Fisiologi Sist Uro

download Fisiologi Sist Uro

of 6

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Fisiologi Sist Uro

FISIOLOGI

Fungsi ginjal adalah sebagai salah satu alat ekskresi yang sangat penting melalui ultrafiltrat yang terbentuk dalam glomerulus. Terbentuknya ultrafiltrat ini sangat dipengaruhi oleh sirkulasi ginjal yang mendapat darah 20% dari seluruh kardiac output.

Faal Glomerulus

Fungsi terpenting dari glomerulus adalah membentuk ultrafilrat yang dapat masuk ke tubulus akibat tekanan hidrostatik kapiler yang lebih besar dibanding tekanan hidrostatik intrakapiler dan tekanan koloid osmotik. Volume ultrafiltrat setiap menit per luas permukaan tubuh disebut Glomerular Filtration Rate (GFR).

GFR normal dewasa : 120 cc/menit/1,73 m2 (luas permukaan tubuh).

GFR normal umur 2 - 12 tahun : 30 90 cc/menit/luas permukaan tubuh anak.

Faal Tubulus

Fungsi utama dari tubulus adalah melakukan reabsorbsi dan sekresi dari zat-zat yang ada dalam ultrafiltrat yang terbentuk di glomerulus. Sebagaimana diketahui, LFG =120 ml/menit/1,73 m2, sedangkan yang direabsorbsi hanya 119 ml/menit sehingga yang diekskresi hanya 1 ml/menit dalam bentuk urin atau dalam sehari 1.440 ml (urin dewasa). Pada anak-anak, jumlah urin dalam 24 jam lebih kurang dan sesuai dengan umur :1-2 hari: 30-60 ml

3-10 hari:100-300 ml

10 hari-2bulan: 250-450 ml

2 bulan-1 tahun: 400-500 ml1-3 tahun: 500-600 ml

3-5 tahun: 600-700 ml

5-8 tahun: 650-800 ml

8-14 tahun: 800-1400 mlFungsi Tubulus Proksimalis

Tubulus proksimalis merupakan bagian nefron yang paling banyak melakukan reabsorbsi yaitu 60-80% dari ultrafiltrat yang terbentuk di glomerulus. Zat-zat yang direabsorbsi adalah protein, asam amino, dan glukosa yang di reabsorbsi sempurna. Begitu pula dengan elektrolit (Na, K, Cl, bikarbonat), endogenous organic ion citrat, malat, urat, asam askorbat0, H2O dan urea. Zat-zat yang diekskresi asam dan basa organik.

Fungsi Loop of Henle

Loop of Henle yang terdiri atas descending thick limb, thin limb dan ascending thick limb itu berfungsi untuk membuat cairan intratubuler lebih hipotonik.

Fungsi Tubulus Distalis dan Duktus Kolligentes

Mengatur keseimbangan asam basa dan keseimbangan elektrolit dengan cara reabsorbsi Na dan H2O dan ekskresi Na, K, amonium dan ion hidrogen.

Rauf, Syarifuddin. 2002. Diktat Kuliah Nefrologi Anak. Makassar. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-UNHAS.FISIOLOGI Fungsi ginjal adalah untuk:

Menyaring limbah metabolik

Menyaring kelebihan natrium dan air dari darah

Membantu membuang limbah metabolik serta natrium dan air yang berlebihan dari tubuh

Membantu mengatur tekanan darah

Membantu mengatur pembentukan sel darah.

Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta unit penyaring (nefron). Sebuah nefron merupakan suatu struktur yang menyerupai mangkuk dengan dinding yang berlubang (kapsula Bowman), yang mengandung seberkas pembuluh darah (glomerulus). Kapsula Bowman dan glomerulus membentuk korpuskulum renalis.

Darah yang masuk ke dalam glomerulus memiliki tekanan yang tinggi. Sebagian besar bagian darah yang berupa cairan disaring melalui lubang-lubang kecil pada dinding pembuluh darah di dalam glomerulus dan pada lapisan dalam kapsula Bowman; sehingga yang tersisa hanya sel-sel darah dan molekul-molekul yang besar (misalnya protein). Cairan yang telah disaring (filtrat) masuk ke dalam rongga Bowman (daerah yang terletak diantara lapisan dalam dan lapisan luar kapsula Bowman) dan mengalir ke dalam tubulus kontortus proksimal (tabung/saluran di bagian hulu yang berasal dari kapsula Bowman); natrium, air, glukosa dan bahan lainnya yang ikut tersaring diserap kembali dan dikembalikan ke darah.

Ginjal juga menggunakan energi yang secara selektif menggerakkan molekul-molekul yang besar (termasuk obat-obatan, misalnya penicillin) ke dalam tubulus. Molekul tersebut dibuang ke dalam air kemih meskipun ukurannya cukup besar untuk dapat melewati lubang-lubang pada penyaring glomerulus.

Bagian berikutnya dari nefron adalah ansa Henle. Ketika cairan melewati ansa Henle, natrium dan beberapa elektrolit lainnya dipompa keluar sehingga cairan yang tersisa menjadi semakin pekat. Cairan yang pekat ini akan mengalir ke dalam tubulus kontortus distal. Di dalam tubulus distal, semakin banyak jumlah natrium yang dipompa keluar.

Cairan dari beberapa nefron mengalir ke dalam suatu saluran pengumpul (duktus kolektivus). Di dalam duktus kolektivus, cairan terus melewati ginjal sebagai cairan yang pekat, atau jika masih encer, maka air akan diserap dari air kemih dan dikembalikan ke dalam darah, sehingga air kemih menjadi lebih pekat. Tubuh mengendalikan konsentrasi air kemih berdasarkan kebutuhannya terhadap air melalui hormon-hormon yang kerjanya mempengaruhi fungsi ginjal.

Air kemih yang terbentuk di ginjal mengalir ke bawah melalui ureter menuju ke kandung kemih; aliran tersebut bukan merupakan aliran yang pasif. Ureter adalah pipa/tabung berotot yang mendorong sejumlah air kemih dalam gerakan bergelombang (kontraksi).

Setiap ureter akan masuk ke dalam kandung kemih melalui suatu sfingter. Sfingter adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Air kemih yang secara teratur mengalir dari ureter akan terkumpul di dalam kandung kemih. Kandung kemih ini bisa mengembang, dimana ukurannya secara bertahap membesar untuk menampung jumlah air kemih yang semakin bertambah. Jika kandung kemih telah penuh, maka akan dikirim sinyal saraf ke otak, yang menyampaikan pesan untuk berkemih.

Selama berkemih, sfingter lainnya yang terletak diantara kandung kemih dan uretra akan membuka sehingga air kemih mengalir keluar. Secara bersamaan, dinding kandung kemih berkontraksi sehingga terjadi tekanan yang mendorong air kemih menuju ke uretra. Tekanan ini dapat diperbesar dengan cara mengencangkan otot-otot perut.

Sfinger pada pintu masuk kandung kemih tetap menutup rapat untuk mencegah aliran balik air kemih ke ureter.

Hubungan sistem renin angiotensin dan sel-sel Jukstaglomerulus (JGA)

Juxtra Glomerular Apparatus (JGA)

JGA terdiri dari tiga komponen, yaitu

Sel-sel makula densa

Sel-sel mesangial extraglomerular (sel agranular / sel Lacis)

Sel-sel granular (sel juxtraglomerulus / JG) yang mempunyai granula-granula yang mengandung renin.

Makula densa adalah sel-sel epitel kuboid yang membatasi tubulus pada daerah kutub vaskular. Sel-sel makula densa berfungsi memonitori fungsi tubulus distalis. Bila kadar Natrium dalam tubulus menurun maka makula densa akan mengirimkan informasi pada sel juxtraglomerular yang kemudian akan melepaskan renin ke dalam lumen arteriole. Angiotensinogen

( ReninAngiotensin I

( ACEAngiotensin II (vasokonstriktor) : - konstriksi arteriole & vena

- merangsang sekresi aldosteron

( angiotensinase

Angiotensin IIIDAFTAR PUSTAKA

Sherwood,Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem-Edisi 2. Jakarta : EGC

EMBED PowerPoint.Slide.8

_1456069301.ppt

MEKANISME KERJA GINJAL