Fixed Income Daily Notes - .tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Setelah libur perdagangan di hari

download Fixed Income Daily Notes - .tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Setelah libur perdagangan di hari

of 7

  • date post

    06-Aug-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Fixed Income Daily Notes - .tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Setelah libur perdagangan di hari

  • 1

    Ulasan Pasar

    Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan hari Rabu, 26 Desember 2018 kembali bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

    Setelah libur perdagangan di hari Senin dan Selasa, pada perdagangan kemarin

    imbal hasil Surat Utang Negara mengalami perubahan hingga sebesar 7 bps

    didorong oleh adanya perubahan harga Surat Utang Negara yang mencapai 40

    bps. Surat Utang Negara dengan tenor pendek cenderung mengalami kenaikan

    imbal hasil hingga sebesar 7 bps didorong oleh adanya koreksi harga yang

    mencapai 15 bps. Sementara itu imbal hasil dari Surat Utang Negara dengan

    tenor menengah mengalami kenaikan hingga sebesar 4 bps didorong oleh adanya

    penurunan harga yang hingga sebesar 15 bps. Adapun imbal hasil Surat Utang

    Negara dengan tenor panjang bergerak bervariasi dengan kecenderungan

    mengalami penurunan imbal hasil mencapai 4 bps didorong oleh adanya

    perubahan harga yang sebesar 40 bps. Sementara itu dari pergerakan imbal hasil

    seri acuan, kenaikan imbal hasil yang terjadi berkisar antara 1,6 bps hingga 2,8

    bps dengan didorong oleh adanya penurunan harga hingga sebesar 20 bps. Imbal

    hasil dari Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun dan 20 tahun

    mengalami kenaikan hingga sebesar 2 bps masing - masing di level 7,764% dan

    8,364%. Sedangkan imbal hasil dari seri acuan dengan tenor 10 tahun mengalami

    kenaikan mendekati 3 bps di level 7,957% dan untuk tenor 15 tahun mengalami

    kenaikan sebesar 1,5 bps di level 8,159%.

    Pergerakan tingkat imbal hasil Surat Utang Negara yang cenderung mengalami

    kenaikan pada perdagangan kemarin dipengaruhi oleh faktor pelemahan nilai

    tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika serta meningkatnya persepsi risiko yang

    tercermin pada kenaikan angka Credit Default Swap (CDS) seiring dengan koreksi

    yang terjadi di indeks saham global jelang libur di awal pekan. Aktivitas

    perdagangan cenderung terbatas yang tercermin pada volume perdagangan Surat

    Berharga Negara yang dilaporkan di Bursa Efek Indonesia. Di tengah hari

    perdagangan di akhir tahun 2018 yang tinggal menyisakan 3 hari perdagangan,

    pelaku pasar tampak berhati - hati dalam melakukan transaksi dan selektif

    terhadap seri - seri dengan tenor di bawah 10 tahun.

    Dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar

    Amerika, pergerakan imbal hasilnya terlihat terbatas dengan kecenderungan

    mengalami penurunan. Hal tersebut didukung oleh penurunan tingkat imbal hasil

    dari US Treasury namun di saat yang sama persepsi ririko justru mengalami

    peningkatan yang tercermin pada kenaikan angka CDS. Imbal hasil dari INDO29

    mengalami penurunan kurang dari 1 bps di level 4,556% yang di dorong oleh

    kenaikan harga sebesar 5 bps. Sementara itu imbal hasil dari INDO26 mengalami

    penurunan sebesar 1 bps di level 4,485% setelah mengalami kenaikan harga yang

    terbatas, sebesar 6,5 bps. Terbatasnya pergerakan imbal hasil Surat Utang

    Negara seri acuan terjadi di tengah beragamnya arah perubahan dari surat utang

    global.

    Volume perdagangan Surat Berharga Negara yang dilaporkan pada perdagangan

    kemarin senilai Rp5,83 triliun 40 seri Surat Berharga Negara yang diperdagangkan

    dengan volume perdagangan seri acuan senilai Rp956,83 miliar. Obligasi Negara

    seri FR0053 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terebsar,

    senilai Rp620,00 miliar dari 18 kali transaksi yang diikuti oleh perdagangan

    Obligasi Negara seri FR0063 senilai Rp572,00 miliar dari 9 kali transaksi. Adapun

    Project Based Sukuk seri PBS013 menjadi Sukuk Negara dengan volume

    perdagangan terbesar, senilai Rp230,80 miliar dari 6 kali transaksi yang diikuti

    oleh Surat Perbendaharaan Negara seri SPNS08022019 senilai Rp225,00 miliar

    dari 2 kali transaksi.

    I Made Adi Saputra imade.saputra@mncgroup.com (021) 2980 3111 ext. 52117

    Page 1

    Fixed Income Daily Notes MNC Sekuritas Research Division Kamis, 27 Desember 2018

    Kurva Imbal Hasil Surat Utang Negara

    Perdagangan Surat Utang Negara

    Perdagangan Sukuk Negara

    www.mncsekuritas.id MNC Sekuritas 1-500-899 msec.research@mncsekuritas.id

    Sumber : Bloomberg

    Sumber : IDX

    Sumber : IDX

    Seri High Low Last Vol Freq

    FR0053 101,70 101,10 101,70 620,00 18

    FR0063 92,61 91,86 91,88 572,00 9

    FR0031 107,25 106,75 107,25 450,00 10

    FR0056 101,95 101,50 101,50 381,00 4

    FR0074 94,50 94,04 94,07 280,00 11

    FR0044 109,65 109,10 109,10 279,00 3

    FR0068 101,00 99,98 101,00 276,00 6

    FR0047 111,75 111,75 111,75 250,00 1

    FR0070 101,75 101,55 101,60 209,48 8

    SPN12190104 99,90 99,89 99,90 200,00 2

    Seri High Low Last Vol Freq

    PBS013 100,01 99,78 99,80 230,80 6

    SPNS08022019 99,34 99,32 99,32 225,00 2

    PBS004 75,91 75,89 75,91 160,00 2

    SR008 100,47 99,00 100,10 38,04 12

    PBS012 99,92 99,90 99,92 20,00 2

    PBS017 89,00 88,45 89,00 15,00 3

    PBS011 102,60 102,60 102,60 7,00 1

    SR009 99,70 99,05 99,70 6,05 2

    SR010 96,30 94,50 95,75 5,82 9

  • 2

    Adapun volume perdagangan surat utang korporasi yang dilaporkan pada

    perdagangan kemarin senilai Rp992,30 miliar dari 55 seri surat utang korporasi

    yang diperdagangkan. Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 Seri

    B (ISAT01BCN1) menjadi surat utang korporasi dengan volume perdagangan

    terbesar, senilai Rp139,20 miliar dari 7 kali transaksi yang diikuti oleh

    perdagangan Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018

    Seri A (WSKT03ACN3) senilai Rp100,00 miliar dari 2 kali transaksi. Adapun

    Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap II Tahun 2018 Seri A

    (SMADMF03ACN2) menjadi sukuk korporasi dengan volume perdagangan

    terbesar senilai Rp51,00 miliar dari 2 kali transaksi yang diikuti oleh

    perdagangan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank Maybank Indonesia

    Tahap II Tahun 2016 (SMBNII01CN2) senilai Rp27,00 miliar dari 2 kali transaksi.

    Nilai tukar Rupiah pada perdagangan kemarin kembali ditutup dengan mengala-

    mi pelemahan, sebesar 24,20 pts (0,17%) di level 14577,00 per Dollar Amerika.

    Bergerak dengan mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika di kisaran

    14570,00 hingga 14609,00 per Dollar Amerika, pelemahan nilai tukar Rupiah

    terjadi di tengah beragamnya arah pergerakan mata uang regional terhadap

    Dollar Amerika. Pelemahan mata uang regional dipimpin oleh mata uang Yen

    Jepang (JPY) sebesar 0,24% yang diikuti oleh mata uang Rupiah. Adapun mata

    uang Ringgit Malaysia (MYR) memimpin penguatan mata uang regional, sebesar

    0,19% yang diikuti oleh mata uang Rupee India (INR) dan Dollar Singapura

    (SGD) yang masing - masing mengalami penguatan sebesar 0,09%.

    Imbal hasil surat utang global pada perdagangan kemarin ditutup dengan arah

    perubahan yang bervariasi. Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun di-

    tutup dengan mengalami kenaikan di level 2,80% seiring dengan adanya perbai-

    kan di pasar sahamnya, mengurangi permintaan terhadap instrumen investasi

    yang lebih aman (safe haven asset). Kenaikan imbal hasil juga didapati pada

    surat utang Jepang dan Jerman yang maisng - masing ditutup di level 0,017%

    dan 0,25%. Adapun imbal hasil dari surat utang India dan Inggris ditutup

    dengan mengalami penurunan, secara berturut - turut di level 7,254% dan

    1,262%.

    Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga Surat Utang Negara akan kem-

    bali bergerak dengan arah perubahan yang bervariasi dengan adanya peluang

    untuk mengalami kenaikan jelang berakhirnya hari perdagangan di tahun 2018.

    Perdagangan di tahun 2018 akan berakhir pada hari Jum'at, 28 Desember 2018

    dimana kami perkirakan pelaku pasar akan berusaha memanfaatkan sisa hari

    perdagangan tersebut guna mengoptimalkan kinerja portofolionya (window

    dressing). Hanya saja kenaikan harga akan dibatasi oleh faktor penguatan mata

    uang Dollar Amerika terhadap mata uang dunia yang juga akan berpotensi

    memberikan tekanan terhadap mata uang Rupiah. Sementara itu pada pekan

    depan, pemerintah telah berencana untuk melaksanakan lelang penjualan Surat

    Utang Negara dengan target penerbitan senilai Rp15,0 triliun dari enam seri Su-

    rat Utang Negara yang ditawarkan. Target lelang tersebut merupakan bagian

    dari target penerbitan Surat Berharga Negara melalui lelang di kuartal I tahun

    2019 yang mencapai Rp185,00 triliun dari 7 kali lelang Surat Utang Negara dan

    6 kali lelang Sukuk Negara.

    Rekomendasi

    Dengan adanya peluang kenaikan harga Surat Utang Negara pada hari ini maka

    kami sarankan kepada investor untuk mencermati pergerakan harga Surat Utang

    Negara di pasar sekunder. Investor dapat memanfaatkan momentum kenaikan

    harga untuk mulai melakukan realisasi keuntungan jelang pelaksanaan lelang

    penjualan Surat Utang Negara pada pekan depan. Adapun untuk seri acuan di

    tahun 2019 adalah sebagai berikut : FR0077 (tenor 5 tahun), FR0078 (tenor

    10 tahun), FR0068 (tenor 15 tahun) dan FR0079 (tenor 20 tahun) dimana seri

    FR0079 tersebut merupakan seri baru yang akan ditawarkan pada lelang pada

    pekan depan.

    Page 2

    Fixed Income Daily Notes | Kamis, 27 Desember 2018 | MNC Sekuritas Research Division

    Imbal Hasil SUN seri Acuan

    Indeks Obligasi (INDOBeX)

    Grafik Risiko

    www.mncsekuritas.id MNC Sekuritas