Fisika bab 2 VEKTOR

of 18/18
MATERI BAB 2 VEKTOR
  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    2.737
  • download

    11

Embed Size (px)

description

Fisika bab 2

Transcript of Fisika bab 2 VEKTOR

  • 1. MATERI BAB 2 VEKTOR

2. KELOMPOK 2 NAMA KELOMPOK: 1. 2. 3. 4. 5.AVIYATI LUTFIYAH FITROTUL HANA GRACE FLAMIRA MAHARANI SITI NADIRA KINTARI ANDIKI RADITYA DEVALIUS 3. A.Besaran Vektor & Besar Vektor Resultan 1. Besaran Vektor Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah, contohnya perpindahan momentum, gaya, percepatan, dan kecepatan. Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai saja, contohnya jarak, volume, massa jenis, dan daya. 4. a. Penggambaran dan Penulisan Vektor OAO = titik tangkap vektor A = ujung vektor Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah panah. Panjang anak panah menyatakan besar (nilai), sedangkan tanda panah menyatakan arah vektor. Notasi vektor dapat ditulis dengan dua cara yaitu ditulis dengan huruf tebal, contohnya F,v,a dan ditulis dan huruf diatasnya diberi anak panah, contohnya F, v, a 5. b. Penjumlahan Vektor Hasil penjumlahan vektor disebut resultan vektor { R }. Ada dua cara menjumlahkan vektor yaitu sebagai berikut. 1) Metode jajar genjang 2) Metode poligon 6. 2. BESAR VEKTOR RESULTAN A. Menghitung Besar vektor Resultan A R R=A +BB R= A+ B 7. Untuk menghitung besarnya hasil penjumlahan vektor A dan B sebesar R, digunakan rumus kosinus sebagai berikut. |R| =A2 + B2 + 2AB cos Jika 2 vektor saling tegak lurus, maka = 90, sehingga : |R| =A2 + B2 8. B. SIFAT SIFAT PENJUMLAHAN VEKTOR Penjumlahan vektor memenuhi sifat-sifat antara lain sebagai berikut. Sifat komutatif Sifat asosiatif Sifat inversi-aditif:+=+ : + ( + ) = ( + ) + : + (- ) = - 9. B. Penguraian Vektor 1. Menentukan komponen sebuah Vektor Jika sebuah vektor dapat dijumlahkan menghasilkan satu resultan,maka sebuah vektor dapat diuraikan menjadi sejumlah vektor lain. Y Ax = A cos Ay = A sin A = Ax2 + Ay2 Ay = arc tan Ay AxAxX 10. 2.Penjumlahan komponen komponen Vektor a. Penjumlahan Vektor secara Analitis Langkah - langkah penjumlahan vektor secara analitis adalah sebegai berikut. 1) Setiap vektor diuraikan menjadi komponenkomponen pada sumbu X dan sumbu Y. 2) Semua komponen vektor pada sumbu X dan Y dijumlahkan. 3) Besar resultan R = Rx2 + Ry2Arah tan = Ry RX 11. b. Penjumlahan Vektor secara Analitis Menggunakan Vektor Satuan Vektor satuan adalah vektor yang besarnya sama dengan vektor itu dibagi modulus (besarnya) vektor, dirumuskan sebagai berikut. Contoh:CP Jika = CP maka vektor satuanya = | | = || 12. C. Vektor Satuan Vektor satuan adalah suatu vektor yang besarnya 1satuan. Vektor satuan pada sumbu X adalah , pada sumbu Y adalah ,dan pada sumbu Z adalah . Vektor satuan dituliskan: A = Ax + Ay + AzBesar vektor A =YAx2+Ay2+AZ2ZA X 13. 1. Penjumlahan Vektor Satuan Penjumlahan antara vektor A dan B akan diperoleh persamaan: A + B = (Ax + Bx) I+ (Ay +By) j+ (Az + Bz) k A B = (Ax Bx) I + Ay By) j+ (Az Bz) K2. Perkalian Vektor a) Perkalian Silang Vektor (Cross Product)Perkalian silang vektor adalah perkalian dua vektor yang menghasilkan vektor. Misalnya ada 2 vektor gaya f1 dan f2 bertitik tangkap sama dan saling mengapit sudut , maka f1 x f2 hasilnya adalah sebuah vektor. 14. F F1 x F2 = F F2X F1= -F |F1 x F2|=|F1| |F2| sin F2F1 F Operasi cross product untuk vektor satuan. x = ||||sin 0 = 0 x = , x = - dan seterusnya. Jika F1 = Ax + Ay + Az F2 = Bx + By + BzZY AXX0--0-0 15. Maka: F1 x F2 = Ax Ay Az Bx By Bz = (AyBz AzBz) + (AzBx AxBz) + (AxBy AyBx) 16. b.Perkalian Titik Vektor(Dot Product) Perkalian titik vektor adalah perkalian duavektor yang menghasilkan skalar. Misalkan 2 Vektor f1 dan f2 saling membentuk sudut , maka hasil kali skalar dua vektor tersebut dituliskan sebagai berikut. F F = |F |F | cos 1. 212Cos = F1.F2F2|F1|F2|F1 17. Perkalian titik vektor dapat disajikan dalam tabel disamping. Y Jika F1 = Ax + Ay + Az F2 = Bx + By + Bz Maka: F1.F2 = AxBx + AyBy + AzBzXZA100010001 18. Thank you for watching