Fitoterapi gastrointestinal

download Fitoterapi gastrointestinal

If you can't read please download the document

Embed Size (px)

Transcript of Fitoterapi gastrointestinal

FITOTERAPI GASTROINTESTINAL

FITOTERAPI GASTROINTESTINALEkwan Prasetyo AzlinBela Apriliana NingsihKurnia Rizky RamadaniMardiyah HayatiSri Andriani Allo Bulawan

OutlineDiareKonstipasiTukak LambungMual muntahDispepsia

DIARE Pengertian DiareMenurut WHO (1999) secara klinis diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah. Sedangkan menurut Depkes RI (2005), diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Penyebab DiareRangsangan ke mukosa usus oleh saraf kolinergik ke pleksus myentrik sehingga mengakibatkan peningkatan motilitas usus. Motilitas usus yang meningkat menyebabkan penurunan reabsorpsi cairan dan elektrolit yang berakibat pada dehidrasi.Infeksi bakteri (kolera dan disentri basiler) atau virus di dalam usus.Bakteri penyebab diare (E.coli, Salmonella, Shigella, Camphylobacter)Parasit penyebab diare (E. hystolitica, Giardia lamblia, Cylospora)Penyebab lainnya: alergi makanan/minuman, gangguan gizi, kekurangan enzimJenis-jenis DiareDepartemen Kesehatan RI (2000), mengklasifikasikan jenis diare menjadi empat kelompok yaitu :1) Diare akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari empat belas hari (umumnya kurang dari tujuh hari), 2) Disentri, yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya, 3) Diare persisten, yaitu diare yang berlangsung lebih dari empat belas hari secara terus menerus, 4) Diare dengan masalah lain, anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai penyakit lain seperti demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya.Gejala-gejala DiareBeberapa gejala penyakit diare dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderita. Di antara gejala tersebut adalah:Buang air besar terus-menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjanganTinja yang encer dengan frekuensi 4 kali atau lebih dalam sehariPegal pada punggungMengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)Dapat menimbulkan mual dan muntah-muntahBadan lesu atau lemahPanasTidak nafsu makanDarah dan lendir dalam kotoranSalah satu gejala lainnya dari penyakit diare adalah gastroenteritis. Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi atau keracunan makanan.

Pengobatan Diare (Konvensional) 1. Kemoterapeutikaa. Antibiotika (sulfonamida, tetrasiklin, penisilin, fluorkuinolon) Berguna pd infeksi spesifik tertentu misalnya kolera dan disentri basiler berat.b. Nifuroxazide Memiliki efek antibakterisidal terhadap E. coli, Shigella, Streptococcus, Staphylococcus dan P. aeruginosa.2. Obstipansia a. Zat penekan peristaltik (difenoksilat dan loperamid), antikolinergik (atropine, ekstrak belladone)b. Adstringen, yang menciutkan selaput lendir usus (tanin, tanalbumin, garam-garam bismuth)c. Adsorbensia, mampu menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau makanan (udang, ikan) (kaolin, pektin, garam bismuth dan alumunium)3. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium.

Fitoterapi DiareKunyitRanduJambu BijiKayu secangGambir

KunyitKunyit atau Curcuma domestica Val. merupakan tanaman yang dapat tumbuh sepanjang tahun. Tanaman ini tumbuh liar dan banyak ditemukan di semak-semak hutan jati Indonesia. Kunyit mempunyai beberapa kandungan kimia utama yang berefek antidiare yaitu kurkuminoid, tanin, dan minyak atsiri. Kunyit mengandung zat antidiare yaitu dihidroksidicinnamoil-metana dan parehidroksicinnamoil-feruloil-metana.

Kunyit mempunyai beberapa kandungan kimia utama yang berefek antidiare yaitu kurkuminoid, tanin, dan minyak atsiri (Prawiro, 1977; Yayasan Kelompok Kerja Ilmiah Phyto Medica, 1993). Kurkuminoid, minyak atsiri berefek spasmolitik yang bekerja dengan menghambat peristaltik usus (Kiso, 1983; Sidik, 1988; Parvathy dkk, 2009). Tanin berkhasiat melapisi dinding mukosa usus dengan lapisan protein sehingga mengurangi sensitifitas ujung-ujung saraf usus terhadap stimulus peristaltik dan menciutkan mukosa usus (Mills, Bone, 2000). Hal ini menyebabkan ekstrak etanol rimpang kunyit berefek antidiare. 10Minyak biji dalam randu digunakan sebagai obat diare. Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam daun randu adalah tanin, flavonoid dan saponin, kuersetin, musilago, mineral (sebagai sumber Fe dan Ca). Kandungan senyawa aktif yang diduga berkontribusi besar terhadap efek antidiare daun randu adalah tanin, flavonoid dan saponin.

Tanaman Randu (Ceiba pentandra ( L.) Gaertn.) Tanin dapat mengurangi intensitas diare dengan cara menciutkan selaput lendir usus dan mengecilkan pori sehingga akan menghambat sekresi cairan dan elektrolit. Selain itu, sifat adstringens tannin akan membuat usus halus lebih tahan (resisten) terhadap rangsangan senyawa kimia yang mengakibatkan diare, toksin bakteri dan induksi diare oleh castor oil. Beberapa penelitian juga telah melaporkan mengenai flavonoid sebagai antidiare. Mekanisme flavonoid (kuersetin) dalam menghentikan diare yang diinduksi oleh castor oil adalah dengan menghambat motilitas usus sehingga mengurangi sekresi cairan dan elektrolit. Aktivitas flavonoid (kuersetin) yang lain adalah dengan menghambat pelepasan asetilkolin di saluran cerna. Penghambatan pelepasan asetilkolin akan menyebabkan berkurangnya aktivasi reseptor asetilkolin nikotinik yang memperantarai terjadinya kontraksi otot polos dan teraktivasinya reseptor asetilkolin muskarinik (khususnya Ach-M3) yang mengatur motilitas gastrointestinal dan kontraksi otot polos. Efek antisekretori EEDR kemungkinan juga disebabkan oleh peranan senyawa aktif golongan steroid yang ada dalam daun randu. Senyawa steroid dapat meningkatkan absorpsi air dan elektrolit dalam usus, sehingga mengakibatkan absorbsi air dan elektolit dalam usus normal kembali.11Senyawa aktif pada daun jambu biji yang berfungsi sebagai antidiare adalah tanin. Ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk membasmi bakteri/mikroba penyebab diare (Salmonella typhii, E. coli, Shigella dysentriae). Komposisi kimia di dalam daun jambu biji adalah tanin 9-12%, minyak atsiri, minyak lemak dan asam malat, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajavarin dan vitamin. Senyawa tanin bersifat sebagai adstringen, yaitu melapisi mukosa usus, khususnya usus besar dan menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak serta sebagai penyerap racun dan dapat menggumpalkan protein. Oleh karena itu senyawa tanin dapat membantu menghentikan diare.

Jambu Biji (Psidium guajava)Tanaman Gambir Daun pada tanaman gambir mengandung senyawa dihidroksifenil-dihidrobensopiran-triol.Senyawa ini berkhasiat sebagai adstringen (menciutkan) selaput lendir dinding usus.

KonstipasiPengertian Konstipasi merupakan defekasi tidak teratur yang abnormal dan membuat pengerasan feses.EtiologiKebiasaan defekasi yang tidakMengonsumsi makanan rendah seratPemakaian laksatif yag berat menyebabkan hilangnya reflex defekasi normalObat penenang, opiat, antikolinergik, zat besi (zat besi mempunyai efek menciutkan dan kerja yang lebih secara lokal pada mukosa usus untuk menyebabkan konstipasikelainan saluran GI (gastrointestinal), GejalaPerut terasa begah dan terasa kaku.Tubuh tidak fit, tidak nyaman, lesu, cepat lelah, dan terasa beratWarna feses menjadi lebih gelap daripada biasanya, lebih keras,bahkan lebih sedikit daripada biasanya.Feses akan lebih sulit untuk dikeluarkan pada saat buang air besarDibagian anus akan terasa penuh dan sakit.Lebih sering buang angin

Laksansia kontakMekanisme kerja : meningkatkan gerak peristaltic usus sehingga merangsang keluarnya feses.Contoh : bisakodil, natrium pikosilfatLaksansia osmotisMekanisme kerja : meningkatkan volume feses dengan menarik air dan membentuk hidrogel sehingga terjadi peregangan dinding saluran cerna dan feses lebih mudah keluar.Contoh : Magnesium sulfat, natrium sulfatPencahar emolienMekanisme kerja : membuat massa feses menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah keluar saat melalui usus dan rektumContoh : natrium dokusinat.

Pengobatan Konstipasi (Konvensional) Fitoterapi KonstipasiKeji belingKetepeng cinaMengkudu

Keji beling (Strobilanthes crispus Bl)Keji beling mengandung kalium, asam silikat, natrium, kalsium yang mempunyai efek pencahar dan diuretik, sehingga baik untuk penderita sembelit.

Daun ketepeng cina mengandung zat samak serta bersifat sebagai laksatif.

Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.)Mengkudu mengandung morindon yang merupakan zat warna merah dan berkhasiat sebagai pencahar.

Mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Tukak LambungLebih sering dikenal dengan sebutan maag.Adalah luka terbuka yang berkembang di lapisan dalam mukosa dari saluran pencernaan, bagian awal dari usus kecil (duodenum), kerongkongan, dan perut.PengertianEtiologiPenurunan produksi mukus seperti pada penggunaan obat NSAID dengan mengiritasi epitelium lambung secara langsung dan melalui penghambatan sintesis prostaglandin.

Kelebihan asam sebagai penyebab ulkus.

Peningkatan penyaluran asam sebagai penyebab ulkus duodenum.

Infeksi bakteri Helicobacter pylori, merupakan bakteri yang bersifat tahan terhadap asam lambung, hidup dan berkembangbiak di air minum dan makanan yang tidak ditangani secara higienis atau dimasak dengan dengan benar.GejalaGejala yang sering ditimbulkan adalah nyeri, mual, muntah, konstipasi, dan perdarahan.Pengobatan KonvensionalGolongan antasida (natriumbikarbonat), zat penghambat sekresi asam (simetidin), zat pelindung ulkus (sukralfat), antibiotika (amoksisilin), obat penguat motilitas (domperidon), dan obat penenang (oksazepam).Fitoterapi Tukak LambungBuah adasAkar mani