mampu menjelaskan kelainan-kelainan yang sering terjadi pada lansia beserta pencegahan dan pengobatannya0. Memahami tatalaksana diet lansia dan pola hidup sehat lansia0. Melakukan penyuluhan kesehatan komunitas tentang manfaat Posyandu Lansia dalam meningkatkan kesehatan lansia0. Melakukan pengumpulan dan analisis data tentang program posyandu, prevalensi penyakit yang diderita lansia, serta upaya kreatif dan rehabilitative0. Melakukan penilaian status depresi lansia dengan menggunakan GDS (Geriatric Depression Scale) dan MMSE (Mini Mental State Examination)0. Mampu melakukan pengamatan dan penilaian pada posyandu lansia setempat dengan standar program Posyandu Lansia

BAB IIKEGIATAN YANG DILAKUKAN

Pelaksanaan Field Lab dengan topik Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pembinaan Posyandu Lansia kelompok B8 dilaksanakan di Puskesmas Karangpandan, Karanganyar dengan rangkaian kegiatannya sebagai berikut: A. Kegiatan Pra-Lapangan.Seluruh mahasiswa yang akan melakukan kegiatan field lab terlebih dahulu mengikuti pretest tertulis dan dilanjutkan dengan asistensi pengantar topik KIE Posyandu Lansia oleh dosen dan beberapa asisten dosen di Fakultas Kedokteran UNS. Kegiatan pretest dilaksanakan untuk menguji sejauh mana mahasiswa memahami materi tentang topik field lab. Sedangkan kegiatan asistensi bermanfaat dalam memberikan bekal dan gambaran kepada mahasiswa tentang pelaksanaan posyandu lansia yang mungkin dihadapi di masyarakat.B. Kegiatan Lapangan IKegiatan Field Lab hari pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Mei 2015 di Puskesmas Karangpandan, Karanganyar. Kegiatan lapangan I ini dilakukan oleh perwakilan dari kelompok B8 mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS yang sering disebut kegiatan survey. Kegiatan survey tersebut di awali pengarahan oleh dr. Y. Iwan Christiawan selaku Kepala Puskesmas Karangpandan. Kami berdiskusi tentang pelaksanaan kegiatan field lab yang akan dilaksanakan di puskesmas. Instruktur kami, dr. Wahyudi Wibowo juga memberikan pengarahan tentang pelaksanaan KIE Posyandu Lansia di daerah Karangpandan untuk pertemuan selanjutnya.C. Kegiatan Lapangan IIKegiatan filed lab hari kedua dilaksanakan hari Rabu, 20 Mei 2015 di Puskesmas Karangpandan dari jam 08.00-13.00. Kegiatan ini dimulai dengan pengarahan lebih lanjut dari dr. Wahyudi Wibowo selaku instruktur lapangan mengenai pelaksanaan program KIE Pembinaan Posyandu Lansia sebelum turun langsung ke posyandu. Pengarahan tersebut terutama meliputi apa saja yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan posyandu lansia pada kegiatan lapangan III. Mahasiswa juga dijelaskan tentang teknis pelaksanaan posyandu lansia sehingga mahasiswa mendapat gambaran dan bisa mempersiapkan bahan, peralatan dan materi saat akan mengikuti kegiatan posyandu minggu depannya. Adapun alat yang perlu dipersiapkan meliputi form anamnesis, lembar Geriatric Depression Scale (GDS), lembar Mini Mental State Examination (MMSE), flipchart materi penyuluhan, dan vital sign.Setelah mendapatkan banyak pengarahan dan gambaran tentang posyandu lansia di daerah Karangpandan, instruktur lapangan dr. Wahyudi Wibowo meminta untuk terjun langsung ke posyandu dikarenakan kebetulan pada saat itu dijadwalkan ada posyandu lansia.D. Kegiatan Lapangan IIIKegiatan field lab hari ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Mei 2015 dari jam 08.00-13.30. Mahasiswa berkumpul terlebih dahulu di puskesmas untuk mendapat pengarahan dari kepala puskesmas dr. Y. Iwan Christiawan dan instruktur lapangan dr. Wahyudi Wibowo sebelum turun langsung ke posyandu. Kemudian kami berangkat ke Posyandu Lansia di Dusun Bulu, Desa Salam Terdapat 34 lansia yang datang ke Posyandu Lansia tersebut. Kegiatan dibuka dengan perkenalan dari mahasiswa dan dilanjutkan dengan penyuluhan dari mahasiswa. Mahasiswa memberikan materi penyuluhan kepada lansia tentang diabetes mellitus dan hipertensi. Para lansia terlihat antusias mendengarkan materi penyuluhan. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para lansia setelah materi penyuluhan selesai disampaikan. Setelah penyuluhan selesai kegiatan dilanjutkan dengan senam lanjut usia.Kegiatan terakhir adalah pemeriksaan kesehatan lansia yang dilakukan secara langsung oleh mahasiswa dengan menggunakan form anamnesis, GDS, MMSE, pengukuran berat badan, tinggi badan dan pemeriksaan dengan vital sign. Pemeriksaan kesehatan tersebut terutama untuk mengetahui keluhan yang dirasakan lansia sehingga dapat diberikan edukasi tentang penyakitnya dan kami menyarankan untuk datang ke puskesmas untung mendapatkan penanganan lebih lanjut. E. Kegiatan Lapangan IVKegiatan Field Lab hari keempat dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Juni 2015 mulai dari jam 09.00 sampai di puskesmas Karangpandan, Karanganyar. Mahasiswa melaporkan dan mempresentasikan hasil dari kegiatan penyuluhan posyandu lansia yang sudah diikuti selama kegiatan field lab topik ini berlangsung.

BA