Fisip manajemen lingkungan2

download Fisip manajemen lingkungan2

of 42

  • date post

    16-Aug-2015
  • Category

    Education

  • view

    26
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Fisip manajemen lingkungan2

  1. 1. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PEMBANGUNAN YANG DITUJUKAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GENERASI SEKARANG TANPA MENGORBANKAN KEPENTINGAN DAN KEBUTUHAN GENERASI YANG AKAN DATANG IMPLIKASI DEFINISI PEMENUHAN KEBUTUHAN KEADILAN ANTAR GENERASI KETERBATASAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
  2. 2. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN WSSD (WORLD SUMMIT ON SUSTAINABLE DEVELOPMENT) POVERTY ERADICATION REDUCTION OF UNSUSTAINABLE CONSUMPTION RECOGNITION OF THE LIMITATION OF ENVIRONMENTAL CARRYING CAPACITY
  3. 3. PERSPEKTIF EKONOMI SUMBER KOMODITI
  4. 4. PERSPEKTIF EKOLOGI SUMBER LIMBAH
  5. 5. TUGAS BACA 1 CHAPTER 12: MANAGEMENT THEORY AND THE ENVIRONMENT PP 341-360. THE GREENING OF MANAGEMENT THEORY: ECOCENTRIC MANAGEMENT STAKEHOLDER THEORY RESOURCE BASED THEORY PRINCIPLES OF ENVIRONMENTAL MANAGEMENT, ROGENE A.BUCHHOLIZ (pp 350)
  6. 6. BARANG DAN JASA SEBAGAI OUTPUT : Masalah Pengorganisasian
  7. 7. MANAJEMEN MENGELOLA, MENGENDALIKAN, MENGATUR, MANAGEMENT: THE ART OF MANAGING UU 23 TAHUN 1997: PENGELOLAAN L.H ADALAH UPAYA TERPADU UTK MELESTARIKAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP YG MELIPUTI KEBIJAKSANAAN PENATAAN, PEMANFAATAN, PENGEMBANGAN, PEMELIHARAAN, PEMULIHAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN LH
  8. 8. LINGKUNGAN HIDUP KESATUAN RUANG DENGAN SEMUA BENDA, KEADAAN, DAN MAHLUK HIDUP TERMASUK MANUSIA DAN PERILAKUNYA, YANG MEMPENGARUHI KELANGSUNGAN PERIKEHIDUPAN DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA SERTA MAHLUK HIDUP LAIN (UU 23 TAHUN 1997, PASAL 1, BUTIR 1)
  9. 9. Traditional versus Ecocentric Management Traditional Management Ecocentric Management Goals : Economic growth & profits Shareholder wealth Values : Anthropocentric Rationality and packaged knowledge Patriarchal values Products : Designed for function, style, & price Wasteful packaging Production System : Energy & resource intensive Technical efficiency Organization : Hierarchical structure Top-down decision making Centralized authority High-income differentials Environment : Domination over nature Environment managed as a resource Pollution and waste are externalities Business Functions : Marketing aims at increasing consumption Finance aims at short-term profit maximization Accounting focuses on conventional costs Human resource management aims at increasing labor productivity Sustainability and quality of life Stakeholder welfare Biocentric or Ecocentric Intuition and understanding Postpatriarchal feminist values Designed for the environment Environment friendly Low energy & resource use Environmental efficiency Nonhierarchical structure Participative decision making Decentralized authority Low-income differentials Harmony with nature Resources regarded as strictly finite Pollution/waste elimination and management Marketing for consumer education Finance aims at long-term sustainable growth Accounting focuses on environmental costs Human resource management aims to make work meaningful & the workplace safe/healthy
  10. 10. Delapan Tingkatan Peranserta Masyarakat Sumber: Arstein, (1969) 8 Pengawasan masyarakat Citizen control 7 Pendelegasian kekuasaan Tingkat kekuasaan masyarakat Delegated power Degree of Citizen Power 6 Kemitraan Partnership 5 Keterlibatan Placation 4 Konsultasi Tingkat partisipasi pasif Consultation Degree of Tokenism 3 Menginformasikan Informing 2 Mengobati Therapy Ketidak ikutsertaan/ 1 Memberdayakan Non participation Pemegang kekuasaan Manipulation
  11. 11. TUGAS BACA 2 BAB 3: PENDEKATAN EKOSISTEM: PENGELOLAAN SD DAN LINGKUNGAN, BRUCE MITCHELL DKK (HAL 74-114) CHAPTER 5: THE ENVIRONMENTAL POLICY MAKING PROCESS: ENVIRONMENTAL GOVERNANCE: THE GLOBAL CHALLENGE, LAMONT C.HAMPEL
  12. 12. IMPLIKASI ORIENTASI PERTUMBUHAN PENINGKATAN POLUTAN TERMASUK LIMBAH B3 DI UDARA DAN AIR: KUALITAS AIR DI 35 SUNGAI DI INDONESIA (PEMANTAUAN OLEH 30 BAPEDAL PROVINSI) TERCEMAR BERDASARKAN KRITERIA MUTU AIR KELAS 2. KUALITAS UDARA DI JAKARTA, MEDAN, BANDUNG, JAMBI DAN PEKANBARU TMSK KATEGORI BAIK SELAMA SETAHUN HANYA 22-62 HARI ATAU 17 %. DI JAKARTA HANYA 22 HARI DLM SETAHUN. KADAR PENCEMAR UDARA 36 KALI LIPAT DIATAS STANDAR WHO.
  13. 13. IMPLIKASI..SAMPAH PENINGKATAN PRODUKSI SAMPAH: TH 2005-2006 MENINGKAT 20,9% TH 1995 BARU 08,8 KG PER KAPITA PER HARI, TH 2000= 1 KG PER HARI, TH 2020=2,1 KG PER HARI
  14. 14. IMPLIKASI.B3: VOLUME B3= 26.514.883 TON INDUSTRI KIMIA HILIR= 3.282.641 TON INDUSTRI KIMIA HULU 21.066.246 TON INDUSTRI LOGAM MESIN TEKSTIL ANEKA=1.742.996 TON IKM= 423 TON INDONESIA JUGA MENGIMPOR B3 DARI JEPANG, CHINA, PERANCIS, JERMAN, INDIA, BELANDA, KOREA, INGGRIS, AUSTRALIA DAN SINGAPURA
  15. 15. IMPLIKASI.TERUMBU KARANG DLL HANYA 10% YG DLM KONDISI BAIK HUTAN MANGROVE TERSISA 1,5 JUTA HA (2005),DARI 3,7 HA (1995) KERUSAKAN HUTAN=59,2 JUTA HA LAJU DEFORESTRASI 1,19 JUTA HA/TH LUAS LAHAN KRITIS 23,2 HA (2000) MENJADI 74 HA (2004). DATA INI BLM TMSK NAD, SUMBAR, JAMBI, BABEL, DKI, BANTEN, JABAR, GORONTALO N SULTENG)
  16. 16. IMPLIKASI.HAYATI LAUT DATA TH 2005: 5,83% SANGAT BAIK, 25% BAIK, 26,59% SEDANG DAN 31% RUSAK.
  17. 17. BENCANA DATA TH 2006: 195 BENCANA, 22% BANJIR, 15% TANAH LONGSOR DAN 14% KEKERINGAN
  18. 18. PENDUDUK MISKIN DATA SUSENAS TH 2006, 39,05 JUTA (17,75%) DATA SLHI TH 2006, JUMLAH PENDUDUK MISKIN YG TINGGAL DILINGKUNGAN/DISEKITAR HUTAN MENCAPAI 1/3
  19. 19. GOOD GOVERNANCEGOOD GOVERNANCE PELAKSANAAN KEWENANGAN POLITIK, EKONOMI DAN ADMINISTRASI DALAM MENGELOLA MASLAH- MASALAH BANGSA (NATION AFFAIRS). GOVERNANCE DIKATAKAN BAIK (GOOD ATAU SOUND) APABILA SUMBER DAYA DAN MASALAH-MASALAH PUBLIK DIKELOLA SECARA EFEKTIF, EFISIEN YANG MERUPAKAN RESPON DARI KEBUTUHAN MASYARAKAT (ASPIRATIF) (UNDP, 1997) PENGELOLAAN YANG EFEKTIF, EFISIEN DAN ASPIRATIF OLEH NEGARA MENUNTUT IKLIM DEMOKRASI DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA PUBLIK YANG DIDASARKAN PADA PRINSIP-PRINSIP TRANSPARANSITRANSPARANSI, AKUNTABILITASAKUNTABILITAS DAN PARTISIPASIPARTISIPASI MASYARAKATMASYARAKAT SERTA RULE OF LAWRULE OF LAW
  20. 20. KEMAMPUAN MELAKUKANKEMAMPUAN MELAKUKAN CHECK &CHECK & BALANCEBALANCE DI ANTARA 3 ELEMEN BANGSADI ANTARA 3 ELEMEN BANGSA NEGARANEGARA EksekutifEksekutif LegislatifLegislatif JudikatifJudikatif DUNIA USAHADUNIA USAHA PerbankanPerbankan KoperasiKoperasi BUMNBUMN BUMDBUMD Private CorporationPrivate Corporation MASYARAKAT WARGAMASYARAKAT WARGA AkademisiAkademisi WartawanWartawan Tokoh masyarakatTokoh masyarakat PengamatPengamat LSMLSM Masyarakat sadar politikMasyarakat sadar politik
  21. 21. PRASYARAT GOOD GOVERNANCEPRASYARAT GOOD GOVERNANCE NEGARA TRANSISINEGARA TRANSISI LEMBAGA PERWAKILAN YANGLEMBAGA PERWAKILAN YANG EFEKTIFEFEKTIF INDEPENDENSI PERADILANINDEPENDENSI PERADILAN BIROKRASI YANG BERSIH DANBIROKRASI YANG BERSIH DAN RESPONSIFRESPONSIF DESENTRALISASI YANGDESENTRALISASI YANG DEMOKRATISDEMOKRATIS MASYARAKAT SIPIL YANG KUATMASYARAKAT SIPIL YANG KUAT ADANYA MEKANISMEADANYA MEKANISME
  22. 22. KONDISI GOVERNANCEKONDISI GOVERNANCE DI INDONESIADI INDONESIA Kemampuan dan kapasitas wakilKemampuan dan kapasitas wakil rakyat, baik sebagai pembentuk UUrakyat, baik sebagai pembentuk UU dan pengawas eksekutif, maupundan pengawas eksekutif, maupun dalam penyerap aspirasidalam penyerap aspirasi masyarakat belum memadaimasyarakat belum memadai Belum terdapat perubahan yangBelum terdapat perubahan yang signifikan dalam dunia peradilan disignifikan dalam dunia peradilan di IndonesiaIndonesia Perubahan pimpinan pemerintahPerubahan pimpinan pemerintah belum membawa perubahan padabelum membawa perubahan pada kultur birokrasi di Indoensia (belumkultur birokrasi di Indoensia (belum mengarah pada budaya melayanimengarah pada budaya melayani rakyat, keterbukaan, masihrakyat, keterbukaan, masih berorientasi padaberorientasi padagetting projectgetting project through(asal proyek jalan), sertathrough(asal proyek jalan), serta tidak adanya rancang tindak yangtidak adanya rancang tindak yang jelas dan terukur di sektor civiljelas dan terukur di sektor civil service reformservice reform KONDISI ENVIRONMENTALKONDISI ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DIGOVERNANCE DI INDONESIAINDONESIA Keterbatasan (kuantitas &Keterbatasan (kuantitas & Kualitas) wakil rakyat dalamKualitas) wakil rakyat dalam memahami danmemahami dan memperjuangkan 3 pilarmemperjuangkan 3 pilar sustainable developmentsustainable development Dunia peradilan yang tidakDunia peradilan yang tidak independen berakibat terhadapindependen berakibat terhadap obyektivitas dan kualitasobyektivitas dan kualitas putusan LHputusan LH Strategi pengarusutamaanStrategi pengarusutamaan LH/SDA dikalanganLH/SDA dikalangan pemerintah, danpemerintah, dan pengembangan kelembagaan,pengembangan kelembagaan, serta SDM tidak jelasserta SDM tidak jelas
  23. 23. KONDISIKONDISI GOVERNANCE DIGOVERNANCE DI INDONESIAINDONESIA Desentralisasi yang bersifatDesentralisasi yang bersifat demokratis masih dipersepsikandemokratis masih dipersepsikan sebagai devolusisebagai devolusi Civil Society belum memberikanCivil Society belum memberikan tekanan yang efektiftekanan yang efektif (pressure)yang optimal(pressure)yang optimal terhadap perubahan perilakuterhadap perubahan perilaku penentu kebijakanpenentu kebijakan Negara dan masyarakat belumNegara dan masyarakat belum berhasil membangunberhasil membangun mekanisme resolusi konflikmekanisme resolusi konflik yang efektif dalamyang efektif dalam menanggulangi konflikmenanggulangi konflik kekerasan yang ada di berbagaikekerasan yang ada di berbagai wilayah di Indonesia (First trackwilayah di Indonesia (First track belum jelas, sedangkan secondbelum jelas, sedangkan second track perlu sinergi)track perlu sinergi) KONDISI ENVIRONMENTALKONDISI ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DIGOVERNANCE DI INDONESIAINDONESIA Persepsi devolusi tanpaPersepsi devolusi tanpa perubahan paradigma sertaperubahan paradigma serta orientasi memacu PADorientasi memacu PAD Kemampuan melakukan sinergiKemampuan melaku